Pralangga.org | Our Peacekeeping Journey

 
 
masthead

Our Stories: Experiences & Exposures

 

Articles

Rekan TNI di UNAMID

8 April 2009, 06:24 , by Reinhard Hutagaol

 

UNAMID adalah suatu institusi besar di Sudan, bahkan sekarang di klaim sebagai missi terbesar yang pernah dijalankan oleh UN, bayangkan dengan seluruh personilnya mendekati 30 ribu, terdiri dari Civilian Staff, Militer, Civilian Police, Local Staff, FPU, Military Observer dll… untuk berjalannya organisasi yang besar ini dibutuhkan banyak staff sebagai pendukungnya, nah berkaitan ini UNAMID melalui UNDPKO mengirimkan permintaan ke pemerintah Indonesia untuk bisa mengirimkan SO (Staff Officer) untuk mengisi jabatan – jabatan pendukung operasional UNAMID.

Rekan TNI dari SO (Staff Officer) UNAMID, Ki – Ka : May. Pnb Destrianto, May. Tek Rudi, Kapt. Sri, May. Kav. Doddy.

Bersama ini Mabes TNI mengirimkan 4 orang perwira terbaiknya untuk ditempatkan sebagai SO (Staff Officer) di UNAMID, sekarang pertanyaaanya, apa bedanya dengan MilObs – Military Observer yang selama ini lebih dikenal dalam penugasan PBB? SO diutamakan untuk pekerjaan staff pendukung di setiap Mission, dan mempunyai keahlian yang spesifik sehingga memang dicari yang mempunyai keahlian sesuai dengan bidang yang dibutuhkan, biasanya mission mengirimkan pemberitahuan bidang apa yang dibutuhkan dan segera disesuaikan oleh negara kontributor, untuk mission UNAMID sementara diisi oleh 4 perwira TNI yang ahli dalam bidangnya untuk bergabung oleh banyak SO dari berbagai negara lain.

Sekilas tentang rekan TNI di UNAMID

Mayor PNB Destrianto, dari TNI AU. Penerbang yang masih lajang ini (hayoo… daftar … daftar!) lulusan AAU tahun 1996, jabatan terakhir di Indonesia berada di Squadron 2 Halim Perdana Kusuma, Destri adalah SO pertama yang ditempatkan di UNAMID El-Fasher, jauh mendahului rekan – rekannya, sewaktu pertama kali menginjakkkan kaki di El-Fasher hanya sendiri, untung ada rekan – rekan FPU sebagai teman mengobrol sampai beberapa bulan kemudian 3 rekannya datang. Di UNAMID sendiri mendapat jabatan sebagai “Planning Schedule Airops” alias mengatur jadwal penerbangan seluruh penerbangan UNAMID, suatu jabatan yang sangat vital.. bagi kami sendiri ada suatu kemudahan.. karena selalu ada “bocoran” kapan pesawat in out Lapangan Terbang El-Fasher, daripada kita menunggu terlalu lama karena sering juga didelay… tinggal menelpon saja kawan kita yang satu ini … thanks, buddy …!

Mayor. Tek. Rudy, adalah lulusan seangkatan Destrianto, AAU 96. Jabatan terakhir di Lap. Terbang Hussain Sastranegara – Bandung (yah pasti lah TNI AU ngga jauh dari lapangan terbang xixixi..) di UNAMID ditempatkan di bagian Terminal/ Bandara suatu jabatan yang penting karena ia yang memeriksa kelayakan pesawat yang akan diterbangkan, dan juga melihat kelayakan bandara yang digunakan. Tidak banyak SO yang mempunyai kemampuan teknik seperti beliau ini… maju terus,Rud!

Kapten Wara Sri, Wah … mba ini adalah satu – satunya Srikandi Indonesia di sarang penyamun_… eh salah…! di Gurun Pasir El-Fasher… Mba yang satu ini juga dipilih karena mempunya keahlian yang sangat spesifik, yaitu “*Air Traffic Controller*”. Di Indonesia berdinas sebagai _Kasubbag Pers, Disbang Ops, Mabes TNI- AU, menduduki jabatan tidak jauh dari keahliannya tersebut yaitu sebagai “*Air Flight Follow*” yaitu bagian komunikasi pesawat – pesawat dari dan keluar airspace mission UNAMID… Saya dapat bocoran bahwa mba Sri sangat jago masak… dan karena tinggal serumah dengan para rekan pria SO lainnya… jadinya membawa keberuntungan buat mereka, hehehe… yang lain tinggal gantian mencuci piring saja.. ok ?

Mayor. KAV. Dody, adalah lulusan AKMIL 1995, dan sudah lulus juga Sesko AD, di Indonesia jabatan terakhir di Pusdik Kavaleri Cimahi, Bandung. Sangat menguasai peralatan “armored” seperti Tank dan Panser sesuai dengan kecabangannya Kavaleri, sesuai dengan keahliannya itu ia ditempatkan di COE yaitu divisi yang bekerja untuk menginventarisir peralatan milik TCC (Troop Contribution Country) untuk dilakukan “reimbursement”, termasuk peralatan milik FPU Indonesia, pelaksanaan Reimbursement atas peralatan yang kita pakai tergantung penilaian team verifikasi dari COE, keep on good work, Dod!

Senang mempunyai rekan – rekan briliant seperti kalian… yang penting merah putih tetap jaya di El Fasher… Ok ?

Reinhard HUTAGAOL Reinhard Hutagaol currently serving as AKBP/Leut. Col (Police Commision) at Indonesian National Police (INP). Having equipped with extensive exposure during his previous international assignment in Bosnia-Herzegovina in 1997 – 1998. Reinhard has already deployed to Sudan for assignment to...

Detail Profile »

2  Comments

by Puguh Pamungkas at 8 April 2009, 23:30

Memang mas Rere, Bapak2 dan Ibu kita ini patut di kasih acungan T O P mas mereka berkiprah di bidang kerjanya yang sangat Profesional.

Mas Desti Besok Sabtu bisa ga Planning pake MD ya klo ga sayang teman FPU ga bisa tak kirim klo cuma DHC8 hehehehe inilah yang jadi asiknya

by Aultman Bennedick at 9 April 2009, 02:00

i’m proud of u my best Indonesian Peacekeeper =) salut..

 

Add Your Comment

Use the form below to comment on this article. Show who you are with a Gravatar. Your email will not displayed or passed on to any third party. Comments may be edited prior to publication and inappropriate comments may be deleted

Your Name


E-mail


URL


Message


Textile Help




Subscribe to RSS

pralangga.org subscribe to feedburner

0 people subscribing to this blog

Enter your email address:

   

About

Welcome to Our Peacekeeping Journey, a website dedicated to the peacekeepers, the ones whose currently serving at United Nations Peacekeeping Missions, those who concluded the mission assignments, and those others whose line of work are in support of establishing peace wherever they are. This is our stories about our life. Read more ... »

Correspondent

I Wayan Suarjaya Naval Captain (KH) I Wayan Suarjaya, born in Werdhi Agung (Northern Sulawesi) on 29 September 1972, graduated from PAPK (Perwira Prajurit Karir) in 1998, further assigned to Public Information Office of Indonesia’s Naval Headquarters assuming the responsibility as Naval...

Detail Profile »

View All ...»

 

Recent Stories

Hand-made Fitness Center ala Satgas Indobatt di Lebanon
Olah raga yang teratur akan sangat membantu dalam mewujudkan kesehatan jasmani yang baik. Dan tentunya akan lebih baik lagi jika memiliki fasilitas olah raga yang mendukung. Keterbatasan sarana olah raga di markas Gajah Mada Satgas POM TNI Konga XXV-B/UNIFIL (United Nations Interim Force In Lebanon) tidak membuat para _peacekeeper _Polisi Militer kehilangan akal. Dengan inisiatif dan kreatifitas para personil, mereka telah berusaha mengadakan sendiri peralatan olah raga yang dibutuhkan.
Muhammad Dahlan , 7 hours ago

The Spanish Contingent Libre Hidalgo XI / Sector East Menerima UN Medal
Major General Alberto Asarta Cuevas selaku UNIFIL Head of Mission and Force Commander memimpin dan bertindak sebagai Inspektur Upacara.upacara penganugerahan medali PBB kepada prajurit The Spanish Contingent Libre Hidalgo XI... »
Sanra Michiko Moningkey , 7 hours ago

Sisingaan Indobatt buat Terpana Warga Lebanon
(Marjayoun; 29 Juli 2010). Satu lagi andalan kebudayaan dan kesenian Indonesia yaitu tari Sisingaan yang Indobatt tampilkan untuk menyemarakkan acara malam Festival Kesenian. Tari tersebut membuat terpana penonton festival yang... »
Sanra Michiko Moningkey , 7 hours ago

Peleton Harpal Indobatt : “Tiada Kata Tidak Bisa”
Semboyan yang dimiliki oleh Peleton Pemeliharaan Peralatan Satuan Tugas Batalyon Mekanis Kontingen Garuda XXIII-D/Unifil (Indonesian Battalion/ Indobatt) yakni: “Tiada kata tidak bisa” telah menjadi semacam daya dorong yang sangat membangkitkan... »
Sanra Michiko Moningkey , 2 days ago

Srikandi Indonesia Jajal Kemampuan pada ’21,5 km + 10 kg Dancon March’ di Lebanon Selatan
Kiprah Wanita Tentara Nasional Indonesia (Wan TNI) yang tergabung dalam Kontingen Garuda tahun 2010 pada misi penugasan UNIFIL (United Nations Interim Force In Lebanon) tidak kalah peran sumbangsihnya bagi TNI, bangsa dan negara Indonesia. Tiga dari lima Wanita TNI yang ada di Lebanon Selatan, menjajal kemampuannya dalam kegiatan jalan jauh atau yang lebih dikenal dengan nama Dancon March yang diadakan beberapa waktu lalu oleh Kontingen Negara Denmark dengan mengambil start dan finish di Danlog Square di dalam kompleks Markas Besar UNIFIL UN Posn 4-7C.
Sanra Michiko Moningkey , 3 days ago

 

Recent Comments

dino commented on Congo: The time has finally came
a few seconds ago


jarwadi commented on Indobatt Bantu Masyarakat Lebanon Selatan Panen Tembakau di Desa Deir Siriane
a few seconds ago


boy fadly commented on Balada sebuah pagi di Monrovia
a few seconds ago


boy fadly commented on Perjalanan seru menuju Ganta
a few seconds ago


boy fadly commented on Si jali-jali Nyasar ke Liberia
a few seconds ago