Pralangga.org | Our Peacekeeping Journey

 
 
masthead

Our Stories: Experiences & Exposures

 

Articles

Catur SULASDIARSO

Sengsara Membawa Nikmat

7 February 2007, 18:51 , by Catur Sulasdiarso

 

Judul sebuah sinetron yang sukses ditayangkan salah satu stasiun televisi di Indonesia beberapa waktu yang lampau dengan setting cerita didaerah Sumatra. Walaupun waktu penayangan sinetron tersebut selalu ditunggu tunggu oleh pemirsa di Indonesia baik dari kalangan tua maupun muda namun saya sedikitpun tidak tertarik. Aneh bin ajaib binti heran, justru sekarang saya yang lagi nun jauh dinegeri orang (Sudan) mengalami apa yang dinamakan sengsara membawa nikmat.

Kurang lebih pukul 11.30 tanggal 14 Oktober 2006 ketika dect phone (4731) di mejaku berdering kriiing… dan ketika saya angkat terdengar diseberang sana suara Capt Issac (Zimbabwe), “Sir, your leave request not approved” Ketika itu perasaan saya bagaikan disambar petir disiang hari. Capt Issac adalah laison officer team site saya untuk Sector III (disamping mengerjakan tugas tugas resmi Capt Issac juga saya tugasi untuk mengurus cuti saya). Perlu diketahui saya ditempatkan di team site Bor sebagai Deputy Team Site Commander dibawah Sector III/Malakal termasuk Sudan Bagian selatan. Bor sendiri sebenarnya adalah sebuah ibukota propinsi, namun jangan pernah membayangkan kalau kota Bor seperti kota-kota di Indonesia pada umumnya. Bor hanyalah puing-puing akibat perang berkepanjangan selama kurang lebih 21 tahun. Disana hanya ada 3 buah bangunan yang terbuat dari batu/bata dan semen yaitu kantor gubernur. Rumah Gubernur dan satu lagi masjid sedang selebihnya bangunan yang terbuat dari kayu dan tanah liat mirip rumah adat pedalaman Irian. Akses jalan satu-satunya adalah melalui udara. Luas kota BOR sendiri kira-kira cuma 5 km persegi selebihnya adalah ladang. Namun bukan ladang jagung, gandum atau tanaman lainya melainkan… ladang ranjau!

Kembali ke masalah leave request, ini adalah usaha saya yang ketiga untuk mengajukan cuti lebaran setelah 2 kali usaha saya ditolak dengan alasan kuota sudah habis. Kini ada beberapa orang yang sudah kembali dari cuti tapi mengapa cutiku tetap ditolak? Segera saya telepon sector Commander untuk menjelaskan keinginan saya: berlebaran dengan keluarga di Indonesia. Namun sekali lagi usaha saya gagal. Dari 13 Military observers Indonesia hanya saya seorang yang gagal mendapat ijin cuti, 9 orang sudah berada di Indonesia, 2 orang sedang menikmati cuti di Uganda karena yang bersangkutan beragama Nasrani, tinggal saya dan Mas Ltk Dony Rizl Lubis yang tersisa di team site tapi Mas Dony sudah ada kepastian cuti di setujui. Tinggal menunggu waktu berangkatnya saja.

Catur SULASDIARSO Catur SULASDIARSO Leut. Col. Catur Sulasdiarso have been with the Indonesian Army since 1988 (after graduated from Military Academy). His most recent assignment as Military Observer under UNMIS (United Nations Mission in Sudan) concluded in 2006, it was the second-time round of...

Detail Profile »

7  Commentss

by phie2t at 8 February 2007, 05:52
emang sebagai manusia qta kadang cuma bisa ngeluh, gerutu dan berprasangka buruk padaNya tapi itu smua adalah rencana Allah & memang yg terbaik buat qta.

seperti di jakarta yg kini sedang kebanjiran, mungkin sebagian orang pada ngeluh karena ujan terus menerus jadinya banjir. apakah banjir ini merupakan yg terbaik? wallahu'alam

yang pasti qta harus dan selalu berpransangka baik padaNya :)
by santoso ted at 8 February 2007, 08:52
Mas catur rupanya anak keempat......dan memang harus banyak sabar dan tentunya semuanya mempunyai hikmah, saya seorang Field Service Officer(UN staff member)yang di kriet(created) by UN untuk hidup di Fields, memang hidup bersama UN 29 tahun selalu di Field, istri, anak selalu jauh tentunya anda dapat bayangkan, kok boro-boro lebaran, adha, natal dsb, dapat cuti pulang ke Indonesia-pun hanya setahun sekali paling betahpun sebulan, saya merantau sudah33 tahun diluar negri jadi, kurang betah di Indonesia malahan kelihatan lebih semerawut, dan memang usiapun sudah mulai keufuk barat (senja), pernah dengan pak Fahrul di Iraq(1986) dengan Hendrarto (Iraq/Iran 1986) Joko Pramono (1978 di Sinai) Nugroho Jayusman(1991) Namibia. Hanya penghasilan di UN memang 100% halal wal-halal. Kita harus sabar dan banyak sabar, I knew that in Sudan are many Indonesian civilian staff members, salam dan merdeka..! God Bless Indonesia..!
by Luigi at 8 February 2007, 10:15
Mas Catur,

Sesama 'kampret nyasar' macam kita ini yang bekerja di peacekeeping field-missions begini, saya tau banget rasanya gimana hati ini girang saat menaiki undakan tangga masuk ke pesawat, dan sebelum masuk kedalam kabin, berhenti sejenak dan menengok ke belakang, melihat terminal passenger bak bangunan layak gudang/bengkel itu..sembari menghela nafas dan berkata dalam hati : "Bismillah, I am going home!"

Saya percaya kedepan, dengan tempaan kapabilitas dan aosisasi [networking] yang sudah terjalin antara sahabat sesama staff Indonesia dan para staff intl lainya - bisa menjadi asset berharga buat pergerakan karir kedepan.

Maklum sekali dengan instabilitas yang sedang terjadi di Sudan, beberapa kawan juga sharing via email ttg apa yang terjadi saat ini di Timor-Leste dan di Khatmandhu, Nepal.. seyogyanya kita saling mendoakan.
Tetep semangat yah.. salam hangat dari Liberia...
by Guntur Samodera at 8 February 2007, 11:52
Akang Catur ........
Akang udah bisa cerita tentang Bor, yeahc begitulah sebagian dari proses hidup yang harus kita jalani. Dalam proses tersebut kadang kita bangga akan keadaan lingkungan yang sulit penuh tantangan. Akhirnya kita lupa bahwa semua itu bagian dari ujian. Masih ingat enggak kalau salah satu temannya sekarang masih berlatih menyelam di Juba. He he he he ...
Menyelamnya dimana kira-kira dimana ya.
Sukses selalu Akang.
Cheers.
Guntur Samodera
by cathy at 18 February 2007, 12:33
Mas Catur,

Wah, aku pikir cuman aku doang yg menderita di kenya, boleh dibilang ini somalia!! panas banget pasti sama kaya di Bor..
segala sesuatu indah pada waktunya mas... dan pada akhirnya pasti bisa survive... but i'm counting days now... can't wait to go back home...

Aku juga pernah merasakan perasaan yang sama, tapi untungnya di liberia banyak orang indo jadi ndak kesepian...

Keep up the spirit...
Cathy


by Vina at 11 April 2007, 09:56
Kita tidak akan pernah tau rahasia ALLAH akan tetapi sometimes kita dapat merasakan "kasih sayang" ALLAH, adapun dalam keseharian hanya "setetes" nikmat yang kita syukuri dari lautan nikmat yang kita dapatkan.

Lebih baik sengsara membawa nikmat daripada kenikmatan membawa sengsara (sharing dong kalau udah punya pengalaman), ditunggu ya...!!!

by Kardi at 3 May 2007, 11:13
Mas Catur,

Ini mungkin yg dinamakan Blessings In Disguise yah. Seringkali kita terlalu cepat menyalahkan atau complain bila ada masalah.

Tapi begitu semua itu lewat kita baru sadar bahwa semuanya ini mungkin sudah diatur sama yang di-Atas, untuk kita petik hikmahnya.

Selamat bertugas yah, ditunggu postingan-postingan berikutnya...

Cheers
 

Add Your Comment

Use the form below to comment on this article. Show who you are with a Gravatar. Your email will not displayed or passed on to any third party. Comments may be edited prior to publication and inappropriate comments may be deleted

Your Name


E-mail


URL


Message


Textile Help




Subscribe to RSS

pralangga.org subscribe to feedburner

628 people subscribing to this blog

Enter your email address:

   

About

Welcome to Our Peacekeeping Journey, a website dedicated to the peacekeepers, the ones whose currently serving at United Nations Peacekeeping Missions, those who concluded the mission assignments, and those others whose line of work are in support of establishing peace wherever they are. This is our stories about our life. Read more ... »

Correspondent

Endang Satriyani Endang Satriyani, or known as Eno, has recently joined the UN mission in September 2007, having been assigned in Haiti, under MINUSTAH as UNV Finance Advisor, of which her main duty is working together with Haitian Nationale Police (HNP)...

Detail Profile »

View All ...»

 

Recent Stories

Welfare Cruise Monusco Staff
Recreation is part of our duty as an implementation of implementation of stress management. It aims at performing better at work “Pablo, Bavon..yaka….viens, arrange this tables & chairs on the barge,... »
Lusyanto Januar , 8 hours ago

Kontingen Garuda XX-G Bagikan Bingkisan Kepada Masyarakat Pedalaman Kongo
Tepatnya di desa Cimquante-Cinq arah antara Dungu Faradje dimana lokasi Kontingen Garuda XX-G bekerja dalam membangun jalan Dungu Faradje, Komandan Kontingen Letkol Czi Arnold A.P Ritiauw dan personel Zeni TNI pada hari Kamis (19/8) membagikan baju baru kepada masyarakat Kongo yang berada dipedalaman, khususnya kepada anak-anak yang jumlahnya lebih dari 100 orang. Sumbangan berupa baju ini diberikan dalam rangka memperingati HUT Republik Indonesia ke-65, juga sebagai bagian dari Sargal (Sarana Penggalangan) terhadap masyarakat Kongo.
Agus Hermansyah , 7 days ago

Sertijab Bintara Tertinggi UNIFIL Lebanon
Pada beberapa waktu lalu, bertempat di Markas Besar UNIFIL (United Nations Interim Force in Lebanon) di Naqoura, Lebanon Selatan telah dilaksanakan acara serah terima jabatan FSM (Force Sergeant Major) atau Bintara tertinggi UNIFIL dari pejabat lama Master Warrant Officer Fremphah Mosses kepada Senior Warrant Officer Adong Yure Williams, keduanya berkewarganegaraan Ghana.
Muhammad Dahlan , 7 days ago

Pesiar Eksklusif di Sungai Congo
Sabtu sore dilanjutkan dengan mengunjungi teman – teman TNI yang baru pindah rumah, sampe berpesiar ke Sungai Congo di Minggu pagi. Nah, yang terakhir ini yang paling seru. Akhirnya, setelah Sari mengerahkan segala daya upaya untuk membujuk dua marinir Indonesia, Pak Amrin dan Bang Lusy (maaf ada tambahan: yang selalu ngaku – ngaku ganteng) dua marinir ini pun setuju untuk membawa kami berpesiar.
Nurul Fitri Lubis , 10 days ago

Upacara HUT RI ke-65 ditengah padatnya tugas FPU Indonesia di Darfur
Upacara internal yang kami gelar di lapangan Kamp Garuda ini sangatlah berkesan dihati sanubari kami insan Polri yang sedang menjalankan tugas misi Negara dan jauh dari kampung halaman sendiri. Dengan dikibarkannya bendera merah putih diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya kemudian pembacaan teks Proklamasi dan teks Pembukaan UUD 1945 semakin menguatkan mental dan kebanggaan kami yang tengah mengemban tugas Negara ini.
Robertho Pardede , 12 days ago

 

Recent Comments

Dewi Yulia commented on Kontingen Garuda XX-G Bagikan Bingkisan Kepada Masyarakat Pedalaman Kongo
a few seconds ago


Tante YY commented on Warna warni rambut Liberia dan (Jangan) panggil aku: "CANI"
a few seconds ago


ghozy commented on Trekking ke negeri atap dunia
a few seconds ago


Mariani commented on Warna warni rambut Liberia dan (Jangan) panggil aku: "CANI"
a few seconds ago


khaidar commented on Madagascar bercerita: [Dilarang] Bercinta dibawah pohon kelapa
a few seconds ago