Tujuh bulan berlalu dalam Misi Perdamaian PBB di DR Congo. Banyak sudah tugas dan prestasi kerja yang sangat membanggakan. Selama kurun waktu itu semua anggota disibukkan dengan rutinitas pekerjaan yang sudah dijadwalkan. Tidak dapat dipungkiri timbulnya rasa jenuh dan bosan. Terkadang timbul juga rasa kangen dan rindu dengan suasana tanah air dan keluarga. Dan yang paling terakhir adalah rasa kangen dengan kuliner tanah air. Rasanya lidah ini ingin dimanjakan dengan masakan-masakan khas tanah air.
Selepas istirahat siang sayup-sayup terdengar suara kambing di sekitar kamp. Benar juga, sudah ada seekor kambing yang kelihatan sehat dan segar. Rupanya malam ini akan ada sebuah hajatan. Suara kambing semakin keras seolah-olah tahu bahwa ajalnya sudah dekat.
Sementara anggota tenda sebelah sedang sibuk mempersiapkan tusuk-tusuk bambu. Malam ini rasanya akan ada sedikit makanan yang berbeda. Setelah menanyakan ke anggota, ternyata akan ada makan malam bersama dengan menu utama sate.Akhirnya rasa kangen terhadap masakan Indonesia dapat terobati. Sudah sekian lama ini hanya makan masakan ala tugas operasi. Bisa dibayangkan gimana rasanya makan makanan ala Barat. Dulu pertamanya banyak yang sakit perut karena tidak terbiasa. Bahkan ada anggota yang tidak pernah makan daging karena memang sebelumnya tidak makan daging di tanah air.
Sore hari tim masak sudah sibuk mengolah masakannya. Ada yang memotong-motong daging dan ada pula yang membuat bumbunya. Sementara sebagian yang lain mempersiapkan tusuk-tusuk bambunya. Terlihat sebuah suasana yang berbeda disini. Ada sebuah kegembiraan tersendiri yang berbeda dari biasanya. Meskipun dengan peralatan masak yang terbatas semua berusaha menyajikan masakan yang istimewa.
Malam harinya sate-sate tersebut siap di sajikan. Memang dari tadi siang sate tersebut tidak langsung dibakar. Hal ini dimaksudkan agar pada malam harinya dapat disantap dalam keadaan masih segar atau hangat. Ada anggota yang bertugas sebagai tukang bakar (Barbecue Man) dan ada pula yang bertugas sebagai tim penyaji. Tidak lupa kita mengundang personil UN yang lain seperti dari MOVCON, MORBATT, dan UN Agency yang lain . Selain Sate sebagai menu utama juga disajikan sop daging yang menggugah selera. Rasanya memang mantap persis hidangan Sate Stasiun Cimahi (hehehe..).



Malam itu semua sangat bergembira. Kita bisa menikmati salah satu kuliner tanah air. Lidah ini rasanya sudah lupa cirri khas rempah-rempah yang terdapat dalam masakan Nusantara. Sate inilah yang sedikit mengobati rasa rindu terhadap tanah air dan menambah semangat dalam penugasan di daerah misi ini. Semua bergembira sambil menonton film dan mengobrol dalam suasana yang hangat dan damai.


enak enak enak spt jingle iklan :D
rupina mah hihidna kakantun di cimahi nyak kang? :)
welah… enak yo pak?
biasanya durasi persiapan sama acara makannya gak sbanding, persiapan 3 jam, makan 10 menit.