Lebanon (14/8). Pasukan TNI di Lebanon dan negara kontingen yang tergabung dalam UNIFIL, mengikuti Latihan Penanggulangan Bencana Alam di daerah Srifa, Lebanon Selatan, Jumat (14/8). Latihan tersebut digelar oleh UNIFIL, dengan sandi “United Beacon Exercise 01/9”. Dalam skenario latihan, telah terjadi gempa bumi berkekuatan 6 skala richter di Desa Srifa-Libanon Selatan, dimana respon pertama yang penting adalah menyelamatkan kehidupan manusia, penanganan korban dan mencegah cidera lebih lanjut serta bentuk-bentuk kerugian lainnya.
Latihan ini berkolaborasi dengan Lebanese Armed Forces (LAF), Internal Security Forces Lebanese, Pertahanan Sipil, Palang Merah Lebanon dan LSM lokal yang bertujuan untuk melatih keterampilan dan kemampuan seluruh bagian yang terkait yang ada di Lebanon Selatan, agar mempunyai gambaran yang jelas bagaimana penanganan bencana alam, khususnya gempa bumi. Sehingga, ketika bencana terjadi masing-masing unit sudah mengetahui apa yang harus diperbuat sesuai dengan tugas dan tanggung jawabnya. Juga mencoba sistem pelaporan yang tepat agar komando atas dapat mengambil keputusan dengan cepat dan tepat untuk menangani situasi yang sebenarnya serta menghitung kecepatan waktu Pasukan Reaksi Cepat UNIFIL bergerak untuk menangani bencana alam.
Force Commander UNIFIL – Mayjen Claudio Graziano bersama pejabat UNIFIL lainnya ketika meninjau secara langsung jalannya proses latihan mengatakan, bahwa latihan gabungan ini bertujuan untuk mempersiapkan rantai komando UNIFIL serta kemampuan gabungan LAF dan pasukan UNIFIL dalam operasi penanganan bencana multi kontingen di Lebanon dalam merespon permintaan bantuan pertolongan darurat apabila terjadi bencana alam gempa bumi di wilayah Lebanon.
Selain penanganan terhadap pasukan penjaga perdamaian (peacekeeper) yang bertugas di UNIFIL juga dilatihkan pemberian bantuan kemanusiaan bagi masyarakat Lebanon apabila terjadi bencana alam gempa bumi sesuai dengan kemampuan fasilitas yang dimiliki oleh UNIFIL. Dengan demikian, diharapkan terpeliharanya kemampuan dan reaksi ketanggapsegeraan dari seluruh elemen kontingen yang bertugas di UNIFIL Lebanon dalam menghadapai bencana yang memang datang secara mendadak dan tidak terduga, tambah Force Commander. SP-66/VIII/Konga XXV-A/UNIFIL.






setiap ada bencana terjadi di negeri ini, orang-orang yang pertama saya lihat di koran atau di televisi pasti bapak-bapak TNI. anda terjun ke medan membantu dan ikut memulihkan sarana dan prasarana yang rusak.
saya salut dengan kesigapan dan kesiagaan bapak-bapak semua. rasa takut dan ketidaksukaan saya dulu- karena saya pikir bapak2 itu galak2 dan bengis :) tapi ternyata pikiran saya itu begitu pendeknya dan subjektif.
so sorry ya pak..saya juga enggak mikir kalau kita setiap malam bisa tidur nyenyak tanpa memikirkan tugas bapak-bapak yang berjaga di perbatasan selama 24 jam.
oke pak lanjutkan kerja bagus bapak-bapak semua. saya bangga dan respek terhadap TNI!
Saya percaya dengan partisipasi Satgas Garuda di UNIFIL dalam hal “disaster preparedness”, meski dalam bentuk latihan, senantiasa mempertajam kesiapan dan kesigapan personilnya dimasa mendatang dan mampu menjawab tantangan saat bencana alam sungguhan terjadi. Semangat terus Garudaku!