Pralangga.org | Our Peacekeeping Journey

 
 
masthead

Our Stories: Experiences & Exposures

 

Articles

Donasion

Seingat saya tidak sampai remuk badan begini!

27 February 2008, 03:47 , by Donasion

 

Seingat saya, bepergian dari kampung, di Solok menuju Padang dengan menggunakan angkutan umum bis kota, setibanya di Padang, sudah pasti badan ini terasa letih benar, persis seperti tergilas mesin penggiling aspal pada sebuah konstruksi baru jalan raya.

Itu sekitar 30 tahun yang lalu, namun remuk-letih badan karena perjalanan ini amatlah berbeda dengan perjalanan mudik pada akhir January 2008 kemarin, dimana awak ini benar-benar merasa seperti karet gelang yang terus ditarik-rentangkan dengan melalui lebih dari 21 jam terbang.

Alamak, terbang dari mana hendak kemana itu? Lama sekali berada diudaranya? Hendak pergi ke bulan kah?

Mungkin ya, kalau naik berkendara roket terbang melesat dengan kecepatan tinggi, sudah pasti bisa sampai. Namun, penerbangan dari Liberia, sebuah negara kecil di kawasan Afrika Barat ini memang benar-benar menempuh waktu yang kurang lebih sama untuk menuju kampung halaman, waktu tempuhnya sama seperti astronaut NASA itu hendak mengorbit ke angkasa.

Hal itu tidak begitu terasa melelahkaan pada saat kami bertiga (Kang Luigi, Vonny dan saya) terbang cuti mudik bersama-sama pada akhir January 2008 yang baru lalu ini.

Memang sudah sesuatu hal yang manusiawi, bahwa waktu liburan itu berlalu amat cepat rasanya dan uang itu menguap habis terbelanjakan dengan luwes, pelesir piknik bersama keluarga dari Pekan Baru, Riau dimana keluarga tinggal dan menetap bertandang ke kampung halaman di Padang, serta banyak sekali acara keluarga kesana-kemari yang sudah pasti menciptakan biaya. Tak apalah itu, buat saya rejeki yang diperoleh adalah juga untuk membahagiakan keluarga.

Nah, Libur telah berlalu dan tanggal keberangkatan untuk kembali terbang ke Liberia untuk bekerja pun sudah tertanam jelas sekali dibenak ini, membuat hati mulai gundah dan rawut wajah tersayang nampak mulai mendung serta keruh sekali. Hmm, apa dayaku?.

Meski demikian, hati ini sudah bertekad untuk menunaikan kewajiban.

Dari Pekan Baru, terbanglah ke Jakarta, guna menyambung dengan penerbangan internasional ke Accra, Ghana melalui Dubai, UAE pada 16 February 2008.

Pukul 22:00, Penerbangan Emirates Airlines lepas landas meninggalkan Jakarta menuju Dubai. Singgah di Dubai untuk berganti pesawat, sembari menyempatkan diri membeli oleh-oleh untuk kerabat setibanya di Monrovia nanti, keluar-masuklah seputaran pertokoan duty free di Dubai International Airport dan kemudian bergegaslah naik pesawat menyambung penerbangan ke Accra, Ghana.

8 jam lebih sejak lepas landas, mendaratlah di Kotoka International Airport. Ternyata tampang rawut wajah yang sudah tidak keruan itu bukanlah milik diri ini semata. Rambut awuut-awutan, pakaian yang lecek – kusam dan penat-letih-nyeri di badan ini persis kertas yang sudah diremuk digumpal-gumpalkan itu harus sigap keluar meninggalkan pesawat bersama barang bawaan.

Ya, saya sudah tiba (lagi) di afrika! Dari mana bisa tahu? – Jelaslah dari sejak masuk pesawat di Dubai – mayoritas penumpang dalam penerbangan itu berkulit coklat gelap sekali, hidung pesek merekah ke samping, dan lengkap dengan aroma khas tubuh sangit-memabuk-kan, itulah ‘wake-up call’ realita bahwa liburan terlah usia.

Para staff UNMIL – Movement Control di Kotoka Int’l Airport di Accra terlihat jelas menunggu, dimana banyak para staff UNMIL yang terbang dengan penerbangan Emirates dari Dubai ke Accra hari itu.

Terlihat, Kudjoe Abedi, Chris dan Gifty Sappore menanti kedatangan kita, sebelum masuk passport control – gerbang imigrasi Ghana.

Welcome back to Accra..! – Sambutnya dengan senyum, sambil secepatnya kemudian disusul dengan: *“..and your flight to Monrovia is cancelled!” *disambungnya dengan kalem.

“What?!!” – Kontan saya pun menyambar dengan keheranan.
“Why .. what is the reason?” – Jawab saya. Sudah pasti Itulah juga pertanyaan mereka yang lain.

“There was a crack on the B-757 cockpit’s window and when they are about to check the whole plane.. they found another fine-crack on the passenger’s window.. so the flight is cancelled.. you are to stay overnight here..” kata Gifty – Wanita muda asal Ghana, yang juga adalah kepala movement control UNMIL di Accra, Ghana.

Suara-riuh persis kicau para pedagang kain di Tanah Abang itu, kemudian terdengar riak. Ya, mereka sudah pasti kesal karena terpaksa harus bermalam lagi dan jatah cuti yang biasanya sudah habis akan menjadi minus berhutang satu hari karena peristiwa ini.

“We are arranging a special flight for tomorrow, perhaps the Dash-7 will fly you all back to the mission on a 2 trips based.. it’s better be safe, now let me escort you through the immigration.. Gentlemen, line up please and give me your passports..” perintah Gifty.

Mungkin itu adalah hal/keputusan yang terbaik. Lagi pula, entah kenapa kok badan ini terasa letih yang bukan kepalang, penglihatan berat – persis seperti lepas ronda kampung 7 hari 7 malam, kepala pening cenut-cenut pada setiap langkah kaki ini melaju… maklumlah, hampir sebulan lamanya cuti mudik, badan dan pikiran ini masih mengikuti waktu di kampung, yang notabene adalah maju 7 jam lebih perbedaannya.

Bagasi utama disimpan diruang penyimpanan khusus di airport, para staff yang terpaksa harus tinggal semalam ini, lepas mendengarkan briefing, kemudian menunggu diruang lobby keberangkatan sembari dicarikan akomodasi.

“Guys, it may be very hard to find accommodation for tonight.. as most hotels are already booked as the U.S. President is scheduled to visit Ghana tomorrow.. but we do our best to accommodate you..””

Tidak mengherankan!, pantas saat kita mendarat tadi sudah berjejer sekitar 5 pesawat angkut berat, jenis C-17 dari AU-AS parkir tidak jauh dari pesawat kita. Pertanyaan selanjutnya adalah: Masih adakah kamar untuk kita merebahkan badan yang rasanya teler semampus-mampusnya ? – mengingat kota Accra itu tidaklah sebesar Jakarta dan banyak hotel serta fasilitas penginapannya.

Setelah telepon kesana-kemari, beruntunglah kami berdua (Kang Luigi & saya) berhasil mendapatkan hotel di bilangan Osu, Accra Downtown dan harus rela membayar US$ 96.00 semalam untuk kamar hotel sekelas hotel melati (T.I.A. = This is Africa!)


Honey, saya terpaksa harus ‘nyangkut’ dulu semalam di Accra!

Lepas check-in, mandi dan bebersih, langsung deh: “Bruk!”. Terguling badan ini diatas kasur.. dari sekitar jam 1 siang terus molor sampai terbangun jam 2 pagi dini hari berikutnya…

Suara hangar-bingar lalui-lintas itu sirna, tidak seperti saat siang kami masuk mendaftarkan diri di hotel itu. Bangkit dari ranjang untuk melongok pemandangan diluar dari jendela hotel sambil berpikir adakah pedagang nasi goreng gerobak yang mungkin lewat jam segini sebab keadaan perut sedang lapar keroncongan tiada-tara.

Terbangun disaat semua populasi di Accra, Ghana itu sedang atau mulai tidur dengan pulasnya, saya pun kembali teringat akan perjalanan naik Bis Umum dari Kota Solok menuju Padang sekitar 30 tahunan lalu itu.

Seingat saya sih perjalanan saat itu tidak sampai remuk badan seperti begini ya..?

Donasion Donasion Having to conclude his initial assignment with the International Federation of Red Cross – IFRC, then successfully completed another at the British Red Cross during the Tsunami post-disaster rehabilitation in Aceh Province, Donasion further engaged into new challenges in the...

Detail Profile »

4  Comments

by Fenty at 29 February 2008, 03:44

T.I.A = This Is Africa ….mame… ;p cuma baca cerita mas Don aja, badanku rasanya jadi pegel semua. Wong, straight langsung ke Monro aja bisa ga brenti manyun niy mulut sampe 3 hari karena pegel yang ga ilang2, apalagi ditambah stucked di Accra 1 malam yah PLUS 96 dolarnya itu… Didoain mudah2an digantiin kantor yah biaya “nginep” nyaa hehehhe… Tapi pasti udah ga sabar nunggu cuti berikutnya khan…?!!!

by Luigi Pralangga at 29 February 2008, 10:57

Mas Don,

Memang tidak seindah jalan-jalan ke Paris, bukan?
Meski mungkin jam penerbangan-nya sama, tapi gak pake acara pegel2 yah…

PS: Keripik Nangkanya enak juga tuh yang dimakan pas tengah malam :D

by deni rusdiani at 1 March 2008, 20:20

pak Don, kok aku ga tau ya, kemarin sempet pulang toh…..yahhhh hilang deh oleh2…..hehehe, wah itu cerita seru banget kayaknya, kapan ya aku bisa kerja kayak gitu? mimpi dulu kali ya, but any way pokoknya good luck ya pak Don, inget kita2 neh yg bentar lagi terancam jadi pengangguran………aku jadi teringat daging rendang nyam nyam…….jadi laper, yok pa don sukses ya

by et at 3 March 2008, 01:19

Waduh… ternyata ada seneng ada susah juga yaaa ? hi hi…. pasti itu pengalaman yang seru tuk di ceritain ke temen2 dan sanak saudara kalau ‘mudik’ lagi…..

Selamat bekerja yah…

 

Add Your Comment

Use the form below to comment on this article. Show who you are with a Gravatar. Your email will not displayed or passed on to any third party. Comments may be edited prior to publication and inappropriate comments may be deleted

Your Name


E-mail


URL


Message


Textile Help



Join Us

join our group in Facebook

Subscribe to RSS

pralangga.org subscribe to feedburner

550 people subscribing to this blog

Enter your email address:

   

About

Welcome to Our Peacekeeping Journey, a website dedicated to the peacekeepers, the ones whose currently serving at United Nations Peacekeeping Missions, those who concluded the mission assignments, and those others whose line of work are in support of establishing peace wherever they are. This is our stories about our life. Read more ... »

Correspondent

Firuzdzhon KHAKIMOV Having previously served as United Nations Volunteer, Firuz is now back as full-fledged UN Civilian/International Staff. His recent comeback to UNMIL began in September 2008, supporting his role in Contracts & Procurement with the UN Mission in Liberia. He is nothing...

Detail Profile »

View All ...»

 

Recent Stories

Pertemuan Satuan Polisi Militer di Lebanon
(Blate Marjayoun UN Posn 7-3, Lebanon). UN Military Police Meeting adalah acara pertemuan seluruh Satuan Polisi Militer Internasional yang tergabung dalam operasi pemeliharaan perdamaian PBB, khususnya UNIFIL... »
Muhammad Dahlan , 12 hours ago

Budaya orang Congo berfotoria
Orang-orang Congo sangat hobi untuk berfoto ria, jadi jangan heran jika tukang foto keliling bisa ditemukan hampir di setiap sudut kota. Kebiasaan berfoto-ria ini memang sudah membudaya di masyarakat Congo,... »
Arny Wahyuni , 14 hours ago

Senjata ampuh bikin bujur melepuh
Ayah nanti mau dibekelein apa balik ke Liberia ini?. Pertanyaan itu selalu muncul dari si Idung Pesek-ku saat ia menyadari bahwa masa cuti mudik si kampret ini hanya tinggal 1... »
Luigi PRALANGGA , 2 days ago

Indobatt Smart Car: Children's favourite way to learn and have fun
It has been ultimate commitment for Indobatt to always assisting the community to benefit the most from the existence of UNIFIL in the Area Of Responsibility (AOR). One of the... »
Ro'is Nahrudin , 3 days ago

Kinshasa, Aku Datang!
Sang pramugari berusaha menenangkan dan membawa barang mereka ke bagasi lain yang masih kosong. Namun sang istri ngotot ingin barang – barang itu tak jauh – jauh dari mereka. Lelaki kulit putih yang kulihat di ruang tunggu duduk di sampingku. Akhirnya setelah hampir satu jam mengatur para penumpang beserta barang bawaannya, pesawat pun lepas landas. Jangan berharap bisa tidur selama perjalanan. Aroma tak jelas sudah bukan masalah besar lagi. Perjalanan dari Bangkok menuju Nairobi membuat hidungku terbiasa dengan bau khas ini. Suara penumpang tak ada hentinya. Suami istri yang tadinya meributkan bagasi yang penuh kini tengah berdebat, entah memperdebatkan apa. Sang suami sibuk dengan kalkulator super gedenya sementara sang istri tak ada hentinya menjerit, meneriakkan instruksi kepada sang suami.
Nurul Fitri Lubis , 3 days ago

 

Recent Comments

agus mewal commented on Budaya orang Congo berfotoria
a few seconds ago


Ehabel commented on Budaya orang Congo berfotoria
a few seconds ago


Victor George commented on Kinshasa, Aku Datang!
a few seconds ago


Dobuol Sudan Nyuon commented on Malakal family
a few seconds ago


Arny commented on Budaya orang Congo berfotoria
a few seconds ago

Partner

pralangga.blogspot.com