Prajurit TNI yang sedang melaksanakan tugas sebagai Penjaga Perdamaian ( Peacekeepers ) dan tergabung dalam Satgas Force Headquarter Support Unit (FHQSU) Konga XXVI-B1 dan Force Protection Company (FPC) XXVI-B2 di Lebanon Selatan mendapatkan pembekalan tentang pencegahan penularan penyakit HIV/AIDS yang disampaikan oleh Miss Annette MPH dari pekerja sosial ( social worker ) Unit HIV/AIDS UNIFIL, bertempat di Rubb Hall, Sudirman Camp, Naqoura Lebanon, Senin (15/2).
Materi ceramah meliputi pengenalan tentang HIV/AIDS, cara penularan, pencegahan, perlakuan terhadap penderita dan perkembangan HIV/AIDS itu sendiri. Pembekalan ini dihadiri oleh Dansatgas Konga XXVI-B2, Letkol Inf Fulad beserta staf dan seluruh anggota yang tidak sedang melaksanakan tugas jaga.
Sejauh ini jumlah penderita HIV/AIDS cenderung semakin meningkat dan bertambah, dan hingga kini belum ditemukan obatnya, namun hingga kini hanya ada obat yang digunakan untuk memperpanjang usia penderita yang disebut Post Exposure Prophylactic (POP). Miss Annete mengingatkan pentingnya menjaga kesetiaan dengan pasangan masing-masing dan mengetahui kondisi satu sama lain bahwa mereka tidak terinfeksi HIV/AIDS, serta melakukan hubungan seks secara sehat. Menurut wanita asal Uganda tersebut “ penderita HIV/AIDS bukan orang yang harus dijauhi atau diisolasi, namun mereka masih dapat berinteraksi dengan masyarakat serta mendapatkan pekerjaan yang layak apabila seorang penderita dapat melakukan pengobatan secara dini dan mengerti tata cara perlakuan terhadap HIV/AIDS ”.
Pembekalan masalah HIV/AIDS bagi prajurit TNI yang sedang bertugas sebagai peacekeepers di Lebanon sangat penting mengingat mereka jauh dari keluarga, tidak menutup kemungkinan akan berbuat hal-hal yang dapat merusak diri dan keluarga mereka bahkan satuan dimana mereka bertugas. Dengan adanya pembekalan HIV/AIDS dari Unit Unifil ini diharapkan prajurit TNI yang tergabung dalam Kontingen Garuda dapat terhindar dari bahaya HIV/AIDS yang dapat menyerang siapa saja dan dalam waktu kapan saja. Meskipun kampanye penanggulangan HIV/AIDS sering dilakukan, namun penyebaran dan jumlah penderita cenderung semakin bertambah.
Sikap antusiasme yang diberikan oleh seluruh prajurit Satgas Konga terhadap Orientation Training HIV/AIDS ini, membuat suasana semakin menarik serta banyak komunikasi yang terjalin saat Miss Annette memberikan bimbingan dan pelatihan tentang HIV/AIDS yang didampingi penterjemah medis yakni dr. Rama Pratama yang sehari-hari menjabat sebagai Perwira Kesehatan di Satgas Konga XXVI-B2 Indo FP Coy.


Pembekalan yang sangat perlu, apalagi buat prajurit yang jauh dari orang-orang terkasihnya. TFS Mas..