(Adshit Al Qusayr, 4/12) Kedekatan dan kebersamaan prajurit Garuda XXIII-B dengan anak-anak Lebanon merupakan suatu kenyataan yang tidak diragukan lagi. Melalui sarana Smart Car, pelayanan kesehatan, kursus komputer dan Bahasa Inggris, kegiatan kesenian serta bela diri maupun berbagai kegiatan Cimic (Civil Military Co-operation) lainnya, Prajurit Garuda XXIII-B telah berhasil mendapatkan tempat istimewa di hati anak-anak itu. Tak heran sewaktu digelar acara perpisahan beberapa hari yang lalu untuk melepas kepergian Kontingen Garuda (Konga) XXIII-B, mereka tak kuasa menahan kesedihannya. Beberapa diantara mereka bahkan sampai menitikkan airmatanya.
Acara yang mengambil tempat di Khiam Rehabilitation Center (KRC) Deir Sirriane digelar atas permintaan warga Deir Siriane yang ingin menyampaikan terima kasih dan penghargaan atas seluruh jerih payah yang dilakukan oleh para Prajurit Satgas Yon Mekanis TNI Konga XXIII-B dalam membantu menciptakan stabilitas perdamaian di wilayah itu dan melepaskan trauma perang yang diderita anak-anak dan remaja Lebanon.

Samir (38 tahun) selaku Direktur KRC, dalam sambutannya mewakili warga Lebanon menegaskan bahwa kegiatan kemanusiaan yang dilakukan oleh Prajurit Indonesia benar-benar terasa manfaatnya bagi masyarakat. ”Walaupun kalian akan pergi, kalian tetap saudara kami. Kenangan bersama dengan kalian adalah kenangan terindah dalam hidup kami”, pungkas Samir menutup sambutannya.
Diawali dengan Tarian Saman yang dibawakan oleh 4 orang anak-anak Lebanon, acara itu tak pelak telah membangkitkan memori di benak para Prajurit Garuda, termasuk Komandan Kompi Mekanis-C/Cheetah Kapten Mar Fredy Ardianzah yang bersusah payah mengajarkan tarian tersebut kepada mereka. Bagaimana tidak, anak-anak kecil yang saban hari bergelut dengan suasana perang, tiba-tiba belajar menarikan kesenian dari negara yang mungkin baru saja dikenal dalam hidup mereka. Walaupun belum tampil dengan sempurna, namun untuk ukuran pemula mereka telah berhasil menyajikan Tarian khas Aceh itu dengan antusias dan semangat.
Setelah penampilan tarian dan pemberian kata sambutan, acara dilanjutkan dengan ramah tamah warga setempat dengan para Prajurit Konga XXIII-B, termasuk Dansatgas Letkol Inf A M Putranto, S.Sos dan calon penggantinya Letkol Inf R. Haryono. Selain itu, turut hadir Kasi Cimic Mayor Inf A. Fauzi dan perwira staf dari satgas yang baru. Acara ini sendiri digelar di dalam ruangan yang dulunya biasa digunakan untuk kursus komputer dan Bahasa Inggris bagi anak-anak dan remaja Deir Sirriane.


Para asisten pengajar kursus yang notabene merupakan warga setempat juga hadir dalam acara itu, yaitu Nur, Sarah dan Ali. Di sela-sela acara, seluruh Prajurit Garuda mengisi waktu dengan menyanyikan Lagu Kebangsaan Lebanon ”Kulluna Lil Waton” dengan semangat, kompak dan serempak. Kontan, hal ini mengundang applaus warga yang hadir, bahkan akhirnya mereka pun ikut bernyanyi lagu ini bersama-sama.
Selanjutnya, Sertu Nur Rohmat berduet dengan Mayor Sus Yusuf membawakan sebuah lagu yang dipopulerkan Hadad Alwi, ”Al Ikhtiraf”, di-iringi petikan gitar nan syahdu oleh Kapten Tit Deny Lesmana, Msi dan tiupan merdu harmonika oleh Kapten Cpm Erwanto. Sebagai penampilan terakhir, para Prajurit Garuda XXIII-B dan warga Lebanon melantunkan shalawat nabi bersama-sama.


Sebelum mengakhiri acara perpisahan, Samir berharap agar satgas pengganti dapat mempertahankan tali silahturahmi yang telah terjalin harmonis dan melanjutkan kegiatan Cimic yang telah dirintis oleh prajurit Satgas Yon Mekanis TNI Konga XXIII-B. Pada saat bersalaman untuk melepas kepergian para Prajurit Garuda XXIII-B, anak-anak dan remaja Lebanon tak kuasa membendung air matanya. Mata mereka terlihat berkaca-kaca. ”Kalian telah pergi meninggalkan keluarga demi kami”, ucap Ali sambil memeluk salah seorang prajurit Garuda. ”Kami ingin kalian tetap tinggal di sini, namun keluarga kalian telah menunggu. Jadi, pulanglah. Semoga ALLAH membalas kebaikan kalian dan melindungi perjalanan kalian”, sambungnya dalam Bahasa Inggris yang terbata-bata sambil menahan airmatanya.
Kontingen Garuda XXIII-B telah bertugas di Lebanon Selatan selama 1 tahun lebih di bawah bendera UNIFIL (United Nations Interim Force in Lebanon). Dalam kurun waktu tersebut banyak prestasi dan keberhasilan yang telah diraih oleh satgas ini, termasuk kedekatan dengan masyarakat setempat yang diakui sendiri oleh Force Commander (Panglima) UNIFIL Mayjen Claudio Graziano pada saat penganugerahan Medali PBB beberapa waktu yang lalu. Kini mereka akan segera menunaikan tugasnya dan digantikan oleh satgas yang baru. Sebanyak 412 Prajurit Konga XXIII-B dipimpin oleh Wadan Satgas Konga XXIII-B telah kembali ke Tanah Air pada pemulangan Tahap Pertama beberapa hari yang lalu. Sisanya yang berkekuatan 438 prajurit dipimpin langsung oleh Dansatgas akan menyusul pada pemulangan Tahap Kedua hari Jum’at (5/12).
Rencananya mereka akan mendarat di Terminal Kargo Bandara Soekarno Hatta menggunakan pesawat sewaan dari maskapai penerbangan Malaysia Airlines (MAS) pada pukul 19.00 WIB.


Menyambung saudara – menjalin erat silaturahim, adalah ‘legacy’ yang ditinggalkan oleh Kontingen Garuda XXIIIB.. semoga jalinan silaturahim ini senantiasa dipupuk dan erat tersambung..
Sudah punya nomer Hp mereka masing-masing khan?. :-). Selamat buat Garuda XXIIIB yang senantiasa sudah berhasil menapakkan kesan positif dan mendalam-nya di Lebanon. Yakin satu waktu nanti salah satua Dubes Lebanon di Indonesia datang dari desa ini dan senantiasa berkata:
“Saya bertugas di Indonesia (menjadi dubes) karena cinta akan sumbangsih Kontingen Garuda dulu semasa saya masih kecil..”
..tentunya sebuah expression yang mendalam.. semoga saja.
hiks…, kok aku jadi terharu ya…. :( (try not to shed a tear)…
Subhanallah bukti lagi bahwa keamanan ketenangan adalah kebutuhan utama setiap insan.
Alangkah indahnya kalau berita seperti disampaikan di tv, media masa lainnya dinegeri kita ya, akan menimbulkan kekaguman terutama generasi muda kita.
Selamat berjuang Insya Allah selalu dalam ridho-nya Aamiin.
Salam
Nel
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss…!
Bangga banget bacanya…. soalnya anak-anak kan ga bisa bohong. Mengharukan :)
Terimakasih banyak atas cerita ceritanya, sukses ya dan salam untuk keluarga, Bravo juga untuk TNI Indonesia.
Salam,
Tjut Herlita.
JKT.
Sempat menitikan air mata saat Ali remaja Deir Sirriane menyampaikan kata perpisahannya,,,, so Deeply and Touching banget….
Diikuti rasa bangga terhadap seluruh pencapaian positif yang diraih Kontingen Garuda XXIII-B.
Thanks to Kapten Mar Fredy Ardianzah yang telah mengajarkan tarian Saman kpd anak2 Deir Sirriane,, mereka akan terus mengingat pengalaman yang menyenangkan itu.
Sependapat dengan Nelly, mengapa berita – berita Sepak Terjang Perjuangan Kegiatan Kontingen Garuda UNIFIL tidak pernah ditayangkan di Media Televisi Indonesia… Saya yakin banyak nilai moril yang bisa disampaikan untuk Remaja Indonesia yang masih saja berkutat dengan tawuran….
Kind Regard
Offi Kuswanto – BOGOR
Merinding bacanya …
Yep, may God membalas kebaikan kalian :)
deeply in heart..truly touched…though i am just a stranger,but i knew its real..may God bless u all..peacemakers..
Creating balance, emotion and imagination, another new hope another new story, another happy story or sad story, equally love and care, beratapkan langit yang sama, berjuta harapan yang ada, dan kenangan ditinggalkan, senantiasa membekas dilubuk hati bersama.
bangga dengan TNI (rock)
tentara yang tidak lupa sisi kemanusiaanya……u guys make me proud of my country….harusnya ditayangin nih…..sekali2 kasi acara khusus buat ngeliput konga dong….ga cuman sinetron mulu
subhannallah, I cant hold my tear,
Bravo Garuda
sebelum suami diberangkat sebagai pasukan garuda XXIII C berat rasanya melepas kepergiannya. Tetapi setelah baca-baca artikel tentang pasukan garuda,saya jadi bangga telah memiliki suami yang berguna untuk nusa dan bangsa dimuka bumi ini. Trus smangat pasukan KONGA!! saya sbagai istri prajurit terus mendukung