Pralangga.org | Our Peacekeeping Journey

 
 
masthead

Our Stories: Experiences & Exposures

 

Articles

Kadang sasaran itu tertuju pada peacekeepers

20 March 2008, 13:19 , by Luigi Pralangga

 

Dalam sebuah konflik, terutama konflik kekerasan dimana senjata dan perusakan sudah menjadi elemen yang berada didalamnya. Sudah pasti kerugian materil, dan terutama keselamatan serta nyawa jadi taruhannya..

Hampir seminggu lalu, sebuah kerusuhan terjadi di Liberia, dimana demo dari buruh lepas harian yang sudah tidak diperpanjang lagi kontrak kerja mereka karena banyak pertimbangan, berubah menjadi amuk massa yang tidak terkendali, mengakibatkan perusakan asset (kendaran oeprasional UNMIL) dan melukai beberapa kolega. Mereka adalah kawan/sahabat baik saya salah satu diantaranya.

Situasi di Monrovia, sudah stabil dan terkendali, namun demikian, UNMIL Headquarters building dan gedung perkantoran dimana saya dan beberapa kawan bekerja, ramai dijaga oleh pasukan peacekeepers dari batalion Nigeria dan batalion FPU – Kerajaan Jordan.. beberapa kawan military peacekeepers bersenjata lengkap dari Batalion Close Protection Philippines pun sering terlihat didalam office compound kita.

Memang tidak semua upaya peace operations itu selalu mulus dan gejolak pun selalu bermunculan. Senantiasa kita selalu harus waspada dan mawas diri. Seiring dengan peristiwa ini, saya teringat kembali dengan apayang pernah dikatakan seorang kawan, yang juga bekerja dalam misi peace operations PBB di Afghanistan:

Masih untung bisa keluar berjalan aman, tanpa harus dikawal.. kita disini harus selalu mengenakan balistic resistant vest (yang beratnya gak ketulungan), dengan helm biru dan kalau perlu harus dikawal military troops…

Cerita serupa tapi tidak sama pun juga terjadi di Mitrovica, Kosovo. Pada 14 Maret 2008 lalu, sebuah bentrokan terjadi dan perusakan terhadap asset UNMIK tidak bisa terhindarkan. Berikut joint press-release UNMIKKFOR sbb:

——————————
UNMIK-KFOR Joint Press Release/PR/1729
Monday, 17 March 2008

UNMIK and KFOR condemn violence in north Mitrovica

PRISTINA – Principal Deputy Special Representative of the UN Secretary-General (PDSRSG) in Kosovo Larry Rossin and COMKFOR Lt.-Gen. Xavier Bout de Marnhac condemn the resort to lethal violence, including direct fire, taken by a mob today at the Mitrovica Court house.

The PDSRSG and COMKFOR underlined that the violence directed at UNMIK
police and KFOR personnel, which had re-established control of the Court in a joint operation this morning, is a flagrant breach of UN Security Council resolution 1244. They urged all communities to exercise calm.
They said further that the resort to violence crosses one of the red lines that have been clearly articulated to the leaders of Kosovo Serbs in the north and to officials in Belgrade, adding that UNMIK and KFOR will reassert control of north Mitrovica.

As a temporary measure, UNMIK police from north Mitrovica are redeploying
outside of the city while KFOR re-establishes control. UNMIK police, supported by KFOR, remain in control at Gates 1 and 31 and in other parts of the Mitrovica region. The operation by UNMIK Police and KFOR to restore law and order in northern Mitrovica by re-establishing control of the UNMIK Court house began at approximately 5:30am this morning. The Court house had been forcibly occupied by a mob on Friday, 14 March.
 —————————-

Berikut beberaepa jepretan berkaitan dengan kerusuhan di Kosovo belum lama ini. Images diambil dari beberapa sumber dengan hak cipta masing-masing.

Nampaknya berjuang untuk perdamaian itu tidaklah mudah. Namun demikian peace and stability is necessary and worth every effort.

Dody Muhtar Taufik Dody Muhtar Taufik, currently holding a rank in Major Cavalry. Graduated in 1995 from Indonesia’s military academy, Possesses various military course to include Basic Armor, Staff Officer’s Course, Para Trooper and several other to include the latest in Civil Military...

Detail Profile »

18  Comments

by Sarbana S. at 20 March 2008, 13:44

As John Rambo said, in Rambo III, “It is not my war anymore”.
Hehehe, aku dulu dines disana Luigi, pernah serpihan bomb kena transceiver VSAT, and menimbulkan sobekan yang sangat rapi dan rata pada metal cover yang terbuat dari cast iron, bagaimana kalau kena anggota badan kita ya, seperti menyayat silken tofu kali ya.

Regards,
Sarbana S

by venus at 20 March 2008, 21:14

haduh, serem banget liat foto2nya :(

by pudakonline at 20 March 2008, 22:28

wah…nggak gampang juga

by Puguh Pamungkas at 22 March 2008, 02:44

Wah ngeri banget ya mas…….. Insya Allah Mas2 dan Mbak selalu dalam lindunganNya ya mas

by Arni Ernawati at 22 March 2008, 06:20

sy udah liat situs web abang..wah ngeri jg ya tgs disana taruhannya nyawa..abang hrs banyak berdo’a,baca al-qur’an n’ jgn lupa shalat 5 wkt jgn prnh ditinggalkan agar dilindungi Allah SWT dan dijauhkan dr segala marabahaya,amin..kasian ya kluarga abang trutama istri n’ anak pasti tdk tenang n’ kpikiran truz keadaan abang disana,kalau bs abang jg hrs sering kasih kbr via telp ke kluarga biar kluarga tenang tdk kpikiran truz..btw,anak n’ istri abang skrg tinggal dimana?abang dinaz disana smp kpn?kk sy jg kerjanya di afrika tp dia pelaut di kapal tanker..

by Supermummy at 22 March 2008, 07:39

Hi salam perkenalan dari Brunei. Just wanna ask are u still in Lebanon now and di sana ada internet service ya? Wow salute dgn mas2 smua ya..bener2 perwira.

by Yulia at 22 March 2008, 13:11

wah, memang mobil putih dan atribut berlambang UN kadang terlalu mencolok dan menjadi sasaran. Walaupun udah lulus basic n advanced security in the field juga tetep aja beda dengan “kejadian nyata” nya. Semoga teman-teman yang terluka cepat sembuh. Tetap waspada ya kang!

by Jiban at 23 March 2008, 00:23

serem….
menakutkan….

by cathy at 23 March 2008, 03:58

UN memang selalu menjadi target, karena ‘mungkin’ dipemikiran rakyat UN represent Amerika, ini mungkin loh…

tapi yang selalu kena getahnya ya organisasi kami ini, yang kebetulan juga menggunakan mobil putih. Tapi ini sudah jadi resiko buat siapapun yang sudah mengambil keputusan tuk bekerja dibidang ini.

Kemarahan rakyat adalah suatu ungkapan ketidakpuasan terhadap sistem dinegaranya, jadi sebagai field worker ya harus siap dng konsekuensi yang ada ;)

Extra hati-hati and allert on any condition is a must!

Salam hangat,
Cathy

by hilda at 23 March 2008, 19:46

anda wartawan? ato tentara?
makasi buat comment di blog saya yaa..

salam kenal

by Sandy Latief at 24 March 2008, 23:37

Setiap langkah yang diambil dari keputusan resolusi PBB selalu ada saja dinamika dalam proses menuju perdamaian yang sesungguhnya yang di nantikan oleh warga masyarakat di lokasi dimana misi PBB berada. Keep on going kang, brothers and sisters Indonesian Peace keepers. Think always safety dan tindakan antisipatif apa yang harus dilakukan disaat berbahaya bagi kita ( wah makanya all peace keepers kudu lulus security awareness in the field test ). Salam kompak selalu Kang Luigi, sukses utk semua rekans yang saat ini aktif bertugas sbg peace keepers.

Maj Sandy Latief
Korps Marinir TNI AL

by cewektulen at 25 March 2008, 01:03

semoga anda bisa pulang dengan selamat. Oya…kenapa orang selalu suka berperang???? pertanyaan klise yang sampai kini saya tidak menemukan jawabannya…

by YUNITA DWIANA at 25 March 2008, 02:44

Tetap hati-hati saja dalam menjalankan tugas ini , karena semua tidak ada yang bisa memprediksi kejadian apa yang akan terjadi di depan. Dimanapun kalian berada saya selalu mendo’akan keselamatan dan juga kesehatan ya…………………

Regards,

by et at 25 March 2008, 03:09

kok serem yah…. jadi takut neh….
Mudah2an temen2 yang bertugas diberikan kekuatan dan keselamatan oleh Tuhan YME, amin….

by Rio Octaviano at 27 March 2008, 21:02

Wah komandan…
di TNI yah….

Peace keepers menjadi tameng sebuah disorder massa…kasian…tapi..memang begitu jalannya…

turut prihatin…

by thuns at 31 March 2008, 18:13

ati ati ya broooo!
doaku selalu menyertaimu ;))

by aryo at 1 April 2008, 07:08

akang Luigi, hati2 selalu ya….

jadi pingin cepet2 gabung nigh..biar syeerem tapi asyik!!

by nasgorkam at 2 April 2008, 07:55

haduh bosssssssss, jaga diri disana, gw ngeliat fotonya sumpah serem, ngeliat kompor meledug aja gw lompat2, btw out of curiosity, ga ada acara balik ke indo for good ya ?

 

Add Your Comment

Use the form below to comment on this article. Show who you are with a Gravatar. Your email will not displayed or passed on to any third party. Comments may be edited prior to publication and inappropriate comments may be deleted

Your Name


E-mail


URL


Message


Textile Help




Subscribe to RSS

pralangga.org subscribe to feedburner

628 people subscribing to this blog

Enter your email address:

   

About

Welcome to Our Peacekeeping Journey, a website dedicated to the peacekeepers, the ones whose currently serving at United Nations Peacekeeping Missions, those who concluded the mission assignments, and those others whose line of work are in support of establishing peace wherever they are. This is our stories about our life. Read more ... »

Correspondent

Stenly SAJOW Stenly SAJOW Graduated from Medical University in 2002 then joined with humanitarian organization, started-off with several International Non-Governmental Organizations (I-NGOs) then continue his career ambition at one of the United Nations (UN) agencies. In late 2005, then he took an assignment as...

Detail Profile »

View All ...»

 

Recent Stories

Welfare Cruise Monusco Staff
Recreation is part of our duty as an implementation of implementation of stress management. It aims at performing better at work “Pablo, Bavon..yaka….viens, arrange this tables & chairs on the barge,... »
Lusyanto Januar , 9 hours ago

Kontingen Garuda XX-G Bagikan Bingkisan Kepada Masyarakat Pedalaman Kongo
Tepatnya di desa Cimquante-Cinq arah antara Dungu Faradje dimana lokasi Kontingen Garuda XX-G bekerja dalam membangun jalan Dungu Faradje, Komandan Kontingen Letkol Czi Arnold A.P Ritiauw dan personel Zeni TNI pada hari Kamis (19/8) membagikan baju baru kepada masyarakat Kongo yang berada dipedalaman, khususnya kepada anak-anak yang jumlahnya lebih dari 100 orang. Sumbangan berupa baju ini diberikan dalam rangka memperingati HUT Republik Indonesia ke-65, juga sebagai bagian dari Sargal (Sarana Penggalangan) terhadap masyarakat Kongo.
Agus Hermansyah , 7 days ago

Sertijab Bintara Tertinggi UNIFIL Lebanon
Pada beberapa waktu lalu, bertempat di Markas Besar UNIFIL (United Nations Interim Force in Lebanon) di Naqoura, Lebanon Selatan telah dilaksanakan acara serah terima jabatan FSM (Force Sergeant Major) atau Bintara tertinggi UNIFIL dari pejabat lama Master Warrant Officer Fremphah Mosses kepada Senior Warrant Officer Adong Yure Williams, keduanya berkewarganegaraan Ghana.
Muhammad Dahlan , 7 days ago

Pesiar Eksklusif di Sungai Congo
Sabtu sore dilanjutkan dengan mengunjungi teman – teman TNI yang baru pindah rumah, sampe berpesiar ke Sungai Congo di Minggu pagi. Nah, yang terakhir ini yang paling seru. Akhirnya, setelah Sari mengerahkan segala daya upaya untuk membujuk dua marinir Indonesia, Pak Amrin dan Bang Lusy (maaf ada tambahan: yang selalu ngaku – ngaku ganteng) dua marinir ini pun setuju untuk membawa kami berpesiar.
Nurul Fitri Lubis , 10 days ago

Upacara HUT RI ke-65 ditengah padatnya tugas FPU Indonesia di Darfur
Upacara internal yang kami gelar di lapangan Kamp Garuda ini sangatlah berkesan dihati sanubari kami insan Polri yang sedang menjalankan tugas misi Negara dan jauh dari kampung halaman sendiri. Dengan dikibarkannya bendera merah putih diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya kemudian pembacaan teks Proklamasi dan teks Pembukaan UUD 1945 semakin menguatkan mental dan kebanggaan kami yang tengah mengemban tugas Negara ini.
Robertho Pardede , 12 days ago

 

Recent Comments

Dewi Yulia commented on Kontingen Garuda XX-G Bagikan Bingkisan Kepada Masyarakat Pedalaman Kongo
a few seconds ago


Tante YY commented on Warna warni rambut Liberia dan (Jangan) panggil aku: "CANI"
a few seconds ago


ghozy commented on Trekking ke negeri atap dunia
a few seconds ago


Mariani commented on Warna warni rambut Liberia dan (Jangan) panggil aku: "CANI"
a few seconds ago


khaidar commented on Madagascar bercerita: [Dilarang] Bercinta dibawah pohon kelapa
a few seconds ago