Komandan Pemberontak di wilayah timur Congo, Jenderal Laurent Nkunda, mengatakan ia tetap menjadi pemimpin grup tersebut, menyanggah sebuah laporan yang menyatakan bahwa ia telah digulingkan oleh komandan pemberontak lainnya.
Jenderal Laurent Nkunda
Laurent Nkunda mengatakan kepada VOA melalui saluran VOA siaran bahasa Swahili melalui telepon. Dalam wawancara hari Selasa, 6 January 2009; bahwa “tidak ada perpecahan” di dalam tubuh komando gerakan pemberontak itu (Kongres Nasional untuk Pertahanan of the Rakyat – CNDP).
Ntaganda menyatakan dirinya pemimpin yang CNDP pada 5 January 2009 dan tuntutan untuk mengambil bagian penting dari kelompok pasukan pemberontak dibawah pimpinannya. Namun demikian, Nkunda menyatakan bahwa ia tetap menjadi kontrol komando dan telah berusaha untuk bertangan dingin. Katanya kepada Reuters dalam sebuah wawancara, meski Ntaganda telah “membangkang” namun tetap diakui menjadi anggota dari kelompok pemberontak CDNP, dan sebuah komisi dari anggota perwira senior pemberontak telah dikirim untuk “mendengarkan masukan” Ntaganda, dan membawanya kembali bergabung dibawah pimpinan Nkunda.”
Juru bicara kelompok pemberontak CDNL, yang juga kepala staf militer CDNL, Jenderal Ntaganda Bosco mengatakan bahwa ia telah memecat Nkunda pada hari Senin atas dasar “Bad governance” (Pemerintahan yang buruk).
Pada wawancara terpisah dengan VOA, pernyataan/berita tersebut disanggah oleh Nkunda dan mengatakan kembali kepada VOA bahwa Ntaganda tidak pernah menjabat sebagai Juru bicara CNDP atau kepala staff militer.
Para anggota perwira pemberontak lainnya yang setia kepada Nkunda mengatakan akan bertemu dengan pemimpin pemberontak besok, 13 January 2009 untuk membahas nasib Ntaganda selanjutnya.
Pasukan pemberontak berhasil menguasai sebagian besar wilayah Kongo pada provinsi Kivu Utara setelah meluncurkan sebuah serangan terhadap pasukan pemerintah pada bulan Agustus 2008.
Utusan misi damai disponsori oleh PBB yang mengutus mantan presiden Nigeria; Olusegun Obasanjo membicarakan perdamaian antara pihak yang bertikai dinilai hanya membuahkan sedikit kemajuan.
Pemberontak CDNP adalah berasal dari suku Tutsi. Mereka mengatakan bahwa mereka berjuang melawan untuk melindungi masyarakat Tutsi atas serangan prajurit Congo, dan milisi Hutu yang bertanggung jawab atas pembunuhan massal pada tahun 1994 di Rwanda.
Ntaganda, yang dikenal sebagai “The Terminator”, menjadi tersangka utama seperti diumumkan oleh International Criminal Court (ICC – pengadilan Internasional) atas dakwaan perekruitan dan pengiriman prajurit belia selama pertempuran di Ituri, Kongo pada tahun 2002 dan 2003.
Surat perintah penangkapan itu dikeluarkan saat ia menjabat wakil kepala staf militer pada kelompok pemberontak yang berbeda, yang FPLC. Grup yang dipimpin oleh Thomas Lubanga, dimana saat ini sedang dalam tahanan ICC pada persidangan atas tuduhan kejahatan perang.
Recent Comments
a few seconds ago
a few seconds ago
a few seconds ago
a few seconds ago
a few seconds ago