Pralangga.org | Our Peacekeeping Journey

 
 
masthead

Our Stories: Experiences & Exposures

 

Articles

SATGAS KONGA XXVI-B1 DAN B2 mendapat pembekalan tentang HIV/AIDS

18 February 2010, 17:47 , by Rully Ramadhiansyah

 

Prajurit TNI yang sedang melaksanakan tugas sebagai Penjaga Perdamaian ( Peacekeepers ) dan tergabung dalam Satgas Force Headquarter Support Unit (FHQSU) Konga XXVI-B1 dan Force Protection Company (FPC) XXVI-B2 di Lebanon Selatan mendapatkan pembekalan tentang pencegahan penularan penyakit HIV/AIDS yang disampaikan oleh Miss Annette MPH dari pekerja sosial ( social worker ) Unit HIV/AIDS UNIFIL, bertempat di Rubb Hall, Sudirman Camp, Naqoura Lebanon, Senin (15/2).

Materi ceramah meliputi pengenalan tentang HIV/AIDS, cara penularan, pencegahan, perlakuan terhadap penderita dan perkembangan HIV/AIDS itu sendiri. Pembekalan ini dihadiri oleh Dansatgas Konga XXVI-B2, Letkol Inf Fulad beserta staf dan seluruh anggota yang tidak sedang melaksanakan tugas jaga.

SATGAS KONGA XXVI-B1 DAN B2 mendapat pembekalan tentang HIV/AIDS 2

Sejauh ini jumlah penderita HIV/AIDS cenderung semakin meningkat dan bertambah, dan hingga kini belum ditemukan obatnya, namun hingga kini hanya ada obat yang digunakan untuk memperpanjang usia penderita yang disebut Post Exposure Prophylactic (POP). Miss Annete mengingatkan pentingnya menjaga kesetiaan dengan pasangan masing-masing dan mengetahui kondisi satu sama lain bahwa mereka tidak terinfeksi HIV/AIDS, serta melakukan hubungan seks secara sehat. Menurut wanita asal Uganda tersebut “ penderita HIV/AIDS bukan orang yang harus dijauhi atau diisolasi, namun mereka masih dapat berinteraksi dengan masyarakat serta mendapatkan pekerjaan yang layak apabila seorang penderita dapat melakukan pengobatan secara dini dan mengerti tata cara perlakuan terhadap HIV/AIDS ”.

Pembekalan masalah HIV/AIDS bagi prajurit TNI yang sedang bertugas sebagai peacekeepers di Lebanon sangat penting mengingat mereka jauh dari keluarga, tidak menutup kemungkinan akan berbuat hal-hal yang dapat merusak diri dan keluarga mereka bahkan satuan dimana mereka bertugas. Dengan adanya pembekalan HIV/AIDS dari Unit Unifil ini diharapkan prajurit TNI yang tergabung dalam Kontingen Garuda dapat terhindar dari bahaya HIV/AIDS yang dapat menyerang siapa saja dan dalam waktu kapan saja. Meskipun kampanye penanggulangan HIV/AIDS sering dilakukan, namun penyebaran dan jumlah penderita cenderung semakin bertambah.

SATGAS KONGA XXVI-B1 DAN B2 mendapat pembekalan tentang HIV/AIDS

Sikap antusiasme yang diberikan oleh seluruh prajurit Satgas Konga terhadap Orientation Training HIV/AIDS ini, membuat suasana semakin menarik serta banyak komunikasi yang terjalin saat Miss Annette memberikan bimbingan dan pelatihan tentang HIV/AIDS yang didampingi penterjemah medis yakni dr. Rama Pratama yang sehari-hari menjabat sebagai Perwira Kesehatan di Satgas Konga XXVI-B2 Indo FP Coy.

Rully Ramadhiansyah Rully Ramadhiansyah, 1st Lieutenant Special Corps, was born in July 1980 in Bekasi, West Java. After conclusion of formal education, his secondary school education in the year 1998 to continue studying at the Institute of Social Science and Politics of Jakarta...

Detail Profile »

1  Comment

by dhodie at 19 February 2010, 08:13

Pembekalan yang sangat perlu, apalagi buat prajurit yang jauh dari orang-orang terkasihnya. TFS Mas..

 

Add Your Comment

Use the form below to comment on this article. Show who you are with a Gravatar. Your email will not displayed or passed on to any third party. Comments may be edited prior to publication and inappropriate comments may be deleted

Your Name


E-mail


URL


Message


Textile Help




Subscribe to RSS

pralangga.org subscribe to feedburner

0 people subscribing to this blog

Enter your email address:

   

About

Welcome to Our Peacekeeping Journey, a website dedicated to the peacekeepers, the ones whose currently serving at United Nations Peacekeeping Missions, those who concluded the mission assignments, and those others whose line of work are in support of establishing peace wherever they are. This is our stories about our life. Read more ... »

Correspondent

Destianto Nugroho Utomo Major Destianto Nugroho Utomo was born in East Java, Indonesia. After finished formal education at Taruna Nusantara High School Magelang in 1993, he joined the Indonesian Air Force Academy and graduated in 1996. Then in 1998, he graduated from the...

Detail Profile »

View All ...»

 

Recent Stories

Hand-made Fitness Center ala Satgas Indobatt di Lebanon
Olah raga yang teratur akan sangat membantu dalam mewujudkan kesehatan jasmani yang baik. Dan tentunya akan lebih baik lagi jika memiliki fasilitas olah raga yang mendukung. Keterbatasan sarana olah raga di markas Gajah Mada Satgas POM TNI Konga XXV-B/UNIFIL (United Nations Interim Force In Lebanon) tidak membuat para _peacekeeper _Polisi Militer kehilangan akal. Dengan inisiatif dan kreatifitas para personil, mereka telah berusaha mengadakan sendiri peralatan olah raga yang dibutuhkan.
Muhammad Dahlan , 7 hours ago

The Spanish Contingent Libre Hidalgo XI / Sector East Menerima UN Medal
Major General Alberto Asarta Cuevas selaku UNIFIL Head of Mission and Force Commander memimpin dan bertindak sebagai Inspektur Upacara.upacara penganugerahan medali PBB kepada prajurit The Spanish Contingent Libre Hidalgo XI... »
Sanra Michiko Moningkey , 7 hours ago

Sisingaan Indobatt buat Terpana Warga Lebanon
(Marjayoun; 29 Juli 2010). Satu lagi andalan kebudayaan dan kesenian Indonesia yaitu tari Sisingaan yang Indobatt tampilkan untuk menyemarakkan acara malam Festival Kesenian. Tari tersebut membuat terpana penonton festival yang... »
Sanra Michiko Moningkey , 7 hours ago

Peleton Harpal Indobatt : “Tiada Kata Tidak Bisa”
Semboyan yang dimiliki oleh Peleton Pemeliharaan Peralatan Satuan Tugas Batalyon Mekanis Kontingen Garuda XXIII-D/Unifil (Indonesian Battalion/ Indobatt) yakni: “Tiada kata tidak bisa” telah menjadi semacam daya dorong yang sangat membangkitkan... »
Sanra Michiko Moningkey , 2 days ago

Srikandi Indonesia Jajal Kemampuan pada ’21,5 km + 10 kg Dancon March’ di Lebanon Selatan
Kiprah Wanita Tentara Nasional Indonesia (Wan TNI) yang tergabung dalam Kontingen Garuda tahun 2010 pada misi penugasan UNIFIL (United Nations Interim Force In Lebanon) tidak kalah peran sumbangsihnya bagi TNI, bangsa dan negara Indonesia. Tiga dari lima Wanita TNI yang ada di Lebanon Selatan, menjajal kemampuannya dalam kegiatan jalan jauh atau yang lebih dikenal dengan nama Dancon March yang diadakan beberapa waktu lalu oleh Kontingen Negara Denmark dengan mengambil start dan finish di Danlog Square di dalam kompleks Markas Besar UNIFIL UN Posn 4-7C.
Sanra Michiko Moningkey , 3 days ago

 

Recent Comments

dino commented on Congo: The time has finally came
a few seconds ago


jarwadi commented on Indobatt Bantu Masyarakat Lebanon Selatan Panen Tembakau di Desa Deir Siriane
a few seconds ago


boy fadly commented on Balada sebuah pagi di Monrovia
a few seconds ago


boy fadly commented on Perjalanan seru menuju Ganta
a few seconds ago


boy fadly commented on Si jali-jali Nyasar ke Liberia
a few seconds ago