Pralangga.org | Our Peacekeeping Journey

 
 
masthead

Our Stories: Experiences & Exposures

 

Articles

Perayaan Idul Adha di Liberia bersama Pakistani Peacekeepers

29 November 2009, 17:42 , by Luigi Pralangga

 

Ponsel itu berdering, angka pada penunjuk watu masih memperlihatkan pukul 5 pagi. Sudah pasti itu telepon dari tanah air. Intinya mengingatkan untuk segera bersiap-siap untuk pergi menunaikan ibadah sholat ied. Takbir itu berkumandang, meski sayup-sayup. memang, sekita 3 menit berkendara dari Riverview compound, ada Camp Clara, yaitu barak dari kontingen pasukan reaksi-cepat Pakistan Army. Sepertinya disanalah saya akan menunaikan shalat Idul Adha ini.

Sungguh beda jauh akan suasana Idul Adha di tanah air dengan di Liberia. Harus diakui bahwa bila dibandingkan dengan khidmatnya perayaan, dan malam takbir Idul Adha dan Idul Fitri di negara ini, dari sudut pandang si kampret ini – masih lebih meriah dan khidmat merayakannya di tanah air. Meski masyrakat muslim di negara ini sudah terbilang cukup lumayan, menurut data dari Factbook CIA, bahwa komposisi ragam keberagamaan masyrakat di Liberia terdiri dari 40% kristiani, 20% muslim, dan sisanya sebesar 40% adalah kepercayaan terhadap nenek-moyang (indigenous beliefs). Besaran posesntase umat muslim di Liberia tadi umumnya berasal dari suku mandingo yang akar geografisnya datang dari negara tetangganya: Republique du Guinee dan sisanya pendatang yang sudah lama menetap dari Republique du Mali, Sudan, dan monoritas orang Somalia yang entah bagaimana juntrungannya menclok ke Liberia dan menikah berbaur dengan penduduk setempat.

Lebaran Haji kali ini adalah kali pertama saya bergabung dengan rekan-rekan saudara muslim dari Kontingen Pakistan, karena alasan jarak barak mereka yang hanya 3 menit dari rumah. Biasanya pada lebaran haji 2 tahun silam, si kampret ini bergabung dengan rekan-rekan Jordanian Peacekeepers, di barak mereka bertempat di Level 3 Jordan Medical Hospital didalam kompleks UNMIL Logistics Base, Monrovia.

Lepas sholat Ied, rekan-rekan Pakistani Peacekeepers itu saling berjabat tangan dan berpelukan. Buat si kampret yang kali pertama berada ditengah-tengah mereka, nampak sepintas wajah mereka semuanya sama (mirip),kalau nggak berkumis tebal ya berjenggot lebat. bertempat di Camp Clara, Pakistani Quick-Reaction Force batallion, inilah dia suasana jabat-erat itu:

Eid-al Adha in Liberia Eid with Pakistani

Eid-al Adha in Liberia

Eid-al Adha in Liberia

Eid-al Adha in Liberia

Sebelum sempat melihat acara pemotongan hewan kurban, si kampret ini sudah keburu diajak makan siang oleh beberapa sahabat para perwira dari PakEngrs-12 (Pakistan Engineering Company-12) di Kakata, sebuah daerah berjarak 90 km dari pusat kota Monrovia, dimana Pakistan Engineering Company 12 bermarkas. Disana, bersama para perwira dari kontingen peacekeepers lainnya, kita duduk satu meja panjang bertempat di Officer’s Mess Dining Hall – Pakistani Engineering Company, VOA Camp, Kakata.

Lunch with Officers

Berbincang-bincang dengan beberapa perwira menengah dan senior baik dari Pakistan, China, dan Kerajaan Jordan yang akhirnya undangan berkunjung ke markas mereka masing-masingpun saling dilayangkan, termasuk itu undangan besar dari Kontingen Transport PRC (China) yang minggu depan akan kedatangan tamu delegasi seni beladiri kungfu dari Beijing yang akan berkunjung ke Liberia sebagai tamu undangan dari Kontingen China tersebut yang juga turut mengundang presiden Liberia beserta rombongan pejabat tinggi negara dalam perhelatan besar itu. Sudah terbayang seperti apa nanti meriahnya program acara tersebut ya.

Sebelum pamit pulang, salah seorang perwira komunikasi dari PakEngr-12 kemudian mengajak si kampret ini berkeliling untuk melihat markas mereka dan menceritakan fasilitas dan aktivitas poyek CIMIC (Civil Military Coordination) mereka yang salah satunya memperbaiki jalan dan areal bandara internasional Roberts serta bandara domestik Spriggs-Payne di Monrovia.

Guard Post

Pakistan Engineering Company

Pakistan Engineering Company

Pakistan Engineering Company

Pakistan Engineering Company

Pakistan Engineering Company

Bertugas pada misi pemulihan perdamaian PBB, selain dari menjaga stabilitas keamanan negara tuan rumah, para peacekeepers, baik sipil dan militernya juga turut berpartisipasi dalam berbagai program, seperti silaturahim antar sesama peacekeepers, program pertukaran kebudayaan, program-program substantif lainnya dan salah satu yang terpentingnya adalah aktivitas ibadah.

Dody Muhtar Taufik Dody Muhtar Taufik, currently holding a rank in Major Cavalry. Graduated in 1995 from Indonesia’s military academy, Possesses various military course to include Basic Armor, Staff Officer’s Course, Para Trooper and several other to include the latest in Civil Military...

Detail Profile »

13  Comments

by Wiwit Permata Asih at 30 November 2009, 18:39

Kang Lui Thanks Ya … Pengalaman Yang Menarik … Bgmn Dgn Kegiantan Para Wanitanya …

by Falva Arianiranandanty at 30 November 2009, 18:42

wahh, asik ya, sayang banget pas potong potongnya terlewat padahal kita kita mo tau banget tuh…hehehe , ya ngga apa deh,. yup ibadah mang number one donk… , pondasi dari setiap kegiatan yang kita lakukan.semoga diberikan lancar , Baroqalloh. selamat hari Raya Idul Adha 1430 H, UNTUK SEMUA KAWAN KAWAN DISANA.

by Idham Rously at 30 November 2009, 18:45

Nuhun pisan buat postcardnya… selamat Idul Adha ya…maaf lahir batin.

by Firman Lukman at 30 November 2009, 18:47

Kang, kumaha damang…Selamat hari raya Idhul Adha ya..God always bless u…

by Futtuh Firmansyah at 30 November 2009, 18:50

Selamat Idul Adha jg Pak…., meriah jg acara disana ya…?!

by Adee Syah at 30 November 2009, 18:51

Selamat hari raya idul adha 1430 H, minal aidin walfaidin.. mohon maaf lahir bathin.

by Made Kusuma at 30 November 2009, 18:54

Ikutan ngucapin Met Idul Adha jg Pak buat rekan2 yg ada di mission area semoga sehat selamat and sukses selalu

by Venorita de Ark at 30 November 2009, 18:56

Ucapin met Idul Adha jg buat Kang Luigi, mohon maaf lahir batin yea Kang…Mg sehat sll n dak ada halangan apapun…

by Wong Jalur at 1 December 2009, 06:15

Wah…pengalaman mengasyikan, kpn ya punya pengalamn yg ginian….
Salam kenal dan hangat selalu, dn terima kasih dh mampir ke wongjalur.com

by bayzhaqy at 1 December 2009, 09:23

Kang, hatur nuhun, makasih atas “kekuatan” yg di berikan… saya coba belajar jadi air, mengalir sajalah sekarang, asal jangan mengalir ke selokan atau kubangan yg kotor aja :P
btw, saya pikir lebih berat menjadi akang, belum tentu saya mampu… selamat hari raya Iedul Adha, semoga nggak kangen sama tongseng :D

by Joko Setiawan at 1 December 2009, 12:44

HHmmm….Alhamdulillah, semuanya bisa damai sekali di sana…
Saya jadi pengen ikut berada di sana nich mas… :)

by mpokb at 7 December 2009, 10:51

bener juga, Kang Luigi… orang Pakistan, kalau sudah pakai setelan gamis gitu, jadi mirip semua :D dulu pernah dibuatin masakan pakistan oleh seorang kenalan orang Pakistan, ayam pakai santan dan bumbu kari gitu (atau semacamnya ya? pokoknya enak :D).
trims untuk selalu berbagi momen2 unik ini. semangat terus yak :)

by edratna at 29 December 2009, 13:18

cerita yang menarik..
Btw, biasanya hewan qurban dimasak cara apa? Apakah mereka juga mengenal sate kayak di negeri kita?

 

Add Your Comment

Use the form below to comment on this article. Show who you are with a Gravatar. Your email will not displayed or passed on to any third party. Comments may be edited prior to publication and inappropriate comments may be deleted

Your Name


E-mail


URL


Message


Textile Help




Subscribe to RSS

pralangga.org subscribe to feedburner

628 people subscribing to this blog

Enter your email address:

   

About

Welcome to Our Peacekeeping Journey, a website dedicated to the peacekeepers, the ones whose currently serving at United Nations Peacekeeping Missions, those who concluded the mission assignments, and those others whose line of work are in support of establishing peace wherever they are. This is our stories about our life. Read more ... »

Correspondent

Sulung PURWOKO Courage under fire, this would be sufficient to describe this fellow’s personal quality traits. Equipped with hands-on expertise in medical field, having been working in West Papua, Indonesia – Sulung Purwoko, began to step-up into a bigger challenges, that is...

Detail Profile »

View All ...»

 

Recent Stories

Welfare Cruise Monusco Staff
Recreation is part of our duty as an implementation of implementation of stress management. It aims at performing better at work “Pablo, Bavon..yaka….viens, arrange this tables & chairs on the barge,... »
Lusyanto Januar , 8 hours ago

Kontingen Garuda XX-G Bagikan Bingkisan Kepada Masyarakat Pedalaman Kongo
Tepatnya di desa Cimquante-Cinq arah antara Dungu Faradje dimana lokasi Kontingen Garuda XX-G bekerja dalam membangun jalan Dungu Faradje, Komandan Kontingen Letkol Czi Arnold A.P Ritiauw dan personel Zeni TNI pada hari Kamis (19/8) membagikan baju baru kepada masyarakat Kongo yang berada dipedalaman, khususnya kepada anak-anak yang jumlahnya lebih dari 100 orang. Sumbangan berupa baju ini diberikan dalam rangka memperingati HUT Republik Indonesia ke-65, juga sebagai bagian dari Sargal (Sarana Penggalangan) terhadap masyarakat Kongo.
Agus Hermansyah , 7 days ago

Sertijab Bintara Tertinggi UNIFIL Lebanon
Pada beberapa waktu lalu, bertempat di Markas Besar UNIFIL (United Nations Interim Force in Lebanon) di Naqoura, Lebanon Selatan telah dilaksanakan acara serah terima jabatan FSM (Force Sergeant Major) atau Bintara tertinggi UNIFIL dari pejabat lama Master Warrant Officer Fremphah Mosses kepada Senior Warrant Officer Adong Yure Williams, keduanya berkewarganegaraan Ghana.
Muhammad Dahlan , 7 days ago

Pesiar Eksklusif di Sungai Congo
Sabtu sore dilanjutkan dengan mengunjungi teman – teman TNI yang baru pindah rumah, sampe berpesiar ke Sungai Congo di Minggu pagi. Nah, yang terakhir ini yang paling seru. Akhirnya, setelah Sari mengerahkan segala daya upaya untuk membujuk dua marinir Indonesia, Pak Amrin dan Bang Lusy (maaf ada tambahan: yang selalu ngaku – ngaku ganteng) dua marinir ini pun setuju untuk membawa kami berpesiar.
Nurul Fitri Lubis , 10 days ago

Upacara HUT RI ke-65 ditengah padatnya tugas FPU Indonesia di Darfur
Upacara internal yang kami gelar di lapangan Kamp Garuda ini sangatlah berkesan dihati sanubari kami insan Polri yang sedang menjalankan tugas misi Negara dan jauh dari kampung halaman sendiri. Dengan dikibarkannya bendera merah putih diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya kemudian pembacaan teks Proklamasi dan teks Pembukaan UUD 1945 semakin menguatkan mental dan kebanggaan kami yang tengah mengemban tugas Negara ini.
Robertho Pardede , 12 days ago

 

Recent Comments

Dewi Yulia commented on Kontingen Garuda XX-G Bagikan Bingkisan Kepada Masyarakat Pedalaman Kongo
a few seconds ago


Tante YY commented on Warna warni rambut Liberia dan (Jangan) panggil aku: "CANI"
a few seconds ago


ghozy commented on Trekking ke negeri atap dunia
a few seconds ago


Mariani commented on Warna warni rambut Liberia dan (Jangan) panggil aku: "CANI"
a few seconds ago


khaidar commented on Madagascar bercerita: [Dilarang] Bercinta dibawah pohon kelapa
a few seconds ago