Pralangga.org | Our Peacekeeping Journey

 
 
masthead

Our Stories: Experiences & Exposures

 

Articles

UNMIL-PX: Toserba bebas bea di Liberia

10 January 2010, 22:52 , by Luigi Pralangga

 

Tidak sedikit mereka di tanah air dan kawan-kawan di negeri rantau acapkali sering bertanya, yang kisaran pertanyaan mereka umumnya berada diseputaran bagaimana kondisi kehidupan staff PBB disana. Bagaimana kalian makan atau masak disana.. lalu ada lagi yang bertanya perihal toko sembako atau supermarket yang menjual bahan kebutuhan hidup selama berada di mission area. Semua pertanyaan itu adalah lumrah, sebab dimanapun kita berada, baik itu pada daerah stabil maupun (apalagi) pasca-konflik, manusia perlu ditunjang dengan dukungan logistik yang memadai guna memastikan kelangsungan hidup mereka. Para peacekeepers juga perlu odol/pasta gigi untuk agar supaya pada saat apel pagi dan berbicara saat morning briefing tidak akan membuat kolega mereka menutup hidung karena nafas tak sedap atau sabun mandi agar badan wangi dan lain sebagainya.

Ketika si kampret ini tiba di Monrovia untuk kali pertama, terbang langsung dari New York, ada 3 koper sebesar anak badak yang dibawa sertanya ke Liberia. Tidak lain dan tidak bukan 70% si bagasi tadi adalah kisaran SEMBAKO alias Sembilan Bahan Makanan Pokok, ya meski bukan beras dan minyak goreng seperti tetek bengek sembako dijual di pasar induk itu, paling tidak camilan komplit, susu bubuk, kopi, teh, dan ganyeman favorit lainnya ada termasuk dalam buntelan itu. Harus diakui bahwa hingga saat ini pun, peribahasa ‘travel light’ nampaknya masih sulit untuk dilaksanakan oleh si kampret ini, lantaran setiap kali mudik selalu membekali dirinya dengan sejuta macam panganan persis yang dijual di warung-warung itu. Lihat saja isi lemari gudang penyimpangan makanan di kamarnya ini.

Sudah pasti jadi rujukan para sahabat peacekeepers yang rindu akan panganan khas kampung halaman. Repot dan berat memang saat terbang bepergian dengan koper-koper besar itu, namun menjamin ketersediaan logistik adalah salah satu kunci keberhasilan bertugas di misi PBB :-p.

Seiring waktu berjalan dan situasi membaik, menjawab pertanyaan kawan-kawan di facebook dan email menanyakan seperti apa sih supermarket dan toserba di Liberia ini?. Nah, inilah dia dimulai ceritanya.

Mari kita bicara ibukota Liberia, Monrovia dulu deh..mungkin pada artikel selanjutnya si kampret bisa mengulas lebih baik perihal warung-warung khas yang ada di negeri ini. Pusat misi PBB di Liberia berada di ibukotanya, dimana markas besar dan depo logistik mission berada di kota ini dan merupakan rumah serta kantor dari 400 lebih staff sipil dan ribuan personil dari kontingen peacekeepers dari beberapa negara penyumbang pasukan. Jumlah personil kombinasi keduanya (sipil dan militer) tentunya dalam kehidupan sehari-hari perlu didukung kebutuhan akan barang konsumsi baik jumlah yang sudah disediakan oleh UNMIL, maupun kebutuhan pribadi yang dibelanjakan dari kocek sendiri.

Pertanyaan selanjutnya adalah, kemana lalu mereka pergi untuk misalnya membeli sebungkus rokok, sekotak lilin atau coklat dan lain sebagainya?. Situasi khas daerah misi PBB adalah daerah konflik dimana ritme dan dinamika kehidupan serta elemen pendukungnya seperti kegiatan ekonomi dan perdagangan belumlah tentu ada, ramai dan selengkap mereka hidup normal seperti di Jakarta, Bandung dan kota besar lainnya di tanah air. Toko-toko kecil dan para penjual sembako perlahan-lahan kembali membuka gerai-nya, namun pertimbangan lokasi, jenis barang, mutu serta harga dari barang-barang yang ditawarkan belumlah sesuai dengan selera untuk konsumsi staff misi ini.

Salah satu solusinya adalah pihak manajemen UN mission menggelar fasilitas toserbe bebas bea yang HANYA diperuntukkan kepada semua personil mission dan komunitas diplomatik yang berada di daerah/negara operasi. Itulah kemudian istilah PX atau Post Exchange diadopsi oleh misi PBB sejak dahulu sekali, seperti halnya pihak militer yang membuka toko kebutuhan hanya untuk para prajuritnya di lingkungan baraknya saja.

Selamat datang di UNMIL Post Exchange, singkatnya UNMIL-PX atau kita semua menyebutnya dengan mudah dan singkat: “PX”. Coba dibayangkan si PX ini seperti supermarket kelas menengah macam “Indomaret” atau “Toserba Alfa”, namun hanya ada di Monrovia saja, sisanya bagi mereka yang berada di Sektor/pendalaman bisa memesan barang via intranet atau malah sering terbang ke Monrovia untuk berbelanja saat akhir pekan dan mengangkut bahan sembako belanjaannya pada penerbangan helikopter UNMIL sesuai jadwalnya.

The UN Souvenir Shopping at PX PX 217

Setiap bulan-nya perusahaan yang mengelola supermarket bebas bea ini datang dengan berbagai barang baru dan reguler, termasuk diantaranya adalah barang-barang elektronik, selain dari sayur-sayuran segar, minuman dan lain sebagainya.

PX 211

Meski kalau dibandingkan dengan harga di tanah air, rasanya kok masih lebih mahal ya, namun amat sangat digemari oleh mereka yang berasal dari benua ini, tidak jarang bahwa banyak sekali barang elektronik yang dibeli dan dibawa pulang. Pemandangan seperti ini adalah salah satu belanjaan oleh-oleh wajib yang banyak diborong oleh para anggota kontingen militer seperti mereka dibawah ini:

Ethbatt Repat 786

Ethbatt Repat 1270

Ethbatt Repat 1320

Tidak ketinggalan adalah barang-barang oleh-oleh mission macam jepretan dibawah ini, adalah salah satu barang khas yang dijual di PX Monrovia, dan laku keras diborong oleh para peacekeepers yang cuti mudik:

UN Towel

PX 199

Namun tetap jangan dibandingkan dengan pasar kulakan atau grosiran di tanah air, seperti si Giant dan Carrefour, ya! – beda jauh!. Ini dia beberapa jepretan dari suasana belanja di toserba bebas bea di Liberia:

IMG_7733
Major AU – deden Lukman Wijaya dengan belanjaan sembako-nya.

PX 420
Mas..mas ini uang tip-nya :D

PX 203
Mas Donasion berbelanja oleh-oleh untuk mudik.

Sardines
Sarden, makanan favoritku (kalau males masak!).

Shoppers
Dari sayuran segar sampai sayuran beku pun ada.

PX 276
Mas, saya mau borong ini..!.

Buat kita-kita yang berada di mission area, macam di Monrovia, bereblanja di akhir pekan ke PX adalah salah satu hiburan sambil bercakap-cakap dengan rekan satu misi yang jarang sekali bertemu karena kesibukan dan lokasi kantor yang berjauhan. Urusan sembako, dan berbelanja di akhir pekan, wah inilah yang membuat kita-kita di mission punya tujuan rekreasi sambil belanja kemudian berpikir : “Masak apa ya nanti malam?”.

Ohya, sedikit ide yang dilemparkan oleh si Kampret ini, apakah tidak terbayang bagi para sahabat peacekeepers di tanah air berminat menjadi supplier ke toserba bebas bea UN ini?, sebab mereka beroperasi di setiap mission area dimana peacekeeping mission PBB berada, lho!

UN Peacekeeping Map

Bagaimana dengan para peacekeepers lain-nya?. Ayo ceritakan pengalaman belanja sembako-mu di daerah mission. Untuk para sahabat di tanah air, beruntunglah kalian disana berada ditengah semua ketersediaan dan kenyamanan..

Dody Muhtar Taufik Dody Muhtar Taufik, currently holding a rank in Major Cavalry. Graduated in 1995 from Indonesia’s military academy, Possesses various military course to include Basic Armor, Staff Officer’s Course, Para Trooper and several other to include the latest in Civil Military...

Detail Profile »

1  Comment

by jarwadi at 12 January 2010, 08:16

foto nya cakep cakep, pasti pakai kamera lensa baru nya ya kang luigi

 

Add Your Comment

Use the form below to comment on this article. Show who you are with a Gravatar. Your email will not displayed or passed on to any third party. Comments may be edited prior to publication and inappropriate comments may be deleted

Your Name


E-mail


URL


Message


Textile Help




Subscribe to RSS

pralangga.org subscribe to feedburner

628 people subscribing to this blog

Enter your email address:

   

About

Welcome to Our Peacekeeping Journey, a website dedicated to the peacekeepers, the ones whose currently serving at United Nations Peacekeeping Missions, those who concluded the mission assignments, and those others whose line of work are in support of establishing peace wherever they are. This is our stories about our life. Read more ... »

Correspondent

Andry Yudha Kusumah Andry Yudha Kusumah was born and grew up in Bandung, Indonesia. His knowledge combines Human Rights, International Development, and International Relations. Currently, he is pursuing his doctoral degree at Waseda University, Japan where he try to solve energy and water...

Detail Profile »

View All ...»

 

Recent Stories

Welfare Cruise Monusco Staff
Recreation is part of our duty as an implementation of implementation of stress management. It aims at performing better at work “Pablo, Bavon..yaka….viens, arrange this tables & chairs on the barge,... »
Lusyanto Januar , 8 hours ago

Kontingen Garuda XX-G Bagikan Bingkisan Kepada Masyarakat Pedalaman Kongo
Tepatnya di desa Cimquante-Cinq arah antara Dungu Faradje dimana lokasi Kontingen Garuda XX-G bekerja dalam membangun jalan Dungu Faradje, Komandan Kontingen Letkol Czi Arnold A.P Ritiauw dan personel Zeni TNI pada hari Kamis (19/8) membagikan baju baru kepada masyarakat Kongo yang berada dipedalaman, khususnya kepada anak-anak yang jumlahnya lebih dari 100 orang. Sumbangan berupa baju ini diberikan dalam rangka memperingati HUT Republik Indonesia ke-65, juga sebagai bagian dari Sargal (Sarana Penggalangan) terhadap masyarakat Kongo.
Agus Hermansyah , 7 days ago

Sertijab Bintara Tertinggi UNIFIL Lebanon
Pada beberapa waktu lalu, bertempat di Markas Besar UNIFIL (United Nations Interim Force in Lebanon) di Naqoura, Lebanon Selatan telah dilaksanakan acara serah terima jabatan FSM (Force Sergeant Major) atau Bintara tertinggi UNIFIL dari pejabat lama Master Warrant Officer Fremphah Mosses kepada Senior Warrant Officer Adong Yure Williams, keduanya berkewarganegaraan Ghana.
Muhammad Dahlan , 7 days ago

Pesiar Eksklusif di Sungai Congo
Sabtu sore dilanjutkan dengan mengunjungi teman – teman TNI yang baru pindah rumah, sampe berpesiar ke Sungai Congo di Minggu pagi. Nah, yang terakhir ini yang paling seru. Akhirnya, setelah Sari mengerahkan segala daya upaya untuk membujuk dua marinir Indonesia, Pak Amrin dan Bang Lusy (maaf ada tambahan: yang selalu ngaku – ngaku ganteng) dua marinir ini pun setuju untuk membawa kami berpesiar.
Nurul Fitri Lubis , 10 days ago

Upacara HUT RI ke-65 ditengah padatnya tugas FPU Indonesia di Darfur
Upacara internal yang kami gelar di lapangan Kamp Garuda ini sangatlah berkesan dihati sanubari kami insan Polri yang sedang menjalankan tugas misi Negara dan jauh dari kampung halaman sendiri. Dengan dikibarkannya bendera merah putih diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya kemudian pembacaan teks Proklamasi dan teks Pembukaan UUD 1945 semakin menguatkan mental dan kebanggaan kami yang tengah mengemban tugas Negara ini.
Robertho Pardede , 12 days ago

 

Recent Comments

Dewi Yulia commented on Kontingen Garuda XX-G Bagikan Bingkisan Kepada Masyarakat Pedalaman Kongo
a few seconds ago


Tante YY commented on Warna warni rambut Liberia dan (Jangan) panggil aku: "CANI"
a few seconds ago


ghozy commented on Trekking ke negeri atap dunia
a few seconds ago


Mariani commented on Warna warni rambut Liberia dan (Jangan) panggil aku: "CANI"
a few seconds ago


khaidar commented on Madagascar bercerita: [Dilarang] Bercinta dibawah pohon kelapa
a few seconds ago