Pralangga.org | Our Peacekeeping Journey

 
 
masthead

Peacekeepers: Who and what we do

 

Who is .. ?

Edwin Habel


Major Edwin Habel is currently serving as United Nations’ Military Observer for MONUC – UN Mission in DRC. Born 36 years ago and spent all of his Childhood in City of Makassar as so the school time. Joined Indonesia Military Academy on 1992 and graduated 3 years after as a Field Artillery Junior Officer. He gained vast experience during service at The Field Artillery Unit and in HQ on both Command and Field Staff, however, the Operation and Training affairs are his favorite subjects. As “The man behind the gun”, he definitely has passed through numerous of Military Courses relating to Field Artillery Branch within and outside the country. This has provided him with expertise under several Military Joint Exercises and Operations.

Subsequently, prior deployment to D.R. Congo, major Edwin Habel currently is undertaking the final semester of Bureaucracy Administration Degree and focusing on Human Resource Management, a major that would considerably pose further boost to future career. Since the early 2008, he was sucessfully enslited at the Indonesian Peacekeeper, in his pursuit of broadening the horizon from the recent MILOBS Course, CIMIC Course, Command and Staff Operation Law Course and Peace Support Operation Instructor Course which have had participatced in Jakarta and Australia.

The Holder of Diploma Grade from FA School Fortsill, USA enjoys much traveling, making friends, correspondence and a fast learning on something new to develop his knowledge and experience. He has a great interest to Photography and Art as well. The Father of “3 Win Family” believes that the life is precious if he always does something good for his surrounding therefore Kindly would be ready for sharing his further stories from the hinterland of Africa and wherever after.

Recent Articles by Ehabel


Kehidupan dibalik terali besi DRC
Bangunan tua yang menurut estimasi saya menempati lahan seluas kurang lebih 2 Hektar (200×100) meter merupakan peninggalan pemerintahan kolonial Belgia yang dibangun sekitar tahun 1950-an. Awalnya penjara ini digunakan untuk kepentingan militer, tetapi semenjak negara Kongo memproklamirkan kemerdekaannya pada tahun 1960, penjara ini dilanjutkan fungsinya oleh pemerintah setempat sebagai Penjara Sipil. Ada rasa was-was juga pada saat saya sudah berdiri tepat di depan bangunan ini. Terbayang wajah-wajah bromocorah Kongo yang ada dibalik tembok penjara ini… ih serem!. Mudah-mudahan tampang mereka tidak seperti “Ogok-Ogok” pada perayaan NYEPI di Bali ya! Bersama seorang rekan dari negara Amerika Latin dan seorang Interpreter lokal, saya memaksa si kaki melangkah melewati gerbang menuju ruang utama penjagaan. Tercium seketika aroma mistis dari bangunan tua yang digunakan sebagai tempat tinggal orang-orang seram. Kayak acara Uka-uka aja nih pikirku, tapi tak apalah itung-itung manfaatkan sebagai sarana OLAH BATIN… uji nyali.
Ehabel , 161 days ago

Akhir sebuah cerita
Kukatupkan kedua telapak tangan ini kewajah sambil menarik nafas sedalam-dalamnya. Kutekan sekuat mungkin dengan harapan kejadian yang sedang kualami ini bisa berubah menjadi sebuah mimpi, mengharapkan ku terbangun dari mimpi... »
Ehabel , 213 days ago

Perjalanan panjang menuju Lisala Democratic Republic of Congo
Setelah menyelesaikan semua kegiatan selama Proses Check-In, Induction Course dan Administrasi Pemberangkatan di Kota Kinshasa Ibukota Republik Demokratik Kongo, akhirnya tiba saat bagi saya untuk berangkat ke tempat penugasan, ... »
Ehabel , 289 days ago

Berbuka puasa bersama ala Indo House di Kinshasa, Congo
Hari ini adalah hari Pertama di Bulan Suci Ramadhan 1426 H. Menunaikan ibadah puasa di tempat yang asing dan jauh dari orang-orang yang dicintai, sama sekali tidak mengurangi makna dari... »
Ehabel , 367 days ago


Subscribe to RSS

pralangga.org subscribe to feedburner

628 people subscribing to this blog

Enter your email address:

   

About

Welcome to Our Peacekeeping Journey, a website dedicated to the peacekeepers, the ones whose currently serving at United Nations Peacekeeping Missions, those who concluded the mission assignments, and those others whose line of work are in support of establishing peace wherever they are. This is our stories about our life. Read more ... »

Correspondent

Hagus INDARYANTO Major Hagus Indaryanto,SH was born in Medan, North Sumatera, Indonesia in 1973. Graduated from high school in 1992, then joined the Indonesian Military Academy as Cadet. In the year of 1995 he was commissioned as a second lieutenant in the...

Detail Profile »

View All ...»

 

Recent Stories

Welfare Cruise Monusco Staff
Recreation is part of our duty as an implementation of implementation of stress management. It aims at performing better at work “Pablo, Bavon..yaka….viens, arrange this tables & chairs on the barge,... »
Lusyanto Januar , 8 hours ago

Kontingen Garuda XX-G Bagikan Bingkisan Kepada Masyarakat Pedalaman Kongo
Tepatnya di desa Cimquante-Cinq arah antara Dungu Faradje dimana lokasi Kontingen Garuda XX-G bekerja dalam membangun jalan Dungu Faradje, Komandan Kontingen Letkol Czi Arnold A.P Ritiauw dan personel Zeni TNI pada hari Kamis (19/8) membagikan baju baru kepada masyarakat Kongo yang berada dipedalaman, khususnya kepada anak-anak yang jumlahnya lebih dari 100 orang. Sumbangan berupa baju ini diberikan dalam rangka memperingati HUT Republik Indonesia ke-65, juga sebagai bagian dari Sargal (Sarana Penggalangan) terhadap masyarakat Kongo.
Agus Hermansyah , 7 days ago

Sertijab Bintara Tertinggi UNIFIL Lebanon
Pada beberapa waktu lalu, bertempat di Markas Besar UNIFIL (United Nations Interim Force in Lebanon) di Naqoura, Lebanon Selatan telah dilaksanakan acara serah terima jabatan FSM (Force Sergeant Major) atau Bintara tertinggi UNIFIL dari pejabat lama Master Warrant Officer Fremphah Mosses kepada Senior Warrant Officer Adong Yure Williams, keduanya berkewarganegaraan Ghana.
Muhammad Dahlan , 7 days ago

Pesiar Eksklusif di Sungai Congo
Sabtu sore dilanjutkan dengan mengunjungi teman – teman TNI yang baru pindah rumah, sampe berpesiar ke Sungai Congo di Minggu pagi. Nah, yang terakhir ini yang paling seru. Akhirnya, setelah Sari mengerahkan segala daya upaya untuk membujuk dua marinir Indonesia, Pak Amrin dan Bang Lusy (maaf ada tambahan: yang selalu ngaku – ngaku ganteng) dua marinir ini pun setuju untuk membawa kami berpesiar.
Nurul Fitri Lubis , 10 days ago

Upacara HUT RI ke-65 ditengah padatnya tugas FPU Indonesia di Darfur
Upacara internal yang kami gelar di lapangan Kamp Garuda ini sangatlah berkesan dihati sanubari kami insan Polri yang sedang menjalankan tugas misi Negara dan jauh dari kampung halaman sendiri. Dengan dikibarkannya bendera merah putih diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya kemudian pembacaan teks Proklamasi dan teks Pembukaan UUD 1945 semakin menguatkan mental dan kebanggaan kami yang tengah mengemban tugas Negara ini.
Robertho Pardede , 12 days ago

 

Recent Comments

Dewi Yulia commented on Kontingen Garuda XX-G Bagikan Bingkisan Kepada Masyarakat Pedalaman Kongo
a few seconds ago


Tante YY commented on Warna warni rambut Liberia dan (Jangan) panggil aku: "CANI"
a few seconds ago


ghozy commented on Trekking ke negeri atap dunia
a few seconds ago


Mariani commented on Warna warni rambut Liberia dan (Jangan) panggil aku: "CANI"
a few seconds ago


khaidar commented on Madagascar bercerita: [Dilarang] Bercinta dibawah pohon kelapa
a few seconds ago