Pralangga.org | Our Peacekeeping Journey

 
 
masthead

Our Stories: Experiences & Exposures

 

Articles

upm_image: supplied image id is invalid, it must be a single numeric value.

Perempuan, Perang, dan Damai

29 April 2009, 06:30 , by Dody Wibowo

 

Ketika saya tinggal di Wamena tahun 2007 lalu, suatu hari seorang teman datang ke rumah kami dan memberitahukan bahwa hari Sabtu di daerah Sinakma akan ada pertunjukan tari tradisional. Teman kami mengajak kami untuk ikut melihat pertunjukan itu.

Hari Sabtu siang, kami bersama-sama pergi ke Sinakma, tempat dilangsungkannya pertunjukan, di pinggir kota Wamena. Tempatnya di suatu lingkungan yang terdiri dari beberapa Honai.

Ketika kami datang, terlihat ada dua orang perempuan dengan pakaian tradisional sedang beraktivitas di ladang. Kami berbincang-bincang sebentar dengan tuan rumah, dan tak berapa lama pertunjukan pun dimulai.

Ternyata dua orang perempuan yang sedang bekerja di ladang tadi merupakan bagian dari pertunjukan. Pertunjukan ini berupa drama yang menceritakan penculikan seorang perempuan oleh lelaki dari suku lain yang kemudian berakibat pada terjadinya perang antar suku. Drama ini berakhir dengan happy ending. Kedua suku akhirnya berdamai, dan untuk menunjukkan bahwa mereka bersepakat untuk berdamai yaitu dengan pertemuan wakil dari kedua suku yang kemudian bersama-sama mematahkan sebilah anak panah.

Ada yang menarik ketika terjadi adegan perang antar suku. Disitu saya melihat ada perempuan-perempuan yang ikut serta di dalam perang. Perempuan-perempuan itu mengayun-ayunkan dedaunan sambil mengeluarkan suara-suara seperti yel-yel atau nyanyian. Ketika perang berakhir, ternyata perempuan-perempuan tadi kembali muncul dan, sekali lagi, mengayun-ayunkan dedaunan sambil bernyanyi.

Tertarik dengan pemandangan tersebut, sayapun bertanya kepada teman saya, apa sebenarnya yang dilakukan oleh perempuan-perempuan tadi di dalam situasi perang suku? Kata teman saya, perempuan yang mengayun-ayunkan dedaunan di saat perang bertugas untuk memberi semangat pada para lelaki yang sedang berperang. Sedangkan ketika perang berakhir, perempuan tadi yang memberi pertanda bahwa perang telah usai.

Ternyata peran perempuan dalam perang dan perdamaian cukup besar ya… perempuan bisa menjadi sumber terjadinya perang – seperti dalam cerita tadi yang diawali dengan penculikan seorang perempuan, lalu perempuan mampu mengobarkan semangat perang, tetapi kemudian perempuan juga mampu menjadi aktor penting yang menghentikan peperangan.

Dan dalam budaya tertentu, menyerahkan perempuan kepada pihak lawan yang menang dalam peperangan juga menjadi pertanda adanya pengakuan atas kemenangan satu pihak dalam perang.

Kejadian ini tidak hanya ditemui di Papua… di banyak daerah bisa pula ditemui kejadian serupa. Salah satu yang pernah saya lihat adalah di filem The Wajir Story, yang menceritakan peran perempuan di Wajir, Kenya, dalam meningkatkan perang maupun mengajak pada terwujudnya perdamaian.

Perempuan memang luar biasa…

(.dodie.)

Dody WIBOWO After graduating from the University for Peace (UPEACE), a UN-mandated graduate school of peace and conflict studies in Costa Rica, Dody returned to his previous job as academic assistant at Master Program in Peace and Conflict Resolution, Gadjah Mada University...

Detail Profile »

1  Comment

by kus at 24 April 2009, 04:59

Selamat hari kartini :)

 

Add Your Comment

Use the form below to comment on this article. Show who you are with a Gravatar. Your email will not displayed or passed on to any third party. Comments may be edited prior to publication and inappropriate comments may be deleted

Your Name


E-mail


URL


Message


Textile Help



Join Us

join our group in Facebook

Subscribe to RSS

pralangga.org subscribe to feedburner

545 people subscribing to this blog

Enter your email address:

   

About

Welcome to Our Peacekeeping Journey, a website dedicated to the peacekeepers, the ones whose currently serving at United Nations Peacekeeping Missions, those who concluded the mission assignments, and those others whose line of work are in support of establishing peace wherever they are. This is our stories about our life. Read more ... »

Correspondent

Abi Ismarrahman Abi ISMARRAHMAN Began to establish his own personal blog at http://ismarrahman.blogspot.com, then decided to join as correspondent, as he began embarking to his field assignment in West Timor under the World Food Programme (WFP) – Indonesia. Prior his assignment ini West Timor,...

Detail Profile »

View All ...»

 

Recent Stories

Senjata ampuh bikin bujur melepuh
Ayah nanti mau dibekelein apa balik ke Liberia ini?. Pertanyaan itu selalu muncul dari si Idung Pesek-ku saat ia menyadari bahwa masa cuti mudik si kampret ini hanya tinggal 1... »
Luigi PRALANGGA , 2 days ago

Indobatt Smart Car: Children's favourite way to learn and have fun
It has been ultimate commitment for Indobatt to always assisting the community to benefit the most from the existence of UNIFIL in the Area Of Responsibility (AOR). One of the... »
Ro'is Nahrudin , 2 days ago

Kinshasa, Aku Datang!
Sang pramugari berusaha menenangkan dan membawa barang mereka ke bagasi lain yang masih kosong. Namun sang istri ngotot ingin barang – barang itu tak jauh – jauh dari mereka. Lelaki kulit putih yang kulihat di ruang tunggu duduk di sampingku. Akhirnya setelah hampir satu jam mengatur para penumpang beserta barang bawaannya, pesawat pun lepas landas. Jangan berharap bisa tidur selama perjalanan. Aroma tak jelas sudah bukan masalah besar lagi. Perjalanan dari Bangkok menuju Nairobi membuat hidungku terbiasa dengan bau khas ini. Suara penumpang tak ada hentinya. Suami istri yang tadinya meributkan bagasi yang penuh kini tengah berdebat, entah memperdebatkan apa. Sang suami sibuk dengan kalkulator super gedenya sementara sang istri tak ada hentinya menjerit, meneriakkan instruksi kepada sang suami.
Nurul Fitri Lubis , 2 days ago

Tim COE inspeksi kesiapan operasional Satgas POM TNI
Blate Marjayoun UN Posn 7-3, Lebanon. Tim Inspeksi COE (Contingent Owned Equipment) dipimpin oleh Mr. Charles Nhlamba mengadakan inspeksi kedua tentang kesiapan operasional Satgas POM TNI... »
Muhammad Dahlan , 3 days ago

TNI lanjutkan pembangunan jalan di Kongo
(Kongo, Afrika, 9 Maret 2010). Setelah hampir dua bulan pelaksanaan pekerjaan pembangunan jalan Dungu – Faradje di Kongo berhenti karena faktor gangguan keamanan yang dilakukan... »
Agus Hermansyah , 3 days ago

 

Recent Comments

INDRA commented on Bertugas di Misi Perdamaian: Meniti jalur karir di PBB
a few seconds ago


dicky commented on Bertugas pada misi PBB: Sebuah kebanggaan tersendiri
a few seconds ago


Tommy Aria commented on Senjata ampuh bikin bujur melepuh
a few seconds ago


harto commented on Senjata ampuh bikin bujur melepuh
a few seconds ago


Uncu Syahrial commented on Senjata ampuh bikin bujur melepuh
a few seconds ago

Partner

pralangga.blogspot.com