Pralangga.org | Our Peacekeeping Journey

 
 
masthead

Our Stories: Experiences & Exposures

 

Articles

Tri Ambar NUGROHO

Wanita pada United Nations Peacekeeping Operations: Sebuah Solusi dan Asset

12 September 2009, 02:23 , by Tri Ambar NUGROHO

 

Semenjak tahun 2006, sejak bergabungnya saya pada penugasan misi PBB, kemudian saya mulai mengenal lebih dekat lingkungan pekerjaan-nya, dari penugasan misi dibawah naungan Kontingen Garuda XXI-3 hingga penugasan saat ini, yaitu Markas Besar PBB di New York, disanalah saya mulai berinteraksi lebih luas lagi dengan rekan-rekan dari berbagai bangsa, yang selama sebelumnya hanya dapat melihat PBB, dan markasnya dari belakang layar kaca itu. Sebuah interaksi aktif juga dengan mereka, rekan wanita – wanita pada United Nations. Diri ini mulai belajar banyak dari rekan – rekan senior disana, terutama dari rekan-rekan wanita sekantor serta pergerakan karir mereka yang terbilang cukup gesit menanjak ke jenjang yang lebih tinggi dengan mereka para staff pria-nya.

Seperti banyak diutarakan oleh banyak pidato sambutan pada sidang akbar PBB di New York, bahwa: “Wanita itu adalah komponen pembangun bangsa”, nampaknya saya perlu setuju dengan pernyataan itu. Dari para wanita-wanita maka lahirlah generasi penerus sebuah bangsa yang mutu dan pertumbuhannya bergantung pada hasil didikan/pembentukan karakter dari para kaum ibu/wanita dari bangsa tersebut. Itulah mengapa juga disebut dalam banyak slogan kampanye dibidang kesehatan yang menyatakan bahwa bila ibu sehat, maka anak-nya pun sudah pasti akan sehat, tumbuh besar menjadi cerdas, begitu pula generasi yang dihasilkan dari mereka.

Pada bulan February 2007 lalu, untuk kali pertama, PBB menerima dan menugaskan kontingen Peacekeepers FPU (Formed Police Unit) yang seluruh personilnya adalah wanita. Sebuah kontingen personil dengan kekuatan satu battalion polisi wanita dari India bertugas mendukung “misi pemulihan perdamian PBB di Liberia (UNMIL):“http://www.unmil.org. Ini adalah tanda bukti dari sebuah evolusi berkesinambungan akan peranan wanita dalam sejarah pengerahan pasukan misi perdamaian PBB.

Pada tahun 2000, PBB mengeluarkan sebuah resolusi bersejarah guna menjawab permasalahan akibat dampak peperangan terhadap kaum wanita dan mendorong partisipasi aktif wanita dalam menjaga perdamaian. Lamptey Comfort ditunjuk oleh UN-DPKO sebagai penasihat gender untuk membantu meningkatkan peranan peacekeepers wanita dan mempelajari lebih lanjut perihal isu-isu jender dalam operasi perdamaian.

Lamptey mengatakan bahwa resolusi PBB No. 1325 tersebut tumbuh dari upaya advokasi wanita yang berada dalam situasi/daerah carut-marut dari peperangan, yang ingin suaranya ingin didengar lebih besar. Upaya ini kemudian disambut baik dan menjadi perhatian dari pejabat PBB.

Selama tahun 1990, kami melihat sebuah kenaikan tingkat konflik internal di berbagai benua, di Afrika, di Asia, Eropa Timur dan bekas negara Uni Soviet,” kata Lamptey Comfort. “Saya kira jelas bahwa walaupun banyak dari mereka yang tidak terlibat proses yang mengarah pada konflik, mereka rentan atas kekerasan terhadap perempuan, dimana fakta menghadapkan mereka (kaum wanita) menanggung akibatnya kemudian menjadi janda dan kepala keluarga tunggal, dikarenakan pasangan mereka terlibat dan menjadi korban dalam sebuah perang/konflik”.

Wanita, elemen yang harus dilindungi hak dan diberdayakan kapasitasnya pada daerah konflik/pasca-konflik.

Awaiting Ride

Pada misi operasi perdamaian dimasa silam, elemen wanita senantiasa lebih banyak memerankan peranan sebagai elemen yang rentan dan kerap menjadi object penderita pada suatu konflik. Dengan inisiatif menerjunkan personil peacekeepers wanita baik dalam unsur sipil dan militer pada operasi misi perdamaian, berangsur-angsur menjadikan perubahan positif dimana peranan peacekeepers wanita tersebut dapat dengan mudah mengakses elemen rapuh tadi di lapangan ketimbang personil peacekeepers para Pria-nya.

Wanita, salah satu kunci elemen keberhasilan misi peacekeeping PBB. Sejak dikeluarkannya resolusi PBB No.1325 pada tahun 2000, UN-DPKO (United Nations – Department of Peacekeeping & Operations) telah mempekerjakan secara penuh sejumlah penasihat jender pada 10 dari total 17 misi Peacekeeping PBB. Langkah ini menggambarkan bahwa UN-DPKO mempunyai komitmen yang serius atas kesetaraan gender, namun demikian PBB masih tantangan memiliki untuk mencapai target yaitu sebuah keseimbangan jumlah staff wanita sebesar 50 persen dari jumlah personil sipil yang bekerja pada UN-DPKO. Staff Sipil wanita pada misi perdamaian PBB, hanya sekitar 30 persen dari seluruh jumlah staf internasional dan 24 persen berasal dari staff yang direkrut secara lokal.

Atlantic Bakground
Salah satu staff sipil Wanita Indonesia pada misi PBB di Liberia.

Namun, besaran persentase pada “elemen berseragam” (Wanita dalam dinas Militer/Kepolisian), di sektor ini sulit untuk dipastikan dan jumlahnya tidak tetap yang semata-mata bergantung pada jumlah personil peacekeeper wanita yang ditugaskan oleh negara-negara anggota, tetapi hal itu secara signifikan lebih rendah dari persentase di sektor sipil, Harus diakui bahwa UN-DPKO terus mendesak negara-negara anggota untuk mengirimkan personil wanitanya lebih banyak lagi, tetapi “kenyataannya adalah bahwa banyak negara tidak memiliki jumlah persentase yang besar dari staff wanita di militer atau polisi nasional mereka”..

Wanita, sebuah solusi dan asset strategis operasional. Wahai para wanita, ayo bergabung bersama kami untuk perdamaian abadi.

Tri Ambar NUGROHO Tri Ambar Nugroho Major Tri Ambar Nugroho, began his international assignment as U.N. Military Observer with UNMIL in Liberia as the team member of KONGA XXI-4 arrived in Monrovia in late 2006. Have been extensively patroling various regions of Liberia, which to include...

Detail Profile »

1  Comment

by egi at 12 September 2009, 03:48

Apakah suLit untuk ikut bergabung? Bagaimana caranya untuk bergabung untuk UN-PKO?? Apa syarat dan ketentuannya? Terimakasih

 

Add Your Comment

Use the form below to comment on this article. Show who you are with a Gravatar. Your email will not displayed or passed on to any third party. Comments may be edited prior to publication and inappropriate comments may be deleted

Your Name


E-mail


URL


Message


Textile Help




Subscribe to RSS

pralangga.org subscribe to feedburner

0 people subscribing to this blog

Enter your email address:

   

About

Welcome to Our Peacekeeping Journey, a website dedicated to the peacekeepers, the ones whose currently serving at United Nations Peacekeeping Missions, those who concluded the mission assignments, and those others whose line of work are in support of establishing peace wherever they are. This is our stories about our life. Read more ... »

Correspondent

Reinhard HUTAGAOL Reinhard Hutagaol currently serving as AKBP/Leut. Col (Police Commision) at Indonesian National Police (INP). Having equipped with extensive exposure during his previous international assignment in Bosnia-Herzegovina in 1997 – 1998. Reinhard has already deployed to Sudan for assignment to...

Detail Profile »

View All ...»

 

Recent Stories

Hand-made Fitness Center ala Satgas Indobatt di Lebanon
Olah raga yang teratur akan sangat membantu dalam mewujudkan kesehatan jasmani yang baik. Dan tentunya akan lebih baik lagi jika memiliki fasilitas olah raga yang mendukung. Keterbatasan sarana olah raga di markas Gajah Mada Satgas POM TNI Konga XXV-B/UNIFIL (United Nations Interim Force In Lebanon) tidak membuat para _peacekeeper _Polisi Militer kehilangan akal. Dengan inisiatif dan kreatifitas para personil, mereka telah berusaha mengadakan sendiri peralatan olah raga yang dibutuhkan.
Muhammad Dahlan , 7 hours ago

The Spanish Contingent Libre Hidalgo XI / Sector East Menerima UN Medal
Major General Alberto Asarta Cuevas selaku UNIFIL Head of Mission and Force Commander memimpin dan bertindak sebagai Inspektur Upacara.upacara penganugerahan medali PBB kepada prajurit The Spanish Contingent Libre Hidalgo XI... »
Sanra Michiko Moningkey , 7 hours ago

Sisingaan Indobatt buat Terpana Warga Lebanon
(Marjayoun; 29 Juli 2010). Satu lagi andalan kebudayaan dan kesenian Indonesia yaitu tari Sisingaan yang Indobatt tampilkan untuk menyemarakkan acara malam Festival Kesenian. Tari tersebut membuat terpana penonton festival yang... »
Sanra Michiko Moningkey , 7 hours ago

Peleton Harpal Indobatt : “Tiada Kata Tidak Bisa”
Semboyan yang dimiliki oleh Peleton Pemeliharaan Peralatan Satuan Tugas Batalyon Mekanis Kontingen Garuda XXIII-D/Unifil (Indonesian Battalion/ Indobatt) yakni: “Tiada kata tidak bisa” telah menjadi semacam daya dorong yang sangat membangkitkan... »
Sanra Michiko Moningkey , 2 days ago

Srikandi Indonesia Jajal Kemampuan pada ’21,5 km + 10 kg Dancon March’ di Lebanon Selatan
Kiprah Wanita Tentara Nasional Indonesia (Wan TNI) yang tergabung dalam Kontingen Garuda tahun 2010 pada misi penugasan UNIFIL (United Nations Interim Force In Lebanon) tidak kalah peran sumbangsihnya bagi TNI, bangsa dan negara Indonesia. Tiga dari lima Wanita TNI yang ada di Lebanon Selatan, menjajal kemampuannya dalam kegiatan jalan jauh atau yang lebih dikenal dengan nama Dancon March yang diadakan beberapa waktu lalu oleh Kontingen Negara Denmark dengan mengambil start dan finish di Danlog Square di dalam kompleks Markas Besar UNIFIL UN Posn 4-7C.
Sanra Michiko Moningkey , 3 days ago

 

Recent Comments

dino commented on Congo: The time has finally came
a few seconds ago


jarwadi commented on Indobatt Bantu Masyarakat Lebanon Selatan Panen Tembakau di Desa Deir Siriane
a few seconds ago


boy fadly commented on Balada sebuah pagi di Monrovia
a few seconds ago


boy fadly commented on Perjalanan seru menuju Ganta
a few seconds ago


boy fadly commented on Si jali-jali Nyasar ke Liberia
a few seconds ago