Correspondent Luigi PRALANGGA
Total 7 comments
Podcast Status No podcast here!
Features Email article link
Posted 70 days ago
technorati View blog reactions
post to del.icio.us
post to digg
post to ma.gnolia
<< “MAK NYUUS !” : Wisata Kuliner ala Kontingen Garuda XXIII B di Lebanon
Kontingan Garuda XX-E sumbangkan solusi transportasi udara >>
Find recent content on the main index or look in the archives to find all content.
Full archive here
hai, kunjungan balik nih. kalo gk kunjung2 ke sini, aku gk ...
by jingga in Ledakan Ranjau di dekat Markas Kontingen Indonesia
Bener Kang,
itu Pak Letkol dan Pa Mayor mani kayak ...
by Yudha in Terbang bersama pengungsi (Refugee) Liberia
What a relieve to know that the indo peace-keepers are all ...
by Michael in Ledakan Ranjau di dekat Markas Kontingen Indonesia
aduh.. TNI di luar negeri, semoga balik dengan selamat semua, ...
by Hendrawan in Ledakan Ranjau di dekat Markas Kontingen Indonesia
indomienya teteeeeeeeeeep, gak ketinggalan :))
inget yah, air rebusan pertama dibuang, ...
by shanty in Terbang bersama pengungsi (Refugee) Liberia
satu yng beda dari mas tuh..klo bikin cerita pasti rame..bodorr..kocak pisan..meskipun ...
by eriezz Lee in Terbang bersama pengungsi (Refugee) Liberia
Wah, perjalanan panjang dan bekal beberapa bulan yang sekoper… bengbeng nggak ...
by doel in Terbang bersama pengungsi (Refugee) Liberia
Horeee… Akang sdh datang!!!
Welcome to the jungle… :P
Bagi2 atuh Indomie-na, ...
by Capt Sandy in Terbang bersama pengungsi (Refugee) Liberia
weleh weleh…sayah ngabayangkeun si Akang mawa2 Supermie itu adalah stok terakhir ...
by Pipin in Terbang bersama pengungsi (Refugee) Liberia
Wah, jalan-jalan soreku ternyata sampai di Liberia. Salam kenal kang. Dan ...
by merahitam in Terbang bersama pengungsi (Refugee) Liberia
Hampir daripada kita setiap harinya disuguhkan dengan beragam berita buruk, sejak pagi, lalu siang, dan saat saatnya makan malam ditengah keluarga pun kadang si televisi itu ngoceh terus menyajikan berita-berita yang belum tentu semuanya menggembirakan.
Perang disini, pertikaian disana dan segala rupa konflik yang tersebar luas merata dibanyak penjuru bumi ini. Katakanlah politik itu berada dibelakang semuanya, dimana hal yang mungkin kekuatan manusia yang berupaya menegakkan perdamaian dengan jumlah mereka yang berusaha kembali merobohkannya bisa jadi tidak akan sebanding.
Konflik kekerasan, dan hingga terus kepada yang bersenjata, menghadirkan banyak kesengsaraan. Akankah kita mengambil bagian dari masalah atau solusi?. Peranan itu ada pada pilihan individu masing-masing yang dengan sikap, pola pikir dan kapabilitas individunya dapat memberi sumbangsih positif solusi sebuah konflik atau sebaliknya malah acuh.
Bisakah kita berjanji untuk mengakhiri konflik? Disadari atau tidak, masing-masing dari kita adalah seorang juru damai (peacekeepers). Maka bersikap dan bertindaklah seperti itu. Semoga cuplikan klip video yang saya temui di YouTube ini bisa memberikan gambaran bahwa janji itu (kali ini) harus ditepati.
Dengan tanpa melihat propaganda dan pesan-pesan yang mungkin dipolitisir, penting untuk kita fahami bersama bahwa perdamaian itu mahal harganya, dimana bagi mereka yang ingin hidup damai kadang harus siap untuk berperang untuk memperjuangkannya.
Salam hangat dari Liberia, Afrika Barat serta dari kita-kita para Indonesian peacekeepers di medan penugasan peacekeeping operations membentang dari Afghanistan, Sudan, Darfur Region, Ivory Coast, Goergia, Nepal, Timor-Leste, dan Liberia berjuang untuk sebuah perdamaian.
PS: Buat Puguh Pamungkas, staff UNAMID – Darfur Region yang baru semingguan ini tiba di medan penugasan, semoga tabah dan senantiasa berada dalam kelancaran… tentunya selamat datang di keluarga UN Peacekeeping dan selamat bertugas.
perang, sebuah kata yang akan membawa kita pada bayangan letusan senjata dan ledakan misil. perang sebuah kata yang enteng diucapkan tapi membawa bencana yang sangat menakutkan. bukan bagaimana kita menyelesaikan perang tersebut sebagai solusi mengatasi situasi, tetapi lebih kepada bagaimana kita menghindari agar tidak terjadi yang namanya perang tersebut. jalur diplomasi adalah langkah yang sangat positif, tetapi ini tidak akan berlaku bagi pihak yang mempunyai sikap ego dan merasa paling berkuasa. karena bagi mereka perang adalah sebuah akses menuju cita-cita. salam dan selamat berjuang, perdamaian adalah idaman seluruh bangsa dan itu merupakan sebuah hak yang harus dihormati. thankz dan mampir…
SALAM JUANG DARI KAMI
dibawah terik engkau berdiri
didingin malam engkau tetap terjaga
diantara dentuman senapan dan ledakan bom engkau merayap
diatas bara api engkau tetap melangkah…
bedil yang engkau usung bukanlah senjata
seragam yang engkau kenakan bukanlah bendera
bedil itu adalah perisai kami
seragammu itu adalah selimut kami…
kepadamu kami titip nasib kami
kepadamu kami titip kehidupan ini
kepadamu kami percayakan perdamaian ini…
sesekali waktu bila berada didekat kami
biarkan kami menyeka keringat yang membasahimu
katena itu adalah air mata kami
karena itu adalah darah kami yang mengalir dari tubuh tegapmu..
sesekali waktu bila engkau lelah
ajari kami untuk tahu itu
karena engkau tak pernah mengatakannya
atau mungkin engkau tak pernah merasakanya…?
salam juang kami ucapkan
pada semangat yag tak pernah berhenti
terima kasih kami ucapkan
atas darma bakthi yang tak pernah terkira
jika nanti engkau kembali
biarlah sejarah mencatatnya
sekalipun engkau tak mengharapkannya
(puisi ini kuidedikasikan buat seluruh prajurit pasukan garuda indonesia, tetap jaya dimanapun berada)
Pagi-pagi nyalain tv buat liat berita pagi…gak banget deh…mending jg putar CD lagu2 tradisional macam dari Bali atau Sunda….damai….peace man…
saya tidak mau pagi yg indah terkontaminasi dengan berita yang notabene isinya most of them kekerasan dan anarkhis. Memang hal itu terjadi di luar sana…..
but…
Let's make little peace space in ourselves then create little peace for our bedroom then our home.. and it gain become creating peace for our nation…let's start from ourselves….
Kita memang gak bisa mencegah perang itu untuk tidak terjadi…pada dasarya perang kecil2an jg sering terjadi di dlm jiwa kita.. jd perang awalnya dari dlm hati kita sendiri…so it depends to ourselves to mantain and manage it…..
Wah, saya sudah lama ga denger kabarnya…
Kedamaian… siapa sih yang tidak mendambakan kedamaian? Namun masing2 memegang tekadnya untuk meraih kedamaian dengan caranya sendiri2. Termasuk berperang… ironis…
Met tugas mas. Semoga tugas2nya dapat diselesaikan dengan baik…
perdamaian.. perdamaian…
perdamaian.. perdamaian…
perdamaian.. perdamaian…
perdamaian.. perdamaian…
banyak yang cinta damai
tapi perang semakin ramai..
bingung, bingung, ku memikirnya…
song by: Gigi
peace pak, dan selamat bertugas!
janji memang harus ditepati kang :)
pa kabar kang? linda ganti alamat blog ya. hehehehe biar devisa gak kesedot katanya :) met bertugas kang
saya tidak bisa berkomentar terlalu banyak karena saya sudah agak lupa dengan teori2 resolusi konflik, tapi saya ingat sekali bahwa perdamaian sulit dicapai, khususnya karena satu kelompok dan kelompok lain melakukan demonisasi pada sosok masing2.
Saya sendiri heran, kenapa yah orang yang bertikai itu tidak pernah sejenak berpikir bahwa konflik tanpa henti itu akan membaca kehancuran bagi diri sendiri?
« “MAK NYUUS !” : Wisata Kuliner ala Kontingen Garuda XXIII B di Lebanon Kontingan Garuda XX-E sumbangkan solusi transportasi udara »