Pralangga.org | Our Peacekeeping Journey

 
 
masthead

Our Stories: Experiences & Exposures

 

Articles

Satgas Zeni TNI bangun markas brigade di Dungu, D.R. Congo

19 July 2009, 01:28 , by Leo Sugandi

 

Dungu (17/7). MONUC Force Commander-Letnan Jenderal Babacar Gaye melaksanakan kunjungan kerja selama satu hari penuh ke wilayah Dungu dan berkeliling ke camp Indonesia Engineering Company (Indoengcoy) Kontingen Garuda XX-F di Dungu, Kamis (16/7). Kunjungan Pimpinan militer tertinggi misi PBB di Kongo (MONUC) dalam rangka melihat proses pembangunan COB (Company Operational Base) wilayah Dungu yang rencananya akan menjadi Markas Brigade Ituri yang baru.

Diskusi FC dengan Wadansatgas di Camp Indonesia

Pimpinan PBB menilai pemasalahan keamanan di Kongo saat ini terkonsentrasi di wilayah Timur, khususnya yang berbatasan dengan Negara Sudan dan Uganda karena kawasan tersebut merupakan basis aktivitas milisi LRA (Lord’s Resistance Army) yang merupakan akar mula masalah keamanan bagi Negara Uganda, Sudan dan Kongo. Oleh karena itu, untuk lebih efektif dan efisiennya rantai Komando maka Markas Brigade Ituri yang saat ini berada di Bunia akan dipindahkan di Dungu.

FC melihat secara langsung pembangunan Markas Brigade serta memantau proses pemindahan Markas Brigade Ituri yang saat ini masih berada di Bunia. Pemindahan tersebut disebabkan sudah pulihnya situasi keamanan di wilayah Bunia dan kini masalah keamanan di Kongo dinilai bermuara pada aktivitas LRA yang terpusat di daerah Dungu yang berbatasan dengan Sudan. Jenderal Gaye meminta kepada Komandan Brigade Ituri-Brigadir Jenderal Fachrudin Haeder untuk segera menempati markas barunya di Dungu yang di buat oleh Satgas Kompi Zeni TNI Kontingen Garuda XX-F.

Disamping melihat proses pembangunan COB, Jenderal asal Senegal itu juga memiliki agenda bertemu dengan Komandan Brigade Ituri, pimpinan FARDC (Forces Armee Republique Demokratik du Congo/tentara nasional Kongo), badan-badan kemanusiaan PBB serta komandan Kontingen serta personel Milob (Military Observer) yang bertugas di wilayah Dungu.

FC Berkeliling Indo Camp

Dalam pertemuannya dengan Kolonel Muhindo Mundos yang merupakan Komandan Divisi FARDC dan membawahi enam batalyon infanteri di wilayah Distrik Haut Uele, Force Commander menegaskan kembali komitmen MONUC untuk mendukung Tentara Nasional Kongo melalui Operasi Rudia (operasi gabungan MONUC dan FARDC untuk mengusir LRA) dengan terus memberikan bantuan logistik, obat-obatan serta bantuan proses evakuasi. FC menjamin bahwa dorongan logistik tersebut sampai ke markas batalyon yang berada di garis depan meskipun mereka berada di medan yang sangat sulit sekalipun.

& Danbrig Ituri menuju Camp by pralangga, on Flickr">FC <span class=& Danbrig Ituri menuju Camp" />

Dalam diskusinya bersama pimpinan badan-badan kemanusiaan PBB, Letjen Babacar Gaye menyoroti masalah keamanan, khususnya pengamanan terhadap personel badan-badan kemanusiaan PBB yang bertugas ke pelosok-pelosok Kongo. Untuk itu FC selaku pimpinan militer tertinggi MONUC mengijinkan badan-badan kemanusiaan PBB untuk meminta pengawalan dari pasukan penjaga perdamaian PBB yang bertugas di wilayah Dungu. Badan kemanusiaan PBB tersebut antara lain WFP, UNHCR, UNICEF dan OCHA. Bahkan pimpinan World Food Programme-Mr. Pierluigi Martinesi menyampaikan rasa terima kasihnya kepada FC atas bantuan Kontingen Garuda XX-F yang telah menyiapkan camp mereka serta atas bantuan escort yang diberikan oleh Kontingen Maroko selama ini.

Letnan Jenderal Babacar Gaye dalam kunjungannya ke Dungu didampingi oleh DCOS Ops-Kolonel Stephen Trembley, Chief G1/G4-Letkol Alvaro Cabrera serta MA Fwd FC-Letkol Ejazur Rahman Choudhury. Dalam pertemuan dengan Force Commander tersebut kontingen Indonesia diwakili oleh Wakil Komandan Satgas-Mayor Czi Coenelles Rompas karena Komandan Satgas sedang mengikuti Engineering Conference di Bukavu. SP-42/VII/Konga XX-F/MONUC.

Leo Sugandi Leo SUGANDI Leo Sugandi graduated from Norwich University (Military College of Vermont) with bachelor degrees in political science and history. An infantry man after commissioned into the Indonesian Army in 2001. Currently serving as Public Information Officer of the Indonesian Engineering Company under MONUC (UN mission...

Detail Profile »

0  Comments

 

Add Your Comment

Use the form below to comment on this article. Show who you are with a Gravatar. Your email will not displayed or passed on to any third party. Comments may be edited prior to publication and inappropriate comments may be deleted

Your Name


E-mail


URL


Message


Textile Help



Join Us

join our group in Facebook

Subscribe to RSS

pralangga.org subscribe to feedburner

550 people subscribing to this blog

Enter your email address:

   

About

Welcome to Our Peacekeeping Journey, a website dedicated to the peacekeepers, the ones whose currently serving at United Nations Peacekeeping Missions, those who concluded the mission assignments, and those others whose line of work are in support of establishing peace wherever they are. This is our stories about our life. Read more ... »

Correspondent

Aisyah Aisyah was born and grown up in Medan, Indonesia. Grown up as a country girl with strong Medan accent, which sometimes confuse people from Indonesia about her Indonesian language. She didn’t imagine that she would travel to leave her country...

Detail Profile »

View All ...»

 

Recent Stories

Pertemuan Satuan Polisi Militer di Lebanon
(Blate Marjayoun UN Posn 7-3, Lebanon). UN Military Police Meeting adalah acara pertemuan seluruh Satuan Polisi Militer Internasional yang tergabung dalam operasi pemeliharaan perdamaian PBB, khususnya UNIFIL... »
Muhammad Dahlan , 12 hours ago

Budaya orang Congo berfotoria
Orang-orang Congo sangat hobi untuk berfoto ria, jadi jangan heran jika tukang foto keliling bisa ditemukan hampir di setiap sudut kota. Kebiasaan berfoto-ria ini memang sudah membudaya di masyarakat Congo,... »
Arny Wahyuni , 14 hours ago

Senjata ampuh bikin bujur melepuh
Ayah nanti mau dibekelein apa balik ke Liberia ini?. Pertanyaan itu selalu muncul dari si Idung Pesek-ku saat ia menyadari bahwa masa cuti mudik si kampret ini hanya tinggal 1... »
Luigi PRALANGGA , 2 days ago

Indobatt Smart Car: Children's favourite way to learn and have fun
It has been ultimate commitment for Indobatt to always assisting the community to benefit the most from the existence of UNIFIL in the Area Of Responsibility (AOR). One of the... »
Ro'is Nahrudin , 3 days ago

Kinshasa, Aku Datang!
Sang pramugari berusaha menenangkan dan membawa barang mereka ke bagasi lain yang masih kosong. Namun sang istri ngotot ingin barang – barang itu tak jauh – jauh dari mereka. Lelaki kulit putih yang kulihat di ruang tunggu duduk di sampingku. Akhirnya setelah hampir satu jam mengatur para penumpang beserta barang bawaannya, pesawat pun lepas landas. Jangan berharap bisa tidur selama perjalanan. Aroma tak jelas sudah bukan masalah besar lagi. Perjalanan dari Bangkok menuju Nairobi membuat hidungku terbiasa dengan bau khas ini. Suara penumpang tak ada hentinya. Suami istri yang tadinya meributkan bagasi yang penuh kini tengah berdebat, entah memperdebatkan apa. Sang suami sibuk dengan kalkulator super gedenya sementara sang istri tak ada hentinya menjerit, meneriakkan instruksi kepada sang suami.
Nurul Fitri Lubis , 3 days ago

 

Recent Comments

agus mewal commented on Budaya orang Congo berfotoria
a few seconds ago


Ehabel commented on Budaya orang Congo berfotoria
a few seconds ago


Victor George commented on Kinshasa, Aku Datang!
a few seconds ago


Dobuol Sudan Nyuon commented on Malakal family
a few seconds ago


Arny commented on Budaya orang Congo berfotoria
a few seconds ago

Partner

pralangga.blogspot.com