Pralangga.org | Our Peacekeeping Journey

 
 
masthead

Peacekeepers: Who and what we do

 

Who is .. ?

Maria Izilda Adinda


Maria Izilda Adinda started her post in UNMIT Timor Leste as Procurement on September 2009. Prefer to be called ‘Jilly’ instead of Maria (don’t ask her where Jilly came from. Not so long story, but too lazy to explain). Born in Jakarta, 26 December 1977 and grew up in pempek city Palembang till highschool and then moved out to Bandung and spent her university time at Parahyangan Catholic University majoring International Relationship. Joined the UN after Tsunami, her first UN was UNJLC Indonesia in Jakarta, the UN Joint Logistics Centre for disaster and then relocated to Banda Aceh for WFP Shipping Service until 2007 as procurement. Returned to Jakarta and last working with AusAid project as Office Administrator before Dili to join her first Peace Keeping Mission.

Claimed herself as ‘a part time worker and a full time traveller’ because she loves travelling and working with UN opens opportunity for more doors to see the world. Enjoys travelling, reading and just chilling out with friends and chit chatting, loves her family and friends, soon-to-be-married (hopefully this year) with her beloved fiancé & a very easy going person.

Recent Articles by Maria Adinda


Digoda Boda-boda Uganda
Dengan deru mesin motor khas buatan China, duduklah dia dimana kedua tangannya mencengkeram stang speda motor itu, dengan frame putih kacamata gelap, terseyumlah dia menyeringai padaku seraya berkata: “Hahubaebeooowazza..wazzaa!!!..” – tau deh artinya apa, kedengeran ditelinga dan yang bisa diingat ya mirip seperti itu suaranya. Mungkin dia ingin menawarkan jasa ojeknya: “Mbakyu, ayo ndisik numpak ojek karo aku.. ta anter mau kemana..” – Tapi tetep aja, gue ngeri.. apalagi liat kacamata putih dan gigi kuningnya itu, yang ada gue bisa dibawa kabur dan nggak dipulangin utuh, berabe khan?. Njawab aja kemudian dengan senyum: “No, thank you..” – sambil ngibrit masuk lagi kedalam.
Maria Adinda , 50 days ago

Remuk redam menuju Uganda
Di Cengkareng, gw langsung dong menampakkan diri kedepan Check-in counternya si Qatar Airways di jalur business class dan disana udah ada digelar dilantainya karpet merah untuk proses check in. Sayangnya, bagi kebanyakan petugas check-in counter itu mungkin selalu beranggapan remeh dan mungkin sudah keseringan melihat tampang wanita Indonesia yg akan terbang ke wilayah timur tengah adl TKW/TKI, dan dengan enaknya si petugas ground staff Qatar Airways mencegatku dan bertanya dengan kadar pede 2 juta: “Maaf Mbak, mbak ini penumpang business class?” – mau marah nggak sih? —-> Argghhh…!!. Rasanya pengen gw tampol tuh orang. Dalam hati rasanya sudah berasap ngebul dan berkata: “Lu kate gw TKW dan gak sanggup naek bisnis?”. Padahal sih, emang enggak sanggup sih kl bayar sendiri. kecuali urusan dinas – lol.
Maria Adinda , 52 days ago


Subscribe to RSS

pralangga.org subscribe to feedburner

0 people subscribing to this blog

Enter your email address:

   

About

Welcome to Our Peacekeeping Journey, a website dedicated to the peacekeepers, the ones whose currently serving at United Nations Peacekeeping Missions, those who concluded the mission assignments, and those others whose line of work are in support of establishing peace wherever they are. This is our stories about our life. Read more ... »

Correspondent

I Wayan Suarjaya Naval Captain (KH) I Wayan Suarjaya, born in Werdhi Agung (Northern Sulawesi) on 29 September 1972, graduated from PAPK (Perwira Prajurit Karir) in 1998, further assigned to Public Information Office of Indonesia’s Naval Headquarters assuming the responsibility as Naval...

Detail Profile »

View All ...»

 

Recent Stories

Hand-made Fitness Center ala Satgas Indobatt di Lebanon
Olah raga yang teratur akan sangat membantu dalam mewujudkan kesehatan jasmani yang baik. Dan tentunya akan lebih baik lagi jika memiliki fasilitas olah raga yang mendukung. Keterbatasan sarana olah raga di markas Gajah Mada Satgas POM TNI Konga XXV-B/UNIFIL (United Nations Interim Force In Lebanon) tidak membuat para _peacekeeper _Polisi Militer kehilangan akal. Dengan inisiatif dan kreatifitas para personil, mereka telah berusaha mengadakan sendiri peralatan olah raga yang dibutuhkan.
Muhammad Dahlan , 7 hours ago

The Spanish Contingent Libre Hidalgo XI / Sector East Menerima UN Medal
Major General Alberto Asarta Cuevas selaku UNIFIL Head of Mission and Force Commander memimpin dan bertindak sebagai Inspektur Upacara.upacara penganugerahan medali PBB kepada prajurit The Spanish Contingent Libre Hidalgo XI... »
Sanra Michiko Moningkey , 7 hours ago

Sisingaan Indobatt buat Terpana Warga Lebanon
(Marjayoun; 29 Juli 2010). Satu lagi andalan kebudayaan dan kesenian Indonesia yaitu tari Sisingaan yang Indobatt tampilkan untuk menyemarakkan acara malam Festival Kesenian. Tari tersebut membuat terpana penonton festival yang... »
Sanra Michiko Moningkey , 7 hours ago

Peleton Harpal Indobatt : “Tiada Kata Tidak Bisa”
Semboyan yang dimiliki oleh Peleton Pemeliharaan Peralatan Satuan Tugas Batalyon Mekanis Kontingen Garuda XXIII-D/Unifil (Indonesian Battalion/ Indobatt) yakni: “Tiada kata tidak bisa” telah menjadi semacam daya dorong yang sangat membangkitkan... »
Sanra Michiko Moningkey , 2 days ago

Srikandi Indonesia Jajal Kemampuan pada ’21,5 km + 10 kg Dancon March’ di Lebanon Selatan
Kiprah Wanita Tentara Nasional Indonesia (Wan TNI) yang tergabung dalam Kontingen Garuda tahun 2010 pada misi penugasan UNIFIL (United Nations Interim Force In Lebanon) tidak kalah peran sumbangsihnya bagi TNI, bangsa dan negara Indonesia. Tiga dari lima Wanita TNI yang ada di Lebanon Selatan, menjajal kemampuannya dalam kegiatan jalan jauh atau yang lebih dikenal dengan nama Dancon March yang diadakan beberapa waktu lalu oleh Kontingen Negara Denmark dengan mengambil start dan finish di Danlog Square di dalam kompleks Markas Besar UNIFIL UN Posn 4-7C.
Sanra Michiko Moningkey , 3 days ago

 

Recent Comments

dino commented on Congo: The time has finally came
a few seconds ago


jarwadi commented on Indobatt Bantu Masyarakat Lebanon Selatan Panen Tembakau di Desa Deir Siriane
a few seconds ago


boy fadly commented on Balada sebuah pagi di Monrovia
a few seconds ago


boy fadly commented on Perjalanan seru menuju Ganta
a few seconds ago


boy fadly commented on Si jali-jali Nyasar ke Liberia
a few seconds ago