Berdiri di depan kompleks PBB pada kunjungan ke wilayah Palestina yang telah luluh-lantak, jelas sekali bahwa rawut wajah Sekertaris Jenderal PBB Ban-Ki Moon terlihat marah, mengatakan bahwa ia “kecewa berat” oleh kehancuran yang ia saksikan langsung atas pengeboman Israel terhadap fasilitas PBB di Gaza.



“Serangan terhadap PBB adalah sangat melampaui batas dan tidak dapat diterima!,” seru Sekjen PBB – dimana di belakang tempat ia berdiri adalah gudang penyimpanan bahan bantuan yang mana asap dan api masih menyala kecil.

“Harus ada penyidikan tuntas, penjelasan menyeluruh untuk memastikan bahwa kejadian ini tidak pernah terulang lagi. Seharusnya ada pertanggungjawaban yang baik melalui proses peradilan”.
“Saya sudah protes berkali-kali. Hari ini saya sekali lagi memprotes pada tingkat yang sangat keras. Saya meminta sebuah penyelidikan penuh dan menuntut pertanggung-jawaban mereka.’‘



Israel telah menyatakan bahwa pihaknya menyerang kompleks pergudangan milik PBB di Gaza lantara para militan telah menembakan roket dari dalam kompleks tersebut. Pernyataan tersebut kemudian dibantah sebagai “omong-kosong” oleh John Ging, pejabat tinggi PBB di Gaza.

Kompleks pergudangan bahan bantuan itu hancur diserang pada tanggal 15 Januari oleh tiga selongsong yang berisi fosfor putih [White Phosphorous], bahan senjata yang dipergunakan untuk menciptakan lapisan asap tebal namun dapat membakar kulit bila terkena/tersentuh. Akibat dari penembakan [White Phosphorous] tersebut menghanguskan pasokan bahan bantuan yang sedang menunggu proses distribusi.
Bahan [White Phosphorous] yang kontroversial tersebut adalah terlarang untuk digunakan terhadap daerah yang padat penduduk sipil menurut konvensi perang.

Asap tebal yang dihasilkan oleh bahan Phosfor putih ini tidak dapat dipadamkan dan dihalau dengan air dan para staf PBB di Kota Gaza tidak memiliki fasilitas yang dibutuhkan untuk memadamkannya dengan bahan pemadam sejenis pasir guna mengalahkan kobaran api tersebut.
Ban-Ki Moon menggunakan pernyataan gencatan senjata sepihak oleh Israel yang dimulai pada hari Minggu dan kemudian diterima oleh pihak Penguasa Gaza – Hamas, menjadikan dirinya sebagai pemimpin pertama di dunia yang mengunjungi Jalur Gaza selama beberapa tahun berselang ini.


Dia menghabiskan hanya beberapa jam saja di Gaza dan selepas menyaksikan sendiri secara langsung dampak kehancuran dari beberepa lokasi akibat serangan Operasi Cast Lead Israel, dimana ia mengkritik Israel yang telah menggunakan kekerasan berlebihan.
“Saya telah melihat hanya sebagian kecil dari pemusnahan,” ujarnya.*“Ini adalah sangat mengejutkan dan amat mengkhawatirkan.”*
*“Ini adalah adegan yang sangat memilukan hati saya dan saya sangat sedih oleh apa yang saya saksikan hari ini.’‘*
Sebagai pertimbangan keseimbangan diplomatik dari Sekjen PBB, Ban-Ki Moon juga mengkutuk pihak militan Palestina yang telah berulang-kali menembakkan serangan rocket kepada Israel.



Tigabelas tentara Israeli meninggal selama konflik 3 bulan itu. Dengan banyaknya korban tewas Palestina yang belum sempat ditemukan diantara puing-puing, *Jumlah korban penduduk Gaza diperkirakan akan melebihi 1350 jiwa, sebuah rasio perbandingan lebih dari 100 orang Palestina terbunuh untuk setiap korban orang Israel.*
Pihak angkatan darat Israel terus melakukan penarikan dari wilayah Gaza, kembali ke garis perbatasan mereka.



Menurut laporan yang belum bisa dikonfirmasikan bahwa sedikitnya lima mortir atau rocket telah ditembakkan dari wilayah Gaza ke wilayah Israel. Meski pihak Hamas selama seminggu telah mengumumkan sendiri gencatan senjata ini, namun hal ini [gencatan senjata] tidak berlaku untuk golongan/faksi militan lainnya di Gaza.



Kelompok Islam telah mengibarkan beberapa rangkaian perkumpulan massa menyatakan “kemenangan’‘ di seluruh wilayah Jalur Gaza meski pada skala jumlah massa yang relatif kecil, masing-masing dihadiri oleh tidak lebih dari beberapa ratus orang.
Kalangan Palestina mengkhawatirkan bahwa atas setiap perkumpulan besar anggota Hamas dapat menjadi sasaran serangan oleh pasukan Israel.
Sumber: Harian Telegraph/20 Jan 2009 oleh Tim Butcher di Gaza City
Photo: REUTERS/AP/Getty Images
Ini adalah… bla .. bla.. bla..
Ini sebenarnya.. bla.. bla.. bla..
what next?
dr dulu PBB ga pernah bisa menghentikan aksi biadab ini, PBB seolah tutup mata..
sori mas, hbs greget sih sm sepak terjangnya PBB yg loyo kl udah urusan sm nih negara..
If America steps in, apologises for having supplied those weapons, and drops all its shams about allies and ‘axis of evil’s to end this FAST, perhaps the rest of the world can believe in her again. From WWii up, she has only served to mislead and disappoint. UN, we don’t need talks and resolutions. We want to see action. Save the talk for later and stop the killing!
Kalaulah BENAR SekJen PBB bisa menuntut Israel ini luar biasa,tapi sesungguhnya sesuatu yg mustahil,sdh berkarat zaman insiden ini sll ter ulang. Dunia tau berapa banyak DANA yang disubsidi para kaum Yahudi tersebut buat kelangsungan hidup Amerika.
Kita akan saksikan …. hanya kiamat saja yg bisa menghentikan Israel.
salam