Pralangga.org | Our Peacekeeping Journey

 
 
masthead

Our Stories: Experiences & Exposures

 

Articles

Catur SULASDIARSO

TNI juga manusia

26 April 2007, 14:39 , by Catur Sulasdiarso

 

TNI juga manusia Dingin pagi di kota Magelang terasa semakin dingin dirasakan oleh bebearapa Taruna Akademi Militer (termasuk saya tentunya) manakala melihat roster…. alamak hari ini ada ujian renang militer.

Renang militer tak beda jauh dengan renang “sipil” yaitu masih tetap menggunakan air sebagai media utamanya, renang militer menggunakan gaya katak, nah di katak inilah letak perbedaanya kalo katak sipil hanya menggunakan pakain renang tapi kalau katak militer menggunakan pakaian dinas lapangan (loreng) lengkap dengan helm baja dan senapan laras panjang melintang di punggung atau dada. Delapan taruna sudah siap dipinggiran kolam renang termasuk saya ketika Mayor Sueb (pelatih renang di AKMIL) memberi aba aba “siaap”.

Begitu Mayor Sueb bilang “yaaa” maka taruna meluncur di air untuk memenempuh jarak “kedepan” 25 meter pertama saya lewati dengan susah payah, menjelang meter ke 40 saya sudah kehabisan tenaga semakin susah dan semakin payah gaya katak saya semakin tidak sesuai teori (mau buka catatan takut ketahuan pelatih… ha… ha…) sehingga saya menggunakan gaya “bebas.” Bebas yang saya maksudkan adalah gaya “semau gue” yang penting bisa mengapung,alhasil saya bisa mencapai 45 meter dengan rincian 42 meter kedepan dan 3 meter ke bawah alias tenggelam.

Catur SULASDIARSO Catur SULASDIARSO Leut. Col. Catur Sulasdiarso have been with the Indonesian Army since 1988 (after graduated from Military Academy). His most recent assignment as Military Observer under UNMIS (United Nations Mission in Sudan) concluded in 2006, it was the second-time round of...

Detail Profile »

5  Commentss

by kampret nyasar at 7 May 2007, 10:49
Mas Catur,

Tetep semangat!
memang TNI juga manusia.. dan punya rasa khawatir dan lain segainya layaknya kampret2 biasa lainya.. dibalik baju seragam yang gagah dan digdaya itu.. semoga semua ini menjadikan kita menjadi pribadi yang senantiasa tangguh dan membumi.

Ditunggu update dan posting berikutnya...
by arman at 8 May 2007, 05:32
wah..mas catur ini manusia banget.....
soalnya jarang lho sekarang ini manusia tapi sejatinya tidak manusia.......kata nenek dulu orang yang paling berani adalah orang yang berani bilang bahwa dirinya tidak berani....mas catur saya tunggu sharing cerita "manusia" yang lainya
by dee at 12 May 2007, 05:30
biar tentara, kan kita sama-sama makan nasi mas...jadi wajar banget kalo masih tetep punya rasa takut, hehehe...apalagi situasinya gak pernah kebayang sebelumnya...

aku aja naek wahana di Dufan banyak yang gak berani, apalagi arung jeram kayak yang mas alamin...so..don't worry...you still have friends here...with the same feeling like yours...

keep stay cool...u r really always be my soldier...;)

jangan bosen nulis ya, i'm waiting here....




by vina at 28 May 2007, 04:39
wah...!!! ok juga tuh punya "keberanian" tuk mengakui kelemahan sendiri, kadang2 kaum adam tidak mau disamakan dengan kaum hawa...

btw punya crita lg tentang "keberanian" lain..??? spt brani tuk menangis....????

ditunggu lho..!!!

sukses ya.!!

by willy at 30 May 2007, 04:16
setidaknya mas catur berani ambil resiko.....sungguh keputusan yang sangat berani mengambil keputusan ikut arung jeram...padahal di sekolah pernah tenggelam,memang semua keputusan selalu ada resiko......muga aja ada pemimpin dinegeri ini yang berani ambil resiko yang tidak mengenakan bagi dirinya sendiri tapi mengenakanmasyarakat banyak.bravo mas catur............
 

Add Your Comment

Use the form below to comment on this article. Show who you are with a Gravatar. Your email will not displayed or passed on to any third party. Comments may be edited prior to publication and inappropriate comments may be deleted

Your Name


E-mail


URL


Message


Textile Help




Subscribe to RSS

pralangga.org subscribe to feedburner

628 people subscribing to this blog

Enter your email address:

   

About

Welcome to Our Peacekeeping Journey, a website dedicated to the peacekeepers, the ones whose currently serving at United Nations Peacekeeping Missions, those who concluded the mission assignments, and those others whose line of work are in support of establishing peace wherever they are. This is our stories about our life. Read more ... »

Correspondent

Stenly SAJOW Stenly SAJOW Graduated from Medical University in 2002 then joined with humanitarian organization, started-off with several International Non-Governmental Organizations (I-NGOs) then continue his career ambition at one of the United Nations (UN) agencies. In late 2005, then he took an assignment as...

Detail Profile »

View All ...»

 

Recent Stories

Welfare Cruise Monusco Staff
Recreation is part of our duty as an implementation of implementation of stress management. It aims at performing better at work “Pablo, Bavon..yaka….viens, arrange this tables & chairs on the barge,... »
Lusyanto Januar , 8 hours ago

Kontingen Garuda XX-G Bagikan Bingkisan Kepada Masyarakat Pedalaman Kongo
Tepatnya di desa Cimquante-Cinq arah antara Dungu Faradje dimana lokasi Kontingen Garuda XX-G bekerja dalam membangun jalan Dungu Faradje, Komandan Kontingen Letkol Czi Arnold A.P Ritiauw dan personel Zeni TNI pada hari Kamis (19/8) membagikan baju baru kepada masyarakat Kongo yang berada dipedalaman, khususnya kepada anak-anak yang jumlahnya lebih dari 100 orang. Sumbangan berupa baju ini diberikan dalam rangka memperingati HUT Republik Indonesia ke-65, juga sebagai bagian dari Sargal (Sarana Penggalangan) terhadap masyarakat Kongo.
Agus Hermansyah , 7 days ago

Sertijab Bintara Tertinggi UNIFIL Lebanon
Pada beberapa waktu lalu, bertempat di Markas Besar UNIFIL (United Nations Interim Force in Lebanon) di Naqoura, Lebanon Selatan telah dilaksanakan acara serah terima jabatan FSM (Force Sergeant Major) atau Bintara tertinggi UNIFIL dari pejabat lama Master Warrant Officer Fremphah Mosses kepada Senior Warrant Officer Adong Yure Williams, keduanya berkewarganegaraan Ghana.
Muhammad Dahlan , 7 days ago

Pesiar Eksklusif di Sungai Congo
Sabtu sore dilanjutkan dengan mengunjungi teman – teman TNI yang baru pindah rumah, sampe berpesiar ke Sungai Congo di Minggu pagi. Nah, yang terakhir ini yang paling seru. Akhirnya, setelah Sari mengerahkan segala daya upaya untuk membujuk dua marinir Indonesia, Pak Amrin dan Bang Lusy (maaf ada tambahan: yang selalu ngaku – ngaku ganteng) dua marinir ini pun setuju untuk membawa kami berpesiar.
Nurul Fitri Lubis , 10 days ago

Upacara HUT RI ke-65 ditengah padatnya tugas FPU Indonesia di Darfur
Upacara internal yang kami gelar di lapangan Kamp Garuda ini sangatlah berkesan dihati sanubari kami insan Polri yang sedang menjalankan tugas misi Negara dan jauh dari kampung halaman sendiri. Dengan dikibarkannya bendera merah putih diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya kemudian pembacaan teks Proklamasi dan teks Pembukaan UUD 1945 semakin menguatkan mental dan kebanggaan kami yang tengah mengemban tugas Negara ini.
Robertho Pardede , 12 days ago

 

Recent Comments

Dewi Yulia commented on Kontingen Garuda XX-G Bagikan Bingkisan Kepada Masyarakat Pedalaman Kongo
a few seconds ago


Tante YY commented on Warna warni rambut Liberia dan (Jangan) panggil aku: "CANI"
a few seconds ago


ghozy commented on Trekking ke negeri atap dunia
a few seconds ago


Mariani commented on Warna warni rambut Liberia dan (Jangan) panggil aku: "CANI"
a few seconds ago


khaidar commented on Madagascar bercerita: [Dilarang] Bercinta dibawah pohon kelapa
a few seconds ago