Gema ramadhan sungguh membahana di tanah air, hampir setiap hari si kampret ini selalu mendapatkan feed updates dari sanak-famil dan rekan-rekan di tanah air melalui medium facebook dan twitter. Denting notifikasi feeds itu ramai bersahutan dilayar monitor ini, melirik sekali-dua-kali sambil kemudian sempat melayangkan angan mencoba membayangkan siapa-siapa saja mereka itu dan macam apa ya ramai seru-nya gempita Ramadhan di tanah air, maka kemudian menutup angan itu untuk beranjak kembali bekerja.
Si kampret ini hanya tersenyum sorangan dibalik lebarnya 2 LCD monitor berukuran 17 Inch itu, menutupi pandangan rekan kolega yang notabene warga negara lain itu, bila mereka sempat melihat si bossnya keketawaan atau senyam-senyum sorangan bisa berabe nih.
Bagi para staff PBB yang bekerja di medan penugasan misi PBB/UN Peacekeeping Mission ini, melalui ramadhan di mission area adalah sebuah fakta yang tidak dapat dihindari. Bersabar, tetap tekun bekerja dan beribadah dan sembari melakukan berbagai aktifitas selepas kerja yang dapat mengusir sendu dan rindu akan famili dan tanah air.
Banyak dari kita sudah faham dengan istilah ‘ngabuburit’, istilah asli bahasa Sunda yang artinya meluangkan waktu menjelang/menuju maghrib. Sudah pasti kita di tanah air punya segudang ide akan macam kegiatan untuk ‘ngabuburit’ ini, namun lain halnya bagi kita-kitayang terdampar di daerah penugasan misi, seperti di Liberia misalnya. Negara yang masih berada dalam status ‘pasca-konflik’ ini tidaklah senyaman seperti di tanah air, situasi dan suasana ramadhan jauh dari mirip dengan hangatnya ramadhan di kampung halaman, sumpah! Jadi kebayang sedih membayangkan dan berusaha mengobati rindu akan ramadhan bagi anak bangsa ini.
Meminjam istilah peribahasa: “tidak ada rotan, akarpun jadi..”, Ramadhan hari pertama kemarin, seorang rekan peacekeepers asal Philippines menelpon menayakan apakah punya waktu longgar untuk datang ke acara syukuran pisah-sambut kontingen mereka pada akhir pekan depan, yang setelah dikonfirmasi kehadiran, bersambut dengan ajakan apakah bersedia membantu mengantar belanja bahan makanan keperluan pesta ke Downtown Monrovia.
Sure, I’d be glad to help you with transportation and company.. – begitulah ucap si kampret ini, mengingat pula jarang-jarang ada kesempatan jalan-jalan ke downtown, apalagi jalan bersama dengan Philcoy Angels (Wara/Kowad/Kowal-nya Kontingen Peacekeepers Republic of the Philippines).
Berbelanja bahan makanan ke Downtown Monrovia, bukanlah seperti pelesir kedalam kompleks perbelanjaan kota seperti di Jakarta, Bandung dan kita besar lain, jauh sekali gambarannya.. namun mendekati kepada gambaran berjalan-jalan di pasar becek yang ramai dengan pedagang sayur, daging, ikan dan ayam potong dengan teriakan pekik para penjual disana yang riuh dengan slogan-slogan tidak mudah dimengerti dengan pemahaman bahasa Inggris kamus normal.
“Ciki..ciki..ciki.. fadala..fadala..” lalu ada lagi mamang-mamang yang berteriak tanpa cape: “kowata..kowata..kowata..”, dalam hati ini si mamang satu ini berjualan apa sih? Begitu ditengok barang yang penuh mengisi gerobaknya adalah air minum dingin dibungkus plastic macam kemasan susu bantal di tanah air itu. Barulah si kampret ini mengerti kalau “Kowata” itu artinya “Cool Water” (Logat yang aneh bukan?).
Menjadi chaperone/pendamping belanja para lady peacekeepers ini nampaknya seru juga, sembari menjepret mereka melakukan tawar-menawar dengan para pedagang, acapkali pedagang lain ramai mengerumuni kita, asyik menonton grup kami berbelanja di jalan ini. Mungkin dalam benak mereka berguman: “Wah, banyak cah ayu nih!, jarang-jarang ada mahluk halus (Maksudnya: Cantik) mau masuk pasar becek dan bau macam pasar tumpah di bilangan Benson Street, Downtown Monrovia ini”.
Sempet senewen juga saat para Philcoy (Philippines Company) Angels ini dikelilingi penjual udang yang notabene cowok-cowok dengan tampang nggak jelas dan berpandangan liar itu dengan agresif memaksa mereka untuk membeli dagangan mereka sembari berusaha mencolek/memegang tangan mereka.. namun dengan modal sedikit bonek, si kampret ini kemudian membentak mereka sembali mem-bolotot-kan mata terhadap mereka.
Maklumlah, orang-orang disini itu tidak bisa lihat orang asing cantik sedikit langsung deh berterak-teriak mencari perhatian: “Hey, China, Japan, Korea.. beautiful ladies, where are you from..?” sambil terus membuntuti kemana kita pergi. Memang harus pede dan tegas dalam bersikap terhadap mereka yang suka usil, namun tetap senyum dan menyapa ramah kepada mereka yang santun. Inilah dia peserta belanja hari ini dengan sebagian dari barang belanjaannya.
Kontingen Peacekeepers Philippines, bertugas di Liberia sejak digelarnya misi PBB di Liberia pada tahun 2004 dengan rotasi tiap 6 bulan, mereka bertugas sebagai Close-Protection Company yang menyediakan pengamanan/pengawalan bagi para petinggi/pejabat senior UNMIL, dimana beberapa staff lady peacekeepers mereka bertugas sebagai staff officers. Dalam setiap rotasi, setidaknya terdapat sebanyak 7-12 personil lady peacekeepers Philcoy ini.
Lady Peacekeepers yang bertugas di UNMIL, juga diramaikan oleh kontingen Military Peacekeepers Ghana, Nigeria, Ethiopia, serta sejumlah Kontingen Polisi PBB dari Norway, Denmark, dan berbagai Negara lain-nya. Namun dari semua angota kontingen wanita itu, yang dirasa cukup dekat dan bersahabat adalah mereka dari Kontingen Philippines ini, itulah mengapa kami menyebutnya “Philcoy Angels”.
Ohya, selepas berbelanja, kita sempat mampir di gedung tua dibukittertinggi kota Monrovia, The Masonic Temple untuk mengabadikan momen selama bertugas di Monrovia, sebelum mereka purna tugas dan kembali ke negaranya akhir minggu depan.
Nampaknya program ‘ngabuburit’ dengan Philcoy Angels ini akan terus berlanjut.. ada yang mau ikut?.














nice story….jadi merasa pria terganteng dong…..wakakka…tetap semangat yaaa dalam menjalankan tugasnya…salam MERDEKKAAA !!!
wah…mantap artikel2 nya kang…coba di liberia ada yg jual candil ato kolak pisang, pasti lebih semangat hehehe
Warm Regard
Great stuff Luigi! Can’t understand though…. but pictures said it all. CJ, Jo, Cris and Aisyah looked so real! Thanks for sharing!
hallo, baru kali ini bisa komen disini…
fotonya bagus2 juga, salam untuk semua disana..
rambowati-rambowati turun ke kota :)
Nice story, Oom… Cantik2 ya Philcoy Angels :)
Pantesan betah nungguin belanjanya, hahahaha…
Btw, itu ayam dimasak apa?? Opor ayam..?
Luigi hi,
Gua cuma ngiler ama udangnya, wuaduuh, suegeer suegeer……..
Kayaknya enak dimasak sambel pete, hehehehehehe.
Gimana, jadi ke Unama-nya?
Salam,
Sarbana Simanjuntak
gkgkgkgk….gak pusing kang nemenin para perempuan belanja? banyak nawar dan mampir sana sini. wah, itu tanda terima kasihnya harus diundang makan sepuasnya tuh :D
juragan, bakat fotografinya sudah bagus tergali, lengkap sudah, selain asik gaya nulis ceritanya, gambar gambar nya juga match, style nya suka bener dehhh
maganda2 pisan euy…
mahal kita po..
:))
really great story mas lui !! BTW Selain Kontingen dari Indonesia, adakah Kontingen yg melaksanakan Ibadah Puasa ? & Bagaimana Suasana Ramadhan di Liberia ?
Assalamu’alaikum Wr.Wb
Dear Bang Luigi….
terima kasih selalu dikirimkan artikelnya. beberapa tahun berpuasa dan mengemban tugas di negeri orang pastinya menjadikan bang luigi lebih memiliki makna berkehidupan atas membantu sesama, dan pastinya selalu kangen kepada rumah.
Terima Kasih selalu menyajikan artikel-artikel yang menarik untuk menjadi bacaan sehari-hari. tentunya bukan tanpa tujuan, sehingga pralangga.org telah beberapa kali bertransformasi. tetap berkarya menghasilkan bacaan-bacaan yang berkualitas.
Sukses dan sehat selalu pokoknya bang (juga buat operator dan pengurus webnya). thanks for make my email one of the reciever from you, keep send me okey.
Oh iya kalau ada lowongan di PBB boleh dong infonya di share. thanks before.
Regards
Syukrie Suaib
Hi Luigi,
Just came back from leave last friday, I really missed this photo shoot. I saw the picture it was very nice.