Pralangga.org | Our Peacekeeping Journey

 
 
masthead

Our Stories: Experiences & Exposures

 

Articles

TNI sangat disiplin dalam menjalankan tugasnya

1 March 2010, 20:23 , by Agus Hermansyah

 

(Kongo, Afrika, 25 Februari 2010). Prajurit TNI yang tergabung dalam Kontingen Garuda XX-G/MONUC adalah salah satu kontingen yang tergabung dalam misi perdamaian PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) di negara DRC (Democratic Republic of Congo) dekat perbatasan Negara Uganda dan Kenya. Kompi Zeni TNI yang mempunyai tugas membangun infrastruktur di negara yang carut marut akibat perang saudara ini sangat diperhitungkan oleh MONUC (mission de I’Organisation Des Nations Unies en Republique du Congo), dikarenakan Kompi Zeni TNI sangat disiplin dalam menjalankan tugasnya serta dapat menyelesaikan setiap pekerjaan pembangunan infrastruktur yang diperintahkan oleh Force Commander MONUC seperti membangun jalan, Hellypad, pemeliharaan Run Way dan lain-lain yang ada di daerah Dungu. Selain itu, Kontingen Garuda XX-G belum tercatat dalam lembaran buku hitam PBB, seperti melakukan pelanggaran hukum bersifat kriminal maupun melakukan Asusila yang dapat mencoreng nama baik PBB dan Negara Indonesia.

MONUC Conference-1

Dalam kesempatannya menghadiri acara Contingent Commanders Conference di Kinsasa Ibukota negara DRC (Democratic Republic of Congo) selama dua hari (23 – 24 Februari 2010), Komandan Kontingen Garuda XX-G/MONUC Letkol Czi Arnold AP Ritiauw mendapat acungan jempol dari Force Commander Letnan Jenderal Babacar Gaye di depan para peserta konferensi pada acara pembukaan Contingent Commanders Conference yang dihadiri lebih dari 20 negara yang tergabung dalam misi perdamaian di Negara Kongo.

MONUC Conference-2

Acungan jempol ini melambangkan keberhasilan Komandan Kontingen Garuda XX-G/MONUC Letkol Czi Arnold AP Ritiauw dalam memimpin Kompi Zeni TNI di daerah misi, karena saat ini belum ada anggota Kontingen Garuda XX-G yang melakukan pelanggaran terutama yang terkait dengan SEA (Sexual Exploitation and Abuse).

Konferensi yang dihadiri oleh beberapa Jenderal pejabat MONUC seperti Brigadir Jenderal ATM Zia Ul Hasan (Komandan Brigade MONUC dari Bangladesh), Brigadir Jenderal Martin Owusu Ababio dari Ghana, Brigadir Jenderal Sharma Ajae Kumar dari India dan Brigadir Jenderal Nazam Ul Hassan dari Pakistan dan jenderal-jenderal lainnya terlibat dalam acara tersebut dan pertemuan ini adalah pertemuan yang sangat penting bagi para Komandan Kontingen.

Materi yang dibahas pada konferensi tersebut adalah tentang dukungan logistik terhadap FARDC (Force Army Democratic of Congo), dukungan angkutan udara MONUC, stress manajement, SEA (Sex and Explotation Abuse) dan lain-lain. Adapun tujuan dari konferensi ini adalah agar para Komandan Kontingen dapat meningkatkan disiplin dan dedikasi prajurit serta menghindari para prajurit dari pelanggaran hukum, baik yang bersifat kriminal maupun seksual sehingga tugas pokoknya dalam menjaga perdamaian dapat berjalan dengan baik dan lancar.

MONUC Conference-3

MONUC Conference-4

Pada acara makan malam bersama, Jenderal Babacar Gaye mengatakan perlunya para Komandan Kontingen berkoordinasi di lapangan pada saat menjalankan tugas, sehingga pekerjaan yang di bebankan dapat dilaksanakan dengan baik. Selain itu, dalam menjalankan tugas di lapangan para Komandan Kontingen harus menekankan kepada para prajuritnya untuk mentaati peraturan-peraturan yang ada dan tidak melanggar hukum yang berlaku. SP-19/II/Konga XX-G/MONUC

Agus Hermansyah Captain Caj. Agus Hermansyah was born on 15 August 1971, prior his assignment under the Indonesian Engineering Company under the United Nations Mission in the D.R. Congo (Mission d’el ONU en Republique du Congo – MONUC) as Military Public Information...

Detail Profile »

0  Comments

 

Add Your Comment

Use the form below to comment on this article. Show who you are with a Gravatar. Your email will not displayed or passed on to any third party. Comments may be edited prior to publication and inappropriate comments may be deleted

Your Name


E-mail


URL


Message


Textile Help




Subscribe to RSS

pralangga.org subscribe to feedburner

0 people subscribing to this blog

Enter your email address:

   

About

Welcome to Our Peacekeeping Journey, a website dedicated to the peacekeepers, the ones whose currently serving at United Nations Peacekeeping Missions, those who concluded the mission assignments, and those others whose line of work are in support of establishing peace wherever they are. This is our stories about our life. Read more ... »

Correspondent

Artesia IRAWAN Artesia IRAWAN Her world began to change once she took further on her endeavor. From the hometown of Bogor and moved on from previous career in Garuda Indonesian Airways, the company she had spent 3 years with as a cabin crew....

Detail Profile »

View All ...»

 

Recent Stories

Hand-made Fitness Center ala Satgas Indobatt di Lebanon
Olah raga yang teratur akan sangat membantu dalam mewujudkan kesehatan jasmani yang baik. Dan tentunya akan lebih baik lagi jika memiliki fasilitas olah raga yang mendukung. Keterbatasan sarana olah raga di markas Gajah Mada Satgas POM TNI Konga XXV-B/UNIFIL (United Nations Interim Force In Lebanon) tidak membuat para _peacekeeper _Polisi Militer kehilangan akal. Dengan inisiatif dan kreatifitas para personil, mereka telah berusaha mengadakan sendiri peralatan olah raga yang dibutuhkan.
Muhammad Dahlan , 7 hours ago

The Spanish Contingent Libre Hidalgo XI / Sector East Menerima UN Medal
Major General Alberto Asarta Cuevas selaku UNIFIL Head of Mission and Force Commander memimpin dan bertindak sebagai Inspektur Upacara.upacara penganugerahan medali PBB kepada prajurit The Spanish Contingent Libre Hidalgo XI... »
Sanra Michiko Moningkey , 7 hours ago

Sisingaan Indobatt buat Terpana Warga Lebanon
(Marjayoun; 29 Juli 2010). Satu lagi andalan kebudayaan dan kesenian Indonesia yaitu tari Sisingaan yang Indobatt tampilkan untuk menyemarakkan acara malam Festival Kesenian. Tari tersebut membuat terpana penonton festival yang... »
Sanra Michiko Moningkey , 7 hours ago

Peleton Harpal Indobatt : “Tiada Kata Tidak Bisa”
Semboyan yang dimiliki oleh Peleton Pemeliharaan Peralatan Satuan Tugas Batalyon Mekanis Kontingen Garuda XXIII-D/Unifil (Indonesian Battalion/ Indobatt) yakni: “Tiada kata tidak bisa” telah menjadi semacam daya dorong yang sangat membangkitkan... »
Sanra Michiko Moningkey , 2 days ago

Srikandi Indonesia Jajal Kemampuan pada ’21,5 km + 10 kg Dancon March’ di Lebanon Selatan
Kiprah Wanita Tentara Nasional Indonesia (Wan TNI) yang tergabung dalam Kontingen Garuda tahun 2010 pada misi penugasan UNIFIL (United Nations Interim Force In Lebanon) tidak kalah peran sumbangsihnya bagi TNI, bangsa dan negara Indonesia. Tiga dari lima Wanita TNI yang ada di Lebanon Selatan, menjajal kemampuannya dalam kegiatan jalan jauh atau yang lebih dikenal dengan nama Dancon March yang diadakan beberapa waktu lalu oleh Kontingen Negara Denmark dengan mengambil start dan finish di Danlog Square di dalam kompleks Markas Besar UNIFIL UN Posn 4-7C.
Sanra Michiko Moningkey , 3 days ago

 

Recent Comments

dino commented on Congo: The time has finally came
a few seconds ago


jarwadi commented on Indobatt Bantu Masyarakat Lebanon Selatan Panen Tembakau di Desa Deir Siriane
a few seconds ago


boy fadly commented on Balada sebuah pagi di Monrovia
a few seconds ago


boy fadly commented on Perjalanan seru menuju Ganta
a few seconds ago


boy fadly commented on Si jali-jali Nyasar ke Liberia
a few seconds ago