Pralangga.org | Our Peacekeeping Journey

 
 
masthead

Our Stories: Experiences & Exposures

 

Articles

Reimbursement Peralatan TNI di Kongo

20 March 2010, 00:38 , by Agus Hermansyah

 

(Kongo, Afrika, 19 Maret 2010). Kedatangan Tim COE (Contingent Owned Equipment) ke Markas Kontingen Garuda XX-G yang berada di Dungu Kongo disambut oleh Komandan Kontingen Garuda XX-G – Letkol Czi Arnold AP Ritiauw dan staf dengan menampilkan kesenian budaya Sunda yaitu tari penyambutan dengan mengalungkan rangkaian bunga dan memasangkan pin merah putih kepada semua anggota Tim COE, Kamis (18 Maret 2010).

tim coe-1 tim coe-2

Kemudian Tim COE di arahkan ke ruangan Komandan untuk mendengarkan paparan yang disampaikan oleh perwira logistik – Lettu Czi Trisnu Novawan tentang kekuatan peralatan yang dimiliki oleh Kontingen Garuda XX-G. Setelah paparan selesai, Tim COE langsung bergerak memeriksa semua peralatan hingga petang hari dikarenakan ada beberapa peralatan yang bekerja di lapangan 30 km dari basecamp dan harus diperiksa.

tim coe-4

tim coe-3

tim coe-6

tim coe-5

Tim inspeksi PBB (Perserikatan Bangsa Bangsa) yang berada di Republik Demokratik Congo, setiap triwulannya memeriksa peralatan (Contingent Owned Equipment)/COE yang dimiliki oleh TNI yang tergabung dalam Satuan Tugas Zeni TNI Kontingen Garuda XX-G dalam misi MONUC (United Nation Organisation Mission in Democratiqu Republic Of Congo). Kali ini kedatangan Tim COE cukup lengkap dengan personel yang berkekuatan tujuh orang di antaranya Mr. James Chief of COE Team, Mr. Joran, Mr Aguda, Miss Cristina, Mr. Solomon, dr. Yobo Serge dan Mr. Nakim.

Contingen Owned Equipment merupakan peralatan utama dan peralatan pendukung yang digunakan dan dioperasikan oleh kontingen negara yang ikut dalam operasi pemeliharaan perdamaian, dimana pemeriksa peralatan tersebut harus sesuai dengan standar PBB dan harus mampu melaksanakan misi atau fungsi yang telah dirancang untuk pencapaian keberhasilan misi. Peralatan yang di inspeksi meliputi peralatan pertempuran, peralatan umum/teknis, peralatan pertahanan amunisi/bahan peledak, dapur dan peralatan lainnya yang mendukung peralatan utama, seperti peralatan pelengkap dan peralatan personel yang sesuai dengan perjanjian pemerintah negara kontingen dengan PBB Memorandum of Understanding (MOU).

tim coe-8

tim coe-7

tim coe-9

tim coe-10

tim coe-11

Peralatan yang diperiksa terdiri atas dua bagian yaitu peralatan utama (Major Equipment) dan peralatan pendukung (Minor Equipment). Peralatan utama terdiri dari rumah sakit level I dengan perlengkapannya, Alat Berat (dozer, dump truck, mobil EOD beserta Bom trailernya dan lain-lain. Sedangkan alat pendukung terdiri dari alat masak dan makan (catering), peralatan komunikasi, alat kantor dan lain-lain.

Selain peralatan utama dan pendukung, Tim COE juga memeriksa perlengkapan prajurit. Dalam pemeriksaan kali ini Tim inspeksi PBB yang sebagian inspektornya pernah memeriksa peralatan Konga XX-G tiga bulan yang lalu, memuji kesiapan dan kemajuan peralatan yang di miliki oleh Konga XX-G, terbukti dengan peningkatan jumlah peralatan utama dan pendukung yang lulus dan mendapat Reimbursment dari PBB.

Sebagai ucapan terimakasih kepada Tim COE, Komandan Kontingen Garuda XX-G mengundang makan malam kepada seluruh Tim COE bersama dengan para Perwira Konga XX-G. Dalam acara makan malam tersebut, Komandan Kontingen memanfaatkan momen tersebut untuk mempromosikan budaya dan pariwisata Indonesia dengan menyuguhkan makanan tradisional Indonesia, menampilkan kesenian tradisional Jawa Barat, Rampak Gendang dan Arumba.

Pada akhir acara, Letkol Czi Arnold AP Ritiauw memberikan kenang-kenangan berupa kerajinan tangan asli Indonesia yaitu miniatur wayang yang terbuat dari kayu. Pada kesempatan itu pula, Kepala Tim COE Mr. James mengucapkan terimakasih dan memuji segala usaha dari kontingen Garuda XX-G untuk memperbaiki semua kekurangan dan kerusakan peralatannya, sehingga hasilnya sangat memuaskan.

tim coe-12

tim coe-13

Mr. James juga mengucapkan terima kasih atas sambutan yang diberikan, karena selama menjadi Tim COE belum pernah mendapat penyambutan seperti ini, sehingga dirinya dan Timnya merasa sangat di hargai dan di hormati oleh Kontingen Indonesia. SP-26/III/Konga XX-G/MONUC

Agus Hermansyah Captain Caj. Agus Hermansyah was born on 15 August 1971, prior his assignment under the Indonesian Engineering Company under the United Nations Mission in the D.R. Congo (Mission d’el ONU en Republique du Congo – MONUC) as Military Public Information...

Detail Profile »

0  Comments

 

Add Your Comment

Use the form below to comment on this article. Show who you are with a Gravatar. Your email will not displayed or passed on to any third party. Comments may be edited prior to publication and inappropriate comments may be deleted

Your Name


E-mail


URL


Message


Textile Help




Subscribe to RSS

pralangga.org subscribe to feedburner

0 people subscribing to this blog

Enter your email address:

   

About

Welcome to Our Peacekeeping Journey, a website dedicated to the peacekeepers, the ones whose currently serving at United Nations Peacekeeping Missions, those who concluded the mission assignments, and those others whose line of work are in support of establishing peace wherever they are. This is our stories about our life. Read more ... »

Correspondent

Dedy Undrue An expert in financial and accounting field, Dedy Undrue was born in Palangkaraya, 29th of October 1972. Palangkaraya is the capital city of Central Kalimantan where Dedy grew up. He moved to Jakarta after high school to continue education further...

Detail Profile »

View All ...»

 

Recent Stories

Force Engineering Tinjau Pekerjaan Satgas Zeni TNI dI Kongo
Setelah sepuluh bulan berlangsung pembangunan jalan Dungu Faradje yang dikerjakan oleh Satgas Zeni TNI sepanjang 155 Km di Kongo serta kunjungan demi kunjungan yang telah dilakukan oleh pejabat MONUSCO (Mission de I’Organisation de republic des Nation Unies Pour la Stabilisation en Republique Democratique du Congo) baik sipil maupun militer, kini giliran Force Engineering yang bermarkas di Kinshasa melihat secara langsung proyek jalan yang dikerjakan oleh Satgas Zeni TNI Kontingen Garuda XX-G/Monuc.
Agus Hermansyah , 3 days ago

UNIFIL Force Commander Buka Puasa Bersama di Indobatt
UNIFIL Force Commander Mayor Jenderal Alberto Asarta Cuevas menyempatkan diri untuk menghadiri undangan Komandan Indobatt Letkol Inf Andi Perdana Kahar dalam acara Iftar Dinner atau Buka Puasa Bersama di UN Posn 7-1 Adshit Al-Qusayr, Sabtu (4/9). Kegiatan yang merupakan ciri khas bulan puasa Ramadhan ini, turut dihadiri pula oleh seluruh Mukhtar (pemimpin pemerintahan desa, beda dengan Mayor=pemimpin agama) yang berada dalam Area Operation Satuan Tugas Batalyon Mekanis Kontingen Garuda XXIII-D/ Unifil (Indonesian Battalion/ Indobatt) di Lebanon Selatan.
Sanra Michiko Moningkey , 3 days ago

‘Safari Ramadhan’ Indobatt di Lebanon Selatan
Komandan Indobatt Letkol Inf Andi Perdana Kahar bergandengan-tangan dengan Wadan Indobatt Letkol Mar Guslin memprakarsai dan memimpin kegiatan keagamaan rutin yang dilaksanakan setiap dua hari sekali di seluruh jajaran kompi Satuan Tugas Batalyon Mekanis Konga XXIII-D/ Unifil (Indonesian Battalion/ Indobatt) di Lebanon Selatan. Kegiatan yang terkenal dengan nama ‘Safari Ramadhan’ gencar dilaksanakan selama bulan puasa yang penuh keberkatan ini bagi umat muslimah.
Sanra Michiko Moningkey , 5 days ago

Welfare Cruise Monusco Staff
Hari ini, diadakan Pagi ini, sesuai jadwal akan diadakan pelayaran rekreasi bagi seluruh staff Monusco yang berminat untuk berlayar menggunakan pusher & barge (tongkang) UN-07. Jadi pantas jika pagi ini Mayor Amrin yang mendapat giliran mengkomandani UN-07 begitu sibuk untuk mengatur segala perlengkapan guna kelancaran acara tersebut. Dari mulai mengatur meja, kursi, sound system, acara selama perjalanan, door prize, makan siang dan perlengkapan penunjang lainnya. Bantuan pengawalan khusus diminta dari Ghana Batallion QRT (Quick Reaction Team) yang berjumlah 12 orang dengan harapan tidak akan terjadi masalah keamanan selama perjalanan. Meski perlu diketahui kalau pelayaran ini hanya menempuh jarak 25 KM dari Onatra Port Kinshasa ke daerah Kingkole dan bisa ditempuh selama kurang lebih 3 jam.
Lusyanto Januar , 6 days ago

Kontingen Garuda XX-G Bagikan Bingkisan Kepada Masyarakat Pedalaman Kongo
Tepatnya di desa Cimquante-Cinq arah antara Dungu Faradje dimana lokasi Kontingen Garuda XX-G bekerja dalam membangun jalan Dungu Faradje, Komandan Kontingen Letkol Czi Arnold A.P Ritiauw dan personel Zeni TNI pada hari Kamis (19/8) membagikan baju baru kepada masyarakat Kongo yang berada dipedalaman, khususnya kepada anak-anak yang jumlahnya lebih dari 100 orang. Sumbangan berupa baju ini diberikan dalam rangka memperingati HUT Republik Indonesia ke-65, juga sebagai bagian dari Sargal (Sarana Penggalangan) terhadap masyarakat Kongo.
Agus Hermansyah , 12 days ago

 

Recent Comments

Ovan Radho commented on Bertugas di Misi Perdamaian: Meniti jalur karir di PBB
a few seconds ago


Dini Daniela commented on Sebuah cahaya diujung terowongan
a few seconds ago


karina commented on Sebuah cahaya diujung terowongan
a few seconds ago


Luigi Pralangga commented on Welfare Cruise Monusco Staff
a few seconds ago


anbhar commented on Seluruh Kontingen PBB Rayakan HUT RI ke 65 di Kongo
a few seconds ago