Pralangga.org | Our Peacekeeping Journey

 
 
masthead

Our Stories: Experiences & Exposures

 

Articles

Peralatan Pasukan GARUDA XXIII-B lulus standar pasukan PBB

17 November 2008, 04:19 , by Sandy M. PRAKASA

 

(Adshit Al Qusayr, 6/11) Seluruh peralatan yang dimiliki Satgas Yon Mekanis TNI Kontingen Garuda (Konga) XXIII-B dinyatakan lulus dan memenuhi standar yang ditetapkan sebagai Pasukan Perdamaian PBB setelah di-inspeksi dan diperiksa oleh Tim Inspeksi UNIFIL (United Nations Interim Force in Lebanon) dari Contingent Owned Equipment (COE) Unit beranggotakan 4 orang personel Sipil PBB dan 1 orang personel Militer dari Tanzania yang dipimpin oleh Charles Nlamba yang berasal dari Zimbabwe.

Pemeriksaan yang dilakukan oleh Tim COE dalam setiap Triwulan ini bertujuan untuk mem-verifikasi kondisi dan kesiapan seluruh peralatan yang dimiliki oleh Satgas Konga XXIII-B. Hal ini terkait dengan MoU atau kesepakatan antara Pemerintah Indonesia dengan Markas PBB di New York di mana semua peralatan Satgas Konga XXIII-B yang dibawa ke daerah misi PBB di Lebanon Selatan harus sesuai dengan standar yang telah ditetapkan baik menyangkut peralatan utama _ maupun peralatan pendukung _(self sustainment).

Peralatan yang diperiksa sesuai MoU tersebut yaitu Major Equipment terdiri dari 13 item pemeriksaan yang meliputi Kendaraan Tempur Panser VAB APC, VAB Ambulance, VAB Commando, Panser VBL Panhard, Panser BTR 80-A, Senjata, Crane, Bechoe loader, Excavator, Forklift, Truk Cargo, Kendaraan Ringan Jeep, Mobil Komunikasi Mobil (Komob), Mesin penjernih air, Generator, Kontainer pendingin makanan, Kontainer gudang, Rumah sakit, dan lain-lain.

Sementara untuk Self Sustainment terdiri dari 15 item diantaranya Perlengkapan memasak/dapur, Perlengkapan makan, Alat Komunikasi, Tenda, Alat Optik (Teropong, NVG, GPS, Kompas), tempat MCK, dan sebagainya. Disamping itu, perlengkapan perorangan prajurit juga ikut diperiksa.

Pemeriksaan dilakukan selama 2 hari berturut-turut dan dilakukan dengan mengecek secara fisik antara data yang ada di MoU dengan dengan kondisi nyata di lapangan. Sebagai konsekwensinya, Tim COE mengunjungi seluruh Base Camp Satgas Konga XXIII-B yang berada pada 4 lokasi yang berbeda, yaitu UN Posn 7-1 Adshit Al Qusayr, UN Posn 9-63 El Aadeisse, UN Posn 8-33 Sheikh Abbad Tomb dan UN Posn 9-2 Az Ziqqiyah. Bahkan guna mendapatkan hasil yang obyektif, Tim PBB juga tidak ragu-ragu untuk memeriksa Panser yang sedang melakukan patroli atau yang sedang berada di Pos Pengamatan (Observation Post). Pada saat memeriksa, Tim COE ini didampingi oleh Perwira Staf Satgas Konga XXIII-B yang terkait bidang Logistik yaitu Kapten (Marinir) Yuyun Susanto (Kasi-4/Logistik), Kapten Inf Fanny Pantow (Pasi-4/Logistik), Kapten Chb Putut Samiaji (Perwira Perhubungan), Kapten Cba Laris Simanjuntak (Danton Bekang), Kapten Cpl Ramin Alpome (Perwira Harpal), Kapten (Mar) Doni Ivan (Danton Zeni), Lettu Cpl Irwan (Danton Harpal) dan Lettu Cba Kemal Pasya (Perwira Makanan).

Pemeriksaan yang teliti dan ketat ini dilakukan sedemikian rupa karena sangat terkait dengan penggantian sewa atau reimbursement dari PBB kepada Pemerintah Indonesia atas Peralatan Satgas yang benar-benar memenuhi standar sesuai MoU. Metode ini dikenal dengan istilah Wet Lease dimana Pemerintah Indonesia sebagai TCC atau Troop Contributing Country (Negara Kontributor Pasukan PBB) bertanggungjawab untuk menyediakan peralatan pasukan TNI (dalam hal ini Satgas Konga XXIII-B) dan mampu memelihara dan merawatnya sesuai standar yang ditentukan selama menjalankan tugasnya sebagai Pasukan PBB . Berlawanan dengan metode ini, dikenal juga istilah Dry Lease yaitu metode yang digunakan oleh PBB untuk menyediakan sendiri seluruh Peralatan yang dipakai oleh Pasukan PBB termasuk, termasuk dalam hal pemeliharaan/ perbaikan dan suku cadangnya. Dengan demikian, dalam metode Dry Lease tidak ada reimbursement bagi TCC.

Pada saat melakukan pemeriksaan, Tim COE memberi apresiasi positif terhadap kesiapan personel Kontingen Indonesia yang telah menggelar semua Peralatan Satgas secara tertib sehingga amat memudahkan verifikasi yang dilakukan. Hal ini menurut Charles Nlamba, jarang sekali ditemui di kontingen negara lain. Bahkan salah anggota Tim COE yang bernama Ibrahim, selain salut dengan ketertiban peralatan Satgas, Ia juga memuji kebersihan kendaraan yang diperiksa. “Unbelievable!” demikian komentarnya saat melihat bagian dalam mesin kendaraan yang nampak kelihatan sangat bersih seolah-olah kendaraan “gress” yang baru keluar dari showroom.

Menghadapi pemeriksaan ini, Dansatgas Konga XXIII-B Letkol Inf A M Putranto, S.Sos sudah jauh-jauh hari mempersiapkannya melalui berbagai upaya, diantaranya mengerahkan seluruh Perwira dan personel lainnya yang terkait untuk melakukan perbaikan-perbaikan semaksimal mungkin agar hasil pemeriksaan dapat lulus dan memenuhi syarat. Sebut saja diantaranya pembersihan, pengecatan, penggantian cuku cadang yang rusak, dan lain sebagainya. Selain itu, sebelum Hari “H” dilakukan “Pra Inspeksi” oleh Dansatgas maupun Wadan Satgas Letkol (Marinir) Ipung Purwadi. Semua upaya ini menurut Dansatgas, semata-mata agar semua Peralatan tetap siap untuk dioperasionalkan, baik oleh Satgas Konga XXIII-B sendiri maupun Satgas penggantinya mengingat partisipasi TNI dalam Misi Perdamaian PBB di Lebanon Selatan masih akan terus berlanjut dalam jangka waktu yang lama.

Sandy M. PRAKASA Graduated from Military Academy in 1997, then exposed to various deployments within the country and had attended several overseas military courses, Capt. Chb. Sandy M. Prakasa also enjoys traveling and photography. Currently acting as the Public Information Officer of the Indonesian...

Detail Profile »

3  Comments

by erfan ahmad at 17 November 2008, 08:11

Alhamdulillah…kalau semua peralatan sdh lulus uji kelayakan bekerjapun kita akan merasa aman,seringkali kita menghabaikan hal hal kecil,padahal yg kecil itu bisa bahagian dr hal yg paling FATAL kalau tdk benar dijaga dgn baik. Bgt pun tentu harus dirawat dgn baik secara team Work bukan hanya kepedulian seorang saja. selamat Berjuang TENTARA ku,TNI.
salam.

by Luigi Pralangga at 17 November 2008, 11:36

Tidak salah bahwa keputusan untuk menghadirkan peralatan baru dan dirawat secara intensif akan mendapatkan hasil yang maksimal.. semoga peralatan ini bisa awet terus hingga dipakai bertugas di negeri tercinta.

Banyak peralatan kontingen lain di Liberia yang malah dijadikan sebagai ‘tempat pembuangan’ yang mana banyak yang tidak layak pakai dan jadi barang rongsokan menganggur di pelabuhan tanpa reimbursement.

by anbhar at 20 November 2008, 10:42

salut buat Tim Konga. sukses selalu di mana pun berada :D

 

Add Your Comment

Use the form below to comment on this article. Show who you are with a Gravatar. Your email will not displayed or passed on to any third party. Comments may be edited prior to publication and inappropriate comments may be deleted

Your Name


E-mail


URL


Message


Textile Help



Join Us

join our group in Facebook

Subscribe to RSS

pralangga.org subscribe to feedburner

0 people subscribing to this blog

Enter your email address:

   

About

Welcome to Our Peacekeeping Journey, a website dedicated to the peacekeepers, the ones whose currently serving at United Nations Peacekeeping Missions, those who concluded the mission assignments, and those others whose line of work are in support of establishing peace wherever they are. This is our stories about our life. Read more ... »

Correspondent

Sanra Michiko Moningkey Captain Air Force Sanra Michiko Moningkey was born in 1976 in Manado, having been graduated from the Indonesia’s Air Force Academy in 2002 is presently serving the United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL), as Indonesia’s Garuda Contingent – Military...

Detail Profile »

View All ...»

 

Recent Stories

Kursus MS Office Basic untuk Ibu-Ibu Rumah Tangga: The Power of Motherhood
Awalnya saya sedikit pesimis dengan kemungkinan berhasilnya program kursus MS Office Basic yang kami siapkan khusus untuk ibu-ibu rumah tangga. Bayangkan “ Ibu-ibu rumah tangga gitu looh ” seloroh istri... »
Ro'is Nahrudin , 2 days ago

Indobatt gelar Training of Trainer
Komitmen Satgas Batalyon Mekanis Konga XXIII-D/UNIFIL (Indobatt) untuk mencapai suatu keunggulan positif dibandingkan dengan satuan tugas dari kontingen lain, memerlukan inovasi yang kreatif dan berhasil guna bagi lingkungan dimana... »
Yogi Nugroho , 2 days ago

Pertemuan Satuan Polisi Militer di Lebanon
(Blate Marjayoun UN Posn 7-3, Lebanon). UN Military Police Meeting adalah acara pertemuan seluruh Satuan Polisi Militer Internasional yang tergabung dalam operasi pemeliharaan perdamaian PBB, khususnya UNIFIL... »
Muhammad Dahlan , 3 days ago

Budaya orang Congo berfotoria
Orang-orang Congo sangat hobi untuk berfoto ria, jadi jangan heran jika tukang foto keliling bisa ditemukan hampir di setiap sudut kota. Kebiasaan berfoto-ria ini memang sudah membudaya di masyarakat Congo,... »
Arny Wahyuni , 3 days ago

Senjata ampuh bikin bujur melepuh
Ayah nanti mau dibekelein apa balik ke Liberia ini?. Pertanyaan itu selalu muncul dari si Idung Pesek-ku saat ia menyadari bahwa masa cuti mudik si kampret ini hanya tinggal 1... »
Luigi PRALANGGA , 5 days ago

 

Recent Comments

Didut commented on Impresi gado-gado di Myanmar
a few seconds ago


Didut commented on Menu makanan [pengungsi] hari ini
a few seconds ago


Didut commented on Kinshasa, Aku Datang!
a few seconds ago


Didut commented on Senjata ampuh bikin bujur melepuh
a few seconds ago


Arny commented on Budaya orang Congo berfotoria
a few seconds ago

Partner

pralangga.blogspot.com