Pralangga.org | Our Peacekeeping Journey

 
 
masthead

Peacekeepers: Who and what we do

 

Who is .. ?

Irene Sirait


Irene Sirait has begun developing with career in the humanitarian field since 1990s. Started as a research assistant at a State University at the Division of Reproductive Health while still finishing her study at the faculty of Pschycology at Universitas Indonesia. Her extensive exposure at this research facility established links between reproductive health and the behavour of younger generation live in remote areas in Indonesia’s interior regions. In 1995, Irene began handling HIV/AIDS issues through her appointment at a local NGO based in Jakarta, the first NGO that provided walk-in counseling service on HIV/AIDS cases, apart from the on-going telephone hotline counseling. She began taking charge by actively serving as care-provider over the hotline service, delivering counseling service apart from being the member in the advocating team. From then on she began further with her passion as a humanitarian worker. In 1998, granted a fellowship by the Australian Government relating to HIV/AIDS studies in Melbourne University, Australia, and on 2002, awarded another scholarship from the Foreign Ministry of Israel for the health system management in Israel.

Upon her return to home country, to early February 2010 continue to serve in the field of humanitarian field at one of the Natural Gas mining company in remote regions of West Papua. Her role at various international humanitarian organization including United Nations’ agencies, have given her several provinces to cover, namely from western part of Indonesia: Aceh & Nias all the way to the east; Kupang, Flores, Maumere, Buton Island in Sulawesi Tenggara and up to Far eastern of Indonesia; remote regions of Asmat tribe in Papua, Cape Bintuni in further remote of West Papua.

Beginning end February 2010, Irene embarked to a new journey, by joining an International humanitarian Organization, with headquarters based in France as Program Manager on HIV/AIDS covering 2 countries; Somaliland and Puntland in East Africa as Acting Country Coordinator.

Recent Articles by Irene Sirait


Perjalanan panjang menuju Somaliland
Setelah hampir seminggu departure briefing di kantor pusat di Perancis dan hamper 2 minggu di kantor regional di Nairobi – Kenya, akhirnya tgl 20 Februari menginjakkan kaki di tempat tugas... »
Irene Sirait , 148 days ago


Subscribe to RSS

pralangga.org subscribe to feedburner

630 people subscribing to this blog

Enter your email address:

   

About

Welcome to Our Peacekeeping Journey, a website dedicated to the peacekeepers, the ones whose currently serving at United Nations Peacekeeping Missions, those who concluded the mission assignments, and those others whose line of work are in support of establishing peace wherever they are. This is our stories about our life. Read more ... »

Correspondent

Rully Ramadhiansyah Rully Ramadhiansyah, 1st Lieutenant Special Corps, was born in July 1980 in Bekasi, West Java. After conclusion of formal education, his secondary school education in the year 1998 to continue studying at the Institute of Social Science and Politics of Jakarta...

Detail Profile »

View All ...»

 

Recent Stories

Pelatihan wajib masuk Iraq: SAIT Training
Saat konvoy memasuki koordinat Zulu-Papa, tiba – tiba konvoy kendaraan mendapat serangan bom yang dipasang di sisi jalan rute konvoy (Roadside Bomb), dimana kendaraan kedua menerima guncangan terkuat dari serangan bom tersebut dan hamper keluar jalur. ”Emergency.. emergency.. !, Alpha Tango this is Charlie Mike-Zero-Five, we’have been attacked by roadside bomb at coordinates Zulu-Papa.. all vehicle commander report to Mike Zero-Five on Damage Status, over”.. Crrk!..
Luigi Pralangga , 7 hours ago

Force Engineering Tinjau Pekerjaan Satgas Zeni TNI dI Kongo
Setelah sepuluh bulan berlangsung pembangunan jalan Dungu Faradje yang dikerjakan oleh Satgas Zeni TNI sepanjang 155 Km di Kongo serta kunjungan demi kunjungan yang telah dilakukan oleh pejabat MONUSCO (Mission de I’Organisation de republic des Nation Unies Pour la Stabilisation en Republique Democratique du Congo) baik sipil maupun militer, kini giliran Force Engineering yang bermarkas di Kinshasa melihat secara langsung proyek jalan yang dikerjakan oleh Satgas Zeni TNI Kontingen Garuda XX-G/Monuc.
Agus Hermansyah , 4 days ago

UNIFIL Force Commander Buka Puasa Bersama di Indobatt
UNIFIL Force Commander Mayor Jenderal Alberto Asarta Cuevas menyempatkan diri untuk menghadiri undangan Komandan Indobatt Letkol Inf Andi Perdana Kahar dalam acara Iftar Dinner atau Buka Puasa Bersama di UN Posn 7-1 Adshit Al-Qusayr, Sabtu (4/9). Kegiatan yang merupakan ciri khas bulan puasa Ramadhan ini, turut dihadiri pula oleh seluruh Mukhtar (pemimpin pemerintahan desa, beda dengan Mayor=pemimpin agama) yang berada dalam Area Operation Satuan Tugas Batalyon Mekanis Kontingen Garuda XXIII-D/ Unifil (Indonesian Battalion/ Indobatt) di Lebanon Selatan.
Sanra Michiko Moningkey , 4 days ago

‘Safari Ramadhan’ Indobatt di Lebanon Selatan
Komandan Indobatt Letkol Inf Andi Perdana Kahar bergandengan-tangan dengan Wadan Indobatt Letkol Mar Guslin memprakarsai dan memimpin kegiatan keagamaan rutin yang dilaksanakan setiap dua hari sekali di seluruh jajaran kompi Satuan Tugas Batalyon Mekanis Konga XXIII-D/ Unifil (Indonesian Battalion/ Indobatt) di Lebanon Selatan. Kegiatan yang terkenal dengan nama ‘Safari Ramadhan’ gencar dilaksanakan selama bulan puasa yang penuh keberkatan ini bagi umat muslimah.
Sanra Michiko Moningkey , 7 days ago

Welfare Cruise Monusco Staff
Hari ini, diadakan Pagi ini, sesuai jadwal akan diadakan pelayaran rekreasi bagi seluruh staff Monusco yang berminat untuk berlayar menggunakan pusher & barge (tongkang) UN-07. Jadi pantas jika pagi ini Mayor Amrin yang mendapat giliran mengkomandani UN-07 begitu sibuk untuk mengatur segala perlengkapan guna kelancaran acara tersebut. Dari mulai mengatur meja, kursi, sound system, acara selama perjalanan, door prize, makan siang dan perlengkapan penunjang lainnya. Bantuan pengawalan khusus diminta dari Ghana Batallion QRT (Quick Reaction Team) yang berjumlah 12 orang dengan harapan tidak akan terjadi masalah keamanan selama perjalanan. Meski perlu diketahui kalau pelayaran ini hanya menempuh jarak 25 KM dari Onatra Port Kinshasa ke daerah Kingkole dan bisa ditempuh selama kurang lebih 3 jam.
Lusyanto Januar , 7 days ago

 

Recent Comments

riza commented on Pelatihan wajib masuk Iraq: SAIT Training
a few seconds ago


Ovan Radho commented on Bertugas di Misi Perdamaian: Meniti jalur karir di PBB
a few seconds ago


Dini Daniela commented on Sebuah cahaya diujung terowongan
a few seconds ago


karina commented on Sebuah cahaya diujung terowongan
a few seconds ago


Luigi Pralangga commented on Welfare Cruise Monusco Staff
a few seconds ago