Sekertaris-Jenderal PBB mengutuk atas serangan yang menimpa sebuah guest house PBB di pusat kota Kabul, Afghanistan pada 28 Oktober 2009 kemarin, yang telah menewaskan paling sedikit 5 (lima) personil PBB/UNAMA dan telah melukai banyak lainnya. Dalam pernyataan yang diterbitkan pada pagi hari waktu New York, Sekjen PBB mengatakan: “My deepest condolences go to the families and friends of the victims who were viciously killed as they sought to serve the people of Afghanistan. This indeed is a loss to all members of the UN family working together to support Afghanistan at this critical juncture. The United Nations remains committed to continue its work in the country as the Afghan people strive for a better future.”
Special Representative of the Secretary-General untuk Afghanistan: Kai Eide juga meneruskan pernyataan kecaman Sekjen PBB atas serangan tersebut dengan menyatakan bahwa: *“This is a very dark day for the UN in Afghanistan”.
SRSG Eide juga menambahkan bahwa: “This attack will not deter the UN from continuing all its work to reconstruct a war-torn country and to build a better future for all Afghans. We will remain committed to the people of Afghanistan. We do of course review our security measures regularly in light of the prevailing security situation. We will in light of this morning’s tragedy look at whether other appropriate measures need to be taken to protect all our staff.”
Meski saat ini pihak UN Assistance Mission in Afghanistan masih belum mengumumkan nama-nama dan kewarganegaraan para korban meninggal dan luka-luka yaitu staff UNAMA, namun beberapa media asing sudah mulai mengulas dan membeberkannya pada situs web media di Filipina dan artikel terkait, dan menurut data yang masih belum dapat dikonfirmasikan kepastiannya, nama-nama para korban meninggal adalah:
1. Yahlydia Wonwene of UNDP-ELECT (Liberia);
2. Jossie Esto of UNDP-ELECT (Phillipines);
3. Lawrence Mefful of UNAMA-UNDSS (Ghana);
4. Lewis Maxwell of UNAMA-UNDSS (US).
Kemungkinan atas staff UNICEF yang masih belum diidentifikasikan (and unconfirmed possibily 5th deceased staff member) adalah Tehome Ergete, Ethiopian national).
Assisten Secretary-General PBB untuk Peacekeeping Operations, Edmond Mulet, telah memaparkan briefing kepada Dewan keamanan PBB (the Security Council) perihal insiden yang terjadi di Kabul tersebut pada hari yang sama. Ia juga menyatakan rasa terimakasihnya atas ucapan belasungkawa dan dukungan yang terus mengalir diperuntukkan bagi kepada para keluarga korban, baik yang datang dari sesama staff PBB, dari Kantor perwakilan negara anggota PBB di New York, dan lainnya, serta serupa mengutuk tindakan penyerangan tersebut.
Berikut beberapa jepretan yang berhasil dihimpun dari Kabul guna menggambarkan situasi pasca penyerangan.
Tidak terbilang dan tiada seuntai kata apapun yang dapat menggambarkan betapa duka ini bagi kita semua dan terhadap para korban dan keluarganya masing-masing, termasuk itu khalayak ramai di Afghanistan. Ucapan belasungkawa kami juga diperuntukkan bagi para korban penduduk setempat.
Guest House PBB ini menempatkan sebanyak 25 orang dari staff PBB; dimana disana termasuk 17 orang staff dari UNDP-ELECT project. Pihak markas besar PBb di New York senantiasa berkoordinasi dengan rekan mereka di Kabul memastikan segala dukungan yang diperlukan terus terjaga untuk hari-hari kedepan ini. Berbagai langkah pengamanan telah diambil guna memastikan peningkatan keamanan setempat dan keselamatan para staff lainnya dan areal kantor PBB.
Secara pribadi, saya mengangkat topi salut kepada para kolega staff yang terus berdedikasi bekerja di Kabul yang secara sadar dan sukarela terus berkarya dalam situasi genting di Afghanistan didalam semangat solidaritas kebersamaan. Jelas sudah terbukti bahwa serangan secara brutal ini telah banyak dan terus dikecal oleh seluruh dunia dan tidak kan mampu untuk mengurangi jumlah dukungan PBB untuk terus mengupayakan perdamaian di Afghanistan.
Catatan: Photos diambil dari beberapa sumber dengan copyrights pemilik masing-masing photo. Photos digunakan sebagai ilustrasi.







I can only understand the pictures and from the news, all I can say that we are shocked by the dastardly attack on the UN guest house in Kabul.
We convey our deep sympathy to the UN for the loss of life and hope more security measures will be taken to prevent such attacks
In support of your colleagues in UNAMA, please take a moment to express your thoughts, concerns and condolences about the attack on UN Staff in Kabul, Afghanistan. Thank you
My sincerest condolences & symphaty to the family of UN Staff who lost their lives in Kabul, Afghanistan in the service of PEACE….(TSg Dejolde/PHILBATT)
May their soals rest in perfect peace. My thougts are with their families. God should keep them and protect their families.
Thanks for sharingthe news on this website, there are some photos of the Final Respect to Fallen Colleagues ceremony on this website: http://www.flickr.com/photos/unama
The tragic deaths remind us that while some of us may be in safer environments than others, we are all serving the same cause and wherever the tragedy ocurrs, whether in Afghanistan or Liberia, we feel it for the families, loved ones and colleagues of those left behind. Our thoughts are with you.
yap, brooo.. kangen ama keluarga.. walaupun gt, keep contact trus dan update info UN nya brooo