Kontingen FPU (Formed Police Unit) wanita India, telah lama menjadi salah satu tulang punggung elemen penegakan hukum dan stabilitas di Liberia, negara yang baru saja pulih dari konflik bersenjata selama 14 tahun lebih itu. Kontingen Polisi anti huru-hara ini terdiri dari seluruhnya Polisi FPU wanita, yang merupakan kontingen pertama dalam sejarak misi pemulihan perdamaian PBB, dimana baru saja menerima anugerah medali PBB oleh kepala misi PBB di Liberia, Ellen Margrethe Løj. Prestasi gemilang dari Kontingen FPU wanita India tersebut, adalah bagian dari misi yang dikerahkan CRPF sejak rotasi awal mereka di bulan January 2009. UN Secretary-General’s representative Løj, berharap bahwa kiprah mereka dapat senantiasa menjadi panutan bagi kebanyakan perempuan dan wanita Liberia agar untuk bergabung dan menjadi personil penegak hukum dan abdi negara mereka sendiri.
Mengutip pidatonya pada acara penganugerahan medali PBB, UN Secretary-General’s representative Løj mengatakan: “Indian policewomen have infused a culture of tolerance, a tradition of respect and a natural inclination towards peaceful co-existence in UN operations,” Sambutan tersebut dikemukakan saat acara penyematan medali PBB bagi 125 personil anggota Indian female peacekeepers yang bertugas pada UNMIL (the United Nations Mission in Liberia) atas dharma bhaktinya bagi terciptanya perdamaian dan stabilitas di Liberia.
Sejumlah 125-anggota kontingen dan perwira CRPF wanita tersebut, dikomandoi oleh Commander Annie Abraham, yang tiba di Liberia pertama kali pada tanggal 20 January 2009.
“I hope the inspiration that you have provided Liberian girls and women will be among the many lasting impressions of your work here in Liberia; and your work here will leave a positive legacy in the Rule of Law sector in Liberia,” seru UN Secretary-General’s representative Løj.
Pujian terhadap Commander Annie Abraham dikemukakan pada acara tersbeut atas jasa kepemimpinannya yang dinilai telah menjadi sebuah sukses, Løj menambahkan bahwa sang Commander telah menerapkan kepiawaian serta professionalisme untuk dapat secara efektif memimpin kontingen ini.
Sejak misi perdana dari Kontingen FPU wanita India= yang tiba di Liberia pada 22 January 2007, kontingen tersebut telah banyak menunjukkan sumbangsih nyata bagi penertiban keamanan di Liberia, dimana menjaga kompleks kantor kepresidenan Liberia sebagai salah satu lokasi instalasi penting di Monrovia.
Kegiatan lainnya satunya adalah pengamanan wilayah pemukiman yang dinilai rawan kejahatan dengan secara aktif melakukan patroli keamanan di malam hingga dini hari terus hingga kepelosok pemukiman di Monrovia dan sekitarnya.
Selain Kontingen FPU India, misi pemulihan perdamaian PBB di Liberia juga turut didukung oleh sejumlah perwira kepolisian dari beberapa negara, dimana beberapa diantaranya seperti Ghana, Bangladesh, Filipina, Nigeria, Uganda, Zimbabwe, Fiji, Swedia, Denmark, dan Amerika Serikat.
Sejak digelarnya misi PBB di Liberia, partispasi dari perwira kepolisian Indonesia masih belum terwakili, mudah-mudahan dalam waktu kedepan ini pemerintah RI dan POLRI bisa mempertimbangkan agar dapat mengirimkan personil perwira kepolisiannya.











Recent Comments
a few seconds ago
a few seconds ago
a few seconds ago
a few seconds ago
a few seconds ago