Tanggal 9 Januari adalah tanggal yang sangat bersejarah untuk Sudan dan masyarakatnya. Karena pada hari itulah ditandatanganinya perjanjian perdamaian menyeluruh antara pemerintah pusat Sudan di Khartoum dengan pemerintahan State di Southern Sudan. Juba State sebagai ibukota dari Southern Sudan tentunya sangat bersuka cita juga menyambut tanggal 9 Januari itu. Tahun ini adalah tahun yang ke 4 bagi CPA (Comprehensive Peace Agreement). CPA itu sendiri ditandatangani pada tanggal 9 Januari 2005 di Nairobi Kenya yang mengakhiri perang sipil kedua di Sudan. Dalam perjanjian itu memberikan opsi bagi pemerintahan (rakyat) di wilayah Sudan Selatan untuk menentukan nasibnya sendiri, untuk tetap bergabung dengan pemerintahan Sudan atau merdeka dan membentuk Negara baru, melalui referendum yang akan dilaksanakan pada tahun 2011, enam tahun setelah CPA berjalan.
Di Khartoum sendiri perayaan peringatan hari penandatanganan CPA ini, atau yang kemudian dikenal dengan CPA Day, diisi dengan orasi politik dari Presiden Omar Al Bashir. Khusus di Juba, pemerintahan Sudan Selatan meliburkan hari itu dan memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk menyambutnya dengan kegiatan yang menggembirakan. Namun sayangnya belum ada yang semeriah 17-an di Negara kita.

Dalam rangka menyambut CPA Day ini SSPS sebagai partner UNMIS Pol dalam implementasi salah satu butir CPA, yaitu membangun, mereformasi dan merestrukturisasi lembaga kepolisian Sudan, mengundang UNMISPol di Sector 1 Juba untuk mengadakan pertandingan sepakbola persahabatan. Pertandingan ini diselenggarakan di lapangan sepakbola Buluk, yang merupakan lapangan tempat parade para kadet Sekolah Polisi lokal Juba. Pertandingan dimulai pada pukul 08.30 pagi hari, di mana matahari belum terlalu menyengat membakar kulit para personel UNMIS Pol. Khusus hari itu juga, UNMIS Pol memberikan kesempatan pada anggotanya untuk tidak melaksanakan kegiatan Co-location, aktifitas kantor, alias libur. Tetapi libur bukan untuk santai, melainkan libur untuk menyaksikan pertandingan sepakbola ini.

Kalau dikomparasikan dengan tim dunia, tentunya tim UNMISPol ini adalah tim yang kuat, terdiri dari perwakilan banyak Negara. Tim UNMIS Pol terdiri dari personel polisi Negara Turki (pernah juara Eropa), Gambia, Nigeria (pernah juara afrika), Australia, Fiji, Jerman (pernah juara dunia), Indonesia (penah juara Sea Games), Bangladesh, India, Nepal, Swedia dan Norwegia. Indonesia diwakilkan oleh rekan AKP Raja Simamora, sedangkan saya sendiri cukup bertindak sebagai cheer leader di pinggir lapangan. Namun kenyataannya, pertandingan tetap tidak dapat dimenangkan oleh tim UNMISPol. Pertandingan berakhir 8 – 0 untuk kemenangan tuan rumah, tim SSPS. Lima gol tercipta pada babak pertama dan 3 (tiga) gol pada babak kedua. Dalam pertandingan ini seluruh personel UNMIS Pol mulai dari tingkat Region hingga Team Site hadir di lapangan memberikan dukungannya. Sedang dari pihak SSPS didukung oleh anggota SSPS yang memang diliburkan dan menyaksikan pertandingan. Pertandingan dibuka dengan sedikit sambutan dari Acting Deputy Police Commissioner Region South, Alker Ahyan (Turkish Police), selanjutnya dengan foto bersama tim.


Selesai pertandingan banyak komentar yang muncul, kenapa kami kalah telak. Biasa deh, cari alasan supaya tidak terlalu malu. Padahal wasit saja sudah dari pihak UNMIS Pol. Ditemukan alasan, bahwa, tim Dunia terdiri dari polisi-polisi yang sudah cukup umur, gendut dan selalu memperhatikan penampilan (pakai kacamata hitam sambil kejar-kejar bola). Sedangkan tim SSPS masih lincah, muda dan kuat lari. Dalam pertandingan yang dibatasi 2×30 menit itu, pergantian pemain dilakukan hampir setiap 10 menit oleh tim UNMIS Pol, di lain pihak tim SSPS tidak pernah melakukan pergantian pemain. Cedera pun dialami oleh beberapa pemain UNMIS Pol. Peter Liening (German Police), sang Sector Commander pun sampai perlu memasuki lapangan untuk mengecek anggotanya yang tergeletak karena cedera. Pertandingan pun akhirnya diakhiri menjelang pukul 10.00, karena matahari sudah sangat terik terasa di kulit.
Walaupun ini adalah pertandingan sepakbola yang lepas dari urusan dinas, namun tetap saja ada beberapa suporter lokal, yang notabene adalah anggota SSPS, yang berpikir bahwa UN (PBB) harus membantu SSPS dalam menyediakan minum. Sebagian berteriak-teriak minta disediakan air minum, terutama untuk para pemainnya. Memang dalam keseharian pendampingan tugas di kantor polisi lokal, para anggota polisi lokal di Juba ini menganggap bahwa UNMIS dapat menyediakan mereka dengan perlengkapan tugas kepolisian. Berdasarkan mandat yang diterima dari NY, tidak ada kewajiban dari UNMISPol untuk dapat memenuhi kebutuhan dimaksud.


Kami pun semua pulang kembali ke Team Site Office dan ke container masing-masing untuk beristirahat dan merefleksi kekalahan tadi. Semoga CPA Day tidak hanya berlalu begitu saja, tanpa makna berarti buat mereka, masyarakat Sudan umumnya dan masyarakat Juba Southern Sudan pada khususnya. Semoga perdamaian yang sudah berlangsung mulus, khususnya di wilayah Selatan Sudan ini, dapat langgeng, sehingga pemerintah setempat dapat membangun negerinya ini, menepis anggapan ketidakadilan yang dilakukan pemerintah pusat Sudan di Khartoum.
Recent Comments
a few seconds ago
a few seconds ago
a few seconds ago
a few seconds ago
a few seconds ago