Dungu (17/7). MONUC Force Commander-Letnan Jenderal Babacar Gaye melaksanakan kunjungan kerja selama satu hari penuh ke wilayah Dungu dan berkeliling ke camp Indonesia Engineering Company (Indoengcoy) Kontingen Garuda XX-F di Dungu, Kamis (16/7). Kunjungan Pimpinan militer tertinggi misi PBB di Kongo (MONUC) dalam rangka melihat proses pembangunan COB (Company Operational Base) wilayah Dungu yang rencananya akan menjadi Markas Brigade Ituri yang baru.
Pimpinan PBB menilai pemasalahan keamanan di Kongo saat ini terkonsentrasi di wilayah Timur, khususnya yang berbatasan dengan Negara Sudan dan Uganda karena kawasan tersebut merupakan basis aktivitas milisi LRA (Lord’s Resistance Army) yang merupakan akar mula masalah keamanan bagi Negara Uganda, Sudan dan Kongo. Oleh karena itu, untuk lebih efektif dan efisiennya rantai Komando maka Markas Brigade Ituri yang saat ini berada di Bunia akan dipindahkan di Dungu.
FC melihat secara langsung pembangunan Markas Brigade serta memantau proses pemindahan Markas Brigade Ituri yang saat ini masih berada di Bunia. Pemindahan tersebut disebabkan sudah pulihnya situasi keamanan di wilayah Bunia dan kini masalah keamanan di Kongo dinilai bermuara pada aktivitas LRA yang terpusat di daerah Dungu yang berbatasan dengan Sudan. Jenderal Gaye meminta kepada Komandan Brigade Ituri-Brigadir Jenderal Fachrudin Haeder untuk segera menempati markas barunya di Dungu yang di buat oleh Satgas Kompi Zeni TNI Kontingen Garuda XX-F.
Disamping melihat proses pembangunan COB, Jenderal asal Senegal itu juga memiliki agenda bertemu dengan Komandan Brigade Ituri, pimpinan FARDC (Forces Armee Republique Demokratik du Congo/tentara nasional Kongo), badan-badan kemanusiaan PBB serta komandan Kontingen serta personel Milob (Military Observer) yang bertugas di wilayah Dungu.
Dalam pertemuannya dengan Kolonel Muhindo Mundos yang merupakan Komandan Divisi FARDC dan membawahi enam batalyon infanteri di wilayah Distrik Haut Uele, Force Commander menegaskan kembali komitmen MONUC untuk mendukung Tentara Nasional Kongo melalui Operasi Rudia (operasi gabungan MONUC dan FARDC untuk mengusir LRA) dengan terus memberikan bantuan logistik, obat-obatan serta bantuan proses evakuasi. FC menjamin bahwa dorongan logistik tersebut sampai ke markas batalyon yang berada di garis depan meskipun mereka berada di medan yang sangat sulit sekalipun.
& Danbrig Ituri menuju Camp by pralangga, on Flickr">
& Danbrig Ituri menuju Camp" />
Dalam diskusinya bersama pimpinan badan-badan kemanusiaan PBB, Letjen Babacar Gaye menyoroti masalah keamanan, khususnya pengamanan terhadap personel badan-badan kemanusiaan PBB yang bertugas ke pelosok-pelosok Kongo. Untuk itu FC selaku pimpinan militer tertinggi MONUC mengijinkan badan-badan kemanusiaan PBB untuk meminta pengawalan dari pasukan penjaga perdamaian PBB yang bertugas di wilayah Dungu. Badan kemanusiaan PBB tersebut antara lain WFP, UNHCR, UNICEF dan OCHA. Bahkan pimpinan World Food Programme-Mr. Pierluigi Martinesi menyampaikan rasa terima kasihnya kepada FC atas bantuan Kontingen Garuda XX-F yang telah menyiapkan camp mereka serta atas bantuan escort yang diberikan oleh Kontingen Maroko selama ini.
Letnan Jenderal Babacar Gaye dalam kunjungannya ke Dungu didampingi oleh DCOS Ops-Kolonel Stephen Trembley, Chief G1/G4-Letkol Alvaro Cabrera serta MA Fwd FC-Letkol Ejazur Rahman Choudhury. Dalam pertemuan dengan Force Commander tersebut kontingen Indonesia diwakili oleh Wakil Komandan Satgas-Mayor Czi Coenelles Rompas karena Komandan Satgas sedang mengikuti Engineering Conference di Bukavu. SP-42/VII/Konga XX-F/MONUC.




Recent Comments
a few seconds ago
a few seconds ago
a few seconds ago
a few seconds ago
a few seconds ago