Pralangga.org | Our Peacekeeping Journey

 
 
masthead

Our Stories: Experiences & Exposures

 

Articles

Tanah Gayo

5 May 2009, 20:47 , by Dody Wibowo

 

Bulan Juni 2007, saya dan teman-teman satu tim di organisasi saya bekerja dulu, berkesempatan pergi ke Takengon, Ibukota Kabupaten Aceh Tengah, untuk melakukan lokakarya di Takengon bersama komunitas perempuan di Kabupaten Aceh Tengah dan Kabupaten Bener Meriah. Perjalanan darat dari Banda Aceh menuju Takengon lumayan jauh. Kami menyewa kendaraan umum, berangkat dari Banda Aceh sekitar pukul 11 pagi, dan sampai di Takengon sekitar pukul 7 malam. Jauh juga ya? Dengan melalui jalan yang berkelok-kelok dan naik… capek hehehe…

Hari berikut di Takengon, kami diundang untuk menghadiri satu pesta pernikahan, dan pernikahan ini adalah pernikahan menggunakan adat Gayo. Dan baru pertama kali itu saya melihat bagaimana sih pernikahan suku Gayo (maksudnya makanan dan busananya hehehe…) iya, karena kami datang kesana pas waktu makan siang hehehe… Makanannya menurut saya lebih ringan dari makanan di Aceh daerah pesisir, walau masih dengan santan dan pedas, dan daging utamanya adalah daging kerbau, sedangkan ikan yang banyak diolah disana adalah Ikan Depik… ikannya kecil-kecil… tapi sedap. Busananya punya motif yang khas.

Selama mengikuti lokakarya, saya baru menyadari bahwa masyarakat Gayo adalah merupakan suku tersendiri yang berbeda dari suku Aceh. Dan semakin jauh, saya baru tahu kalau suku Gayo punya sejarah yang berbeda dari suku Aceh. Dari bacaan yang saya temukan, ternyata suku Gayo mempunyai sejarah yang berkaitan dengan Batak Karo di Sumatera Utara. Jika ingin tahu lebih banyak, ada banyak sumber bacaannya di internet.

Ada satu yang unik yang kami temukan dari kebiasaan kaum perempuan (khususnya Ibu-Ibu saja?) Ketika mereka tertawa… mereka punya cara tersendiri ketika tertawa… mereka akan mengakhiri tawa mereka dengan teriakan “Huuuuu…!!!!” secara bersama-sama… Dan rasanya suasana jadi lebih meriah dengan ke-khas-an itu… :)

Lokasi Takengon sendiri menurut saya juga cukup unik, berupa dataran yang luas dan dibentengi pegunungan, sangat indah… Juga ada Danau Laut Tawar yang menjadi obyek wisata terkenal di Takengon. Kami sempat pula berjalan mendaki bukit dan melihat pemandangan Takengon dari atas bukit… indah sekali…

(.dodie.)

Dody WIBOWO After graduating from the University for Peace (UPEACE), a UN-mandated graduate school of peace and conflict studies in Costa Rica, Dody returned to his previous job as academic assistant at Master Program in Peace and Conflict Resolution, Gadjah Mada University...

Detail Profile »

5  Comments

by Luigi at 6 May 2009, 12:58

Membaca kisah lawasmu di Takengon,bener-bener meyakinkan bahwa Indonesia memang kaya, ya budayanya ya alam-nya dan semua-semuanya… Moga2 upaya advokasi perdamaianmu disana bisa terus berkesinambungan, yah – Dod!…

by Erfan Ahmad Piliang at 6 May 2009, 14:26

Indah nya yaaa Tanah Airku Indonesia,begitu banyaknya asset Wisata yang bisa dijual ke Manca Negara,jujur deh saya pingin berkunjung kesana,lihat danaunya pingin mancing huuuuiiii. Bagus mas Dody info ini.

by kus at 8 May 2009, 12:53

Danau laut tawar ?

airnya benar2 tawar ya ??? mirip dengan danau toba dong :)

by ambar at 10 May 2009, 13:54

Waaoow …. indah banget pemandangannya mas Dod ! … anyway busway … temenku dari nepal tak kasih liat foto2mu ini … dia bilang indah banget persis seperti Pokkara lake in Himalaya. Kapan2 mo kesana katanya … he he he

by .dodie. at 10 May 2009, 21:19

@ mas igi: kerja di indonesia dong hehehehe…

@ bang erfan: ayo bang, maen ke takengon.. enak buat refreshing… :)

@ mas kus: coba deh diminum kalo gak percaya hehehehe…

@ mas ambar: ayo2, promosi lebih banyak lagi mas hehehehe…

 

Add Your Comment

Use the form below to comment on this article. Show who you are with a Gravatar. Your email will not displayed or passed on to any third party. Comments may be edited prior to publication and inappropriate comments may be deleted

Your Name


E-mail


URL


Message


Textile Help




Subscribe to RSS

pralangga.org subscribe to feedburner

628 people subscribing to this blog

Enter your email address:

   

About

Welcome to Our Peacekeeping Journey, a website dedicated to the peacekeepers, the ones whose currently serving at United Nations Peacekeeping Missions, those who concluded the mission assignments, and those others whose line of work are in support of establishing peace wherever they are. This is our stories about our life. Read more ... »

Correspondent

Imeza SARASWATY Imeza SARASWATY Began her humanitarian experience from home-based, had been actively engaged with the Indonesian Red Cross (PMI) back in the 90s. Continued her pursue for excellence and gained her master degree in International Law in the Netherlands, and continue to actively...

Detail Profile »

View All ...»

 

Recent Stories

Welfare Cruise Monusco Staff
Recreation is part of our duty as an implementation of implementation of stress management. It aims at performing better at work “Pablo, Bavon..yaka….viens, arrange this tables & chairs on the barge,... »
Lusyanto Januar , 8 hours ago

Kontingen Garuda XX-G Bagikan Bingkisan Kepada Masyarakat Pedalaman Kongo
Tepatnya di desa Cimquante-Cinq arah antara Dungu Faradje dimana lokasi Kontingen Garuda XX-G bekerja dalam membangun jalan Dungu Faradje, Komandan Kontingen Letkol Czi Arnold A.P Ritiauw dan personel Zeni TNI pada hari Kamis (19/8) membagikan baju baru kepada masyarakat Kongo yang berada dipedalaman, khususnya kepada anak-anak yang jumlahnya lebih dari 100 orang. Sumbangan berupa baju ini diberikan dalam rangka memperingati HUT Republik Indonesia ke-65, juga sebagai bagian dari Sargal (Sarana Penggalangan) terhadap masyarakat Kongo.
Agus Hermansyah , 7 days ago

Sertijab Bintara Tertinggi UNIFIL Lebanon
Pada beberapa waktu lalu, bertempat di Markas Besar UNIFIL (United Nations Interim Force in Lebanon) di Naqoura, Lebanon Selatan telah dilaksanakan acara serah terima jabatan FSM (Force Sergeant Major) atau Bintara tertinggi UNIFIL dari pejabat lama Master Warrant Officer Fremphah Mosses kepada Senior Warrant Officer Adong Yure Williams, keduanya berkewarganegaraan Ghana.
Muhammad Dahlan , 7 days ago

Pesiar Eksklusif di Sungai Congo
Sabtu sore dilanjutkan dengan mengunjungi teman – teman TNI yang baru pindah rumah, sampe berpesiar ke Sungai Congo di Minggu pagi. Nah, yang terakhir ini yang paling seru. Akhirnya, setelah Sari mengerahkan segala daya upaya untuk membujuk dua marinir Indonesia, Pak Amrin dan Bang Lusy (maaf ada tambahan: yang selalu ngaku – ngaku ganteng) dua marinir ini pun setuju untuk membawa kami berpesiar.
Nurul Fitri Lubis , 10 days ago

Upacara HUT RI ke-65 ditengah padatnya tugas FPU Indonesia di Darfur
Upacara internal yang kami gelar di lapangan Kamp Garuda ini sangatlah berkesan dihati sanubari kami insan Polri yang sedang menjalankan tugas misi Negara dan jauh dari kampung halaman sendiri. Dengan dikibarkannya bendera merah putih diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya kemudian pembacaan teks Proklamasi dan teks Pembukaan UUD 1945 semakin menguatkan mental dan kebanggaan kami yang tengah mengemban tugas Negara ini.
Robertho Pardede , 12 days ago

 

Recent Comments

Dewi Yulia commented on Kontingen Garuda XX-G Bagikan Bingkisan Kepada Masyarakat Pedalaman Kongo
a few seconds ago


Tante YY commented on Warna warni rambut Liberia dan (Jangan) panggil aku: "CANI"
a few seconds ago


ghozy commented on Trekking ke negeri atap dunia
a few seconds ago


Mariani commented on Warna warni rambut Liberia dan (Jangan) panggil aku: "CANI"
a few seconds ago


khaidar commented on Madagascar bercerita: [Dilarang] Bercinta dibawah pohon kelapa
a few seconds ago