Pralangga.org | Our Peacekeeping Journey

 
 
masthead

Our Stories: Experiences & Exposures

 

Articles

vonny-ferdinandus

Pelatihan pemadam kebakaran oleh staff UNMIL

31 July 2009, 06:14 , by Vonny Ferdinandus

 

Meski saya duduk dan bekerja di bagian keuangan pada misi pemilihan perdamaian PBB di Liberia (UNMIL), tugas-tugas di kantor itu tidak hanya mengurus perihal pembayaran dan keuangan saja, manun juga aktif mengikuti program pelatihan yang dapat menunjang ketrampilan serta karir.. termasuk itu pelatihan keselamatan dari kebakaran.

Pada awal tahun 2009, pihak mission memang sedang gencar-gencarnya memastikan bahwa setiap staff yang bekerja di mission ini sadar akan keselamatan kerja. Bahaya kebakaran adalah salah satu program besar yang harus difahami oleh setiap staff, baik itu staff militer, anggota kontingen, sampai kepada kalangan staff sipilnya. Intinya mereka harus sadar akan bahaya kebakaran, apa yang menyebabkannya, jenis serta klasifikasi kobaran api lalu yang terakhir bagaimana memadamkannya.

Sejak awal February 2009 lalu, hingga saat ini, saya masih sering membaca email broadcast yang mengabarkan bahwa latihan pemadam kebakaran dengan jadwalnya berlaku bagi masing-masing kantor/unit, serta latihan evakuasi per gedung/kantor yang sudah pasti melibatkan ratusan staff. Seru deh pokoknya.. namun demikian, urusan ini sudah pasti membuat pekerjaan tertunda untuk satu sampai tiga jam lamanya.

Bener saja prakiraan ini, saya ditunjuk untuk mewakili kantor menghadiri program pelatihan memadamkan kebakaran. Ini pasti karena teman-teman lain sudah menolak maka tinggal saya sebagai orang terakhir yang tidak punya pilihan, mau tidak mau harus pergi mewakili dari UNMIL Finance Section, mengingat program ini adalah wajib diikuti oleh semua bagian/fungsi/ di mission. Hitung-hitung refreshing dari kegiatan rutin berkutat dengan berkas dan angka-angka yang membuat juling kedua mata ini. Bolehlah, maka akhirnya saya pun bergegas menuju UNMIL Logistics Base di Freezone, Monrovia.

Disana ada sekitar 20 orang dari berbagai Section Offices, tidak ada yang dikenal dari wajah-wajahnya, yang jelas selain kita-kita staff sipil UNMIl, terdapat hadir disana beberapa perwira dari anggota kontingen peacekeepers, lengkap dengan seragam militer dan atribut medali atau pangkatnya duduk sebagai anggota peserta pelatihan. 20 menit berlalu dan saya sudah mulai ngantuk, mengingat hembusan pendingin ruangan (AC) itu cukup membuat nyaman kedua mata ini, namun demikian lepas acara presentasi, maka kita dipanggil satu per satu untuk mencoba mengenal lebih dekat berbagai macam tabung pemadam . Wah nggak boleh kelihatan ngantuk nih!.

Fire Safety 041

Materi pelatihan juga termasuk memperkenalkan beberapa peralatan keselamatan evakuasi disaat bahaya kebakaran terjadi, seperti perangkat alat-alat evakuasi korban, seperti masker pernafasan, serta alat-alat lain-nya.

Fire Safety Google

Memang sungguh tidak nyaman saat mencoba untuk memakainya, namun saat keadaan gawat darurat, mau atau tidak harus dipakai bila ingin selamat.

Dari hasil penjelasan itu, cukup banyak pemahaman baru yang saya dapatkan, antara lain perihal jenis atau kategori kobaran Api dan pemadamnya yang terbagi menjadi 4 klasifikasi atau kelompok, yaitu:

1. Api kelas A, dimana jenis pemadam yang biasanya dipakai untuk kobaran api yang disebabkan oleh kertas, kayu, kardus karton, dan jenis plastik biasa. Kode nomor yang tertera pada tabung pemadam jenis ini menandakan jumlah kadar air yang dikandung dalam tabung dan tingkat kobaran api yang bisa dipadamkannya.

2. Api Kelas B, Api ini disebabkan oleh terbakarnya bahan atau cairan yang mudah meledak atau terbakar, seperti bensin, minyak tanah, pelumas/oli dan lain sejenisnya, Kode nomor pada tabung pemadam yang tertera biasanya menandakan prakiraan akan seberapa luas kobaran apai yang dapat dipadamkannya.

3. Api Kelas C, Api ini disebabkan oleh sirkuit listrik, seperti hubungan pendek pada perabot rumah tangga, instalasi kabel listrik, circuit breakers dan outlets. Dilarang menggunakan air untuk memadamkan jenis api yang berasal dari kebakaran/api Class C ini dimana resiko tersengat aliran listrik sangat besar untuk terjadi. Pada pemadam jenis Class C extinguishers ini , tidak memiliki kode nomor pada tabung pemadamnya, namun, Klasifikasi C artinya memadamkan dari bahan pemadam api yang tidak menyalurkan listrik (non-conductive).

4. *Api Kelas D *, Dimana pemadamannya berbeda dari ke-3 kategori sebelumnya dan jenis tabung pemadam ini banyak ditemukan di laboratorium kimia. Api pada kebakarang ini umumnya yang berasal dari metal yang dapat atau mudah untuk terbakar seperti magnesium, titanium, potassium dan sodium. Jenis pemadam untuk bahaya api seperti ini juga tidak memiliki kode nomor pada tabung.

Seperti kita ketahui bahwa sebuah api dapat menyala membutuhkan oksigen dan bahan bakar dan panas (heat) dan dalam istilah yang sederhana, tujuan pemadam kebakaran adalah mengeluarkan 3 komponen diatas dengan menyebarkan bahan yang berfungsi untuk mendinginkan bahan yang terbakar dan/atau mengeluarkan oksigen yang berada disekitar daerah kebakaran.

Seperti dijelaskan dalam progam pelatihan itu bahwa, tabung pemadam api umumnya dipenuhi oleh air atau bahan kimia yang dirancang untuk menyelimuti daerah kebakaran, seperti CO2. Dengan mencabut pin pengaman tabung dan menekan gagang tabung pemadam, bahan kimia pemadam ini akan keluar mencuat dalam tekanan yang tinggi.

Fire Safety Awareness Training

Memang, saat memegang selang dan gagang tabung pemadam, rasanya tergoda sekali untuk segera menekan gagangnya dan mulai memadamkan api, namun ternyata ada carapenggunaan yang baik dan benar agar memastikan bahwa kobaran api bisa dipadamkan secara efektif. Setelah beberapa silde presentasi, saya mulai mengerti akan berbagai jenis bahan yang dipakai untuk memadamkan kobaran api dan yang terpenting adalah pengetahuan akan macam/jenis pemadam api yang umum digunakan, yaitu:

Pemadam Air, atau Water Extinguishers
Jenis pemadam ini, tabungnya terisi oleh air biasa yang berasal dari keran ledeng, dan oksigen bertekanan dan cara terbaik untuk memadamkan panas adalah menyemprotkannya langsung ke arah kobaran api, namun demikian penting untuk diketahui jenis atau kelas kobaran api sesuai penjelasan diatas.

Pemadam Abu Kimia atau Dry Chemical Extinguishers
Pemadam jenis ini, tabungnya diisi oleh abu atau busa dari bahan kimia yaitu sodium bicarbonate (baking soda) atau potassium bicarbonate, dengan gas nitrogen bertekanan. Baking soda adalah bahan yangn efektif karena kemampuannya untuk melebur pada 158 dearajat Fahrenheit dan jenis pemadam ini menyemprotkan carbon dioxide (yang menyingkirkan oxygen) Dry chemical extinguishers berfungsi untuk mengacaukan reaksi kimia dari kobaran api tersebut melalui selimut abu kimia yang menyelimuti kobran api, memisahkan bahan yang terbakar dengan oxygen yang berada disekitarnya.

Pemadam CO2 atau Carbon Dioxide (CO2) extinguishers
CO2 extinguishers mengandung gas carbon dioxide, gas yang tidak dapat terbakar (non-flammable gas), dan bertekanan tinggi dimana akan terlihat gumpalan bunga es keluar saat gas ini disemprotkan dari tabung. gas CO2 ini berat jenisnya lebih dari oksigen dan penyemprotan gas CO2 pada kobaran api akan menyingkirkan kandungan oksigen pada daerah sekitar kebakaran dan mendinginkan daerah yang terbakar.

Pelatihan teori nampaknya tidak akan melekat dan membekas di benak para peserta, maka tidak lama kemudian, dengan diantar sebuah bus, maka tersedialah seperangkat tabung berjajar disiapkan oleh panitia pelatihan, lengkap dengan sebuah truk pemadam kebakaran parkir tidak jauh dari lahan pelatihan. Disini kita diminta untuk memadamkan api sesuai seperti yang baru saja diajarkan pada kelas pelatihan.

Saya belum pernah memegang tabung pemadam kebakaran sebelumnya, namun sesi pelatuhan pemadaman ini sungguh sangat seru dan mengasyikkan, meski keringat bercucuran mengingat terik matahari benar-benar menyengat dan sudah mulai terasa lapar. Ternyata bukan saya sendiri saja yang menjadikan pelatihan memadamkan api ini sebagai pengalaman pertama, beberapa dari perwira militer itupun mengakui bahwa sebelumnya mereka jarang menyentuh tabung pemadam ini dan memadamkan api secara langsung.

Ini dia beberapa jepretan dari pelatihan pemadaman api itu..

The extinguisher

Fighting the fire

Fire Safety Trainee

Terlepas dari semua yang sudah diajarkan dalam pelatihan itu, saya kini teringat pada sebuah nasehat oleh nenek dulu: Jangan kamu main api, nanti terbakar bisa hangus.., kini saya tidak takut lagi karena sudah cukup faham bagaimana menyemprotkan dan memadamkannya – namun bagaimana ya caranya kalau yang dipadamkan itu adalah api cinta.. ada yang tahu?.

vonny-ferdinandus Vonny FERDINANDUS Recently joined UNMIL in September 2007. Initially embarked to peacekeeping field since 2003 in Dili, Timor – Leste under the World Food Programme (WFP). Though this would be the first african-based mission, post-conflict assignment is nothing new to her, as...

Detail Profile »

3  Comments

by dewi at 31 July 2009, 10:29

salam kenal..
artikel yang menarik dan ada informasi bermanfaatnya juga.

yang terakhir susah juga…yang ada soalnya hanya dokter cinta, tidak ada pemadam kebakaran cinta :D

by Putri Safriani at 6 August 2009, 22:02

yang bisa memadamkan api cinta…….yang orang yang kita cintai :D…….hmmmmmmm……Love…Love…Love

by ekorubiantoro at 12 March 2010, 15:30

wah sekalian belajar nyemprot pake mobdamkar …pasti seru tuh

 

Add Your Comment

Use the form below to comment on this article. Show who you are with a Gravatar. Your email will not displayed or passed on to any third party. Comments may be edited prior to publication and inappropriate comments may be deleted

Your Name


E-mail


URL


Message


Textile Help




Subscribe to RSS

pralangga.org subscribe to feedburner

0 people subscribing to this blog

Enter your email address:

   

About

Welcome to Our Peacekeeping Journey, a website dedicated to the peacekeepers, the ones whose currently serving at United Nations Peacekeeping Missions, those who concluded the mission assignments, and those others whose line of work are in support of establishing peace wherever they are. This is our stories about our life. Read more ... »

Correspondent

Hagus INDARYANTO Major Hagus Indaryanto,SH was born in Medan, North Sumatera, Indonesia in 1973. Graduated from high school in 1992, then joined the Indonesian Military Academy as Cadet. In the year of 1995 he was commissioned as a second lieutenant in the...

Detail Profile »

View All ...»

 

Recent Stories

Hand-made Fitness Center ala Satgas Indobatt di Lebanon
Olah raga yang teratur akan sangat membantu dalam mewujudkan kesehatan jasmani yang baik. Dan tentunya akan lebih baik lagi jika memiliki fasilitas olah raga yang mendukung. Keterbatasan sarana olah raga di markas Gajah Mada Satgas POM TNI Konga XXV-B/UNIFIL (United Nations Interim Force In Lebanon) tidak membuat para _peacekeeper _Polisi Militer kehilangan akal. Dengan inisiatif dan kreatifitas para personil, mereka telah berusaha mengadakan sendiri peralatan olah raga yang dibutuhkan.
Muhammad Dahlan , 7 hours ago

The Spanish Contingent Libre Hidalgo XI / Sector East Menerima UN Medal
Major General Alberto Asarta Cuevas selaku UNIFIL Head of Mission and Force Commander memimpin dan bertindak sebagai Inspektur Upacara.upacara penganugerahan medali PBB kepada prajurit The Spanish Contingent Libre Hidalgo XI... »
Sanra Michiko Moningkey , 7 hours ago

Sisingaan Indobatt buat Terpana Warga Lebanon
(Marjayoun; 29 Juli 2010). Satu lagi andalan kebudayaan dan kesenian Indonesia yaitu tari Sisingaan yang Indobatt tampilkan untuk menyemarakkan acara malam Festival Kesenian. Tari tersebut membuat terpana penonton festival yang... »
Sanra Michiko Moningkey , 7 hours ago

Peleton Harpal Indobatt : “Tiada Kata Tidak Bisa”
Semboyan yang dimiliki oleh Peleton Pemeliharaan Peralatan Satuan Tugas Batalyon Mekanis Kontingen Garuda XXIII-D/Unifil (Indonesian Battalion/ Indobatt) yakni: “Tiada kata tidak bisa” telah menjadi semacam daya dorong yang sangat membangkitkan... »
Sanra Michiko Moningkey , 2 days ago

Srikandi Indonesia Jajal Kemampuan pada ’21,5 km + 10 kg Dancon March’ di Lebanon Selatan
Kiprah Wanita Tentara Nasional Indonesia (Wan TNI) yang tergabung dalam Kontingen Garuda tahun 2010 pada misi penugasan UNIFIL (United Nations Interim Force In Lebanon) tidak kalah peran sumbangsihnya bagi TNI, bangsa dan negara Indonesia. Tiga dari lima Wanita TNI yang ada di Lebanon Selatan, menjajal kemampuannya dalam kegiatan jalan jauh atau yang lebih dikenal dengan nama Dancon March yang diadakan beberapa waktu lalu oleh Kontingen Negara Denmark dengan mengambil start dan finish di Danlog Square di dalam kompleks Markas Besar UNIFIL UN Posn 4-7C.
Sanra Michiko Moningkey , 3 days ago

 

Recent Comments

dino commented on Congo: The time has finally came
a few seconds ago


jarwadi commented on Indobatt Bantu Masyarakat Lebanon Selatan Panen Tembakau di Desa Deir Siriane
a few seconds ago


boy fadly commented on Balada sebuah pagi di Monrovia
a few seconds ago


boy fadly commented on Perjalanan seru menuju Ganta
a few seconds ago


boy fadly commented on Si jali-jali Nyasar ke Liberia
a few seconds ago