Pralangga.org | Our Peacekeeping Journey

 
 
masthead

Peacekeepers: Who and what we do

 

Who is .. ?

Whisnu Kusardianto


Recently serving at the United Nations Mission in Sudan as UN Military Observer, he is currently posted in Bor, Sudan. However, as many people said that the place named “Bor” is often associated with “bored”, he finds way to enjoy his assignment in the said place. Being married with 2 kids, he likes watching movies, reading and enjoys fine dining as well as trying out new recipes. Began with the military service since December 1997, initially drafted at the Indonesian Naval Academy as cadet for three and half years. Graduated from the Indonesian Naval Academy, he was then deployed and was handling various assignments on the deck of an Indonesian Warship. Assumed rotating responsibilities, initially as a Navigation Officer, then as a Gunnery Officer, Operational Officer, Principal Warfare Officer, and later on had became an Executive Officer.

The career at the Navy, has exposed him to territorial waters as an Operational Section Officer in a Naval Station. Previous task prior undertaking the United Nations Mission assignment at UNMIS, was as an instructor at the Naval Action Speed & Tactical Training.

Having to possessed on numerous years of service in the navy, Lcdr Whisnu Kusardianto has also been exposed to a naval humanitarian operation, apart from regular military missions. The most recent humanitarian mission he was assigned to was during post-tsunami disaster in Aceh Province. It is not surprising that with all the various mission accomplishments, that several merits and medals were awarded by the Indonesian Government for his loyalty and servitude.

As former UN Secretary General Mr. Boutros-Boutros Gali had stated that UNMO (United Nations Military Observer) is the eye & ear of the Security Council, therefore he felt confident to accomplish his mission at the United Nations Mission in Sudan with sucess.

Recent Articles by Whisnu Kusardianto


Kegiatan kemanusiaan oleh Prajurit KRI Lambung Mangkurat-874
Berdasarkan legenda yang populer di daerah Kalimantan, Lambung Mangkurat adalah seorang patih dari kerajaan Negara Dipa di Kalimantan yang mengabdikan dirinya bagi kepentingan kerajaan dan rakyat serta setia kepada rajanya.... »
Whisnu Kusardianto , 464 days ago

Christmas Culinary Showcase at Bor Team Site
In a continuing effort to maintain close friendship among UNMIS peacekeepers at Bor team Site, the Indian Contingent held a Christmas celebration on 25 December 2009 at their camp and... »
Whisnu Kusardianto , 868 days ago

Kontingen Garuda XXII – UNMIS
Salam Garuda!. Jika membaca judul diatas, bagi yang belum mengenal pasti akan membayangkan sepasukan TNI dengan persenjataan lengkap ditambah pernak-pernik Military Gear seperti di film-film perang buatan Holywood. Pada kenyataannya... »
Whisnu Kusardianto , 878 days ago


Subscribe to RSS

pralangga.org subscribe to feedburner

812 people subscribing to this blog

Enter your email address:

   

About

Welcome to Our Peacekeeping Journey, a website dedicated to the peacekeepers, the ones whose currently serving at United Nations Peacekeeping Missions, those who concluded the mission assignments, and those others whose line of work are in support of establishing peace wherever they are. This is our stories about our life. Read more ... »

Correspondent

Nadia FEBINA Nadia FEBINA Nadia Febina has been working as an engineer for 7 years in oil & gas projects & production for a major oil company. She now lives in Angola since February 2007. Prior to that, also as an engineer, she had...

Detail Profile »

View All ...»

 

Recent Stories

Partisipasi IndoEngCoy pada Pembuatan Pagar di St.March - Haiti
(Gonaives-Haiti, Sabtu 16/5/12). Prajurit TNI dengan total personel 167 orang , yang tergabung dalam Satgas Kizi TNI Kontingen Garuda XXXII-A/MINUSTAH (Mission des Nations Unies pour la Stabilisation en Haïti) dengan 1 tahun Misi, melaksanakan pekerjaan pembuatan pagar di daerah Saint March. Pasukan Garuda , Indoengcoy MINUSTAH melaksanakan pekerjaan pembuatan pagar di daerah Saint March, Artibonite, Haiti. Wilayah ini masih merupakan daerah tugas untuk kontingen zeni Indonesia (Indo Eng Coy) di wilayah utara Haiti.
Rofki Meristika , 20 hours ago

Pertemuan Budaya dalam 1 citarasa
Keriuhan sangat terasa malam itu. Belum lagi dengan cuaca dingin yang menyentuh kulit sehingga memaksa kami untuk mengunyah makanan guna meredam kedinginan yang melanda. Mie goreng dan Nasi goreng adalah makanan yang tidak terlalu spesial bagi kami. Namun lain hal bagi para peacekeeper mancanegara yang ada pada saat itu seperti Italia, Perancis, Spanyol, Irlandia dan Guatemala. Mereka sangat menyukai Mie goreng dan Nasi goreng yang merupakan satu dari ratusan warisan budaya kuliner yang ada di Indonesia. Tak kalah hebatnya, Italia pun menghidangkan apa yang mereka sebut dengan PASTA. Namun, sepertinya pasta italia harus merelakan kemenangan mie goreng indonesia kali ini, karena hampir seluruh undangan memilih mie goreng indonesia untuk disantap. Salut untuk Indonesia.
Thomas Barus , 5 days ago

Tim UNIFIL Cek Kesehatan Lingkungan Markas Indobatt di Lebanon
Kedatangan tim yang terdiri dari 4 orang ini melaksanakan penilaian terhadap kesehatan lingkungan yang mencakup kebersihan, kenyamanan lingkungan kerja, pengolahan sampah dan limbah berbahaya serta piranti lunak yang berkaitan dengan kesehatan lingkungan di sekitar Markas Indobatt.
Wandi Suwandi , 6 days ago

Kangaroo Exercise Berlangsung di Markas Sector East Military Police Unit
Blate Marjayoun UN Posn 7-3, 10 Mei 2012, Markas Satuan Tugas POM TNI Kontingen Garuda Sector East Military Police Unit (SEMPU) XXV-D/UNIFIL, dengan Komandan Satgas Letnan Kolonel Cpm Ida Bagus Rahwan Diputra, S.H., yang berkedudukan di UN Posn 7-3, dijadikan sebagai CP (Concentration Point) yang berada di UNIFIL, sebagai tempat latihan evakuasi /relokasi dari seluruh UN Civillian beserta keluarganya dengan tema “KANGAROO EXERCISE”, beberapa waktu lalu.
Wandi Suwandi , 7 days ago

TNI Terapkan _"Posting System"_ Dalam Perbaikan Jalan di Kongo
“Seluruh alat-alat berat yang berada di lapangan mendapat pengamanan dari tentara (FARDC) Forces Army Republik Democratik of Congo, sedangkan dalam melaksanakan pekerjaan pembangunan jalan mendapat pengawalan dari batalyon Infanteri dari negara Maroko, sehingga Kompi Zeni TNI terfokus pada tugas perbaikan jalan tanpa harus dibebankan lagi untuk tugas pengamanan”, katanya.
Sulikan , 8 days ago

 

Recent Comments

herulukito commented on Kolaborasi Tarian Indonesia Pukau Penonton di Lebanon
a few seconds ago


Aa Hilman commented on Jumatan pertamaku di Afghanistan
a few seconds ago


Michiko commented on Wanita TNI dalan Misi Perdamaian PBB: Kekuatan yang memberdayakan
a few seconds ago


Metty Fauziah Wardhani commented on Force Engineer MONUSCO : Kontingen Indonesia Terbaik di Kongo
a few seconds ago


Cipu commented on Jumatan pertamaku di Afghanistan
a few seconds ago