Tim medis yang tergabung dalam Kontingen Garuda XX-F/Monuc memberikan pelatihan Basic Life Support (BLS) kepada perawat tentara nasional Kongo hari Rabu (2/9) dan Kamis (3/9) di Dungu-Kongo. Tim kesehatan Indonesia dibawah pimpinan Mayor Laut (K) dr. Redemptus Yudadi SpB menyelenggarakan pelatihan BLS untuk penanganan korban trauma pertempuran bertempat di Rumah Sakit level I Kontingen Indonesia.
Saat ini di wilayah Dungu yang merupakan daerah perbatasan Kongo dengan Sudan tersebar pasukan penjaga perdamaian PBB dan tentara nasional Kongo yang tergabung dalam Operasi Rudia. Sebuah operasi gabungan pasukan PBB dan pasukan pemerintah Kongo yang bertujuan mengusir milisi LRA yang selama ini menjadi sumber masalah keamanan di wilayah perbatasan Kongo dengan negara tetangganya (Sudan dan Uganda). Diantara pasukan PBB dan tentara Kongo tersebut terdapat personel kesehatan yang selalu mendukung setiap gerak langkah pasukan. Para petugas kesehatan yang berada di daerah terpencil dan terisolir tersebut dituntut untuk tetap dapat memberikan dukungan kesehatan yang optimal meskipun dengan keterbatasan dukungan alat dan logistik kesehatan. Kondisi demikian mendorong Tim kesehatan untuk dapat meningkatkan kemampuan dan keterampilan medis guna menolong korban, baik dengan peralatan lengkap dan bahkan tanpa alat sekalipun. Menurut dr. Yudadi, latar belakang inilah yang menggugah Tim Kesehatan Indonesia untuk membuat pelatihan *Basic Life Support (BLS) * tanpa alat maupun dengan alat bagi perawat tentara Kongo yang tersebar di wilayah hutan belantara Dungu.
Materi pelatihan BLS yang diberikan oleh tim medis Indonesia kepada personel medis FARDC (tentara nasional Kongo) meliputi pertolongan terhadap problem jalan nafas ( airway ), pernafasan ( breathing ) dan sirkulasi jantung pembuluh darah ( circulation ) tanpa alat maupun dengan alat serta teknik transportasi korban luka. Dalam pelatihan tersebut bahkan dikenalkan juga teknik bedah sederhana untuk membebaskan jalan nafas dengan hewan coba kambing.
Pelatih dari kontingen Indonesia yaitu Mayor Laut dr. R. Yudadi SpB , Mayor CKM dr. Nunung Joko Nugroho dan Sersan Mayor Sunari (ahli anestesi). Sedangkan dari pihak FARDC mengirimkan dr. Patrick dan dr. Pieter yang memberikan asistensi kepada Tim Medis Indonesia dalam melatih perawat tentara Kongo.
“_Kita harus bisa memberi kail dan bukan ikan kepada teman kita dari tim kesehatan tentara Kongo agar mereka lebih optimal dalam menghadapi segala kekurangan dan keterbatasan alat medik di medan terpencil ini,_” demikian pesan dr. R. Yudadi kepada Tim Kesehatan Indonesia yang memberikan pelatihan. Tim kesehatan Indonesia yang terdiri dari 11 orang merupakan bagian dari Satuan Tugas Kompi Zeni TNI Kontingen Garuda XX-F/Monuc dibawah pimpinan Mayor Czi Sugeng Haryadi Yogopranowo. Tugas utama Kontingen Indonesia yang tergabung dalam pasukan penjaga perdamaian PBB di Kongo adalah memberikan bantuan Zeni kepada Monuc ( Mission de l’Organisation des Nations Unies en République Démocratique du Congo /misi PBB di Kongo) dalam menciptakan perdamaian dan membentuk pemerintahan yang kuat dan stabil di Kongo.







Komandan Yth,
Terima kasih banyak kami haturkan atas perhatian dari para dokter/team medis serta seluruh personnel Indonesia Engineering Coy di Dungu sewaktu kami diopname selama 1hari/malam dari Minggu malam sampai Senin sore di IEC Dungu Level I hospital.
Team Medis anda begitu sigap dan profesional dalam menerima, merawat dan memonitor kami selama berada di RS/Hospital IEC Dungu.
Kami tidak bisa membalas semua kebaikan itu tapi hanya doa dari kami dan perhatian rahmat dari Allah yang nanti akan membalas semuanya.
Harapan kami IEC Dungu team Medis akan tetap menjaga sikap profesionalisme dan kemanusian dalam memperhatikan setiap pasien yang datang ke IEC Dungu Hospital,baik dari UN civilian, Military contingent yg lain maupun pasien-pasien lain dari Nasional staff, CDW’s, UN Agencies dan juga orang-orang local atau asli Congo.
Salam Hangat dari kami,
Antonio DE OLIVEIRA
Field MovCon Manager
MONUC DUNGU Base
Republique Democratique du Congo
Ext : 195 – 6377 & 7821
Mobile : + 243 818 90 7821 (Off) + 243 818 985 484 (Pers)