Pralangga.org | Our Peacekeeping Journey

 
 
masthead

Our Stories: Experiences & Exposures

 

Articles

TNI bangun tanggul pertahanan batalyon Maroko

25 February 2010, 19:05 , by Agus Hermansyah

 

Kontingen negara Maroko adalah salah satu Kontingen terbesar dengan jumlah 800 personel yang dikirim ke negara DRC (Democratic Republic of Congo) dalam operasi MONUC ( Mission de I’Organisation Des Nations Unies en Republique Democratique du Congo / Misi PBB di Kongo) setelah kontingen dari negara Bangladesh, India dan Pakistan. Batalyon Infanteri Mekanis Maroko adalah satu-satunya Batalyon yang berada di Dungu dengan tugas pokok mengamankan Wilayah Dungu dan sekitarnya dari gangguan atau serangan milisi / sekelompok orang yang bersenjata, sehingga perlu kiranya tanggul-tanggul pertahanan Batalyon Maroko di perkuat sesuai standar UN ( United Nation ).

tanggul sdh dibangun konga xx-g-4

Batalion Infanteri Mekanis Maroko yang ditempatkan di Dungu Town dan dekat dengan Bandara Udara Dungu yang di bangun oleh kontingen dari Indonesia sekitar dua Kompi atau hampir 230 orang. Base camp Batalyon Infanteri Mekanis Maroko (Morbat) yang berjarak sekitar 8 Km dari Bandara Udara Dungu membutuhkan akomodasi / base camp yang cukup besar dan layak serta aman dari serangan milisi atau sekelompok orang yang berniat untuk menyerang.

tanggul sdh dibangun konga xx-g-5

Komandan Batalyon Maroko Kolonel Mohammed Benedir langsung meminta bantuan kepada Satgas Zeni TNI Kontingen Garuda XX-G/MONUC yang dipimpin oleh Letkol Czi AP Ritiauw untuk dibuatkan tanggul-tanggul pertahanan di sekeliling base camp mereka. Menurutnya, hanya Kontingen Garuda XX-G yang mampu membangun infrastruktur baik jalan, jembatan dan bangunan di daerah operasi Dungu Kongo. Atas persetujuan dan berbekal surat perintah dari Markas Besar MONUC di Kinshasa, Komandan Konga XX-G dan Komandan Batalyon Maroko langsung mensurvey tanggul yang akan dibangun. Pembangunan tanggul-tanggul pertahanan Batalyon Maroko yang panjangnya hampir 1000 M2 dengan tinggi sekitar 2,5 dan ketebalan sekitar 3 M di mulai pada bulan Februari 2010, dipimpin oleh Danton Alber Kapten Czi Maruahal Sihombing dengan mengerahkan alat-alat berat berupa Dozer dan Exavator.

tanggul sdh dibangun konga xx-g

Komandan Batalyon Maroko dan Komandan Kontingen Garuda XX-G beserta Perwira Staf beberapa waktu lalu menginspeksi pekerjaan tanggul pertahanan yang masih di kerjakan. Setelah melihat hasil dari pekerjaan tersebut, Komandan Batalyon Maroko sangat puas dan gembira dengan hasil pekerjaan yang dilakukan oleh Kontingen Garuda XX-G. Dalam kesempatan itu pula Komandan Batalyon Maroko mengundang makan siang kepada Letkol Czi Arnold AP Ritiauw dan Perwira Staf di base camp Maroko.

makan siang bersama

Dalam acara menghadiri undangan makan siang di Batalyon Maroko beserta para pejabat MONUC di Dungu Town, Komandan Batalyon Maroko Kolonel Mohammed Benedir mengucapkan terima kasih kepada Letkol Czi Arnold AP Ritiauw atas pembangunan tanggul pertahanan yang di nilai sangat baik dan kokoh, sehingga Batalyon Maroko mempunyai base camp yang tingkat keamanannya sesuai standar yang sudah di tentukan oleh UN (United Nation).

Agus Hermansyah Captain Caj. Agus Hermansyah was born on 15 August 1971, prior his assignment under the Indonesian Engineering Company under the United Nations Mission in the D.R. Congo (Mission d’el ONU en Republique du Congo – MONUC) as Military Public Information...

Detail Profile »

0  Comments

 

Add Your Comment

Use the form below to comment on this article. Show who you are with a Gravatar. Your email will not displayed or passed on to any third party. Comments may be edited prior to publication and inappropriate comments may be deleted

Your Name


E-mail


URL


Message


Textile Help




Subscribe to RSS

pralangga.org subscribe to feedburner

0 people subscribing to this blog

Enter your email address:

   

About

Welcome to Our Peacekeeping Journey, a website dedicated to the peacekeepers, the ones whose currently serving at United Nations Peacekeeping Missions, those who concluded the mission assignments, and those others whose line of work are in support of establishing peace wherever they are. This is our stories about our life. Read more ... »

Correspondent

Abi Ismarrahman Abi ISMARRAHMAN Began to establish his own personal blog at http://ismarrahman.blogspot.com, then decided to join as correspondent, as he began embarking to his field assignment in West Timor under the World Food Programme (WFP) – Indonesia. Prior his assignment ini West Timor,...

Detail Profile »

View All ...»

 

Recent Stories

Hand-made Fitness Center ala Satgas Indobatt di Lebanon
Olah raga yang teratur akan sangat membantu dalam mewujudkan kesehatan jasmani yang baik. Dan tentunya akan lebih baik lagi jika memiliki fasilitas olah raga yang mendukung. Keterbatasan sarana olah raga di markas Gajah Mada Satgas POM TNI Konga XXV-B/UNIFIL (United Nations Interim Force In Lebanon) tidak membuat para _peacekeeper _Polisi Militer kehilangan akal. Dengan inisiatif dan kreatifitas para personil, mereka telah berusaha mengadakan sendiri peralatan olah raga yang dibutuhkan.
Muhammad Dahlan , 7 hours ago

The Spanish Contingent Libre Hidalgo XI / Sector East Menerima UN Medal
Major General Alberto Asarta Cuevas selaku UNIFIL Head of Mission and Force Commander memimpin dan bertindak sebagai Inspektur Upacara.upacara penganugerahan medali PBB kepada prajurit The Spanish Contingent Libre Hidalgo XI... »
Sanra Michiko Moningkey , 7 hours ago

Sisingaan Indobatt buat Terpana Warga Lebanon
(Marjayoun; 29 Juli 2010). Satu lagi andalan kebudayaan dan kesenian Indonesia yaitu tari Sisingaan yang Indobatt tampilkan untuk menyemarakkan acara malam Festival Kesenian. Tari tersebut membuat terpana penonton festival yang... »
Sanra Michiko Moningkey , 7 hours ago

Peleton Harpal Indobatt : “Tiada Kata Tidak Bisa”
Semboyan yang dimiliki oleh Peleton Pemeliharaan Peralatan Satuan Tugas Batalyon Mekanis Kontingen Garuda XXIII-D/Unifil (Indonesian Battalion/ Indobatt) yakni: “Tiada kata tidak bisa” telah menjadi semacam daya dorong yang sangat membangkitkan... »
Sanra Michiko Moningkey , 2 days ago

Srikandi Indonesia Jajal Kemampuan pada ’21,5 km + 10 kg Dancon March’ di Lebanon Selatan
Kiprah Wanita Tentara Nasional Indonesia (Wan TNI) yang tergabung dalam Kontingen Garuda tahun 2010 pada misi penugasan UNIFIL (United Nations Interim Force In Lebanon) tidak kalah peran sumbangsihnya bagi TNI, bangsa dan negara Indonesia. Tiga dari lima Wanita TNI yang ada di Lebanon Selatan, menjajal kemampuannya dalam kegiatan jalan jauh atau yang lebih dikenal dengan nama Dancon March yang diadakan beberapa waktu lalu oleh Kontingen Negara Denmark dengan mengambil start dan finish di Danlog Square di dalam kompleks Markas Besar UNIFIL UN Posn 4-7C.
Sanra Michiko Moningkey , 3 days ago

 

Recent Comments

dino commented on Congo: The time has finally came
a few seconds ago


jarwadi commented on Indobatt Bantu Masyarakat Lebanon Selatan Panen Tembakau di Desa Deir Siriane
a few seconds ago


boy fadly commented on Balada sebuah pagi di Monrovia
a few seconds ago


boy fadly commented on Perjalanan seru menuju Ganta
a few seconds ago


boy fadly commented on Si jali-jali Nyasar ke Liberia
a few seconds ago