Ayah nanti mau dibekelein apa balik ke Liberia ini?. Pertanyaan itu selalu muncul dari si Idung Pesek-ku saat ia menyadari bahwa masa cuti mudik si kampret ini hanya tinggal 1 minggu lagi. Ya, sudah menjadi alarm rutin baginya untuk membantu persiapan perbekalan, sortir baju-baju termasuk quality control akan lembar/helai kolor si kampret ini akan mana yang masih patut dibawa kembali ke Liberia dan apa saja yang harus sudah harus dipensiunkan. . Bekal ini tidak berhenti sampai beberapa pasang kolor segar (baca: Baru) saja, namun juga termasuk itu logistik dapur, bahan camilan, sampai pada beberapa macam masakan jadi yang dibungkus sedemikian rupa. Semisal agar paket balado teri kacang atau balado jengkol itu tidak bocor/rusak hingga mencemari baju-baju didalam koper.
Ya, bekal masakan khas ibu mertua, yaitu Balado Teri Kacang, Urak-arik Tempe, lalu bekal masakan Gulai Rendang khas Warung Ibu Anung yaitu ibunda dari sahabat Alif di sekolahnya, lalu tidak ketinggalan lagi masakan Balado Jengkol khas buatan Namboru Dewi Nita Siahaan, paling tidak salah satu atau beberapa dari macam masakan diatas selalu ada tersedia dan dibawa ke daerah misi. Sebagai cara jitu mengatasi rindu kampung, kebosanan citarasa saat lidah ini sudah mulai menyadari bahwa masakan yangtersedia di kafetaria UNMIL Headquarters itu mulai berasa persis makanan ternak, nah persediaan cadangan strategis (Balado Teri Kacang dan kawan-kawan lainnya) barulah mereka unjuk gigi diatas meja makan, keluar dari persembunyian di ruang freezer.
Pada saat peluncuran perdana grup masakan nusantara ini, biasanya sahabat-sahabat seperjuangan sudah menanti untuk santap bersama, disaat si kampret ini tiba di daerah misi. Wajarlah, mereka pun rindu kampung yang sangat, paling tidak dengan mencicipi si Gulai atau Balado jengkol asli buatan kampung halaman, setidaknya lebih dari 10% rasa rindu kampung ini terobati.
Balado jengkol namboru itu sama sekali tidak terasa bau khas nyaring jengkol-nya!. Si kampret ini pun sampai merem-melek menikmatinya. Beneran, sumpah!. Urusan wese hangseur (Baca: Bau Pesing) akibat dampak si balado jengkol ini adalah urusan belakangan.
Untuk masakan yang tahan tanpa harus masuk freezer, biasanya disimpanlah pada lemari dapur, dimana si kampret ini berbagi fasilitas dapur ini dengan staff PBB lainnya yang serumah. Kita sebut saja namanya: Radomir Sontoloyev, asli dari Minsk, Belarusia – dia adalah staff yang kebetulan tinggal bersama selaama 1 bulan, dirkirim dari kantornya Pusat Logistik PBB di Entebbe, Uganda untuk sebuah training di Liberia. Mas Sontoloyev ini ramah sekali, mampu untuk bisa akrab dengan banyak kolega antar-bangsa dan menghargai keberagaman budaya, sampai kepada rasa ingin tahu akan ragam citarasa kuliner teman-temannya. Singkatnya, semua makanan dicobanya.
Kita memang jarang bertemu selama dia berada 1 bulan di rumah kita, sebab dia pulang cukup malam dan si kampret ini sudah mendekam didalam kamar lewat jam 10, hanya terdengar saja suara aktivitas malam persis – tikus dapur. Dalam hati, ah biarlah, masakan khas kampung halaman itu tersimpan di lemari dapur dan didalam kulkas biarkansaja dicobanya. Selain memang Mas Sontoloyo ini tidak pandai memasak, namun dari beberapa kali sesi makan malam bersama dirumah, ia pandai sekali memberi pujian, apalagi pada makanan yang memang asing baginya, tapi tetap saja dia lahap menyantapnya tiada cape.
Seiring waktu berjalan, 3 minggu sudah berlalu cepat dan waktu penghujung masa training si Mas Sontoloyev ini pun berakhir, dimana besok pagi-nya ia harus terbang kembali ke duty station asalnya di Entebbe, Uganda. Maka, diundanglah kita serumah makan malam diluar, di sebuah restoran. Percakapan seru pun melintas dari satu ke berikutnya dan diakhir acara itu, sambil saya mengucapkan terima kasih atas jamuan makan malam tersebut, dia berucap mendekati bahu si kampret ini dan sedikit berbisik:
You people have the strongest stomach ever…!
Lalu saya tanya kembali dengan sedikit heran, karena pertanyaan itu tidak ada dalam obrolan santai barusan. Why?
I did not know exactly what the stuffs you have on that container jar, that little red-thing mixed with some peanuts altogether sweet and spicy like hell..
Don’t get me wrong.. I like it.. BUT, I could not stand the fact that the next morning, especially at the office, I had to go back and forth to the toilet..
and I swear to God, it burns my bums…
Dia nggak berenti nyerocos sambil bisik-bisik kalau dia sampai harus minum tablet semacam stopcret begitulah untuk meredakan gejolak beteung (Baca: Perut), namun yang membuat si kampret ini tersenyum saat mendengarkannya berbisik, dia berkata: I love the food, please spare me some so I can take it with me.. (Wah, doyan dia!).
Saat itulah saya faham, bahwa si tikus dapur tengah malam itu adalah benar si Mang Sontoloyev satu ini, jelaslah sudah bahwa si Balado Teri Kacang itu menjadi cepat sekali surut isinya.
Hahahahhahahahahaaa! – maka meledaklah tawa kita berdua. Sementara teman-teman lainnya hanya keheranan melihat kita berdua tertawa seru.
Ternyata memang Balado Teri Kacang itu adalah senjata ampuh bikin bujur melepuh.



balado jengkol??!!?? Woowww!! mantraaff!! hihihi.. haruuuumm, hmmm.. .
Balado teri kacang memang top-markotov!
Untung Sontoloyev itu ga punya penyakit wasir/ambeien.
Bagaimana dengan rendang ala monrovia nya? sudah bosan?
Mas Luigi… Cabe merah di Congo juga bisa bikin melepuh Mas… Kaya orang2 Medan pada umumnya, yang suka bgt dengan makanan pedas, suka kalap kalo liat sambel..Baru deh abis makan sambel pada nyesel karena harus antri kamar mandi.. he he he…
sambal lado teri kacang bikin persahabatan tambah lengket… wah gulai jengkol tanpa “efek samping” ? apa tuh resepnya..jadi rindu sama rendang jengkol amak ku!!!
Wahhh…top markotop euyyy.. Jengkol nepikeun ka Liberia..uhuy! cobain jangkrik goreng mentega buatan kongo kang…kriuk…kriuk kayak udang.Anyway busway..met tugas Kang. Sehat dan selamat lahir batin, SUKSES
Hahahaha…biar tau rasa tuh sontoloyev….Besok2 dibawakan rujak cingur. Supaya bisa ngerasain cingur sapi.
meski sangat suka makanan pedas, bulan bulan ini saya harus mengurangi dosis nya
masakan aseli indonesia, te o pe deeeh
Ha…ha….dasar gelo….!
Si Sontoloyev gelo, nu tukang cerita lebih gelo lagi.
wahahahhaha~ gak tahan liat isi packing kopernya …pasti baju gak ada yg kebawa tuh di koper LOL
Kang, ada lagi yg lebih paten yaitu keripik jengky, nantilah kalo kang Lui balik indonesia lagi akan saya import langsung dari Padang… itu top kang di tambah balado merah nya… :)
dan juga Rendang Paru kesukaan Agus Mewal… you have to try it…