Pralangga.org | Our Peacekeeping Journey

 
 
masthead

Our Stories: Experiences & Exposures

 

Articles

Selamat Datang di Sektor Dungu

31 May 2009, 15:50 , by Dede Rusdiana

 

Setelah kurang lebih menunggu selama 1 bulan, akhirnya hari ini saya menginjakkan kaki pertama kali di daerah dungu. Sebelumnya sudah ada 58 personel yang bertugas di daerah ini.

Berdasarkan OPO (Operation Order) dari Force Commander, Satgas KIZI XX-F harus relokasi ke daerah Dungu dalam rangka mendukung proyek pembuatan jalan Dungu-Duru sepanjang 80 km. Setelah turun dari pesawat Antonov dari penerbangan Ukraina, saya disambut dengan susana yang sangat jauh berbeda dengan daerah Beni. Temperatur udara 41 derajat Celsius dan tempat berdebu ditengah hutan belantara.

Saya berpikir sejenak, inilah yang akan saya hadapi selama 6 bulan kedepan. Daerah gersang yang terpencil di tengah hutan dimana sepanjang mata memendang hanya diselimuti oleh debu yang beterbangan. Hal ini disebabkan oleh landasan pacu pesawat yang terbuat dari Limonit (sejenis tanah yang terdiri atas campuran tanah, pasir dan kerikil). Ditambah lagi intensitas penerbangan yang cukup tinggi setiap harinya.

Camp Indonesia yang baru berada sekitar 2 km dari camp lama. Sesampainya disana semua infrastruktur belum selesai dibangun. Tenda-tenda, toilet dan gudang-gudang belum selesai dikerjakan. Alangkah malang nasibku, gerutuku dalam hati. Sore itu juga saya langsung merapikan tenda yang akan saya tempati. Dibawah terik sinar matahari semua personil bekerja membenahi kamp agar secepatnya dapat digunakan.

Setelah satu minggu berjalan, sudah banyak perubahan disana-sini. Semua prajurit bahu-membahu menyelesaikan semua pekerjaan konstruksi bangunan. Peleton ZIkon (Zeni Konstruksi) menyelesaikan pembangunan tenda dan kamar mandi. Sedangkan Peleton Alber (Alat Berat) melanjutkan pembangunan jalan Dungu –Duru dan membantu pembuatan pos jaga. Disamping itu Ton Alber juga membuat tanggul pertahanan dan membantu Ton Zikon dalam pembutan tanggul air.

Anggota yang lain menyiapkan sarana dan prasarana sesuai bidangnya masing-masing. Contohnya Tim Disposal menyiapkan kontainer untuk pembuatan gudang senjata dan munisi. Anggota staf satgas menyiapkan sarana perkantoran.
Dengan segala keterbatasan disini, tidak juga membuat saya banyak mengeluh. Disamping kanan kiri kamp terdapat kamp kontingen Negara lain.

Satu batalion FARDC (Armed Forces of Republic Democratic of Congo) , satu SSK (Satuan Setingkat Kompi) Special Forces dari Guatemala KAIBIL dan satu Batalion Infanteri dari Maroko. Disamping itu ada juga organisasi-organisasi UN (United Nations) seperti UNICEF , UNHCR dan WFP . Setiap hari semua anggota dapat berinteraksi dengan mereka. Ini juga menjadikan salah satu hiburan baru bagi anggota satgas.

Kegiatan sore hari adalah waktu yang paling saya tunggu. Pada saat ini lah saya melepaskan kepenatan setelah seharian bekerja dengan berolahraga. Semua anggota bersama-sama melaksanakan kegiatan olahraga sesuai hobinya masing-masing. Ada yang bermain bola voli, lari, joging dan catur. Disamping itu ada juga yang hanya sekedar ngobrol dan berinteraksi dengan kontingen lain. Melalui kegiatan ini semua bisa tertawa, gembira, sehingga lepas semua beban pekerjaan. Berganti dengan sebuah keriang gembiraan dan kesenangan.

Sesulit apapun keadaan tergantung bagaimana menyikapinya. Setiap orang punya cara masing-masing untuk survive disini. Saya hanya bisa berdoa mudah-mudahan semua ini cepat berakhir dan pulang kembali ke Indonesia dengan selamat dan sukses.

Dede RUSDIANA First Lieutenant Dede Rusdiana was born in Kuningan, November 6, 1983. Graduated from Taruna Nusantara Senior High School in 2001 and then joined to Indonesian Military Academy in Magelang. After graduation in 2004, he continued with Basic Ordnance Officer Course...

Detail Profile »

1  Comment

by adhitya septriadi at 2 June 2009, 00:43

Kalimat ini bagus sekali pak “Sesulit apapun keadaan tergantung bagaimana menyikapinya. Setiap orang punya cara masing-masing untuk survive……”

Semoga sehat selalu dan sukses selalu kepada semua anggota yang bertugas

 

Add Your Comment

Use the form below to comment on this article. Show who you are with a Gravatar. Your email will not displayed or passed on to any third party. Comments may be edited prior to publication and inappropriate comments may be deleted

Your Name


E-mail


URL


Message


Textile Help




Subscribe to RSS

pralangga.org subscribe to feedburner

628 people subscribing to this blog

Enter your email address:

   

About

Welcome to Our Peacekeeping Journey, a website dedicated to the peacekeepers, the ones whose currently serving at United Nations Peacekeeping Missions, those who concluded the mission assignments, and those others whose line of work are in support of establishing peace wherever they are. This is our stories about our life. Read more ... »

Correspondent

Rizal Ashwam Rizal Ashwam spent his childhood living in numerous cities nationally and internationally including the historically renowned Mesopotamian City of Baghdad, Iraq, where he had enjoyed three years of middle school education among various international students, to become a part of...

Detail Profile »

View All ...»

 

Recent Stories

Welfare Cruise Monusco Staff
Recreation is part of our duty as an implementation of implementation of stress management. It aims at performing better at work “Pablo, Bavon..yaka….viens, arrange this tables & chairs on the barge,... »
Lusyanto Januar , 8 hours ago

Kontingen Garuda XX-G Bagikan Bingkisan Kepada Masyarakat Pedalaman Kongo
Tepatnya di desa Cimquante-Cinq arah antara Dungu Faradje dimana lokasi Kontingen Garuda XX-G bekerja dalam membangun jalan Dungu Faradje, Komandan Kontingen Letkol Czi Arnold A.P Ritiauw dan personel Zeni TNI pada hari Kamis (19/8) membagikan baju baru kepada masyarakat Kongo yang berada dipedalaman, khususnya kepada anak-anak yang jumlahnya lebih dari 100 orang. Sumbangan berupa baju ini diberikan dalam rangka memperingati HUT Republik Indonesia ke-65, juga sebagai bagian dari Sargal (Sarana Penggalangan) terhadap masyarakat Kongo.
Agus Hermansyah , 7 days ago

Sertijab Bintara Tertinggi UNIFIL Lebanon
Pada beberapa waktu lalu, bertempat di Markas Besar UNIFIL (United Nations Interim Force in Lebanon) di Naqoura, Lebanon Selatan telah dilaksanakan acara serah terima jabatan FSM (Force Sergeant Major) atau Bintara tertinggi UNIFIL dari pejabat lama Master Warrant Officer Fremphah Mosses kepada Senior Warrant Officer Adong Yure Williams, keduanya berkewarganegaraan Ghana.
Muhammad Dahlan , 7 days ago

Pesiar Eksklusif di Sungai Congo
Sabtu sore dilanjutkan dengan mengunjungi teman – teman TNI yang baru pindah rumah, sampe berpesiar ke Sungai Congo di Minggu pagi. Nah, yang terakhir ini yang paling seru. Akhirnya, setelah Sari mengerahkan segala daya upaya untuk membujuk dua marinir Indonesia, Pak Amrin dan Bang Lusy (maaf ada tambahan: yang selalu ngaku – ngaku ganteng) dua marinir ini pun setuju untuk membawa kami berpesiar.
Nurul Fitri Lubis , 10 days ago

Upacara HUT RI ke-65 ditengah padatnya tugas FPU Indonesia di Darfur
Upacara internal yang kami gelar di lapangan Kamp Garuda ini sangatlah berkesan dihati sanubari kami insan Polri yang sedang menjalankan tugas misi Negara dan jauh dari kampung halaman sendiri. Dengan dikibarkannya bendera merah putih diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya kemudian pembacaan teks Proklamasi dan teks Pembukaan UUD 1945 semakin menguatkan mental dan kebanggaan kami yang tengah mengemban tugas Negara ini.
Robertho Pardede , 12 days ago

 

Recent Comments

Dewi Yulia commented on Kontingen Garuda XX-G Bagikan Bingkisan Kepada Masyarakat Pedalaman Kongo
a few seconds ago


Tante YY commented on Warna warni rambut Liberia dan (Jangan) panggil aku: "CANI"
a few seconds ago


ghozy commented on Trekking ke negeri atap dunia
a few seconds ago


Mariani commented on Warna warni rambut Liberia dan (Jangan) panggil aku: "CANI"
a few seconds ago


khaidar commented on Madagascar bercerita: [Dilarang] Bercinta dibawah pohon kelapa
a few seconds ago