Pralangga.org | Our Peacekeeping Journey

 
 
masthead

Our Stories: Experiences & Exposures

 

Articles

Personil PBB tewas atas serangan di Kabul - Afghanistan

29 October 2009, 07:20 , by Luigi Pralangga

 

Sekertaris-Jenderal PBB mengutuk atas serangan yang menimpa sebuah guest house PBB di pusat kota Kabul, Afghanistan pada 28 Oktober 2009 kemarin, yang telah menewaskan paling sedikit 5 (lima) personil PBB/UNAMA dan telah melukai banyak lainnya. Dalam pernyataan yang diterbitkan pada pagi hari waktu New York, Sekjen PBB mengatakan: “My deepest condolences go to the families and friends of the victims who were viciously killed as they sought to serve the people of Afghanistan. This indeed is a loss to all members of the UN family working together to support Afghanistan at this critical juncture. The United Nations remains committed to continue its work in the country as the Afghan people strive for a better future.”

Press Conference

Special Representative of the Secretary-General untuk Afghanistan: Kai Eide juga meneruskan pernyataan kecaman Sekjen PBB atas serangan tersebut dengan menyatakan bahwa: *“This is a very dark day for the UN in Afghanistan”.

SRSG Eide juga menambahkan bahwa: “This attack will not deter the UN from continuing all its work to reconstruct a war-torn country and to build a better future for all Afghans. We will remain committed to the people of Afghanistan. We do of course review our security measures regularly in light of the prevailing security situation. We will in light of this morning’s tragedy look at whether other appropriate measures need to be taken to protect all our staff.”

Afghan Firefighters

UN attack in Afghanistan

Meski saat ini pihak UN Assistance Mission in Afghanistan masih belum mengumumkan nama-nama dan kewarganegaraan para korban meninggal dan luka-luka yaitu staff UNAMA, namun beberapa media asing sudah mulai mengulas dan membeberkannya pada situs web media di Filipina dan artikel terkait, dan menurut data yang masih belum dapat dikonfirmasikan kepastiannya, nama-nama para korban meninggal adalah:

1. Yahlydia Wonwene of UNDP-ELECT (Liberia);
2. Jossie Esto of UNDP-ELECT (Phillipines);
3. Lawrence Mefful of UNAMA-UNDSS (Ghana);
4. Lewis Maxwell of UNAMA-UNDSS (US).

Kemungkinan atas staff UNICEF yang masih belum diidentifikasikan (and unconfirmed possibily 5th deceased staff member) adalah Tehome Ergete, Ethiopian national).

Assisten Secretary-General PBB untuk Peacekeeping Operations, Edmond Mulet, telah memaparkan briefing kepada Dewan keamanan PBB (the Security Council) perihal insiden yang terjadi di Kabul tersebut pada hari yang sama. Ia juga menyatakan rasa terimakasihnya atas ucapan belasungkawa dan dukungan yang terus mengalir diperuntukkan bagi kepada para keluarga korban, baik yang datang dari sesama staff PBB, dari Kantor perwakilan negara anggota PBB di New York, dan lainnya, serta serupa mengutuk tindakan penyerangan tersebut.

Berikut beberapa jepretan yang berhasil dihimpun dari Kabul guna menggambarkan situasi pasca penyerangan.

Afghan Police near location

Afghan Security Forces at UN

Tidak terbilang dan tiada seuntai kata apapun yang dapat menggambarkan betapa duka ini bagi kita semua dan terhadap para korban dan keluarganya masing-masing, termasuk itu khalayak ramai di Afghanistan. Ucapan belasungkawa kami juga diperuntukkan bagi para korban penduduk setempat.

Guest House PBB ini menempatkan sebanyak 25 orang dari staff PBB; dimana disana termasuk 17 orang staff dari UNDP-ELECT project. Pihak markas besar PBb di New York senantiasa berkoordinasi dengan rekan mereka di Kabul memastikan segala dukungan yang diperlukan terus terjaga untuk hari-hari kedepan ini. Berbagai langkah pengamanan telah diambil guna memastikan peningkatan keamanan setempat dan keselamatan para staff lainnya dan areal kantor PBB.

Secara pribadi, saya mengangkat topi salut kepada para kolega staff yang terus berdedikasi bekerja di Kabul yang secara sadar dan sukarela terus berkarya dalam situasi genting di Afghanistan didalam semangat solidaritas kebersamaan. Jelas sudah terbukti bahwa serangan secara brutal ini telah banyak dan terus dikecal oleh seluruh dunia dan tidak kan mampu untuk mengurangi jumlah dukungan PBB untuk terus mengupayakan perdamaian di Afghanistan.

Catatan: Photos diambil dari beberapa sumber dengan copyrights pemilik masing-masing photo. Photos digunakan sebagai ilustrasi.

Dody Muhtar Taufik Dody Muhtar Taufik, currently holding a rank in Major Cavalry. Graduated in 1995 from Indonesia’s military academy, Possesses various military course to include Basic Armor, Staff Officer’s Course, Para Trooper and several other to include the latest in Civil Military...

Detail Profile »

7  Comments

by John Wright at 29 October 2009, 09:55

I can only understand the pictures and from the news, all I can say that we are shocked by the dastardly attack on the UN guest house in Kabul.

We convey our deep sympathy to the UN for the loss of life and hope more security measures will be taken to prevent such attacks

by Camue Johnson at 10 November 2009, 16:20

In support of your colleagues in UNAMA, please take a moment to express your thoughts, concerns and condolences about the attack on UN Staff in Kabul, Afghanistan. Thank you

by Frans Dejolde at 10 November 2009, 16:20

My sincerest condolences & symphaty to the family of UN Staff who lost their lives in Kabul, Afghanistan in the service of PEACE….(TSg Dejolde/PHILBATT)

by Rosemary Tonala at 10 November 2009, 16:21

May their soals rest in perfect peace. My thougts are with their families. God should keep them and protect their families.

by Johnny UNAMA at 10 November 2009, 16:22

Thanks for sharingthe news on this website, there are some photos of the Final Respect to Fallen Colleagues ceremony on this website: http://www.flickr.com/photos/unama

by Ferro Duguluhyni at 10 November 2009, 16:24

The tragic deaths remind us that while some of us may be in safer environments than others, we are all serving the same cause and wherever the tragedy ocurrs, whether in Afghanistan or Liberia, we feel it for the families, loved ones and colleagues of those left behind. Our thoughts are with you.

by Arthur Simamora at 14 November 2009, 22:43

yap, brooo.. kangen ama keluarga.. walaupun gt, keep contact trus dan update info UN nya brooo

 

Add Your Comment

Use the form below to comment on this article. Show who you are with a Gravatar. Your email will not displayed or passed on to any third party. Comments may be edited prior to publication and inappropriate comments may be deleted

Your Name


E-mail


URL


Message


Textile Help




Subscribe to RSS

pralangga.org subscribe to feedburner

628 people subscribing to this blog

Enter your email address:

   

About

Welcome to Our Peacekeeping Journey, a website dedicated to the peacekeepers, the ones whose currently serving at United Nations Peacekeeping Missions, those who concluded the mission assignments, and those others whose line of work are in support of establishing peace wherever they are. This is our stories about our life. Read more ... »

Correspondent

Arief Bastian Sanusi Arief Bastian Sanusi, 1st Lieutenant Marine Corps, was born in December 1983 in Pangkalan Susu, North Sumatera. After conclusion of formal education at SMUN 1 Padang in 2001, He drafted hiimself at the Indonesian Naval Academy and later became the...

Detail Profile »

View All ...»

 

Recent Stories

Welfare Cruise Monusco Staff
Recreation is part of our duty as an implementation of implementation of stress management. It aims at performing better at work “Pablo, Bavon..yaka….viens, arrange this tables & chairs on the barge,... »
Lusyanto Januar , 8 hours ago

Kontingen Garuda XX-G Bagikan Bingkisan Kepada Masyarakat Pedalaman Kongo
Tepatnya di desa Cimquante-Cinq arah antara Dungu Faradje dimana lokasi Kontingen Garuda XX-G bekerja dalam membangun jalan Dungu Faradje, Komandan Kontingen Letkol Czi Arnold A.P Ritiauw dan personel Zeni TNI pada hari Kamis (19/8) membagikan baju baru kepada masyarakat Kongo yang berada dipedalaman, khususnya kepada anak-anak yang jumlahnya lebih dari 100 orang. Sumbangan berupa baju ini diberikan dalam rangka memperingati HUT Republik Indonesia ke-65, juga sebagai bagian dari Sargal (Sarana Penggalangan) terhadap masyarakat Kongo.
Agus Hermansyah , 7 days ago

Sertijab Bintara Tertinggi UNIFIL Lebanon
Pada beberapa waktu lalu, bertempat di Markas Besar UNIFIL (United Nations Interim Force in Lebanon) di Naqoura, Lebanon Selatan telah dilaksanakan acara serah terima jabatan FSM (Force Sergeant Major) atau Bintara tertinggi UNIFIL dari pejabat lama Master Warrant Officer Fremphah Mosses kepada Senior Warrant Officer Adong Yure Williams, keduanya berkewarganegaraan Ghana.
Muhammad Dahlan , 7 days ago

Pesiar Eksklusif di Sungai Congo
Sabtu sore dilanjutkan dengan mengunjungi teman – teman TNI yang baru pindah rumah, sampe berpesiar ke Sungai Congo di Minggu pagi. Nah, yang terakhir ini yang paling seru. Akhirnya, setelah Sari mengerahkan segala daya upaya untuk membujuk dua marinir Indonesia, Pak Amrin dan Bang Lusy (maaf ada tambahan: yang selalu ngaku – ngaku ganteng) dua marinir ini pun setuju untuk membawa kami berpesiar.
Nurul Fitri Lubis , 10 days ago

Upacara HUT RI ke-65 ditengah padatnya tugas FPU Indonesia di Darfur
Upacara internal yang kami gelar di lapangan Kamp Garuda ini sangatlah berkesan dihati sanubari kami insan Polri yang sedang menjalankan tugas misi Negara dan jauh dari kampung halaman sendiri. Dengan dikibarkannya bendera merah putih diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya kemudian pembacaan teks Proklamasi dan teks Pembukaan UUD 1945 semakin menguatkan mental dan kebanggaan kami yang tengah mengemban tugas Negara ini.
Robertho Pardede , 12 days ago

 

Recent Comments

Dewi Yulia commented on Kontingen Garuda XX-G Bagikan Bingkisan Kepada Masyarakat Pedalaman Kongo
a few seconds ago


Tante YY commented on Warna warni rambut Liberia dan (Jangan) panggil aku: "CANI"
a few seconds ago


ghozy commented on Trekking ke negeri atap dunia
a few seconds ago


Mariani commented on Warna warni rambut Liberia dan (Jangan) panggil aku: "CANI"
a few seconds ago


khaidar commented on Madagascar bercerita: [Dilarang] Bercinta dibawah pohon kelapa
a few seconds ago