Pralangga.org | Our Peacekeeping Journey

 
 
masthead

Our Stories: Experiences & Exposures

 

Articles

Octavianus Marthin

Penugasan POLRI pada misi PBB di Sudan

5 February 2009, 17:17 , by Oktavianus Marthin

 

Berawal dari mengikuti kursus bahasa Inggris tingkat advance di Sekolah Bahasa Polri di Cipinang Jakarta, maka saya berkesempatan mengikuti misi pemeliharaan perdamaian PBB di Sudan Afrika.

Let.Kol. Oktavianus Marthin di Sudan

Misi ini adalah misi ke dua kalinya untuk saya. Misi saya pertama dulu adalah misi perdamaian di Bosnia Herzegovina, pada tahun 1997 – 1998. Misi kali ini merupakan misi yang benar-benar berat, baik dari segi keamanan maupun segi kenyamanan. Memang setiap misi PBB itu berbeda karakteristik, tergantung dari kondisi Negara dan mandat yang diberikan oleh Sekretaris Jenderal PBB. Salah satu mandat yang diberikan dalam misi di Sudan ini adalah mereformasi dan merestrukturisasi lembaga kepolisian Negara Sudan, yang ikut terkoyak akibat perang. Reformasi dan restrukturisasi lembaga kepolisian dimaksud telah diatur dalam bentuk:

1. Memonitor pelaksanaan tugas kepolisian lokal yang sesuai dengan kepolisian dunia yang menerapkan sistem yang demokratis. Monitor ini juga diberikan dalam bentuk pelatihan-pelatihan yang diberikan kepada petugas polisi lokal sehingga mereka menjadi lebih memahami tugas-tugas pokok mereka. Karena 99% petugas kepolisian Sudan adalah mantan kombatan perang saudara.

Polisi di Sudan

2. Melaksanakan patroli bersama dengan polisi lokal, baik patroli jalan kaki maupun patroli bermobil.

3. Mengunjungi lokasi kantor polisi, pos polisi maupun check point yang berada dalam area of mission.

4. Menerapkan Community Policing.

Community Policing in rural area in Sudan.

Perlu diketahui bahwa Sudan adalah salah satu Negara di Afrika. Negara terbesar dari segi luas wilayahnya, yaitu 2,505,810 km2 dan jumlah penduduk mencapai 41 juta jiwa, berdasarkan sensus tahun 2006. Sudan merupakan sebuah Negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam (70%), sisanya adalah menganut kepercayaan sendiri (25%) dan penganut agama Kristen (5%). Temperatur udara di Sudan bisa mencapai 2° C pada malam hari dan mencapai 48°C pada siang hari. Negara Sudan terbagi dalam 3 wilayah besar, yaitu Northern Sudan yang meliputi Khartoum sebagai ibukota Negara, Western Sudan yang meliputi Darfur pusat kotanya dan Southern Sudan yang meliputi Juba sebagai pusat kotanya.

Sudan memperoleh kemerdekaannya setelah menjadi koloni Inggris pada tanggal 1 Januari 1956. Oleh Inggris Sudan dibagi menjadi 2 wilayah besar, yaitu Southern (wilayah Selatan, yang didominasi oleh kaum Kristen) dan Northern (wilayah Utara yang didominasi kaum Islam).

Satu tahun sebelum merdeka pecah perang sipil pertama dikarenakan Sudan wilayah Selatan mengkhawatirkan akan dominasi Utara yang Islam atas Selatan yang Kristen. Perang sipil ini berlangsung hingga tahun 1972. Perang sipil kedua terjadi pada tahun 1983 hingga 2005. Perang itu berkobar karena adanya kelompok perlawanan dari kaum Selatan (SPLM = Sudan People Liberation Movement) dengan kelompok bersenjatanya (SPLA = Sudan People Liberation Army) terhadap dominasi kaum Utara yang tidak memperhatikan wilayah Selatan.

Perang sipil kedua ini berakhir pada tahun 2003 dengan diadakannya gencatan senjata dan proses perdamaian antara Pemerintah Sudan (GoS = Government of Sudan) dan SPLA. Pada tanggal 9 Januari 2005 ditandatanganilah CPA (Comprehensive Peace Agreement = Perjanjian Perdamaian Menyeluruh) di Nairobi Kenya, yang memberikan otonomi selama 6 tahun dan kemudian melaksanakan referendum dengan opsi kemerdekaan kepada wilayah Selatan.
Dalam merespon perjanjian perdamaian itu maka PBB membentuk misi penjaga perdamaian di Sudan yang diberi nama United Mission In Sudan (UNMIS). Misi ini diikuti oleh 45 negara kontributor, yang mengirimkan personel militernya, baik sebagai pemantau (observer) maupun sebagai pasukan dan personel kepolisian sebagai advisor.

Indonesia sebagai salah satu Negara anggota PBB kemudian mengirimkan juga personel kepolisiannya. Sejak tahun 2006 hingga kini telah dikirim 24 anggota Polri ke Sudan. Terakhir, pada tanggal 25 November 2008, sejumlah 14 anggota Polri diberangkatkan kembali ke Sudan. Mereka berasal dari beberapa Polda seluruh Indonesia dan berasal dari berbagai kesatuan maupun fungsi kepolisian, yang terdiri dari 9 orang Pamen, 3 orang Pama dan 2 orang Bintara. Menariknya salah satu Bintara adalah Polwan, yang merupakan satu-satunya Polwan pada rombongan/kontingen ini.

Pada tanggal 26 November 2008 jam 11.00 waktu Sudan kontingen tiba di Bandara Khartoum Sudan. Suasana dan udara panas terik langsung menyapa kulit seluruh anggota kontingen yang sudah kelihatan lelah akibat perjalanan jauh di atas pesawat Qatar Airways. Sejak tanggal 27 November 2008 hingga 8 Desember 2008 seluruh anggota kontingen mendapat pelatihan pengenalan (Induction Training) dari seluruh unit kerja di Markas Besar UNMIS (UNMIS HQ = Head Quarters). Pada tanggal 9 Desember 2008 seluruh kontingen dipecah menjadi 8 kelompok kecil sesuai dengan penempatan tugas baru.

Kontingen Garuda Bhayangkara di UNMIS

Setiap tempat tugas baru akan diisi oleh 2 orang personel Polri. Mereka adalah:

1. AKBP Eko Rudi S. dan IPTU Wahyu Candra Irawan di Team Site (Polsek) Rumbek.

2. AKBP Irfing Jaya dan Kompol Gigih Prabowo di Team Site Ed Damazin.

3. AKBP Oktavianus M dan AKP Raja Simamora di Team Site Yambio.

4. Kompol Arsdo dan Kompol M. Kamba di Team Site Bentiu.

5. Kompol R. Syukri dan AKP Bismo Teguh di Team Site Bor.

6. Kompol Suprijono dan Aiptu Samiyanto di Team Site Abyei.

7. AKBP Maru Siagian di Northern Regional HQ (Mapolda Utara).

8. Briptu Santy Rahmi di UNMIS Pol HQ.

Setiap personel akan melaksanakan tugas sebagai Police Advisor di tempatnya masing-masing, sesuai dengan mandat PBB yang diterimanya, yang telah dijelaskan di awal tulisan di atas.

Semoga perjalanan Bhayangkara Negara di Sudan dalam salah satu bentuk pengabdian diri kepada Negara ini diterima oleh masyarakat Sudan umumnya dan kepolisian Sudan khususnya.

Octavianus Marthin Oktavianus MARTHIN Super Intendent (Lieutenant Colonel) Oktavianus MARTHIN, SIk., was born in Jakarta, October 25, 1970. After finishing senior high school in Jakarta in 1989, then became a cadet of Indonesian Police Academy in Semarang. Graduated from that Academy in the year...

Detail Profile »

6  Comments

by bayzhaqy at 5 February 2009, 19:17

idealnya, hal-hal seperti ini menjadi headline news agar ada keseimbangan informasi, bahwa TNI-POLRI kita HEBAT, dan rakyat boleh bangga akan hal ini.

by Yudi Purwanto at 6 February 2009, 01:33

pengen kenal sama Briptu Santy Rahmi hehehehe…

by David Pangaribuan at 13 February 2009, 03:01

Selamat berdinas dan sukses untuk seluruh anggota Team, suatu kebanggan mengemban tugas negara. Salam buat temanku di sana Kompol Arsdo Simatupang.

by simamora at 25 February 2009, 02:18

waduh asyik juga dong ada ceweknya, bisa digilirlah ya?? apalagi disana item semua kan, pasti mbak ini yang pualing ayu nan sexy

by Jabinson Purba at 2 March 2009, 02:24

Dobardan Gospodin. Okta,semoga masih kenal dan ingat dengan saya. Dulu kita pernah sama2 seleksi misi Bosnia, saya tidak berangkat waktu itu. Tahun 2000-2001 baru saya ke Bosnia dengan Pak Boy sebagai Dan Konga XIV-14. sampaikan salam saya buat syukri, chandra, musakar, suprijono dan maru. saya sekarang di spn cisarua, sudah akbp tapi belum sespim, bgmn dengan Mas Okta? By the way, misi UNAMID berapa lama? saya juga mau coba ikut.

by ikays at 6 March 2009, 16:18

Saya turut bangga dengan tugas mulia ini. Semoga Tuhan senantiasa melindungi, membimbing, melimpahkan kesehatan, & kemampuan dalam melaksanakan tugas. Serta menjaga keluarga yg ditinggalkan di tanah air.

 

Add Your Comment

Use the form below to comment on this article. Show who you are with a Gravatar. Your email will not displayed or passed on to any third party. Comments may be edited prior to publication and inappropriate comments may be deleted

Your Name


E-mail


URL


Message


Textile Help




Subscribe to RSS

pralangga.org subscribe to feedburner

0 people subscribing to this blog

Enter your email address:

   

About

Welcome to Our Peacekeeping Journey, a website dedicated to the peacekeepers, the ones whose currently serving at United Nations Peacekeeping Missions, those who concluded the mission assignments, and those others whose line of work are in support of establishing peace wherever they are. This is our stories about our life. Read more ... »

Correspondent

Nita Marcela Siahaan Lieutenant Colonel. Nita Siahaan MSc. is the first Indonesian Army Woman from the Indonesian Army Information Service who joined Peace Keeping Operations under the banner of United Nations (MONUC) in Congo. The Indonesian Government has assigned Ltc Nita to...

Detail Profile »

View All ...»

 

Recent Stories

Hand-made Fitness Center ala Satgas Indobatt di Lebanon
Olah raga yang teratur akan sangat membantu dalam mewujudkan kesehatan jasmani yang baik. Dan tentunya akan lebih baik lagi jika memiliki fasilitas olah raga yang mendukung. Keterbatasan sarana olah raga di markas Gajah Mada Satgas POM TNI Konga XXV-B/UNIFIL (United Nations Interim Force In Lebanon) tidak membuat para _peacekeeper _Polisi Militer kehilangan akal. Dengan inisiatif dan kreatifitas para personil, mereka telah berusaha mengadakan sendiri peralatan olah raga yang dibutuhkan.
Muhammad Dahlan , 7 hours ago

The Spanish Contingent Libre Hidalgo XI / Sector East Menerima UN Medal
Major General Alberto Asarta Cuevas selaku UNIFIL Head of Mission and Force Commander memimpin dan bertindak sebagai Inspektur Upacara.upacara penganugerahan medali PBB kepada prajurit The Spanish Contingent Libre Hidalgo XI... »
Sanra Michiko Moningkey , 7 hours ago

Sisingaan Indobatt buat Terpana Warga Lebanon
(Marjayoun; 29 Juli 2010). Satu lagi andalan kebudayaan dan kesenian Indonesia yaitu tari Sisingaan yang Indobatt tampilkan untuk menyemarakkan acara malam Festival Kesenian. Tari tersebut membuat terpana penonton festival yang... »
Sanra Michiko Moningkey , 7 hours ago

Peleton Harpal Indobatt : “Tiada Kata Tidak Bisa”
Semboyan yang dimiliki oleh Peleton Pemeliharaan Peralatan Satuan Tugas Batalyon Mekanis Kontingen Garuda XXIII-D/Unifil (Indonesian Battalion/ Indobatt) yakni: “Tiada kata tidak bisa” telah menjadi semacam daya dorong yang sangat membangkitkan... »
Sanra Michiko Moningkey , 2 days ago

Srikandi Indonesia Jajal Kemampuan pada ’21,5 km + 10 kg Dancon March’ di Lebanon Selatan
Kiprah Wanita Tentara Nasional Indonesia (Wan TNI) yang tergabung dalam Kontingen Garuda tahun 2010 pada misi penugasan UNIFIL (United Nations Interim Force In Lebanon) tidak kalah peran sumbangsihnya bagi TNI, bangsa dan negara Indonesia. Tiga dari lima Wanita TNI yang ada di Lebanon Selatan, menjajal kemampuannya dalam kegiatan jalan jauh atau yang lebih dikenal dengan nama Dancon March yang diadakan beberapa waktu lalu oleh Kontingen Negara Denmark dengan mengambil start dan finish di Danlog Square di dalam kompleks Markas Besar UNIFIL UN Posn 4-7C.
Sanra Michiko Moningkey , 3 days ago

 

Recent Comments

dino commented on Congo: The time has finally came
a few seconds ago


jarwadi commented on Indobatt Bantu Masyarakat Lebanon Selatan Panen Tembakau di Desa Deir Siriane
a few seconds ago


boy fadly commented on Balada sebuah pagi di Monrovia
a few seconds ago


boy fadly commented on Perjalanan seru menuju Ganta
a few seconds ago


boy fadly commented on Si jali-jali Nyasar ke Liberia
a few seconds ago