Pralangga.org | Our Peacekeeping Journey

 
 
masthead

Our Stories: Experiences & Exposures

 

Articles

Upacara pelepasan 11 Peacekeeper yang gugur di Haiti

29 October 2009, 05:35 , by Endang Satriyani

 

Pagi itu, di bawah matahari Port Au Prince yang lumayan menyengat bertempat di Camp Charlie milik Brazilian Contingent diselenggarakan upacara untuk mengenang dan melepas 11 orang Peacekeeper yang tewas dalam kecelakaan pesawat pada tanggal 9 October yang lalu. Berbagai macam perasaan bercampur aduk di dalam hati, tentunya ada rasa sedih bercampur duka ketika melihat 11 peti jenazah yang dibungkus berbalut dengan bendera biru putih PBB.

Tribute to Peace Keeper

Seiring doa dan pujian di lantunkan, tembakan salvo mengiringi keberangkatan mereka.Teman dan sahabat telah berpulang dalam mengemban tugas, semoga di terima di sisi Tuhan YME.

Pesawat CASA C-212 bermesin ganda turboprop terbang dalam patroli rutin untuk surveillance di salah satu zona perbatasan, mereka terbang di antara pegunungan perbatasan Haiti dengan Republik Dominika, dan jatuh ke lereng bukit pada hari Jumat sore, menewaskan semua orang di pesawat. Penyelidikan tentang apa yang menyebabkan kecelakaan itu terjadi sedang dilakukan.

The UN Casa Plane

Haiti UN Plane Crash

Para korban kecelakaan dari Yordania itu Kolonel Adidallah Ibrahim Almawajdeh, Letnan Kolonel Jihad Semrin Almeirat, Mayor Brahim Ibrahim Mohammed Al-Shorman, Lt Belal Ahmed abu Hujailah dan Warant Officer Ame Mahmoud Alrawashdeh. Dari Uruguay, Kapten Jose Ignacio Larrosa, Lt Santiago Gabriel Hernandez, Jose Leonel Officer Pendeta, Kopral. Enrique Alejandro Montiel, Kopral. Yiyi Anabel Medina dan Cpl. Nestor Fernando Morales.

Pidato dari UN Representative Mr.Hedi Annabi berfokus pada tujuan dari 9.000 anggota peace keeper untuk Misi Stabilisasi PBB di Haiti, atau yang lebih di kenal dengan nama MINUSTAH.

UN Representative in Haiti

Dewan Keamanan PBB sepakat untuk memperpanjang Mandat untuk satu tahun ke depan, mengatakan situasi di Haiti masih merupakan ancaman bagi perdamaian dan keamanan internasional meskipun telah ada kemajuan-kemajuan yang telah capai. Mandat yang diperbarui semakin berfokus pada Haiti agar dapat mengamankan tanah dan laut perbatasan, yang sangat mudah ditembus oleh penyelundupan manusia, penjualan senjata illegal dan pengedar narkoba yang menggunakan Haiti sebagai jalur pengiriman kokain Amerika Selatan.

Endang Satriyani Endang Satriyani, or known as Eno, has recently joined the UN mission in September 2007, having been assigned in Haiti, under MINUSTAH as UNV Finance Advisor, of which her main duty is working together with Haitian Nationale Police (HNP)...

Detail Profile »

1  Comment

by Luigi Pralangga at 29 October 2009, 05:39

Turut berduka cita atas gugurnya para peacekeepers di Haiti, selain resiko profesi, nampaknya selain personil militer PBB, staff sipil PBB juga rentan terhadap bahasa yang mengancam selama bertugas di misi perdamaian PBB ini.. saya doakan agar Eno dan kawan2 Indonesia di MINUSTAH senantiasa dalam sehat dan selamat.

Salam hangat dari kita-kita di Liberia/UNMIL.

 

Add Your Comment

Use the form below to comment on this article. Show who you are with a Gravatar. Your email will not displayed or passed on to any third party. Comments may be edited prior to publication and inappropriate comments may be deleted

Your Name


E-mail


URL


Message


Textile Help




Subscribe to RSS

pralangga.org subscribe to feedburner

628 people subscribing to this blog

Enter your email address:

   

About

Welcome to Our Peacekeeping Journey, a website dedicated to the peacekeepers, the ones whose currently serving at United Nations Peacekeeping Missions, those who concluded the mission assignments, and those others whose line of work are in support of establishing peace wherever they are. This is our stories about our life. Read more ... »

Correspondent

Hondor SARAGIH Hondor SARAGIH, has been serving the Indonesian NAVY since 2000. Hondor began his peacekeeping mission assignment with MONUC, The Democratic Republic of Congo (DRC) as CPIO (Contingent’s Public Information Officer) at the Indonesian Engineering Company (Indoengcoy) under Kontingen Garuda...

Detail Profile »

View All ...»

 

Recent Stories

Welfare Cruise Monusco Staff
Recreation is part of our duty as an implementation of implementation of stress management. It aims at performing better at work “Pablo, Bavon..yaka….viens, arrange this tables & chairs on the barge,... »
Lusyanto Januar , 8 hours ago

Kontingen Garuda XX-G Bagikan Bingkisan Kepada Masyarakat Pedalaman Kongo
Tepatnya di desa Cimquante-Cinq arah antara Dungu Faradje dimana lokasi Kontingen Garuda XX-G bekerja dalam membangun jalan Dungu Faradje, Komandan Kontingen Letkol Czi Arnold A.P Ritiauw dan personel Zeni TNI pada hari Kamis (19/8) membagikan baju baru kepada masyarakat Kongo yang berada dipedalaman, khususnya kepada anak-anak yang jumlahnya lebih dari 100 orang. Sumbangan berupa baju ini diberikan dalam rangka memperingati HUT Republik Indonesia ke-65, juga sebagai bagian dari Sargal (Sarana Penggalangan) terhadap masyarakat Kongo.
Agus Hermansyah , 7 days ago

Sertijab Bintara Tertinggi UNIFIL Lebanon
Pada beberapa waktu lalu, bertempat di Markas Besar UNIFIL (United Nations Interim Force in Lebanon) di Naqoura, Lebanon Selatan telah dilaksanakan acara serah terima jabatan FSM (Force Sergeant Major) atau Bintara tertinggi UNIFIL dari pejabat lama Master Warrant Officer Fremphah Mosses kepada Senior Warrant Officer Adong Yure Williams, keduanya berkewarganegaraan Ghana.
Muhammad Dahlan , 7 days ago

Pesiar Eksklusif di Sungai Congo
Sabtu sore dilanjutkan dengan mengunjungi teman – teman TNI yang baru pindah rumah, sampe berpesiar ke Sungai Congo di Minggu pagi. Nah, yang terakhir ini yang paling seru. Akhirnya, setelah Sari mengerahkan segala daya upaya untuk membujuk dua marinir Indonesia, Pak Amrin dan Bang Lusy (maaf ada tambahan: yang selalu ngaku – ngaku ganteng) dua marinir ini pun setuju untuk membawa kami berpesiar.
Nurul Fitri Lubis , 10 days ago

Upacara HUT RI ke-65 ditengah padatnya tugas FPU Indonesia di Darfur
Upacara internal yang kami gelar di lapangan Kamp Garuda ini sangatlah berkesan dihati sanubari kami insan Polri yang sedang menjalankan tugas misi Negara dan jauh dari kampung halaman sendiri. Dengan dikibarkannya bendera merah putih diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya kemudian pembacaan teks Proklamasi dan teks Pembukaan UUD 1945 semakin menguatkan mental dan kebanggaan kami yang tengah mengemban tugas Negara ini.
Robertho Pardede , 12 days ago

 

Recent Comments

Dewi Yulia commented on Kontingen Garuda XX-G Bagikan Bingkisan Kepada Masyarakat Pedalaman Kongo
a few seconds ago


Tante YY commented on Warna warni rambut Liberia dan (Jangan) panggil aku: "CANI"
a few seconds ago


ghozy commented on Trekking ke negeri atap dunia
a few seconds ago


Mariani commented on Warna warni rambut Liberia dan (Jangan) panggil aku: "CANI"
a few seconds ago


khaidar commented on Madagascar bercerita: [Dilarang] Bercinta dibawah pohon kelapa
a few seconds ago