Pralangga.org | Our Peacekeeping Journey

 
 
masthead

Our Stories: Experiences & Exposures

 

Articles

Pasukan GARUDA XXIII-B LEBANON penuhi standar higienis pasukan PBB

2 December 2008, 15:06 , by Sandy M. PRAKASA

 

Lingkungan yang hiegenis menjadi persyaratan mutlak bagi setiap Pasukan Perdamaian PBB yang bertugas dalam Misi Perdamaian di negara mana pun mereka berada, termasuk di Lebanon Selatan yang dikenal dengan nama UNIFIL (United Nations Interim Force in Lebanon). Oleh karena itu guna menjamin tercapainya standar hiegenis yang ditetapkan, secara berkala diadakan pemeriksaan oleh Tim Inspeksi PBB termasuk terhadap Satgas Yon Mekanis TNI Kontingen Garuda (Konga) XXIII-B yang akhirnya berhasil dinyatakan lulus serta memenuhi standar yang ditentukan setelah di-inspeksi oleh Tim tersebut.

Pemeriksaan dilakukan oleh Tim Hygiene Inspection dalam setiap Triwulan ini bertujuan untuk mengecek kondisi lingkungan Markas (Base Camp) dan peralatan yang dimiliki Satgas, terutama dari segi kebersihan dan kesehatan (bebas dari kuman dan penyebab penyakit lainnya). Hal ini terkait dengan SOP (Standard Operating Procedure) yang berlaku bagi seluruh Pasukan PBB yang bertugas dimana apabila suatu pasukan tidak memenuhi ketentuan tersebut dapat diberikan sanksi, mulai dari teguran sampai dengan repatriasi atau pemulangan. Sedangkan hal-hal yang di-inspeksi sesuai SOP tersebut terdiri dari 9 item pemeriksaan yang meliputi Personal Hygiene (Kebersihan perorangan), Base Camp Hygiene (Akomodasi, MCK dan pengaturan ruang, penanganan sampah dan sistem saluran limbah), Food Hygiene (Juru Masak, kebersihan dan ketertiban dapur, cucian piring, penanganan makanan dan penggudangan bahan makanan), Water Hygiene, Ambulatory, Control of Pests (Pengendalian serangga), Animals Handling, Work Hygiene dan Shelters (Bunker perlindungan).

Pemeriksaan dilakukan oleh Letkol Ckm Hari Soesetyo selaku Chief Hygiene Officer UNIFIL dibantu oleh Warrant Officer (Bintara Tinggi) Ayyub Khan dan Sergeant Lomish Kumar selama sehari penuh (11/11) dan dilakukan dengan mengecek secara fisik kondisi nyata di lapangan berdasarkan check list sesuai SOP. Oleh karena itu, Tim Hygiene Inspection kemudian mendatangi seluruh Dislokasi Satgas Konga XXIII-B yang berada pada 4 Base Camp yang berlainan, yaitu Markas Batalyon (Mayon) di UN Posn 7-1 Adshit Al Qusayr, Kompi Mekanis-A/ Lebah di UN Posn 9-63 El Aadeisse, Kompi Mekanis-B/ Srigala di UN Posn 8-33 Sheikh Abbad Tomb dan Kompi Mekanis-C/Srigala di UN Posn 9-2 Az Ziqqiyah. Pada saat memeriksa, Tim ini didampingi oleh Perwira Kesehatan Satgas Konga XXIII-B yaitu Mayor Ckm Dr. Dedi Ahmad Zaelani, Sp.B (Dokter Spesialis Bedah), Mayor Ckm Dadan Santosa (Perwira Anestesi) dan Letda Ckm Junaidi, Amk (Danton Kesehatan). Suatu keberuntungan bahwa Letkol Ckm Hari merupakan salah seorang Perwira Menengah TNI yang ditugaskan ke Lebanon dan ditempatkan di UNIFIL Headquarters (Markas Besar) sehingga inspeksi yang dilakukan dapat berjalan lancar.

Namun hal itu tidak mengurangi sedikit pun kecermatan dan ketelitian Tim Inspeksi dalam melakukan tugasnya karena menyadari bahwa hygiene merupakan perimeter vital bagi Pasukan Perdamaian PBB dalam melakukan misinya. Tanpa didukung faktor hygiene yang baik, mustahil tugas pokok sebagai Pasukan Perdamaian akan tercapai.

Pada saat mengakhiri inspeksi, Letkol Ckm Hari menyatakan puas dan berdasarkan penilaian tim-nya maka Satgas Konga XXIII-B dinyatakan lulus dan telah memenuhi standar sebagai Pasukan Perdamaian PBB. Sesuai SOP yang berlaku maka hasil penilaian ini dituangkan dalam lembar evaluasi yang harus diperlihatkan kepada Perwira Kesehatan Kontingen yang mendampingi selama inspeksi, dalam hal ini diwakili oleh Mayor Ckm Dr. Dedi Ahmad Zaelani, Sp.B. Setelah dilengkapi dengan penjelasan detail dan mendapatkan otorisasi dari Dr. Koka Hara P. Rao selaku Chief Medical Officer UNIFIL, hasil inspeksi ini akan dikembalikan lagi kepada Komandan Satgas Konga XXIII-B sebagai hasil final pemeriksaan.

Selama menjalankan tugas pemeliharaan perdamaian di Lebanon Selatan, secara berkala UNIFIL mengirimkan berbagai Tim Inspeksi agar setiap Kontingen dapat memenuhi standar yang ditetapkan. Satgas Konga XXIII-B sendiri setidaknya telah menerima 4 jenis inspeksi dari sejak kedatangannya, yaitu : Operational Readiness Inspection (ORI), Contingent Own Equipment (COE) Inspection, Fuel Inspection dan yang baru saja selesai dilaksanakan yaitu Hygiene Inspection. Patut disyukuri bahwa dari hasil seluruh inspeksi tersebut, Konga XXIII-B selalu berhasil lulus dan memenuhi standar yang ditentukan bagi Pasukan Perdamaian PBB.

Sandy M. PRAKASA Graduated from Military Academy in 1997, then exposed to various deployments within the country and had attended several overseas military courses, Capt. Chb. Sandy M. Prakasa also enjoys traveling and photography. Currently acting as the Public Information Officer of the Indonesian...

Detail Profile »

1  Comment

by Offi Kuswanto at 2 December 2008, 19:20

Good Work Garuda(Konga) XXIII-B.
Chief Hygiene Officer UNIFIL yang kebetulan sekali dijabat oleh Letkol Ckm Hari Soesetyo, melancarkan proses inspeksi sehingga dinyatakan LULUS dan Memenuhi Standar,,,
Sayang tidak tampak foto2 penanganan sampah dan sistem saluran limbah.. Seandainya bukan Letkol Ckm Hari Soesetyo , kira-kira sama tidak hasil Inspeksinya….???? SAMA DONG,, Dapurnya aja sampe mengkilat gitu, bisa bercermin juga tuh kayanya di dinding.. duh ga tahan liat tungku hitam dengan “PD“nya berderet 3 biji.

Kind Regard
Offi Kuswanto

 

Add Your Comment

Use the form below to comment on this article. Show who you are with a Gravatar. Your email will not displayed or passed on to any third party. Comments may be edited prior to publication and inappropriate comments may be deleted

Your Name


E-mail


URL


Message


Textile Help




Subscribe to RSS

pralangga.org subscribe to feedburner

628 people subscribing to this blog

Enter your email address:

   

About

Welcome to Our Peacekeeping Journey, a website dedicated to the peacekeepers, the ones whose currently serving at United Nations Peacekeeping Missions, those who concluded the mission assignments, and those others whose line of work are in support of establishing peace wherever they are. This is our stories about our life. Read more ... »

Correspondent

Nana SETIAWAN Major Nana SETIAWAN was born in Karawang, West Java on 25 June 1972. Married with 2 children. Graduated from the Indonesian Air Force Academy in 1996. Undergone several training; Parachute Deployment in 1994, Combat freefall in 1998, Kopassus’ Commando...

Detail Profile »

View All ...»

 

Recent Stories

Welfare Cruise Monusco Staff
Recreation is part of our duty as an implementation of implementation of stress management. It aims at performing better at work “Pablo, Bavon..yaka….viens, arrange this tables & chairs on the barge,... »
Lusyanto Januar , 8 hours ago

Kontingen Garuda XX-G Bagikan Bingkisan Kepada Masyarakat Pedalaman Kongo
Tepatnya di desa Cimquante-Cinq arah antara Dungu Faradje dimana lokasi Kontingen Garuda XX-G bekerja dalam membangun jalan Dungu Faradje, Komandan Kontingen Letkol Czi Arnold A.P Ritiauw dan personel Zeni TNI pada hari Kamis (19/8) membagikan baju baru kepada masyarakat Kongo yang berada dipedalaman, khususnya kepada anak-anak yang jumlahnya lebih dari 100 orang. Sumbangan berupa baju ini diberikan dalam rangka memperingati HUT Republik Indonesia ke-65, juga sebagai bagian dari Sargal (Sarana Penggalangan) terhadap masyarakat Kongo.
Agus Hermansyah , 7 days ago

Sertijab Bintara Tertinggi UNIFIL Lebanon
Pada beberapa waktu lalu, bertempat di Markas Besar UNIFIL (United Nations Interim Force in Lebanon) di Naqoura, Lebanon Selatan telah dilaksanakan acara serah terima jabatan FSM (Force Sergeant Major) atau Bintara tertinggi UNIFIL dari pejabat lama Master Warrant Officer Fremphah Mosses kepada Senior Warrant Officer Adong Yure Williams, keduanya berkewarganegaraan Ghana.
Muhammad Dahlan , 7 days ago

Pesiar Eksklusif di Sungai Congo
Sabtu sore dilanjutkan dengan mengunjungi teman – teman TNI yang baru pindah rumah, sampe berpesiar ke Sungai Congo di Minggu pagi. Nah, yang terakhir ini yang paling seru. Akhirnya, setelah Sari mengerahkan segala daya upaya untuk membujuk dua marinir Indonesia, Pak Amrin dan Bang Lusy (maaf ada tambahan: yang selalu ngaku – ngaku ganteng) dua marinir ini pun setuju untuk membawa kami berpesiar.
Nurul Fitri Lubis , 10 days ago

Upacara HUT RI ke-65 ditengah padatnya tugas FPU Indonesia di Darfur
Upacara internal yang kami gelar di lapangan Kamp Garuda ini sangatlah berkesan dihati sanubari kami insan Polri yang sedang menjalankan tugas misi Negara dan jauh dari kampung halaman sendiri. Dengan dikibarkannya bendera merah putih diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya kemudian pembacaan teks Proklamasi dan teks Pembukaan UUD 1945 semakin menguatkan mental dan kebanggaan kami yang tengah mengemban tugas Negara ini.
Robertho Pardede , 12 days ago

 

Recent Comments

Dewi Yulia commented on Kontingen Garuda XX-G Bagikan Bingkisan Kepada Masyarakat Pedalaman Kongo
a few seconds ago


Tante YY commented on Warna warni rambut Liberia dan (Jangan) panggil aku: "CANI"
a few seconds ago


ghozy commented on Trekking ke negeri atap dunia
a few seconds ago


Mariani commented on Warna warni rambut Liberia dan (Jangan) panggil aku: "CANI"
a few seconds ago


khaidar commented on Madagascar bercerita: [Dilarang] Bercinta dibawah pohon kelapa
a few seconds ago