Pralangga.org | Our Peacekeeping Journey

 
 
masthead

Our Stories: Experiences & Exposures

 

Articles

Passport Nusantara dalam upaya menciptakan perdamaian dunia

20 May 2009, 16:40 , by Rizal Ashwam

 

“_Konferensi kelautan ini diharapkan dapat memupuk solidaritas serta kerjasama antar negara, guna menjalin kemitraan menuju kehidupan antar negara yang semakin baik. Sesuatu hal yang pada akhirnya akan dapat mempengaruhi kesejahteraan umat manusia, serta kelestarian lingkungan hidup antar Negara_“ ucap orang nomer dua di Mabes TNI, Laksamana Madya TNI Y Didik Heru Purnomo, dalam sebuah konferensi pers.

Intensitas pertemuan, silahturahmi dan kerjasama internasional yang lebih tinggi antar negara adalah salah satu tindakan pencegahan konflik masa depan antar bangsa yang dapat diambil sebagai makna dari ucapan beliau diatas. Gesekan hubungan internasional dalam meraih suatu wujud kepentingan masing-masing bangsa adalah gambaran setiap konflik yang ada saat ini dan di masa depan dimana persaingan kekuatan dan pengaruh menjadi dasar mereka untuk betindak.

Alangkah suatu kebetulan pada saat ini beberapa Kontingen Garuda banyak berinteraksi, bertemu, bersilahturahmi dan bekerjasama dengan 28 negara lain di Lebanon. Untuk itu, ada baiknya kita jabarkan pendapat Pimpinan kita ini sebagai perintah atasan yang harus dilaksanakan yaitu meningkatkan kerjasama internasional agar tercipta suatu hubungan internasional yang harmonis, sehingga dikemudian hari dalam berupaya meraih kepentingannya masing-masing, tiap negara akan melandasi konsep harmonisasi hubungan international diatas segala-galanya.

Dikemudian hari, bila ada keinginan negara lain yang dalam proses mencapai kepentingannya itu, dipandang dapat bergesekan dengan cita-cita rakyat Indonesia, paling tidak, dapat tertahan dan mereka kemudian memilih untuk menghindari benturan.

Rasa hormat mereka kepada Indonesia – yang tercipta dari hasil kerjasama tadi- membuat mereka lebih memilih menghindari suatu cita-cita yang merugikan bangsa Indonesia.

Dengan kata lain, setiap peacekeeper dan termasuk juga setiap Internasional Humanitarian Aid Workers yang memiliki satu pasport, yaitu Passport Nusantara, seyogyanya dapat melandasi prinsip interaksi positif selama berkecimpung pada forum dunia internasional dalam apapun kegiatan yang dilaksanakan.

Gain their respect with all your efforts to create peace wherever you are because it will ensure peace in our homeland.

Naif! – begitu kata orang. “But i am not the only one!“ dibalas oleh John Lenon!

“*Seyogyanya kita mencabut semua tanaman berduri di halaman rumah kita, karena suatu saat akan merugikan, walaupun hanya menusuk sebagian kecil tubuh seorang anak kecil yang kita sayangi*” -AyahAkram 191210052009

Rizal Ashwam Rizal Ashwam spent his childhood living in numerous cities nationally and internationally including the historically renowned Mesopotamian City of Baghdad, Iraq, where he had enjoyed three years of middle school education among various international students, to become a part of...

Detail Profile »

0  Comments

 

Add Your Comment

Use the form below to comment on this article. Show who you are with a Gravatar. Your email will not displayed or passed on to any third party. Comments may be edited prior to publication and inappropriate comments may be deleted

Your Name


E-mail


URL


Message


Textile Help




Subscribe to RSS

pralangga.org subscribe to feedburner

628 people subscribing to this blog

Enter your email address:

   

About

Welcome to Our Peacekeeping Journey, a website dedicated to the peacekeepers, the ones whose currently serving at United Nations Peacekeeping Missions, those who concluded the mission assignments, and those others whose line of work are in support of establishing peace wherever they are. This is our stories about our life. Read more ... »

Correspondent

Donasion Donasion Having to conclude his initial assignment with the International Federation of Red Cross – IFRC, then successfully completed another at the British Red Cross during the Tsunami post-disaster rehabilitation in Aceh Province, Donasion further engaged into new challenges in the...

Detail Profile »

View All ...»

 

Recent Stories

Welfare Cruise Monusco Staff
Recreation is part of our duty as an implementation of implementation of stress management. It aims at performing better at work “Pablo, Bavon..yaka….viens, arrange this tables & chairs on the barge,... »
Lusyanto Januar , 8 hours ago

Kontingen Garuda XX-G Bagikan Bingkisan Kepada Masyarakat Pedalaman Kongo
Tepatnya di desa Cimquante-Cinq arah antara Dungu Faradje dimana lokasi Kontingen Garuda XX-G bekerja dalam membangun jalan Dungu Faradje, Komandan Kontingen Letkol Czi Arnold A.P Ritiauw dan personel Zeni TNI pada hari Kamis (19/8) membagikan baju baru kepada masyarakat Kongo yang berada dipedalaman, khususnya kepada anak-anak yang jumlahnya lebih dari 100 orang. Sumbangan berupa baju ini diberikan dalam rangka memperingati HUT Republik Indonesia ke-65, juga sebagai bagian dari Sargal (Sarana Penggalangan) terhadap masyarakat Kongo.
Agus Hermansyah , 7 days ago

Sertijab Bintara Tertinggi UNIFIL Lebanon
Pada beberapa waktu lalu, bertempat di Markas Besar UNIFIL (United Nations Interim Force in Lebanon) di Naqoura, Lebanon Selatan telah dilaksanakan acara serah terima jabatan FSM (Force Sergeant Major) atau Bintara tertinggi UNIFIL dari pejabat lama Master Warrant Officer Fremphah Mosses kepada Senior Warrant Officer Adong Yure Williams, keduanya berkewarganegaraan Ghana.
Muhammad Dahlan , 7 days ago

Pesiar Eksklusif di Sungai Congo
Sabtu sore dilanjutkan dengan mengunjungi teman – teman TNI yang baru pindah rumah, sampe berpesiar ke Sungai Congo di Minggu pagi. Nah, yang terakhir ini yang paling seru. Akhirnya, setelah Sari mengerahkan segala daya upaya untuk membujuk dua marinir Indonesia, Pak Amrin dan Bang Lusy (maaf ada tambahan: yang selalu ngaku – ngaku ganteng) dua marinir ini pun setuju untuk membawa kami berpesiar.
Nurul Fitri Lubis , 10 days ago

Upacara HUT RI ke-65 ditengah padatnya tugas FPU Indonesia di Darfur
Upacara internal yang kami gelar di lapangan Kamp Garuda ini sangatlah berkesan dihati sanubari kami insan Polri yang sedang menjalankan tugas misi Negara dan jauh dari kampung halaman sendiri. Dengan dikibarkannya bendera merah putih diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya kemudian pembacaan teks Proklamasi dan teks Pembukaan UUD 1945 semakin menguatkan mental dan kebanggaan kami yang tengah mengemban tugas Negara ini.
Robertho Pardede , 12 days ago

 

Recent Comments

Dewi Yulia commented on Kontingen Garuda XX-G Bagikan Bingkisan Kepada Masyarakat Pedalaman Kongo
a few seconds ago


Tante YY commented on Warna warni rambut Liberia dan (Jangan) panggil aku: "CANI"
a few seconds ago


ghozy commented on Trekking ke negeri atap dunia
a few seconds ago


Mariani commented on Warna warni rambut Liberia dan (Jangan) panggil aku: "CANI"
a few seconds ago


khaidar commented on Madagascar bercerita: [Dilarang] Bercinta dibawah pohon kelapa
a few seconds ago