(Adshit Al Qusayr, 21/11) Kepak sayap Garuda XXIII-B di Lebanon Selatan tidak lama lagi akan menjadi kenangan. Ditandai dengan pemulangan tahap pertama yang terdiri dari 2 gelombang sebanyak 412 prajurit dipimpin oleh Wadan Satgas Yon Mekanis TNI Kontingen Garuda (Konga) XXIII-B Letkol Marinir Ipung Purwadi dengan menggunakan pesawat komersial Malaysia Airlines dari Bandara Internasional Beirut.
Sebelumnya, diadakan apel pemberangkatan yang diambil langsung oleh Komandan Satgas Konga XXIII-B Letkol Inf A M Putranto, S.Sos. Dalam amanatnya, Komandan Satgas menyampaikan terima kasih dan kebanggaannya atas kerja keras seluruh prajurit Konga XXIII-B sehingga sampai dengan menjelang akhir penugasan tidak ada kerugian, baik dari segi personel maupun materiil yang dialami oleh Satgas.

Bahkan sebaliknya, banyak prestasi bersejarah yang telah diukir oleh Satgas Konga XXIII-B. Lebih lanjut, Dansatgas berpesan agar keberhasilan yang telah diraih tidak membuat sombong karena hal itu menunjukkan jiwa yang kerdil. Selain itu, ditekankan pula mengenai faktor keamanan selama di perjalanan dan sesampainya di Indonesia karena mereka masih harus menunggu kepulangan induk pasukan yang akan kembali pada tahap ke-2 atau terakhir pada tanggal 5 Desember 2008 dipimpin langsung oleh Dansatgas.
Selesai apel, Dansatgas yang didampingi Perwira Staf Konga XXIII-B memberikan ucapan selamat dan menyalami seluruh prajurit Garuda yang akan kembali ke Tanah Air.


Tak ketinggalan, Interpreter lokal juga turut hadir dalam acara ini. Suasana haru segera menyelimuti hati segenap prajurit karena teringat akan banyaknya kenangan indah yang telah dilewati selama 1 tahun bertugas di Lebanon Selatan. Bagi prajurit yang akan pulang, mereka tahu bahwa kali ini kecil kemungkinannya mereka akan kembali lagi ke bumi penyair Khalil Gibran ini. Namun sebagai seorang prajurit, tentunya mereka tetap tegar karena itulah dinamika yang harus dialami oleh setiap Prajurit TNI di mana pun berada dan bertugas.
Namun tidak demikian halnya dengan para Interpreter karena bagi mereka, Prajurit Garuda XXIII-B bagaikan saudara atau keluarga sendiri sehingga beberapa di antara mereka tidak sanggup untuk menahan air matanya dan menangis terisak-isak saat bersalaman atau berpelukan. Perasaan para Interpreter yang notabene warga asli Lebanon ini, tentunya mewakili perasaan masyarakat Lebanon lainnya yang berada di Area Operasi Pasukan Garuda XXIII-B. Ketulusan, kelembutan hati, sikap santun dan kebaikan Pasukan Indonesia sungguh meninggalkan kesan yang mendalam. “Beruntunglah bangsa Indonesia memiliki tentara yang berbudi luhur seperti Pasukan Garuda yang dikirim ke Lebanon”, ucap Salma Daabous salah satu Interpreter yang bertugas di Markas Batalyon seraya mengusap air matanya.
Selanjutnya, untuk mewujudkan rasa syukur atas kelancaran penugasan Konga XXIII-B selama setahun, secara spontan Dansatgas menghimbau seluruh prajurit yang akan pulang untuk melakukan sujud syukur di Lapangan Apel Soekarno Base.

Kontan himbauan tersebut disambut oleh seluruh prajurit dengan antusias. Mereka pun bersujud sambil memanjatkan doa selama 1 menit. Setelah selesai, para prajurit bergerak ke arah Lapangan Apel Kompi Mekanis-D/Dragon tempat di mana kendaraan bus-bus dari Kontingen Polandia diparkir untuk mengangkut mereka menuju ke Beirut. Saat jarum jam menunjukkan pukul 17.00, mereka meninggalkan Markas Yon Mekanis TNI Konga XXIII-B UN Posn 7-1 Adshit Al Qusayr.


Setibanya di Bandara Internasional Beirut, para Prajurit Konga XXIII-B langsung melaksanakan proses administrasi dan pengurusan bagasi. Setelah kedatangan Pesawat Boeing 777-200 milik Malaysia Airlines yang ditumpangi satgas pengganti Konga XXIII-C, mereka pun memasuki pesawat tersebut. Tepat pukul 02.40 dini hari waktu setempat (21/11), pesawat tersebut take off meninggalkan Lebanon menuju Indonesia dengan perkiraan waktu tempuh 11 jam non stop.


Selamat kembali bergabung dipangkuan Ibu Pertiwi, menjadikan kebanggan keluarga dan bangsa telah dapat mengukir prestasi gemilang dalam penugasan internasionalnya di UNIFIL.
Semoga bekal pengalaman penugasan peacekeeping ini bisa menjadikan bijak dan memperluas wawasannya dalam kiprah berikutnya di tanah air.
Kebanggaan seorang prajurit adalah dapat menyelesaikan tugas dan tanggungjawab yang diberikan oleh bangsa dan negaranya dengan tuntas dan tanpa cacat……..“Garuda”
“Selamat kepada Konga XXIII-B”…………………..Tanah air menanti….
waktu malam minggu ke Bandara Sultan Hasanuddin jemput teman, sy sempat lihat sebagian anggota kontingan ini (keliatan dari seragamnya). ternyata anggota Konga XXIII-B dah balik.
alhamdulillah, selamat bergabung kembali ke tanah air wahai duta bangsa :D
Welcome home to our troops….
Berbanggalah (tapi jangan “ria” : pamer) karena telah berhasil membawa nama bangsa INDONESIA di forum Internasional dengan Gemilang…………….. “You’re Our Hero,” “We’re Proud of You,” and “Welcome Home”
Deeply moment has begun, tertawa, tersenyum, pelukan dan air mata terjadi bersamaan tatkala bertemu lagi dengan “the love one”….
God…. I can’t hold my tears,,,, hiks…-hiks…
kang Luigi, I need a box of tisu dari Negara si bau kelek…
welcome home for KONGA XXIII B :)
finally smell the Indonesia’s air hehehehehhe…..buat yg bawa oleh2 ummm makasih yaaa :)