Pralangga.org | Our Peacekeeping Journey

 
 
masthead

Our Stories: Experiences & Exposures

 

Articles

Pasukan GARUDA XXIII-B pulang ke tanah air

23 November 2008, 09:39 , by Sandy M. PRAKASA

 

(Adshit Al Qusayr, 21/11) Kepak sayap Garuda XXIII-B di Lebanon Selatan tidak lama lagi akan menjadi kenangan. Ditandai dengan pemulangan tahap pertama yang terdiri dari 2 gelombang sebanyak 412 prajurit dipimpin oleh Wadan Satgas Yon Mekanis TNI Kontingen Garuda (Konga) XXIII-B Letkol Marinir Ipung Purwadi dengan menggunakan pesawat komersial Malaysia Airlines dari Bandara Internasional Beirut.

Sebelumnya, diadakan apel pemberangkatan yang diambil langsung oleh Komandan Satgas Konga XXIII-B Letkol Inf A M Putranto, S.Sos. Dalam amanatnya, Komandan Satgas menyampaikan terima kasih dan kebanggaannya atas kerja keras seluruh prajurit Konga XXIII-B sehingga sampai dengan menjelang akhir penugasan tidak ada kerugian, baik dari segi personel maupun materiil yang dialami oleh Satgas.

Bahkan sebaliknya, banyak prestasi bersejarah yang telah diukir oleh Satgas Konga XXIII-B. Lebih lanjut, Dansatgas berpesan agar keberhasilan yang telah diraih tidak membuat sombong karena hal itu menunjukkan jiwa yang kerdil. Selain itu, ditekankan pula mengenai faktor keamanan selama di perjalanan dan sesampainya di Indonesia karena mereka masih harus menunggu kepulangan induk pasukan yang akan kembali pada tahap ke-2 atau terakhir pada tanggal 5 Desember 2008 dipimpin langsung oleh Dansatgas.

Selesai apel, Dansatgas yang didampingi Perwira Staf Konga XXIII-B memberikan ucapan selamat dan menyalami seluruh prajurit Garuda yang akan kembali ke Tanah Air.

Tak ketinggalan, Interpreter lokal juga turut hadir dalam acara ini. Suasana haru segera menyelimuti hati segenap prajurit karena teringat akan banyaknya kenangan indah yang telah dilewati selama 1 tahun bertugas di Lebanon Selatan. Bagi prajurit yang akan pulang, mereka tahu bahwa kali ini kecil kemungkinannya mereka akan kembali lagi ke bumi penyair Khalil Gibran ini. Namun sebagai seorang prajurit, tentunya mereka tetap tegar karena itulah dinamika yang harus dialami oleh setiap Prajurit TNI di mana pun berada dan bertugas.

Namun tidak demikian halnya dengan para Interpreter karena bagi mereka, Prajurit Garuda XXIII-B bagaikan saudara atau keluarga sendiri sehingga beberapa di antara mereka tidak sanggup untuk menahan air matanya dan menangis terisak-isak saat bersalaman atau berpelukan. Perasaan para Interpreter yang notabene warga asli Lebanon ini, tentunya mewakili perasaan masyarakat Lebanon lainnya yang berada di Area Operasi Pasukan Garuda XXIII-B. Ketulusan, kelembutan hati, sikap santun dan kebaikan Pasukan Indonesia sungguh meninggalkan kesan yang mendalam. “Beruntunglah bangsa Indonesia memiliki tentara yang berbudi luhur seperti Pasukan Garuda yang dikirim ke Lebanon”, ucap Salma Daabous salah satu Interpreter yang bertugas di Markas Batalyon seraya mengusap air matanya.

Selanjutnya, untuk mewujudkan rasa syukur atas kelancaran penugasan Konga XXIII-B selama setahun, secara spontan Dansatgas menghimbau seluruh prajurit yang akan pulang untuk melakukan sujud syukur di Lapangan Apel Soekarno Base.

Kontan himbauan tersebut disambut oleh seluruh prajurit dengan antusias. Mereka pun bersujud sambil memanjatkan doa selama 1 menit. Setelah selesai, para prajurit bergerak ke arah Lapangan Apel Kompi Mekanis-D/Dragon tempat di mana kendaraan bus-bus dari Kontingen Polandia diparkir untuk mengangkut mereka menuju ke Beirut. Saat jarum jam menunjukkan pukul 17.00, mereka meninggalkan Markas Yon Mekanis TNI Konga XXIII-B UN Posn 7-1 Adshit Al Qusayr.

Setibanya di Bandara Internasional Beirut, para Prajurit Konga XXIII-B langsung melaksanakan proses administrasi dan pengurusan bagasi. Setelah kedatangan Pesawat Boeing 777-200 milik Malaysia Airlines yang ditumpangi satgas pengganti Konga XXIII-C, mereka pun memasuki pesawat tersebut. Tepat pukul 02.40 dini hari waktu setempat (21/11), pesawat tersebut take off meninggalkan Lebanon menuju Indonesia dengan perkiraan waktu tempuh 11 jam non stop.

Sandy M. PRAKASA Graduated from Military Academy in 1997, then exposed to various deployments within the country and had attended several overseas military courses, Capt. Chb. Sandy M. Prakasa also enjoys traveling and photography. Currently acting as the Public Information Officer of the Indonesian...

Detail Profile »

5  Comments

by Luigi Pralangga at 23 November 2008, 09:42

Selamat kembali bergabung dipangkuan Ibu Pertiwi, menjadikan kebanggan keluarga dan bangsa telah dapat mengukir prestasi gemilang dalam penugasan internasionalnya di UNIFIL.

Semoga bekal pengalaman penugasan peacekeeping ini bisa menjadikan bijak dan memperluas wawasannya dalam kiprah berikutnya di tanah air.

by Siswari at 23 November 2008, 21:06

Kebanggaan seorang prajurit adalah dapat menyelesaikan tugas dan tanggungjawab yang diberikan oleh bangsa dan negaranya dengan tuntas dan tanpa cacat……..“Garuda”

“Selamat kepada Konga XXIII-B”…………………..Tanah air menanti….

by anbhar at 24 November 2008, 05:49

waktu malam minggu ke Bandara Sultan Hasanuddin jemput teman, sy sempat lihat sebagian anggota kontingan ini (keliatan dari seragamnya). ternyata anggota Konga XXIII-B dah balik.

alhamdulillah, selamat bergabung kembali ke tanah air wahai duta bangsa :D

by Offi Kuswanto at 24 November 2008, 12:54

Welcome home to our troops….
Berbanggalah (tapi jangan “ria” : pamer) karena telah berhasil membawa nama bangsa INDONESIA di forum Internasional dengan Gemilang…………….. “You’re Our Hero,” “We’re Proud of You,” and “Welcome Home”
Deeply moment has begun, tertawa, tersenyum, pelukan dan air mata terjadi bersamaan tatkala bertemu lagi dengan “the love one”….
God…. I can’t hold my tears,,,, hiks…-hiks…
kang Luigi, I need a box of tisu dari Negara si bau kelek…

by Dewi Ariningrum Rusmiarti at 25 November 2008, 05:21

welcome home for KONGA XXIII B :)
finally smell the Indonesia’s air hehehehehhe…..buat yg bawa oleh2 ummm makasih yaaa :)

 

Add Your Comment

Use the form below to comment on this article. Show who you are with a Gravatar. Your email will not displayed or passed on to any third party. Comments may be edited prior to publication and inappropriate comments may be deleted

Your Name


E-mail


URL


Message


Textile Help



Join Us

join our group in Facebook

Subscribe to RSS

pralangga.org subscribe to feedburner

545 people subscribing to this blog

Enter your email address:

   

About

Welcome to Our Peacekeeping Journey, a website dedicated to the peacekeepers, the ones whose currently serving at United Nations Peacekeeping Missions, those who concluded the mission assignments, and those others whose line of work are in support of establishing peace wherever they are. This is our stories about our life. Read more ... »

Correspondent

Sulung PURWOKO Courage under fire, this would be sufficient to describe this fellow’s personal quality traits. Equipped with hands-on expertise in medical field, having been working in West Papua, Indonesia – Sulung Purwoko, began to step-up into a bigger challenges, that is...

Detail Profile »

View All ...»

 

Recent Stories

Senjata ampuh bikin bujur melepuh
Ayah nanti mau dibekelein apa balik ke Liberia ini?. Pertanyaan itu selalu muncul dari si Idung Pesek-ku saat ia menyadari bahwa masa cuti mudik si kampret ini hanya tinggal 1... »
Luigi PRALANGGA , 2 days ago

Indobatt Smart Car: Children's favourite way to learn and have fun
It has been ultimate commitment for Indobatt to always assisting the community to benefit the most from the existence of UNIFIL in the Area Of Responsibility (AOR). One of the... »
Ro'is Nahrudin , 2 days ago

Kinshasa, Aku Datang!
Sang pramugari berusaha menenangkan dan membawa barang mereka ke bagasi lain yang masih kosong. Namun sang istri ngotot ingin barang – barang itu tak jauh – jauh dari mereka. Lelaki kulit putih yang kulihat di ruang tunggu duduk di sampingku. Akhirnya setelah hampir satu jam mengatur para penumpang beserta barang bawaannya, pesawat pun lepas landas. Jangan berharap bisa tidur selama perjalanan. Aroma tak jelas sudah bukan masalah besar lagi. Perjalanan dari Bangkok menuju Nairobi membuat hidungku terbiasa dengan bau khas ini. Suara penumpang tak ada hentinya. Suami istri yang tadinya meributkan bagasi yang penuh kini tengah berdebat, entah memperdebatkan apa. Sang suami sibuk dengan kalkulator super gedenya sementara sang istri tak ada hentinya menjerit, meneriakkan instruksi kepada sang suami.
Nurul Fitri Lubis , 2 days ago

Tim COE inspeksi kesiapan operasional Satgas POM TNI
Blate Marjayoun UN Posn 7-3, Lebanon. Tim Inspeksi COE (Contingent Owned Equipment) dipimpin oleh Mr. Charles Nhlamba mengadakan inspeksi kedua tentang kesiapan operasional Satgas POM TNI... »
Muhammad Dahlan , 3 days ago

TNI lanjutkan pembangunan jalan di Kongo
(Kongo, Afrika, 9 Maret 2010). Setelah hampir dua bulan pelaksanaan pekerjaan pembangunan jalan Dungu – Faradje di Kongo berhenti karena faktor gangguan keamanan yang dilakukan... »
Agus Hermansyah , 3 days ago

 

Recent Comments

INDRA commented on Bertugas di Misi Perdamaian: Meniti jalur karir di PBB
a few seconds ago


dicky commented on Bertugas pada misi PBB: Sebuah kebanggaan tersendiri
a few seconds ago


Tommy Aria commented on Senjata ampuh bikin bujur melepuh
a few seconds ago


harto commented on Senjata ampuh bikin bujur melepuh
a few seconds ago


Uncu Syahrial commented on Senjata ampuh bikin bujur melepuh
a few seconds ago

Partner

pralangga.blogspot.com