Pralangga.org | Our Peacekeeping Journey

 
 
masthead

Our Stories: Experiences & Exposures

 

Articles

Monuc tinjau pekerjaan PBB

3 July 2009, 09:24 , by Leo Sugandi

 

Deputy Force Commander MonucMayor Jenderal Andrian Foster melihat dari dekat pelaksanaan tugas pasukan penjaga perdamaian PBB di Dungu-Negara Republik Demokratis Kongo hari Kamis (2/7). Kunjungan ini dalam rangka meninjau proses pembangunan yang tengah dilaksanakan PBB di wilayah Dungu serta dalam rangka berkoordinasi dengan seluruh komponen PBB, baik militer maupun sipil yang ada di wilayah tersebut guna mengetahui situasi yang sedang berkembang berikut untuk mengetahui kendala yang ditemui di lapangan.

dansatgas sambut kedatangan

Agenda pertama orang nomor 2 di Monuc tersebut adalah mengunjungi Detasemen Angkatan Udara Bangladesh yang langsung diterima oleh Letnan Kolonel Shakir *selaku Komandan Detasemen. Di camp Ban Air Jenderal asal Inggris yang didampingi oleh Komandan Brigade Ituri- *Brigadir Jenderal Fakhruddin Haider menerima paparan tentang pelayanan udara yang dilaksanakan oleh Detasemen Ban Air dalam mendukung penerbangan dari Dungu ke daerah sekitarnya untuk mendukung misi Monuc ( Mission de l’Organisation des Nations Unies en République Démocratique du Congo /misi PBB di Kongo) di kawasan tersebut.

Deputy FC kunungi camp Ban Air

Usai berkunjung ke Detasemen Ban Air , Jenderal Foster bertemu dengan Komandan Satgas Kontingen Garuda XX-F, Mayor Czi Sugeng Haryadi Yogopranowo dan Komandan Batalyon Infanteri Mekanis Maroko- Kolonel LH. Maassau . Sebelumnya, Deputy Force Commander berdialog dengan pimpinan WFP ( World Food Programme ) yang membahas tentang suplai logistik bagi pengungsi korban konflik di Kongo dan juga suplai logistik bagi FARDC ( Forces Armee Republique Demokratik du Congo /Pasukan Pemerintah Kongo) sesuai dengan mandatnya membantu pemerintah Kongo dalam operasi penumpasan milisi LRA. Dalam kesempatan itu, Mr. Pierluigi Martinesi selaku pimpinan WFP wilayah Dungu meminta dukungan helikopter dari MONUC untuk membantu pengiriman logistik ke daerah terpencil yang sulit dijangkau melalui jalan darat. Disamping itu WFP juga meminta dukungan keamanan dari MONUC mengingat situasi Dungu yang belum kondusif akibat aktivitas milisi yang mengganggu keamanan di wilayah yang berbatasan dengan Negara Sudan itu.

melihat hasil job

Setelah berdiskusi dengan pimpinan militer dan pimpinan badan-badan organisasi PBB wilayah Dungu, Jenderal Foster melihat dari dekat proses pembuatan camp APC Morbatt yang tengah dikerjakan oleh Satgas Kompi Zeni TNI Konga XX-F. Kepada Komandan Satgas Jenderal bintang 2 itu mengaku puas atas hasil kerja Kontingen Indonesia selama ini yang dinilai sangat baik dan selalu lebih cepat dari waktu yang direncanakan sehingga mandat PBB di Kongo dapat dilaksanakan dengan baik dan tepat waktu sesuai dengan rencana.

menyampaikan arahan kpd dansatgas

Saat ini, Kontingen Garuda XX-F/MONUC yang berada di Kongo, khususnya wilayah Dungu tengah melaksanakan mandat PBB untuk memberikan bantuan zeni kepada PBB dengan membangun infrastruktur yang memiliki nilai strategis seperti pembangunan dan perawatan bandar udara Dungu, pembuatan Camp APC Morbatt, pembuatan helipad Dungu, serta pembangunan sarana dan prasarana strategis lainnya. Menurut Komandan Satgas Konga XX-F, curah hujan yang cukup tinggi serta terbatasnya material limonite sebagai bahan dasar pembuatan infrastruktur di Dungu tidak menghalangi Kontingen Indonesia dalam memberikan yang terbaik bagi terciptanya perdamaian di Kongo

Leo Sugandi Leo SUGANDI Leo Sugandi graduated from Norwich University (Military College of Vermont) with bachelor degrees in political science and history. An infantry man after commissioned into the Indonesian Army in 2001. Currently serving as Public Information Officer of the Indonesian Engineering Company under MONUC (UN mission...

Detail Profile »

2  Comments

by Erfan Ahmad Piliang at 6 July 2009, 08:16

Dengan sukses nya berbagai rangkaian tugas PBB jelas sudah KONGA XX F merupakan pasukan TNI yang tak boleh dipandang enteng oleh pasukan dari negara lain,kompetensi & profesional sbg TNI yang menjunjung nama baik Bangsa RI telah ter-ukir dimata PBB Monuc sesuai dengan ucapan tulus yang disampaikan Deputy Force Commander Monuc,Jenderal asal Inggeris ini ‘MENGAKU PUAS’ atas berbagai penyelesaian tugas kontingen RI. Selamat & Sukses bagi Komandan Satgas Konga XX F,sukses ini tak terlepas dari kekuatan TEAM WORK TNI kita dalam menyelesaikan berbagai tugas yang diberikan PBB.

by Luluk at 14 July 2009, 04:58

Halo Pak, Salam kena. Kalau boleh tahu sampai kapan akan di Kinshasa? Saya kebetulan akan tinggal di Kinshasa dalam waktu dekat ini. Akan sangat senang ketemu dan ngobrol dengan sesama Indoensia di Kinshasa :-) Salam, Luluk.

 

Add Your Comment

Use the form below to comment on this article. Show who you are with a Gravatar. Your email will not displayed or passed on to any third party. Comments may be edited prior to publication and inappropriate comments may be deleted

Your Name


E-mail


URL


Message


Textile Help



Join Us

join our group in Facebook

Subscribe to RSS

pralangga.org subscribe to feedburner

511 people subscribing to this blog

Enter your email address:

   

About

Welcome to Our Peacekeeping Journey, a website dedicated to the peacekeepers, the ones whose currently serving at United Nations Peacekeeping Missions, those who concluded the mission assignments, and those others whose line of work are in support of establishing peace wherever they are. This is our stories about our life. Read more ... »

Correspondent

Agus Hermansyah Captain Caj. Agus Hermansyah was born on 15 August 1971, prior his assignment under the Indonesian Engineering Company under the United Nations Mission in the D.R. Congo (Mission d’el ONU en Republique du Congo – MONUC) as Military Public Information...

Detail Profile »

View All ...»

 

Recent Stories

Dubes RI kunjungi Satgas Konga XXVI-B UNIFIL
Naqoura, Lebanon Selatan, 5 Desember 2009, Satuan Tugas (Satgas) Kontingen Garuda (Konga) XXVI-B UNIFIL menerima kunjungan kehormatan dari Duta Besar Republik Indonesia untuk Lebanon yakni Bagas Hapsoro yang diterima langsung... »
Rully Ramadhiansyah , 10 hours ago

Dansatgas Indobatt hadiri penganugerahan Medali The United Nations
Lebanon, 06 Desember 2009. Komandan Satgas Batalyon Mekanis Konga XXIII-D/UNIFIL (Indonesian Battalion / Indobatt) – Letkol Inf Andi Perdana Kahar beserta Wadansatgas – Letkol Mar Guslin dan... »
Sanra Michiko Moningkey , 1 day ago

Bienvenue au Port Au Prince - Selamat Datang di Port Au Prince
Suatu saat teman saya mengetahui kalau saya akan di tugaskan di Haiti, dengan entengnya berkata:”Wah…enak lo, No…dapet tempat yang asik bisa liburan terus dong ‘kan Tahiti tempat yang ok punya..”.... »
Endang Satriyani , 2 days ago

Profesionalisme dan Humanisme Peacekeepers
Semua orang tahu bahwa setiap anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) semenjak pendidikan dasar pembentukan telah ditanamkan dalam ruang bawah sadarnya untuk selalu taat, disiplin pada aturan dan perintah. Tetapi apakah ini yang kemudian disebut sebagai prajurit professional? Atau, sebagaimana juga sebagian besar orang menilai bahwa Tentara Nasional Amerika yang biasa melaksanakan tugas “menjaga dan memaksakan kedamaian” dimuka bumi disebut sebagai tentara professional? Bagaimana dengan humanismenya? Namanya saja PEACEKEEPERS berarti kan harus professional dan humanis. Saya sangat risau dengan instilah dan penilaian tentara professional dan sekaligus humanis ini. Apapun teorinya, dan siapapun ahlinya, saya lebih ingin memilah dan memilih ukuran professional dan humanis berdasarkan analisa saya. Saya akan menganalisa profesionalisme dan humanisme peacekeepers ini dari urusan perut saja.
Ro'is Nahrudin , 2 days ago

Bahasa oh Bahasa (Bahasa Peacekeepers????)
Banyak teori tetang bahasa; teori yang akademik, teori yang aplikatif, teori yang Unexploded (seperti UXO) semuanya mengaku menjadi linguists dalam memberikan teorinya…..saya akhirnya memutuskan untuk mencari teori tentang bahasa peacekeepers…. Tiba saatnya pencarian saya itu diuji dilaboratorium “Real Theatre” ketika bergabung dengan Kontingen Garuda Indobatt XXIII-D di Lebanon Selatan sebagai LO Indobatt di Sector East HQ di POSN 7-2. Hari Minggu sore, 29 November 2009 adalah hari pertama saya masuk Corimec, (sebutan UN untuk tempat tinggal kami yang berukuran 2.5 X 5 Meter yang buat saya tidak lebih dari sebuah kontainer barang yang bersekat), saya bertemu dengan seseorang yang tiba-tiba saja mengetuk pintu dan masuk ke rumah kontainer Corimec saya.
Ro'is Nahrudin , 2 days ago

 

Partner

pralangga.blogspot.com