Pralangga.org | Our Peacekeeping Journey

 
 
masthead

Our Stories: Experiences & Exposures

 

Articles

Tim Medis Indonesia melatih tentara Kongo

3 September 2009, 08:52 , by Leo Sugandi

 

Tim medis yang tergabung dalam Kontingen Garuda XX-F/Monuc memberikan pelatihan Basic Life Support (BLS) kepada perawat tentara nasional Kongo hari Rabu (2/9) dan Kamis (3/9) di Dungu-Kongo. Tim kesehatan Indonesia dibawah pimpinan Mayor Laut (K) dr. Redemptus Yudadi SpB menyelenggarakan pelatihan BLS untuk penanganan korban trauma pertempuran bertempat di Rumah Sakit level I Kontingen Indonesia.

 dr Yudadi Menyampaikan Materi BLS

Saat ini di wilayah Dungu yang merupakan daerah perbatasan Kongo dengan Sudan tersebar pasukan penjaga perdamaian PBB dan tentara nasional Kongo yang tergabung dalam Operasi Rudia. Sebuah operasi gabungan pasukan PBB dan pasukan pemerintah Kongo yang bertujuan mengusir milisi LRA yang selama ini menjadi sumber masalah keamanan di wilayah perbatasan Kongo dengan negara tetangganya (Sudan dan Uganda). Diantara pasukan PBB dan tentara Kongo tersebut terdapat personel kesehatan yang selalu mendukung setiap gerak langkah pasukan. Para petugas kesehatan yang berada di daerah terpencil dan terisolir tersebut dituntut untuk tetap dapat memberikan dukungan kesehatan yang optimal meskipun dengan keterbatasan dukungan alat dan logistik kesehatan. Kondisi demikian mendorong Tim kesehatan untuk dapat meningkatkan kemampuan dan keterampilan medis guna menolong korban, baik dengan peralatan lengkap dan bahkan tanpa alat sekalipun. Menurut dr. Yudadi, latar belakang inilah yang menggugah Tim Kesehatan Indonesia untuk membuat pelatihan *Basic Life Support (BLS) * tanpa alat maupun dengan alat bagi perawat tentara Kongo yang tersebar di wilayah hutan belantara Dungu.

dr Joko Melatihkan Teknik Transportasi Medis

  dr Yudadi Mempraktekkan Teknik Pembebasan Jalan Nafas

Materi pelatihan BLS yang diberikan oleh tim medis Indonesia kepada personel medis FARDC (tentara nasional Kongo) meliputi pertolongan terhadap problem jalan nafas ( airway ), pernafasan ( breathing ) dan sirkulasi jantung pembuluh darah ( circulation ) tanpa alat maupun dengan alat serta teknik transportasi korban luka. Dalam pelatihan tersebut bahkan dikenalkan juga teknik bedah sederhana untuk membebaskan jalan nafas dengan hewan coba kambing.

 Bedah Sederhana dengan Hewan coba Kambing

Pelatih dari kontingen Indonesia yaitu Mayor Laut dr. R. Yudadi SpB , Mayor CKM dr. Nunung Joko Nugroho dan Sersan Mayor Sunari (ahli anestesi). Sedangkan dari pihak FARDC mengirimkan dr. Patrick dan dr. Pieter yang memberikan asistensi kepada Tim Medis Indonesia dalam melatih perawat tentara Kongo.

Foto Bersama Peserta Pelatihan

“_Kita harus bisa memberi kail dan bukan ikan kepada teman kita dari tim kesehatan tentara Kongo agar mereka lebih optimal dalam menghadapi segala kekurangan dan keterbatasan alat medik di medan terpencil ini,_” demikian pesan dr. R. Yudadi kepada Tim Kesehatan Indonesia yang memberikan pelatihan. Tim kesehatan Indonesia yang terdiri dari 11 orang merupakan bagian dari Satuan Tugas Kompi Zeni TNI Kontingen Garuda XX-F/Monuc dibawah pimpinan Mayor Czi Sugeng Haryadi Yogopranowo. Tugas utama Kontingen Indonesia yang tergabung dalam pasukan penjaga perdamaian PBB di Kongo adalah memberikan bantuan Zeni kepada Monuc ( Mission de l’Organisation des Nations Unies en République Démocratique du Congo /misi PBB di Kongo) dalam menciptakan perdamaian dan membentuk pemerintahan yang kuat dan stabil di Kongo.

Leo Sugandi Leo SUGANDI Leo Sugandi graduated from Norwich University (Military College of Vermont) with bachelor degrees in political science and history. An infantry man after commissioned into the Indonesian Army in 2001. Currently serving as Public Information Officer of the Indonesian Engineering Company under MONUC (UN mission...

Detail Profile »

1  Comment

by Antonio DE OLIVEIRA at 8 September 2009, 09:42

Komandan Yth,

Terima kasih banyak kami haturkan atas perhatian dari para dokter/team medis serta seluruh personnel Indonesia Engineering Coy di Dungu sewaktu kami diopname selama 1hari/malam dari Minggu malam sampai Senin sore di IEC Dungu Level I hospital.

Team Medis anda begitu sigap dan profesional dalam menerima, merawat dan memonitor kami selama berada di RS/Hospital IEC Dungu.

Kami tidak bisa membalas semua kebaikan itu tapi hanya doa dari kami dan perhatian rahmat dari Allah yang nanti akan membalas semuanya.

Harapan kami IEC Dungu team Medis akan tetap menjaga sikap profesionalisme dan kemanusian dalam memperhatikan setiap pasien yang datang ke IEC Dungu Hospital,baik dari UN civilian, Military contingent yg lain maupun pasien-pasien lain dari Nasional staff, CDW’s, UN Agencies dan juga orang-orang local atau asli Congo.

Salam Hangat dari kami,

Antonio DE OLIVEIRA
Field MovCon Manager
MONUC DUNGU Base
Republique Democratique du Congo
Ext : 195 – 6377 & 7821
Mobile : + 243 818 90 7821 (Off) + 243 818 985 484 (Pers)

 

Add Your Comment

Use the form below to comment on this article. Show who you are with a Gravatar. Your email will not displayed or passed on to any third party. Comments may be edited prior to publication and inappropriate comments may be deleted

Your Name


E-mail


URL


Message


Textile Help




Subscribe to RSS

pralangga.org subscribe to feedburner

628 people subscribing to this blog

Enter your email address:

   

About

Welcome to Our Peacekeeping Journey, a website dedicated to the peacekeepers, the ones whose currently serving at United Nations Peacekeeping Missions, those who concluded the mission assignments, and those others whose line of work are in support of establishing peace wherever they are. This is our stories about our life. Read more ... »

Correspondent

Wahyu Nugroho A true adventurer by interest. Love to explore nature by trekking, among sports as hobby. He also enjoys reading, writing, and learning all about computer & technology. Lieutenant Police Wahyu Nugroho was born in Boyolali, a small city in Central...

Detail Profile »

View All ...»

 

Recent Stories

Welfare Cruise Monusco Staff
Recreation is part of our duty as an implementation of implementation of stress management. It aims at performing better at work “Pablo, Bavon..yaka….viens, arrange this tables & chairs on the barge,... »
Lusyanto Januar , 8 hours ago

Kontingen Garuda XX-G Bagikan Bingkisan Kepada Masyarakat Pedalaman Kongo
Tepatnya di desa Cimquante-Cinq arah antara Dungu Faradje dimana lokasi Kontingen Garuda XX-G bekerja dalam membangun jalan Dungu Faradje, Komandan Kontingen Letkol Czi Arnold A.P Ritiauw dan personel Zeni TNI pada hari Kamis (19/8) membagikan baju baru kepada masyarakat Kongo yang berada dipedalaman, khususnya kepada anak-anak yang jumlahnya lebih dari 100 orang. Sumbangan berupa baju ini diberikan dalam rangka memperingati HUT Republik Indonesia ke-65, juga sebagai bagian dari Sargal (Sarana Penggalangan) terhadap masyarakat Kongo.
Agus Hermansyah , 7 days ago

Sertijab Bintara Tertinggi UNIFIL Lebanon
Pada beberapa waktu lalu, bertempat di Markas Besar UNIFIL (United Nations Interim Force in Lebanon) di Naqoura, Lebanon Selatan telah dilaksanakan acara serah terima jabatan FSM (Force Sergeant Major) atau Bintara tertinggi UNIFIL dari pejabat lama Master Warrant Officer Fremphah Mosses kepada Senior Warrant Officer Adong Yure Williams, keduanya berkewarganegaraan Ghana.
Muhammad Dahlan , 7 days ago

Pesiar Eksklusif di Sungai Congo
Sabtu sore dilanjutkan dengan mengunjungi teman – teman TNI yang baru pindah rumah, sampe berpesiar ke Sungai Congo di Minggu pagi. Nah, yang terakhir ini yang paling seru. Akhirnya, setelah Sari mengerahkan segala daya upaya untuk membujuk dua marinir Indonesia, Pak Amrin dan Bang Lusy (maaf ada tambahan: yang selalu ngaku – ngaku ganteng) dua marinir ini pun setuju untuk membawa kami berpesiar.
Nurul Fitri Lubis , 10 days ago

Upacara HUT RI ke-65 ditengah padatnya tugas FPU Indonesia di Darfur
Upacara internal yang kami gelar di lapangan Kamp Garuda ini sangatlah berkesan dihati sanubari kami insan Polri yang sedang menjalankan tugas misi Negara dan jauh dari kampung halaman sendiri. Dengan dikibarkannya bendera merah putih diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya kemudian pembacaan teks Proklamasi dan teks Pembukaan UUD 1945 semakin menguatkan mental dan kebanggaan kami yang tengah mengemban tugas Negara ini.
Robertho Pardede , 12 days ago

 

Recent Comments

Dewi Yulia commented on Kontingen Garuda XX-G Bagikan Bingkisan Kepada Masyarakat Pedalaman Kongo
a few seconds ago


Tante YY commented on Warna warni rambut Liberia dan (Jangan) panggil aku: "CANI"
a few seconds ago


ghozy commented on Trekking ke negeri atap dunia
a few seconds ago


Mariani commented on Warna warni rambut Liberia dan (Jangan) panggil aku: "CANI"
a few seconds ago


khaidar commented on Madagascar bercerita: [Dilarang] Bercinta dibawah pohon kelapa
a few seconds ago