Setelah tiga bulan bertugas di UNAMID (United Nations Hybrid Operations In Darfur) di El Fasher Darfur, segalanya nampak lebih terorganisir, tugas yang menjadi tanggung jawab FPU Indonesia sudah terlaksana dengan sangat baik, seperti pernah saya sebutkan tugas FPU sesuai Mandat yang diberikan PBB adalah : “Menjaga keamanan seluruh personel PBB beserta seluruh assetnya, dan juga melakukan patroli untuk menciptakan keamanan di kamp IDP (Internally Displaced People)”.

FPU yang terdiri dari 4 peleton selalu bergantian melakukan tugasnya, yang paling utama sehari – hari adalah melakukan pengawalan terhadap CIVPOL (Civilian Police) melakukan “Community Policing” di sekitar IDP Camp, dan IDP camp yang menjadi AOR (Area Of Responsibility) FPU ada 3 yaitu :
1. IDP Camp ZAM – ZAM;
2. IDP Camp ABU SHOUK, dan ;
3. IDP Camp AL SALAM.
Jadi pleton – pleton itu habis terbagi di ketiga tempat tersebut..

Danton memberikan arahan sebelum berangkat tugas di Camp FPU Indonesia.

Patroli berjalan kaki disekitar IDP Camp ABU SHOUK

Berfoto bersama CIVPOL polwan dari Afsel, Language Asisten dan Mr. Onta
Tugas melakukan pengawalan terhadap CIVPOL terbagi dalam dua shift yaitu siang dan sore hari, dan bermula dari “Meeting Point” yang telah ditentukan, melakukan meeting sebelum berangkat dengan team leader CIVPOL untuk menyamakan presepsi apa yang akan dikerjakan CIVPOL selama melakukan “Comunity Policing” , biasanya sehari hari mereka bertemu dengan pemimpin “Informal” yang berada di IDP camp yang disebut “SHEIK” , atau setingkat lebih tingginya disebut “OMDA”, dan beberapa OMDA dipimpin oleh seorang “Chief OMDA” , nah gambaran kalau di Indonesia mungkin SHEIK setingkat RT, kemudian OMDA setingkat Lurah, dan Chief OMDA adalah kepala OMDA diseluruh IDP Camp. Pelaksanaan tugas CIVPOL dengan dikawal FPU biasanya mendatangi SHEIK atau OMDA untuk menanyakan apakah ada kejadian yang meresahkan masyarakat, atau menampung laporan/komplain tentang keamanan di dalam IDP Camp, dari hasil pantauan tersebut CIVPOL membuat laporan harian ke Sector CIVPOL yang ada (di El Fasher adalah Sector North), kemudian di setiap IDP Camp tersebut untuk CIVPOL ada yang disebut CPC (Community Policing Centre), nah FPU Indonesia secara bergantian dan terus menerus membantu CPC untuk melaksanakan tugas “Community Policing”.

Menjaga CIVPOL yang sedang berkomunikasi dengan “OMDA”

Sejenak dengan anak – anak di IDP Camp, anak anak korban perang…

Patroli dibawah sinar terik mentari..
Tugas pengawalan terhadap CPC ke IDP camp terbagi dalam dua shift, yaitu shift pagi jam 8 sd jam 12, dan Shift sore Jam 2 sd jam 6, yang menjadi gambaran pada saat ini adalah pleton 3 yang dipimpin oleh IPTU Alex Fritz Tobing, dimulai ketika persiapan berangkat di Camp FPU Indonesia pada pukul 07.30 pagi, memberikan sedikit arahan kepada anak buahnya untuk melaksanakan tugasnya, berangkat ke “Meeting Point” dan berangkat ke IDP Camp “ABU SHOUK” pada pukul 09.00, kemudian bersama CIVPOL melakukan “Community Policing” bertemu dengan Chief OMDA bertanya jawab tentang situasi dan kondisi, tugas sebagai pengawal mempunyai resiko tersendiri, anggota FPU harus menguasai jalan – jalan disekitar IDP Camp dan harus tahu apabila dalam keadaan “Emergency” jalan terdekat dan aman untuk mencapai titik aman, yang saya lihat …anggota FPU sudah sangat hafal lingkungan IDP Camp, bahkan mereka sangat diterima dengan baik oleh masyarakat IDP camp, jauh lebih baik daripada CIVPOL itu sendiri…..
Mungkin ini dikarena atas keramahan bangsa Indonesia yang piawai dalam “Bersosialisasi”, saya melihat sendiri masyarakat di IDP camp sangat merasa aman dengan kehadiran FPU Indonesia, bahkan salah satu chief OMDA mengirimkan surat kepada PBB bahwa mereka sangat terkesan dan merasa aman atas kehadiran FPU Indonesia di IDP camp, pada tepat jam 12 siang peleton FPU selesai melaksanakan tugas dan kembali ke camp…..
Well Thanks GOD!, tugas terlaksana dengan baik dan tidak kurang suatu apapun… mudah – mudahan terus begini sampai setahun kedepan, sehingga kami bisa bertemu keluarga dalam keadaan aman dan tidak kurang suatu apapun…. Amin….

Berfoto selesai melaksanakan tugas dengan aman…, salam dari Darfur !
Bang,
Seneng bisa melihat updatenya lagi.. interaksi sosial dan pembinaan teritorial memang salah satu ciri khas keunggulan batalion Garuda, termasuk yang di Darfur ini.. apalagi kalangan anak-anak yang terperangkap ditengah konflik ini.. paradigma mereka kelak akan mengakar atas ‘legacy’ kontingen Indonesia yang ramah namun tegas..
Hati-hati dalam bertugas, sebab dikalangan mission staff sedang ramai dibicarakan perihal evakuasi staff UNAMID/UNMIS berkaitan dengan rencana penerbitan surat perintah penangkapan atas pres.Sudan oleh ICC.
Salam hangat dari Afrika Barat.. juga buat rekan2 Garuda Bhayangkara lain-nya.
semoga sehat dan sukses selalu kang :)
BTW itu Bung Ontanya tau aja kalau lagi di photo, pake fokus ke kamera aja kepalanya :) .
Bung Onta nya imut deh :)
Tetap semangat di “middle of no where”, jangan berhenti memberi kabar kepada seluruh masyarakat Indonesia tentang suka duka disana bang…we proud of you…!