Working in humanitarian has been her endeavor since she conducted a lecture task to design a proper house in slum area for poor people. Nurul Fitri Lubis was born on August 19th 1980 in Medan, a city which is still called as her hometown. She got her graduated from University of Sumatera Utara and started her career as humanitarian architect in 2005 by joining UNOPS (United Nations Office for Project Services) to construct UNICEF’s elementary schools in Nias island. Completing her mission with UNOPS, she joined BRR and contributed herself in developing standard design of earthquake resistant buildings. In 2007, she left Nias to continue her humanitarian career as engineer with International Organization for Migration (IOM). During her period with IOM, she was involved in many construction projects to recover Aceh post earthquake and tsunami disaster. United Nations Development Programme (UNDP) was her last assignment in Indonesia as Research Assistant. At present, she’s starting her first peacekeeping mission as UN Volunteer for MONUC (UN Mission in DR Congo) in Construction and Maintenance Unit. Photography is her interest. One problem that she’s facing in DR Congo is she can’t play with her beloved camera since the regulation that forbid people for taking photograph in public areas.
Recent Articles by Nurul Fitri Lubis
Berpetualang ke Negeri Nelson Mandela
Hooray…!! – Tiba juga saat untuk meninggalkan Kinshasa, meskipun hanya sementara. Setelah mengalami saat – saat menegangkan dan membosankan, Approval Leave Request itu akhirnya nangkring juga di Inbox. Rasanya seperti...
»
Nurul Fitri Lubis , 485 days ago
Pesiar Eksklusif di Sungai Congo
Sabtu sore dilanjutkan dengan mengunjungi teman – teman TNI yang baru pindah rumah, sampe berpesiar ke Sungai Congo di Minggu pagi. Nah, yang terakhir ini yang paling seru. Akhirnya, setelah Sari mengerahkan segala daya upaya untuk membujuk dua marinir Indonesia, Pak Amrin dan Bang Lusy (maaf ada tambahan: yang selalu ngaku – ngaku ganteng) dua marinir ini pun setuju untuk membawa kami berpesiar.
Nurul Fitri Lubis , 633 days ago
Kecil Kecil Cabe Congo
Urusan perut memang ngga bisa dianggap remeh. Awalnya, aku sepele dengan urusan ganjal perut ini. Berbagai saran dari teman – teman di Indonesia dibiarkan berlalu begitu saja. Masuk telinga kiri...
»
Nurul Fitri Lubis , 792 days ago
Kinshasa, Aku Datang!
Sang pramugari berusaha menenangkan dan membawa barang mereka ke bagasi lain yang masih kosong. Namun sang istri ngotot ingin barang – barang itu tak jauh – jauh dari mereka. Lelaki kulit putih yang kulihat di ruang tunggu duduk di sampingku. Akhirnya setelah hampir satu jam mengatur para penumpang beserta barang bawaannya, pesawat pun lepas landas. Jangan berharap bisa tidur selama perjalanan. Aroma tak jelas sudah bukan masalah besar lagi. Perjalanan dari Bangkok menuju Nairobi membuat hidungku terbiasa dengan bau khas ini. Suara penumpang tak ada hentinya. Suami istri yang tadinya meributkan bagasi yang penuh kini tengah berdebat, entah memperdebatkan apa. Sang suami sibuk dengan kalkulator super gedenya sementara sang istri tak ada hentinya menjerit, meneriakkan instruksi kepada sang suami.
Nurul Fitri Lubis , 799 days ago
Recent Comments
a few seconds ago
a few seconds ago
a few seconds ago
a few seconds ago
a few seconds ago