FPU Indonesia di El Fasher kembali mendapat ‘tantangan’ dari Commisioner Civpol UNAMID agar bisa melaksanakan patroli malam di IDP camp, khususnya IDP Camp ‘Abu Shouk’ dan ‘El Salam’ , hal ini karena disinyalir banyak terjadi kriminalitas dari anasir – anasir yang tidak jelas, yang memanfaatkan konflik di darfur bukan untuk memperjuangkan cita – citanya, namun hanya untuk kepentingan ekonomis kelompok itu semata.

Setiap malam di IDP camp hampir terjadi perampokan terhadap penduduk di dalam IDP, dan hal itu sering dikeluhkan oleh penduduk IDP terhadap UNAMID…. Memang penjagaan keamanan di IDP camp masih merupakan tugas Kepolisian Pemerintah Sudan, namun mereka tidak dipercaya lagi untuk dapat memberikan rasa aman terhadap mereka.

Oleh sebab itu Civpol yang tergabung dalam CPC ( Comunity Policing Center ) bersama FPU Indonesia segera melaksanakan patroli malam bersama… gunanya untuk memberi rasa aman terhadap penduduk di dalam IDP camp, dan kesempatan pertama “ joint Patrol “ yang dilakukan oleh CPC dan FPU dilaksanakan malam ini, dan saya ikut ‘nimbrung’ dengan mereka.

Patroli ini terdiri dari 1 pleton FPU Indonesia menggunakan APC dan mobil armored, beserta 1 regu dari CPC, titik kumpul pertama adalah di suatu tempat yang dinamakan “ Asembly Point “ yang terletak di tengah – tengah IDP camp “Abu Shouk” dan IDP camp “El Salam”, keberadaan “ Asembly Point “ ini adalah sebagai titik awal pergerakan Polisi UNAMID dalam menyambangi 2 IDP camp tersebut.

Melalui IDP camp yang tidak ada listrik dan penerangan pada malam hari tentunya sangat beresiko, makanya setiap pergerakan para CPC walaupun tidak bersenjata wajib memakai rompi antipeluru dan Helm demi keamanan mereka. Bagi Kami FPU pun faktor Safety sangat penting, penggunaan APC dan Armored car merupakan keharusan bagi kami.

Bagi perorangan anggota FPU juga dilengkapi dengan peralatan “ Night Vison “ dan “ thermal “ yang dapat melihat sesuatu didalam kegelapan sekalipun. Namun tetap saja kegelapan masih menjadi tantangan bagi pengendara APC buktinya salah satu APC kami “terperosok” kedalam lobang yang cukup dalam.

Namun berkat kepercayaan masyarakat besar kepada kami, mereka dengan sukarela membantu dan kami bergotong royong menggali tanah untuk bisa membuat jalur untuk keluar dari lobang tersebut. Dan kendala tersebut teratasi….. “Sukron Katsiron Sayid ! “

Setelah beberapa jam patroli, kembalilah kami ke “Asemmbly Point” dan menyatukan temuan yang didapat di lapangan untuk dibuatkan laporan.

Demikian sekilas keikut sertaan saya dalam “Night Patrol” beserta FPU dan CPC didalam IDP Camp…. Nantikan kisah selanjutnya dari Darfur… :)
Saudara sebangsa,
Patroli malam didalam kegelapan kelam sangat beresiko tinggi jadi; penyamun apapun saja sebutannya kalau mereka itu penjarah dan (maklum di Africa) pasti dia hitam maupun Arabnya-pun tetap hitam apalagi Sudan yang berperangai kasar, bukannya rasis (membeda-bedakan warna kulit) tapi penjarah-penjarah itu adalah mahluk yang sudah nekad, mereka berani menembak (membunuh) demi keselamata-nya.
Harap anda-anda waspada..! Tentunya anda-anda semua ex “PELOPOR” pasti pintar dan jitu menembak alias (“Mahir atau “Ulung) jangan sia-siakan kalau merespond harus tembak di-jidat dan mati. Kaliber peluru (gotri) senjata anda lebih kecil dari Kalisnikov, please do not wasted your time. Keluarga menunggu kedatangan anda kembali ketanah air utuh dan selamat.
Selamat Berpatroli, salam damai dari Abidjan, Ivory Coast.
Juragan, didoakeun agar dalam setiap kegiatan dinasnya selalu dalam lindungan yang Maha Kuasa dan lancar. hati-hati dalam patroli mengingat intensitas ‘threat’ saat ini menurut UNDSS masih sangat rawan.
Wow..
Tegang abis…
Adrenalin meningkat….
Waspada…
WOw… bener2 tugas yang berat, tapi aku percaya FPU Indonesia orang2 terpilih n bisa mengatasi itu semua.
Selamat bertugas n semangat…
Ga terasa penantian ini dah masuk bulan ke 6. Semoga suamiku n tim fpu selalu dlm keadan sehat wal’afiat. I miss my U Bang Herwen, my beloved Husband. May Allah blessed U all. Do the best n keep in spirit!!