Pralangga.org | Our Peacekeeping Journey

 
 
masthead

Our Stories: Experiences & Exposures

 

Articles

Satgas garuda XXVIII-A usai penugasan dalam UNIFIL IMTF

22 October 2009, 06:07 , by I Wayan Suarjaya

 

Suasana riang dan penuh keceriaan. Itulah kesan yang diperlihatkan seluruh ABK KRI Diponegoro-365 menandai berakhirnya penugasannya sebagai pasukan perdamaian PBB dalam Satgas Maritime Task Force (MTF) Kontingen Garuda XXVIII-A/UNIFIL. Berakhirnya penugasan ini juga ditandai dengan penurunan bendera PBB dan penghapusan logo PBB yang terdapat di lambung kapal buatan Belanda ini.

UN FLag down

Hapus Logo UN

Saya merasa senang sekali dan plong karena telah selesai melaksanakan tugas operasi dengan hasil yang sangat membanggakan. Sekarang yang terbayang di mata saya adalah keluarga…keluarga dan keluarga…”, ujar Kapten Laut (E) Fransisco Deny – Kepala Divisi Listrik dan Control (Kadivlistrol).

Tidaklah berlebihan bila perasaan itu muncul karena sejak, Minggu, 18 Oktober 2009 pukul 23.59 GMT, secara resmi Satuan Tugas Maritim TNI Kontingen Garuda XXVIII-A/UNIFIL 2009 berakhir masa penugasannya dalam Task Force 448 dalam Maritime Operation UNIFIL. TF 448 saat ini berada dibawah komando Commander of Maritime Task Force Rear Admiral Juergen Mannhardt (Jerman).

Selama kurang lebih 6 bulan, sejak Transfer of Authority pada 18 April 2009 lalu, Satgas Maritim TNI yang terdiri atas KRI Diponegoro-365 (Korvet kelas Sigma) dengan komandan Letkol Laut (P) Arsyad Abdullah dan NV-414 (NBO-105) yang diawaki 100 orang prajurit telah melaksanakan tugasnya dalam rangka mengemban mandat Resolusi PBB No. 1701 dan 1832 dengan dua tugas pokok yakni : Mendukung implementasi dari UNSCR 1701 dengan melaksanakan Maritime Interdiction Operations ( MIO ) untuk membantu LAF ( Lebanese Armed Force ) dalam mencegah pemasukan senjata dan material yang berhubungan dengan senjata secara tidak sah ke dan dari Libanon lewat laut disamping tugas tambahan untuk m embantu Angkatan Laut Libanon ( LAF -Navy) dalam usahanya memiliki kemampuan untuk melaksanakan seluruh spektrum penugasan yang terkait dengan kedaulatan untuk menegakkan UNSCR 1701 secara mandiri.

Heli Boarding

Cruising

Keterlibatan KRI dan Helikopter TNI dalam misi perdamaian PBB khususnya di Libanon merupakan yang pertama kali sepanjang sejarah pengiriman pasukan perdamaian PBB dari Indonesia . Hal ini memberikan sebuah nuansa baru bagi TF 448 yang sebelumnya hanya berasal dari negara Eropa khususnya yang semuanya merupakan anggota NATO.

Crew of KRI Diponegoro

Selama pelaksanaan operasi ini, Satgas ini telah dengan semaksimal mungkin melaksanakan setiap misi yang diberikan oleh CMTF. Selama periode penugasan, Satgas harus memenuhi rasio operasi 70/30 yakni 70 % operasional di AMO ( Area Of Maritime Operation ) dan 30 % sandar (portvisit).

Untuk mengefektifkan operasi dan untuk meliput seluruh AMO, CMTF mengeluarkan jadwal bulanan kegiatan operasional untuk seluruh unit yang berisi waktu operasi dan waktu sandar sesuai rasio operasi yang diharapkan.

Control Deck

Sejak hari pertama, KRI Diponegoro-365 disibukkan dengan kegiatan pemantauan wilayah laut untuk mendeteksi, mengidentifikasi dan mengklasifikasi kontak kapal permukaan yang melintas di AMO dan melaksanakan pengamatan udara untuk mencegah pelanggaran wilayah udara yang dapat memicu dan menghambat proses perdamaian di Libanon. Kegiatan yang paling rutin dilaksanakan adalah Hailing yakni sebuah proses pengambilan data melalui sarana komunikasi radio terhadap kapal-kapal yang melintasi AMO yang tujuannya untuk membangun database dan mendukung proses identifikasi dan klasifikasi. Selama bertugas di AMO, jumlah keseluruhan hailing yang berhasil dilaksanakan adalah sebanyak 642 kapal termasuk 5 diantaranya dilaksanakan oleh NV-414 yang mendapatkan nama panggilan ( call sign ) Garuda.

Tidak hanya kegiatan dalam rangka MIO, tugas lain MTF adalah melaksanakan latihan dan pelatihan bagi LAF-N. Bentuk latihan yang dilaksanakan antara lain Combined-MIO , Tactical Exercise dan Personel Exercise . Combined-MIO merupakan sebuah bentuk latihan sekaligus operasi bersama antara unsur MTF yang sedang operasi di AMO dengan kapal-kapal LAF-N serta dengan 6 Coastal Radar Station (CRS) yang berlokasi di titik tertentu di sepanjang pantai Libanon. Latihan ini menitik beratkan pada kerja sama membangun gambaran situasi permukaan ( Recognized Maritime Picture ) dengan melakukan pertukaran data dan info yang didapatkan masing-masing pihak sehingga proses pengambilan keputusan tindakan lanjutan lebih mudah dan lebih akurat. Tactical exercise merupakan latihan taktis dasar berupa latihan maneuver sederhana. Sedangkan personnel exercise adalah latihan bagi beberapa personel LAF-N khususnya kadet atau taruna yang diikutkan di kapal-kapal MTF untuk menerima pelatihan dan terlibat dalam kegiatan rutin di kapal. KRI Diponegoro-365 berkesempatan menerima 4 orang Petty Officer Cadet dari LAF-N selama pelaksanaan operasi.

Selain melaksanakan latihan dengan LAF-N, secara internal unsur-unsur MTF juga menyelenggarakan latihan dalam rangka mempertahankan kesiapan operasional baik individu maupun bersama, dari tingkat yang sederhana sampai tingkat yang lebih kompleks. Latihan ini secara periodik (mingguan) direncanakan dan dilaksanakan dengan tetap memprioritaskan pelaksanaan operasi, dengan kata lain latihan ditunda atau dibatalkan sama sekali jika situasi operasi tidak memungkinkan pelaksanaan sebuah latihan.

Meski sempat mengalami kendala kondisi teknis selama beberapa waktu sehingga tidak dapat melaksanakan operasi, KRI Diponegoro-365 dan NV-414 dinyatakan telah dapat melaksanakan tugas dalam misi perdamaian PBB perairan Libanon dengan ditandai pemberian UN Medal yang merupakan tanda penghargaan dari PBB bagi personel yang telah melaksanakan operasi perdamaian PBB selama minimal 90 hari. Acara penyerahan medali kepada 100 orang prajurit telah dilaksanakan pada tanggal 8 Oktober 2009 di geladak heli KRI Diponegoro-365 yang sedang melaksanakan patroli di AMO dalam sebuah upacara sederhana ( Medal Parade ) dengan inspektur upacara CMTF 448 RAdm Juergen Mannhardt yang bertindak mewakili Force Commander UNIFIL (yang saat ini dijabat oleh Major General Claudio Graziano dari Italia).

Banyak respon positif dari berbagai pihak yang terlibat secara langsung ataupun tidak langsung dengan operasi MTF terhadap pelaksanaan tugas-tugas yang diberikan kepada KRI Diponegoro dan NV-414.. Satu pengalaman berharga, bahwa dalam beberapa periode tertentu saat di AMO, KRI Diponegoro-365 diberikan tugas untuk menjadi MIO Commander , AAWC ( Anti Air Warfare Commander ) dan EWC ( Electronic Warfare Commander ), dua tugas terakhir hanya sekali dilaksanakan. Tugas ini merupakan tantangan tersendiri dan bisa dikatakan sebagai prestasi karena dapat memimpin kapal-kapal perang negara lain dalam melaksanakan tugas di AMO dalam hal sebagai pemegang kendali taktis. Dan tugas-tugas ini dapat dilaksanakan dengan baik tanpa ada kendala bahkan beberapa menilai melebihi dari apa yang mereka asumsikan dan apa yang telah mereka laksanakan selama ini. Inilah yang membuat unsur-unsur MTF lainnya “terkaget-kaget” sebab tidak menyangka kemampuan kita sama dengan mereka.

Setelah meninggalkan Indonesia tercinta selama lebih kurang tujuh bulan dan selesai melaksanakan operasi kini kapal kebanggaan Indonesia ini kembali melaksanakan lintas laut ke Indonesia dengan rute Beirut (Lebanon) – Alexandria (Mesir) – Jeddah (Saudi Arabia) – Salalah (Oman) – Cochin India – Belawan – Jakarta – Surabaya. Perjalanan dengan jarak 6850 NM ini akan ditempuh dalam waktu 1 bulan. Sesuai rencana akan tiba di Jakarta pada 20 November mendatang.

I Wayan Suarjaya Naval Captain (KH) I Wayan Suarjaya, born in Werdhi Agung (Northern Sulawesi) on 29 September 1972, graduated from PAPK (Perwira Prajurit Karir) in 1998, further assigned to Public Information Office of Indonesia’s Naval Headquarters assuming the responsibility as Naval...

Detail Profile »

1  Comment

by Yudha at 23 October 2009, 01:25

Wah… perjalanan 1 bulan ngga kebayang lah…
tapi untungnya ngga pake macet kaya jalanan di jakarta ya pak. Mungkin lebih lengkap lagi kalo bapak sebutkan umur kapalnya pak…

saya turut mendo’akan semoga selamat sampai di indonesia.

 

Add Your Comment

Use the form below to comment on this article. Show who you are with a Gravatar. Your email will not displayed or passed on to any third party. Comments may be edited prior to publication and inappropriate comments may be deleted

Your Name


E-mail


URL


Message


Textile Help




Subscribe to RSS

pralangga.org subscribe to feedburner

628 people subscribing to this blog

Enter your email address:

   

About

Welcome to Our Peacekeeping Journey, a website dedicated to the peacekeepers, the ones whose currently serving at United Nations Peacekeeping Missions, those who concluded the mission assignments, and those others whose line of work are in support of establishing peace wherever they are. This is our stories about our life. Read more ... »

Correspondent

Nurul Fitri Lubis Working in humanitarian has been her endeavor since she conducted a lecture task to design a proper house in slum area for poor people. Nurul Fitri Lubis was born on August 19th 1980 in Medan, a city which is still...

Detail Profile »

View All ...»

 

Recent Stories

Welfare Cruise Monusco Staff
Recreation is part of our duty as an implementation of implementation of stress management. It aims at performing better at work “Pablo, Bavon..yaka….viens, arrange this tables & chairs on the barge,... »
Lusyanto Januar , 8 hours ago

Kontingen Garuda XX-G Bagikan Bingkisan Kepada Masyarakat Pedalaman Kongo
Tepatnya di desa Cimquante-Cinq arah antara Dungu Faradje dimana lokasi Kontingen Garuda XX-G bekerja dalam membangun jalan Dungu Faradje, Komandan Kontingen Letkol Czi Arnold A.P Ritiauw dan personel Zeni TNI pada hari Kamis (19/8) membagikan baju baru kepada masyarakat Kongo yang berada dipedalaman, khususnya kepada anak-anak yang jumlahnya lebih dari 100 orang. Sumbangan berupa baju ini diberikan dalam rangka memperingati HUT Republik Indonesia ke-65, juga sebagai bagian dari Sargal (Sarana Penggalangan) terhadap masyarakat Kongo.
Agus Hermansyah , 7 days ago

Sertijab Bintara Tertinggi UNIFIL Lebanon
Pada beberapa waktu lalu, bertempat di Markas Besar UNIFIL (United Nations Interim Force in Lebanon) di Naqoura, Lebanon Selatan telah dilaksanakan acara serah terima jabatan FSM (Force Sergeant Major) atau Bintara tertinggi UNIFIL dari pejabat lama Master Warrant Officer Fremphah Mosses kepada Senior Warrant Officer Adong Yure Williams, keduanya berkewarganegaraan Ghana.
Muhammad Dahlan , 7 days ago

Pesiar Eksklusif di Sungai Congo
Sabtu sore dilanjutkan dengan mengunjungi teman – teman TNI yang baru pindah rumah, sampe berpesiar ke Sungai Congo di Minggu pagi. Nah, yang terakhir ini yang paling seru. Akhirnya, setelah Sari mengerahkan segala daya upaya untuk membujuk dua marinir Indonesia, Pak Amrin dan Bang Lusy (maaf ada tambahan: yang selalu ngaku – ngaku ganteng) dua marinir ini pun setuju untuk membawa kami berpesiar.
Nurul Fitri Lubis , 10 days ago

Upacara HUT RI ke-65 ditengah padatnya tugas FPU Indonesia di Darfur
Upacara internal yang kami gelar di lapangan Kamp Garuda ini sangatlah berkesan dihati sanubari kami insan Polri yang sedang menjalankan tugas misi Negara dan jauh dari kampung halaman sendiri. Dengan dikibarkannya bendera merah putih diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya kemudian pembacaan teks Proklamasi dan teks Pembukaan UUD 1945 semakin menguatkan mental dan kebanggaan kami yang tengah mengemban tugas Negara ini.
Robertho Pardede , 12 days ago

 

Recent Comments

Dewi Yulia commented on Kontingen Garuda XX-G Bagikan Bingkisan Kepada Masyarakat Pedalaman Kongo
a few seconds ago


Tante YY commented on Warna warni rambut Liberia dan (Jangan) panggil aku: "CANI"
a few seconds ago


ghozy commented on Trekking ke negeri atap dunia
a few seconds ago


Mariani commented on Warna warni rambut Liberia dan (Jangan) panggil aku: "CANI"
a few seconds ago


khaidar commented on Madagascar bercerita: [Dilarang] Bercinta dibawah pohon kelapa
a few seconds ago