Lingkungan yang hiegenis menjadi persyaratan mutlak bagi setiap Pasukan Perdamaian PBB yang bertugas dalam Misi Perdamaian di negara mana pun mereka berada, termasuk di Lebanon Selatan yang dikenal dengan nama UNIFIL (United Nations Interim Force in Lebanon). Oleh karena itu guna menjamin tercapainya standar hiegenis yang ditetapkan, secara berkala diadakan pemeriksaan oleh Tim Inspeksi PBB termasuk terhadap Satgas Yon Mekanis TNI Kontingen Garuda (Konga) XXIII-B yang akhirnya berhasil dinyatakan lulus serta memenuhi standar yang ditentukan setelah di-inspeksi oleh Tim tersebut.


Pemeriksaan dilakukan oleh Tim Hygiene Inspection dalam setiap Triwulan ini bertujuan untuk mengecek kondisi lingkungan Markas (Base Camp) dan peralatan yang dimiliki Satgas, terutama dari segi kebersihan dan kesehatan (bebas dari kuman dan penyebab penyakit lainnya). Hal ini terkait dengan SOP (Standard Operating Procedure) yang berlaku bagi seluruh Pasukan PBB yang bertugas dimana apabila suatu pasukan tidak memenuhi ketentuan tersebut dapat diberikan sanksi, mulai dari teguran sampai dengan repatriasi atau pemulangan. Sedangkan hal-hal yang di-inspeksi sesuai SOP tersebut terdiri dari 9 item pemeriksaan yang meliputi Personal Hygiene (Kebersihan perorangan), Base Camp Hygiene (Akomodasi, MCK dan pengaturan ruang, penanganan sampah dan sistem saluran limbah), Food Hygiene (Juru Masak, kebersihan dan ketertiban dapur, cucian piring, penanganan makanan dan penggudangan bahan makanan), Water Hygiene, Ambulatory, Control of Pests (Pengendalian serangga), Animals Handling, Work Hygiene dan Shelters (Bunker perlindungan).


Pemeriksaan dilakukan oleh Letkol Ckm Hari Soesetyo selaku Chief Hygiene Officer UNIFIL dibantu oleh Warrant Officer (Bintara Tinggi) Ayyub Khan dan Sergeant Lomish Kumar selama sehari penuh (11/11) dan dilakukan dengan mengecek secara fisik kondisi nyata di lapangan berdasarkan check list sesuai SOP. Oleh karena itu, Tim Hygiene Inspection kemudian mendatangi seluruh Dislokasi Satgas Konga XXIII-B yang berada pada 4 Base Camp yang berlainan, yaitu Markas Batalyon (Mayon) di UN Posn 7-1 Adshit Al Qusayr, Kompi Mekanis-A/ Lebah di UN Posn 9-63 El Aadeisse, Kompi Mekanis-B/ Srigala di UN Posn 8-33 Sheikh Abbad Tomb dan Kompi Mekanis-C/Srigala di UN Posn 9-2 Az Ziqqiyah. Pada saat memeriksa, Tim ini didampingi oleh Perwira Kesehatan Satgas Konga XXIII-B yaitu Mayor Ckm Dr. Dedi Ahmad Zaelani, Sp.B (Dokter Spesialis Bedah), Mayor Ckm Dadan Santosa (Perwira Anestesi) dan Letda Ckm Junaidi, Amk (Danton Kesehatan). Suatu keberuntungan bahwa Letkol Ckm Hari merupakan salah seorang Perwira Menengah TNI yang ditugaskan ke Lebanon dan ditempatkan di UNIFIL Headquarters (Markas Besar) sehingga inspeksi yang dilakukan dapat berjalan lancar.
Namun hal itu tidak mengurangi sedikit pun kecermatan dan ketelitian Tim Inspeksi dalam melakukan tugasnya karena menyadari bahwa hygiene merupakan perimeter vital bagi Pasukan Perdamaian PBB dalam melakukan misinya. Tanpa didukung faktor hygiene yang baik, mustahil tugas pokok sebagai Pasukan Perdamaian akan tercapai.

Pada saat mengakhiri inspeksi, Letkol Ckm Hari menyatakan puas dan berdasarkan penilaian tim-nya maka Satgas Konga XXIII-B dinyatakan lulus dan telah memenuhi standar sebagai Pasukan Perdamaian PBB. Sesuai SOP yang berlaku maka hasil penilaian ini dituangkan dalam lembar evaluasi yang harus diperlihatkan kepada Perwira Kesehatan Kontingen yang mendampingi selama inspeksi, dalam hal ini diwakili oleh Mayor Ckm Dr. Dedi Ahmad Zaelani, Sp.B. Setelah dilengkapi dengan penjelasan detail dan mendapatkan otorisasi dari Dr. Koka Hara P. Rao selaku Chief Medical Officer UNIFIL, hasil inspeksi ini akan dikembalikan lagi kepada Komandan Satgas Konga XXIII-B sebagai hasil final pemeriksaan.
Selama menjalankan tugas pemeliharaan perdamaian di Lebanon Selatan, secara berkala UNIFIL mengirimkan berbagai Tim Inspeksi agar setiap Kontingen dapat memenuhi standar yang ditetapkan. Satgas Konga XXIII-B sendiri setidaknya telah menerima 4 jenis inspeksi dari sejak kedatangannya, yaitu : Operational Readiness Inspection (ORI), Contingent Own Equipment (COE) Inspection, Fuel Inspection dan yang baru saja selesai dilaksanakan yaitu Hygiene Inspection. Patut disyukuri bahwa dari hasil seluruh inspeksi tersebut, Konga XXIII-B selalu berhasil lulus dan memenuhi standar yang ditentukan bagi Pasukan Perdamaian PBB.
Good Work Garuda(Konga) XXIII-B.
Chief Hygiene Officer UNIFIL yang kebetulan sekali dijabat oleh Letkol Ckm Hari Soesetyo, melancarkan proses inspeksi sehingga dinyatakan LULUS dan Memenuhi Standar,,,
Sayang tidak tampak foto2 penanganan sampah dan sistem saluran limbah.. Seandainya bukan Letkol Ckm Hari Soesetyo , kira-kira sama tidak hasil Inspeksinya….???? SAMA DONG,, Dapurnya aja sampe mengkilat gitu, bisa bercermin juga tuh kayanya di dinding.. duh ga tahan liat tungku hitam dengan “PD“nya berderet 3 biji.
Kind Regard
Offi Kuswanto