Pralangga.org | Our Peacekeeping Journey

 
 
masthead

Our Stories: Experiences & Exposures

 

Articles

Tawar Sedenge

15 June 2009, 02:31 , by Dody Wibowo

 

Tulisan ini sebenarnya sudah saya rencanakan sekitar bulan Juli tahun yang lalu, tapi karena keterbatasan sumber akhirnya baru bisa ditulis sekarang…

Kembali ke bulan Juni-Juli ketika saya dan tim melakukan kegiatan pendidikan perdamaian di Takengon, Aceh Tengah. Di sela-sela acara yang ramai dan riuh rendah dengan canda tawa para ibu-ibu peserta lokakarya, ada satu lagu yang memorable buat saya. Judulnya Tawar Sedenge yang berarti penawar dunia. Ibu-ibu peserta lokakarya itu menyanyikan lagu ini dengan penuh penghayatan (eh, tapi mereka selalu ekspresif begitu ding hehehe…). Tapi saya selalu suka dengan bagaimana mereka mengekspresikan isi lagu ini.

Ternyata lagu Tawar Sedenge ini bukan lagu sembarangan. Lagu yang digubah dari puisi yang ditulis oleh A.R. Moese pada tahun 1956 ini sudah ditetapkan oleh pemerintah daerah setempat sebagai lagu resmi Aceh Tengah dan selalu dinyanyikan di acara-acara resmi di Aceh Tengah.

Lirik lagu Tawar Sedenge menggambarkan kekayaan tanah Gayo dan ajakan kepada masyarakat Gayo untuk bekerja menyingsingkan lengan baju, bekerja membangun Tanah Gayo.

Engon ko so tanoh Gayo Si megah mu reta dele Rum batang uyem si ijo, kupi bako e
(Lihatlah tanah Gayo yang terkenal dengan harta yang melimpah dengan batang pinus yang hijau serta kopinya)

Pengen ko tuk ni korek so Uwet mi ko tanoh Gayo Seselen pumu ni baju, netah dirimu
(Dengarlah suara ayam berkokok bangunlah tanah Gayo singsingkan lengan baju untuk memperbaiki dirimu)

Enti daten bur kelieten Mongot pude deru Oya le rahmat ni Tuhen, ken ko bewen mu
(Jangan biarkan gunung Kelieten menangis haru itulah rahmat Tuhan untuk kamu semua)

Uwetmi ko tanoh Gayo Semayak bajangku Ken tawar roh munyang datu, uwetmi masku
(Bangkitlah engkau tanah Gayo untuk tawar bagi pendahulu-pendahulu bangkitlah)

Ko matangku si mu mimpim Emah uyem ko ken soloh Katiti kiding enti museltu, i lah ni dene
(Engkau mata ku sebagai pemimpin/penunjuk arah bawalah pinus sebagai penerang agar kaki tidak tersandung dalam perjalanan)

O kiding kao ken cermin Remalan enti berteduh Enti mera kao tang duru, ton jema dele
(Kaki, engkau sebagai cermin jangan berhenti berjalan jangan mau engkau di belakang di tempat khalayak ramai)

Enti osan ku pumu jema Pesaka si ara Tenaring ni munyang datu, ken ko bewene mu
(Jangan berikan ke tangan orang lain pusaka yang ada peninggalan munyang datu/pendahulu negeri untuk kamu semua)

Uwet mi ko tanoh Gayo Ko opoh bajungku Ken tawar roh munyang datu, uwetmi masku
(Bangkitlah tanah/bangsa Gayo engkaulah pakaianku sebagai tawar untuk munyang datu/pendahulu bangun dan bangkitlah)

*lirik lagu dan artinya saya dapatkan dari wikipedia

(.dodie.)

Dody WIBOWO After graduating from the University for Peace (UPEACE), a UN-mandated graduate school of peace and conflict studies in Costa Rica, Dody returned to his previous job as academic assistant at Master Program in Peace and Conflict Resolution, Gadjah Mada University...

Detail Profile »

1  Comment

by tantahara at 16 June 2009, 12:30

Mas, saya jadi inget rumah…. :)

 

Add Your Comment

Use the form below to comment on this article. Show who you are with a Gravatar. Your email will not displayed or passed on to any third party. Comments may be edited prior to publication and inappropriate comments may be deleted

Your Name


E-mail


URL


Message


Textile Help




Subscribe to RSS

pralangga.org subscribe to feedburner

628 people subscribing to this blog

Enter your email address:

   

About

Welcome to Our Peacekeeping Journey, a website dedicated to the peacekeepers, the ones whose currently serving at United Nations Peacekeeping Missions, those who concluded the mission assignments, and those others whose line of work are in support of establishing peace wherever they are. This is our stories about our life. Read more ... »

Correspondent

Hondor SARAGIH Hondor SARAGIH, has been serving the Indonesian NAVY since 2000. Hondor began his peacekeeping mission assignment with MONUC, The Democratic Republic of Congo (DRC) as CPIO (Contingent’s Public Information Officer) at the Indonesian Engineering Company (Indoengcoy) under Kontingen Garuda...

Detail Profile »

View All ...»

 

Recent Stories

Welfare Cruise Monusco Staff
Recreation is part of our duty as an implementation of implementation of stress management. It aims at performing better at work “Pablo, Bavon..yaka….viens, arrange this tables & chairs on the barge,... »
Lusyanto Januar , 8 hours ago

Kontingen Garuda XX-G Bagikan Bingkisan Kepada Masyarakat Pedalaman Kongo
Tepatnya di desa Cimquante-Cinq arah antara Dungu Faradje dimana lokasi Kontingen Garuda XX-G bekerja dalam membangun jalan Dungu Faradje, Komandan Kontingen Letkol Czi Arnold A.P Ritiauw dan personel Zeni TNI pada hari Kamis (19/8) membagikan baju baru kepada masyarakat Kongo yang berada dipedalaman, khususnya kepada anak-anak yang jumlahnya lebih dari 100 orang. Sumbangan berupa baju ini diberikan dalam rangka memperingati HUT Republik Indonesia ke-65, juga sebagai bagian dari Sargal (Sarana Penggalangan) terhadap masyarakat Kongo.
Agus Hermansyah , 7 days ago

Sertijab Bintara Tertinggi UNIFIL Lebanon
Pada beberapa waktu lalu, bertempat di Markas Besar UNIFIL (United Nations Interim Force in Lebanon) di Naqoura, Lebanon Selatan telah dilaksanakan acara serah terima jabatan FSM (Force Sergeant Major) atau Bintara tertinggi UNIFIL dari pejabat lama Master Warrant Officer Fremphah Mosses kepada Senior Warrant Officer Adong Yure Williams, keduanya berkewarganegaraan Ghana.
Muhammad Dahlan , 7 days ago

Pesiar Eksklusif di Sungai Congo
Sabtu sore dilanjutkan dengan mengunjungi teman – teman TNI yang baru pindah rumah, sampe berpesiar ke Sungai Congo di Minggu pagi. Nah, yang terakhir ini yang paling seru. Akhirnya, setelah Sari mengerahkan segala daya upaya untuk membujuk dua marinir Indonesia, Pak Amrin dan Bang Lusy (maaf ada tambahan: yang selalu ngaku – ngaku ganteng) dua marinir ini pun setuju untuk membawa kami berpesiar.
Nurul Fitri Lubis , 10 days ago

Upacara HUT RI ke-65 ditengah padatnya tugas FPU Indonesia di Darfur
Upacara internal yang kami gelar di lapangan Kamp Garuda ini sangatlah berkesan dihati sanubari kami insan Polri yang sedang menjalankan tugas misi Negara dan jauh dari kampung halaman sendiri. Dengan dikibarkannya bendera merah putih diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya kemudian pembacaan teks Proklamasi dan teks Pembukaan UUD 1945 semakin menguatkan mental dan kebanggaan kami yang tengah mengemban tugas Negara ini.
Robertho Pardede , 12 days ago

 

Recent Comments

Dewi Yulia commented on Kontingen Garuda XX-G Bagikan Bingkisan Kepada Masyarakat Pedalaman Kongo
a few seconds ago


Tante YY commented on Warna warni rambut Liberia dan (Jangan) panggil aku: "CANI"
a few seconds ago


ghozy commented on Trekking ke negeri atap dunia
a few seconds ago


Mariani commented on Warna warni rambut Liberia dan (Jangan) panggil aku: "CANI"
a few seconds ago


khaidar commented on Madagascar bercerita: [Dilarang] Bercinta dibawah pohon kelapa
a few seconds ago