Pralangga.org | Our Peacekeeping Journey

 
 
masthead

Our Stories: Experiences & Exposures

 

Articles

Pengarahan SEA kepada 22 personel TNI di Kongo

3 December 2009, 21:40 , by Agus Hermansyah

 

(Kongo, Afrika, 03 Desember 2009). Tim CDU (Conduct and Discipline Unit) yang bermarkas di Bunia memberikan pengarahan terhadap 22 personel (Perwira / Bintara) Satgas Kompi Zeni TNI Konga XX-G/MONUC yang berada di Camp Bumi Siliwangi di Dungu. Tim yang beranggotakan dua orang Perwira Menengah ini memberikan ceramah tentang SEA (Sexual Exploitation and Abuse) selama 9 jam dimulai dari jam 08.00 s/d jam 17.00 waktu setempat, bertempat di Conference Room Camp Bumi Siliwangi di Dungu, Rabu (02/12).

Pengarahan tentang SEA ini rutin dilaksanakan setiap tahunnya oleh FCDU (Field Conduct and Discipline Unit) setelah ada rotasi atau pergantian pasukan. Organisasi yang berdiri sendiri dan bermarkas di Kinsasa serta bekerja sama dengan Ituri Brigade ini, mempunyai tanggung jawab penegakan disiplin di lapangan (Daerah Operasi dibawah Dewan Keamanan PBB) terhadap para kontingen yang tergabung dalam operasi perdamaian, khususnya di Dungu, MONUC-Kongo.

CDU Presentation SEA Trainer

Adalah Major Claes Bernhorn yang berasal dari Swedia dan Major Clointantin dari Rumania mengatakan bahwa ini adalah bukan sekedar memberikan ceramah semata, namun lebih jauh lagi agar dapat memahami dan mampu memberikan penyuluhan tentang SEA (Sexual Exploitation and Abuse) dan pelanggaran-pelanggaran serta kejahatan lainnya khususnya kepada Kontingen Garuda XX-G/MONUC, sehingga diharapkan dapat menularkan ilmunya kepada anggota yang lain.

CDU Training Participant Active Participation

SEA Awareness Class

Penyampaian materi dengan menggunakan metoda ceramah dan diskusi ini sangat menarik antusias para peserta penataran karena para peserta diajak langsung dalam pembahasan dan bebas mengeluarkan pendapat sesuai dengan pandangannya masing-masing tentang pelanggaran-pelanggaran serta kejahatan yang terjadi di lapangan, ditambah dengan penyampaian materi yang cukup professional dan penguasaan materi yang baik serta dengan diselingi lelucon yang mengundang tawa para peserta, sehingga waktu yang cukup panjang terasa begitu singkat.

Adapun materi yang disampaikan oleh penceramah adalah tentang penegakan disiplin dalam bertugas dan menghindari dari pelanggaran-pelanggaran yang bersifat sexual dan kriminal serta disampaikan juga tentang Core Values (Integrity, Profesionalism dan Respect for Diversity) bagi seorang prajurit.

Dalam kesempatan itupula tim CDU (Conduct Discipline Unit) menayangkan film-film tentang kehidupan peackeeper/pasukan penjaga perdamaian dalam menjalankan tugas di daerah operasi yang rawan akan pelanggaran sexsual maupun kriminal, dimana lingkungan tersebut memang sangat mendukung untuk melakukan pelanggaran yang dimaksud, khususnya Sexual Exploitation and Abuse. Kemiskinan, kelaparan dan ketidak berdayaan rakyat yang diakibatkan perang berkepanjangan memaksa mereka berbuat apa saja demi untuk sesuap nasi bagi anak-anaknya walaupun harus dengan menawarkan dirinya. Awarness, Prevention, and Response (kesadaran, pencegahan, dan respon) adalah kunci yang ditawarkan oleh Mr. Claes dan Mr. Clointantin dalam menjaga para peacekeeper terlibat langsung maupun tidak langsung akan pelanggaran tersebut, sehingga para penjaga perdamaian itu dapat terhindar dari pelanggaran yang tidak diinginkan dan para prajurit dapat melaksanakan fungsinya sebagai tentara langit yang dapat melindungi masyarakat setempat.

Pada akhirnya Mr. Claes dan Mr. Cloin percaya bahwa Kontingen Garuda XX-G/MONUC dapat menjalankan tugas misi perdamaian di Dungu – Kongo ini dengan baik, professional tanpa melakukan pelanggaran yang dapat menjatuhkan kridibilitas kontingen dan negara Indonesia dimata dunia. Mereka juga percaya bahwa pembekalan yang telah diberikan selama satu bulan di Indonesia, dan penataran selama 9 jam di Camp Indonesia Engeneering Company sudah lebih dari cukup sebagai bekal dalam menjalankan tugas di Dungu Kongo ini. SP-09/XII/Konga XX-G/MONUC

Agus Hermansyah Captain Caj. Agus Hermansyah was born on 15 August 1971, prior his assignment under the Indonesian Engineering Company under the United Nations Mission in the D.R. Congo (Mission d’el ONU en Republique du Congo – MONUC) as Military Public Information...

Detail Profile »

1  Comment

by Joko Setiawan at 5 December 2009, 18:50

Saya pikir SEA he he he…
Wah pastinya sangat menarik sekali ya pengalaman para prajurit kita di sana Pak..
Owh iya, FB nya saya add tapi belum di approve ya..

 

Add Your Comment

Use the form below to comment on this article. Show who you are with a Gravatar. Your email will not displayed or passed on to any third party. Comments may be edited prior to publication and inappropriate comments may be deleted

Your Name


E-mail


URL


Message


Textile Help




Subscribe to RSS

pralangga.org subscribe to feedburner

628 people subscribing to this blog

Enter your email address:

   

About

Welcome to Our Peacekeeping Journey, a website dedicated to the peacekeepers, the ones whose currently serving at United Nations Peacekeeping Missions, those who concluded the mission assignments, and those others whose line of work are in support of establishing peace wherever they are. This is our stories about our life. Read more ... »

Correspondent

Nilawaty Bahar Nilawaty BAHAR Having 9 years experience in HR functions: Human Resource Information System Development & Implementation, Personnel Administration Management, HR Development project with multinational companies, Nilawaty Bahar began her initial mission assignment under the United Nations Mission in Nepal (UNMIN) and absed...

Detail Profile »

View All ...»

 

Recent Stories

Welfare Cruise Monusco Staff
Recreation is part of our duty as an implementation of implementation of stress management. It aims at performing better at work “Pablo, Bavon..yaka….viens, arrange this tables & chairs on the barge,... »
Lusyanto Januar , 9 hours ago

Kontingen Garuda XX-G Bagikan Bingkisan Kepada Masyarakat Pedalaman Kongo
Tepatnya di desa Cimquante-Cinq arah antara Dungu Faradje dimana lokasi Kontingen Garuda XX-G bekerja dalam membangun jalan Dungu Faradje, Komandan Kontingen Letkol Czi Arnold A.P Ritiauw dan personel Zeni TNI pada hari Kamis (19/8) membagikan baju baru kepada masyarakat Kongo yang berada dipedalaman, khususnya kepada anak-anak yang jumlahnya lebih dari 100 orang. Sumbangan berupa baju ini diberikan dalam rangka memperingati HUT Republik Indonesia ke-65, juga sebagai bagian dari Sargal (Sarana Penggalangan) terhadap masyarakat Kongo.
Agus Hermansyah , 7 days ago

Sertijab Bintara Tertinggi UNIFIL Lebanon
Pada beberapa waktu lalu, bertempat di Markas Besar UNIFIL (United Nations Interim Force in Lebanon) di Naqoura, Lebanon Selatan telah dilaksanakan acara serah terima jabatan FSM (Force Sergeant Major) atau Bintara tertinggi UNIFIL dari pejabat lama Master Warrant Officer Fremphah Mosses kepada Senior Warrant Officer Adong Yure Williams, keduanya berkewarganegaraan Ghana.
Muhammad Dahlan , 7 days ago

Pesiar Eksklusif di Sungai Congo
Sabtu sore dilanjutkan dengan mengunjungi teman – teman TNI yang baru pindah rumah, sampe berpesiar ke Sungai Congo di Minggu pagi. Nah, yang terakhir ini yang paling seru. Akhirnya, setelah Sari mengerahkan segala daya upaya untuk membujuk dua marinir Indonesia, Pak Amrin dan Bang Lusy (maaf ada tambahan: yang selalu ngaku – ngaku ganteng) dua marinir ini pun setuju untuk membawa kami berpesiar.
Nurul Fitri Lubis , 10 days ago

Upacara HUT RI ke-65 ditengah padatnya tugas FPU Indonesia di Darfur
Upacara internal yang kami gelar di lapangan Kamp Garuda ini sangatlah berkesan dihati sanubari kami insan Polri yang sedang menjalankan tugas misi Negara dan jauh dari kampung halaman sendiri. Dengan dikibarkannya bendera merah putih diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya kemudian pembacaan teks Proklamasi dan teks Pembukaan UUD 1945 semakin menguatkan mental dan kebanggaan kami yang tengah mengemban tugas Negara ini.
Robertho Pardede , 12 days ago

 

Recent Comments

Dewi Yulia commented on Kontingen Garuda XX-G Bagikan Bingkisan Kepada Masyarakat Pedalaman Kongo
a few seconds ago


Tante YY commented on Warna warni rambut Liberia dan (Jangan) panggil aku: "CANI"
a few seconds ago


ghozy commented on Trekking ke negeri atap dunia
a few seconds ago


Mariani commented on Warna warni rambut Liberia dan (Jangan) panggil aku: "CANI"
a few seconds ago


khaidar commented on Madagascar bercerita: [Dilarang] Bercinta dibawah pohon kelapa
a few seconds ago