Pralangga.org | Our Peacekeeping Journey

 
 
masthead

Our Stories: Experiences & Exposures

 

Articles

Kardibaldi

Peacekeepers Delivery Service

2 October 2007, 07:25 , by Kardibaldi Wardaja

 

Sungguh suatu kehormatan bagi saya untuk bergabung disini dengan para peacekeepers, walaupun tugas saya hanyalah mengantar rekan2 peacekeepers kita selamat sampai di tujuan (amiin).

Untuk mencapai tujuan, para peacekeepers kita yang bertugas di benua Afrika / Asia (middle east), dari Jakarta akan terbang dengan pesawat jenis Boeing 777-300, yang berkapasitas lebih dari 400 orang. Penerbangan ke Dubai biasanya ditempuh dengan total waktu kira2 9 jam, termasuk transit di Singapore, Kuala Lumpur atau Kolombo, tergantung juga dari kondisi cuaca dan angin pada saat itu. Sesampainya di Dubai, biasanya dilanjutkan dengan jenis pesawat yang sama, atau dengan jenis pesawat lain yang tak kalah canggih, yaitu Airbus 330/340 yang berkapasitas lebih sedikit.

Dari Dubai, dibutuhkan kira2 3 sampai 8 jam untuk mencapai negara tujuan para peacekeepers. Posisi yang sangat strategis menjadikan Dubai salah satu tempat yang ideal untuk transit, baik ke sekitar Middle East, Afrika atau Eropa. Sayangnya dari beberapa negara tujuan di Afrika, dengan alasan keamanan dan sebagainya, penerbangan Emirates tidak menyentuh beberapa daerah konflik, contohnya Liberia. Sehingga para peacekeepers kita hanya bisa diantar sampai Accra (Ghana) saja. Selanjutnya mereka akan naik pesawat putih milik United Nations.

Saya sendiri belum genap 9 bulan bekerja di Emirates Airlines, menyusul rekan2 dari Indonesia yang terlebih dahulu bekerja disini. Dari sekian puluh ribu orang yang berasal dari kira2 110 negara yang bekerja di Emirates Airlines, jumlah kami hanya kurang dari 100 orang saja. Kebanyakan bekerja sebagi Cabin Crew, Ground Staff dan Engineer. Saat ini saya bertugas di fleet Airbus 330. Selain ke Eropa, hampir setiap bulan saya terbang ke Afrika, seperti ke Entebbe (Uganda), Addis Ababa (Sudan), Darussalam (Tanzania), Nairobi (Kenya), Tripoli (Libya), Tunisia dan Beirut (Lebanon, Middle East).

Salam kenal buat semua rekan2 peacekeepers dan sampai jumpa di udara.

Kardibaldi Kardibaldi WARDAJA His flying career begin in 1994, as he accomplished his flight training in Australia. He initially flew Fokker 28 for almost 8 years & used to fly all over Indonesia before he decided to quit from Merpati Nusantara Airlines and...

Detail Profile »

3  Comments

by Luigi Pralangga at 2 October 2007, 08:29

Dear Om Baldi,

Seneng bisa diantar dengan armada-nya.. sebuah kehormatanjuga untuk bisa masuk,kenal dan diterima sebagai kerabat, berjumpa dengan pasukan Indonesia di Emirates pada kunjungan ke Dubai kita medio May 2007 lalu.

Kedepan ini akan lebih banyak lagi, kawan-kawan peacekeepers yang akan terbang bertugas dan juga sekedar cuti mudik, terbang dengan Emirates. Meski kerap penerbangan Emirates dari dan ke banyak tempat di Afrika kerap penuh sesak.. saat tahu dna berjumpa dengan cabin crew asal kampung halaman, hilang sudah bau kelek penumpang sebelah yang menyengat dan doyan sekali ngantuk menyender di bahu kita, karena dikombinasikan dengan obrolan seru dengan mereka [para cabin crew].

Selama terbang dengan Emirates, selalu merupakan pengalaman yang menyenangkan, terlepas dari hampir lebih dari 16 jam total kita terbang.

Ohya, kita akan kedatangan banyak kontingen POLRI bertugas ke Darfur, masuk melalui Khartoum, dan misi lainya di Central African Republic..

Thanks for being with us, Airlines’s Crew are also peacekeepers in the air.. making our flight in save, comfortable and in peace. :-)

by ambar at 4 October 2007, 05:05

Wow !!!! … seneng banget waktu itu bulan August 07, kita-kita di-guide ama Mas BALDY and crews di UAE. Suatu pengalaman yang sangat mengesankan bisa ketemu langsung dengan para pahlawan dirgantara ini. You will never ever have any problem at all if contact mas Baldy before journey to UAE !!! Let’s prove it ! Salam hormat buat keluarga mas Baldy.

by puguh at 9 October 2007, 21:50

wah mas baldi asik bener ne ya mas ……… bisa bantu mas2 peacekeeper kita oya mas infoin puguh dong klo2 ada informasi buat ground staffnya emirates ppamungkas@gmail.com

 

Add Your Comment

Use the form below to comment on this article. Show who you are with a Gravatar. Your email will not displayed or passed on to any third party. Comments may be edited prior to publication and inappropriate comments may be deleted

Your Name


E-mail


URL


Message


Textile Help




Subscribe to RSS

pralangga.org subscribe to feedburner

0 people subscribing to this blog

Enter your email address:

   

About

Welcome to Our Peacekeeping Journey, a website dedicated to the peacekeepers, the ones whose currently serving at United Nations Peacekeeping Missions, those who concluded the mission assignments, and those others whose line of work are in support of establishing peace wherever they are. This is our stories about our life. Read more ... »

Correspondent

Lettu Elvisyach Putra Elvisyah PUTRA Elvisyah Putra, 1st LT Ordnance Corps. Graduated from Indonesian Military Academy in 2004 and continued Basic Corps Course in 2005. Further assignment posted at Paldam XVII/Cenderawasih as a chief of weapons warehouse for 3 years which later lands him another...

Detail Profile »

View All ...»

 

Recent Stories

Hand-made Fitness Center ala Satgas Indobatt di Lebanon
Olah raga yang teratur akan sangat membantu dalam mewujudkan kesehatan jasmani yang baik. Dan tentunya akan lebih baik lagi jika memiliki fasilitas olah raga yang mendukung. Keterbatasan sarana olah raga di markas Gajah Mada Satgas POM TNI Konga XXV-B/UNIFIL (United Nations Interim Force In Lebanon) tidak membuat para _peacekeeper _Polisi Militer kehilangan akal. Dengan inisiatif dan kreatifitas para personil, mereka telah berusaha mengadakan sendiri peralatan olah raga yang dibutuhkan.
Muhammad Dahlan , 7 hours ago

The Spanish Contingent Libre Hidalgo XI / Sector East Menerima UN Medal
Major General Alberto Asarta Cuevas selaku UNIFIL Head of Mission and Force Commander memimpin dan bertindak sebagai Inspektur Upacara.upacara penganugerahan medali PBB kepada prajurit The Spanish Contingent Libre Hidalgo XI... »
Sanra Michiko Moningkey , 7 hours ago

Sisingaan Indobatt buat Terpana Warga Lebanon
(Marjayoun; 29 Juli 2010). Satu lagi andalan kebudayaan dan kesenian Indonesia yaitu tari Sisingaan yang Indobatt tampilkan untuk menyemarakkan acara malam Festival Kesenian. Tari tersebut membuat terpana penonton festival yang... »
Sanra Michiko Moningkey , 7 hours ago

Peleton Harpal Indobatt : “Tiada Kata Tidak Bisa”
Semboyan yang dimiliki oleh Peleton Pemeliharaan Peralatan Satuan Tugas Batalyon Mekanis Kontingen Garuda XXIII-D/Unifil (Indonesian Battalion/ Indobatt) yakni: “Tiada kata tidak bisa” telah menjadi semacam daya dorong yang sangat membangkitkan... »
Sanra Michiko Moningkey , 2 days ago

Srikandi Indonesia Jajal Kemampuan pada ’21,5 km + 10 kg Dancon March’ di Lebanon Selatan
Kiprah Wanita Tentara Nasional Indonesia (Wan TNI) yang tergabung dalam Kontingen Garuda tahun 2010 pada misi penugasan UNIFIL (United Nations Interim Force In Lebanon) tidak kalah peran sumbangsihnya bagi TNI, bangsa dan negara Indonesia. Tiga dari lima Wanita TNI yang ada di Lebanon Selatan, menjajal kemampuannya dalam kegiatan jalan jauh atau yang lebih dikenal dengan nama Dancon March yang diadakan beberapa waktu lalu oleh Kontingen Negara Denmark dengan mengambil start dan finish di Danlog Square di dalam kompleks Markas Besar UNIFIL UN Posn 4-7C.
Sanra Michiko Moningkey , 3 days ago

 

Recent Comments

dino commented on Congo: The time has finally came
a few seconds ago


jarwadi commented on Indobatt Bantu Masyarakat Lebanon Selatan Panen Tembakau di Desa Deir Siriane
a few seconds ago


boy fadly commented on Balada sebuah pagi di Monrovia
a few seconds ago


boy fadly commented on Perjalanan seru menuju Ganta
a few seconds ago


boy fadly commented on Si jali-jali Nyasar ke Liberia
a few seconds ago