Ponsel itu berdering, angka pada penunjuk watu masih memperlihatkan pukul 5 pagi. Sudah pasti itu telepon dari tanah air. Intinya mengingatkan untuk segera bersiap-siap untuk pergi menunaikan ibadah sholat ied. Takbir itu berkumandang, meski sayup-sayup. memang, sekita 3 menit berkendara dari Riverview compound, ada Camp Clara, yaitu barak dari kontingen pasukan reaksi-cepat Pakistan Army. Sepertinya disanalah saya akan menunaikan shalat Idul Adha ini.
Sungguh beda jauh akan suasana Idul Adha di tanah air dengan di Liberia. Harus diakui bahwa bila dibandingkan dengan khidmatnya perayaan, dan malam takbir Idul Adha dan Idul Fitri di negara ini, dari sudut pandang si kampret ini – masih lebih meriah dan khidmat merayakannya di tanah air. Meski masyrakat muslim di negara ini sudah terbilang cukup lumayan, menurut data dari Factbook CIA, bahwa komposisi ragam keberagamaan masyrakat di Liberia terdiri dari 40% kristiani, 20% muslim, dan sisanya sebesar 40% adalah kepercayaan terhadap nenek-moyang (indigenous beliefs). Besaran posesntase umat muslim di Liberia tadi umumnya berasal dari suku mandingo yang akar geografisnya datang dari negara tetangganya: Republique du Guinee dan sisanya pendatang yang sudah lama menetap dari Republique du Mali, Sudan, dan monoritas orang Somalia yang entah bagaimana juntrungannya menclok ke Liberia dan menikah berbaur dengan penduduk setempat.
Lebaran Haji kali ini adalah kali pertama saya bergabung dengan rekan-rekan saudara muslim dari Kontingen Pakistan, karena alasan jarak barak mereka yang hanya 3 menit dari rumah. Biasanya pada lebaran haji 2 tahun silam, si kampret ini bergabung dengan rekan-rekan Jordanian Peacekeepers, di barak mereka bertempat di Level 3 Jordan Medical Hospital didalam kompleks UNMIL Logistics Base, Monrovia.
Lepas sholat Ied, rekan-rekan Pakistani Peacekeepers itu saling berjabat tangan dan berpelukan. Buat si kampret yang kali pertama berada ditengah-tengah mereka, nampak sepintas wajah mereka semuanya sama (mirip),kalau nggak berkumis tebal ya berjenggot lebat. bertempat di Camp Clara, Pakistani Quick-Reaction Force batallion, inilah dia suasana jabat-erat itu:
Sebelum sempat melihat acara pemotongan hewan kurban, si kampret ini sudah keburu diajak makan siang oleh beberapa sahabat para perwira dari PakEngrs-12 (Pakistan Engineering Company-12) di Kakata, sebuah daerah berjarak 90 km dari pusat kota Monrovia, dimana Pakistan Engineering Company 12 bermarkas. Disana, bersama para perwira dari kontingen peacekeepers lainnya, kita duduk satu meja panjang bertempat di Officer’s Mess Dining Hall – Pakistani Engineering Company, VOA Camp, Kakata.
Berbincang-bincang dengan beberapa perwira menengah dan senior baik dari Pakistan, China, dan Kerajaan Jordan yang akhirnya undangan berkunjung ke markas mereka masing-masingpun saling dilayangkan, termasuk itu undangan besar dari Kontingen Transport PRC (China) yang minggu depan akan kedatangan tamu delegasi seni beladiri kungfu dari Beijing yang akan berkunjung ke Liberia sebagai tamu undangan dari Kontingen China tersebut yang juga turut mengundang presiden Liberia beserta rombongan pejabat tinggi negara dalam perhelatan besar itu. Sudah terbayang seperti apa nanti meriahnya program acara tersebut ya.
Sebelum pamit pulang, salah seorang perwira komunikasi dari PakEngr-12 kemudian mengajak si kampret ini berkeliling untuk melihat markas mereka dan menceritakan fasilitas dan aktivitas poyek CIMIC (Civil Military Coordination) mereka yang salah satunya memperbaiki jalan dan areal bandara internasional Roberts serta bandara domestik Spriggs-Payne di Monrovia.
Bertugas pada misi pemulihan perdamaian PBB, selain dari menjaga stabilitas keamanan negara tuan rumah, para peacekeepers, baik sipil dan militernya juga turut berpartisipasi dalam berbagai program, seperti silaturahim antar sesama peacekeepers, program pertukaran kebudayaan, program-program substantif lainnya dan salah satu yang terpentingnya adalah aktivitas ibadah.














Kang Lui Thanks Ya … Pengalaman Yang Menarik … Bgmn Dgn Kegiantan Para Wanitanya …
wahh, asik ya, sayang banget pas potong potongnya terlewat padahal kita kita mo tau banget tuh…hehehe , ya ngga apa deh,. yup ibadah mang number one donk… , pondasi dari setiap kegiatan yang kita lakukan.semoga diberikan lancar , Baroqalloh. selamat hari Raya Idul Adha 1430 H, UNTUK SEMUA KAWAN KAWAN DISANA.
Nuhun pisan buat postcardnya… selamat Idul Adha ya…maaf lahir batin.
Kang, kumaha damang…Selamat hari raya Idhul Adha ya..God always bless u…
Selamat Idul Adha jg Pak…., meriah jg acara disana ya…?!
Selamat hari raya idul adha 1430 H, minal aidin walfaidin.. mohon maaf lahir bathin.
Ikutan ngucapin Met Idul Adha jg Pak buat rekan2 yg ada di mission area semoga sehat selamat and sukses selalu
Ucapin met Idul Adha jg buat Kang Luigi, mohon maaf lahir batin yea Kang…Mg sehat sll n dak ada halangan apapun…
Wah…pengalaman mengasyikan, kpn ya punya pengalamn yg ginian….
Salam kenal dan hangat selalu, dn terima kasih dh mampir ke wongjalur.com
Kang, hatur nuhun, makasih atas “kekuatan” yg di berikan… saya coba belajar jadi air, mengalir sajalah sekarang, asal jangan mengalir ke selokan atau kubangan yg kotor aja :P
btw, saya pikir lebih berat menjadi akang, belum tentu saya mampu… selamat hari raya Iedul Adha, semoga nggak kangen sama tongseng :D
HHmmm….Alhamdulillah, semuanya bisa damai sekali di sana…
Saya jadi pengen ikut berada di sana nich mas… :)
bener juga, Kang Luigi… orang Pakistan, kalau sudah pakai setelan gamis gitu, jadi mirip semua :D dulu pernah dibuatin masakan pakistan oleh seorang kenalan orang Pakistan, ayam pakai santan dan bumbu kari gitu (atau semacamnya ya? pokoknya enak :D).
trims untuk selalu berbagi momen2 unik ini. semangat terus yak :)
cerita yang menarik..
Btw, biasanya hewan qurban dimasak cara apa? Apakah mereka juga mengenal sate kayak di negeri kita?