Rapat, kumpul dan koordinasi setiap malam untuk mempersiapkan kedatangan tim COE (Contingent Owned Equipment). Semua ini sangat menguras tenaga dan pikiran saya. Sebagai MTO (Military Transport Officer) semua kendaraan harus dalam keadaan baik dan siap operasional. Sementara dukungan spare-parts belum sampai ke tangan kontingen. Namun demikian semua bagian bahu-membahu memastikan agar semua peralatan dapat lulus inspeksi.
Satu minggu sebelumnya kendaraan sudah mulai dipersiapkan. Bagian-bagian kendaraan yang sudah rusak diperbaiki. Namun apabila tersedia suku-cadang di gudang maka akan diganti. Lampu Sein, Kaca Spion, Spatboard ataupun bagian-bagian mesin yang rusak diperbaiki. Khusus untuk bagian mesin tidak boleh ada kebocoran oli maupun air. Mesin harus dalam keadaan bersih dan kering. Sementara untuk kelistrikan baik lampu-lampu dan elektronik harus berfungsi dengan baik. Selanjutnya untuk body kendaraan juga harus bersih.
Untuk kendaraan Utility Cargo Truck 2,5 Ton (Reo) banyak terdapat kekurangan. Di sektor Dungu ini ada lima buah Truck Reo. Truck UN-14009 mengalami kebocoran cylinder head. Tim mekanik bekerja seharian penuh untuk memperbaikinya. Mereka membuat packing set modifikasi. Memang suku cadang truck ini sangat langka. Sedemikian langkanya sehingga harus diimpor dari Korea. Sementara suku cadang itu sampai detik ini belum sampai ke Satgas. Beberapa Satgas sebelumnya juga mengalami kesulitan dalam urusan pemeliharaan kendaraan ini. Akhirnya giliran Satgas ke-enam ini semua kendaraan relatif dalam keadaan rusak sedang.

Sedangkan kendaraan Mitshubishi L-200 Strada di sektor Dungu ini ada 4 buah. Kendaraan ini berfungsi sebagai kendaraan angkut personil. Khusus untuk kendaraan UN-14002 dan UN-14000 digunakan untuk kendaraan Komando. Sementara ini hanya kerusakan pada kaca depan yang sangat memberatkan untuk bias lulus inspeksi. Ditambah lagi suku cadangnya masih ada di Aru, satu jam perjalanan dari Dungu dengan pesawat. Kemudian untuk kendaraan UN-14001 mengalami kebocoran power steering. Namun dengan daya kresi dan pengalaman yang tinggi dari para mekanik, semua itu dapat diatasi.
Di bagian lain yaitu peleton Alat Berat dan Peleton Dump Truck hampir semuanya dalam keadaan bagus. Kendaraan alat berat seperti Exscavator, Dozer, Roller, Loader, Forklift dan Wales dalam keadaan relatif baik. Hanya Greader saja yang mengalami kebocoran Hydraulic. Saat ini masih ditangani oleh para mekanik. Semua alat sudah di cat kembali agar penampilannya juga lebih bersih dan terawat. Memang alat berat ini selalu berhubungan dengan tanah, lumpur dan Limonyte (sejenis tanah yang terdiri dari campuran kerikil dan tanah yang berwarna merah), sehingga alat-alat ini sangat kotor. Saat ini peleton Alat Berat sedang mengerjakan tugas pemeliharaan bandara. Sebelumnya mereka telah menyelesaikan tugas pembuatan kamp Maroko dan UN Agencies. Ditambah lagi dengan tugas pembuatan jalan sepanjang 80 km dari Dungu ke Duru yang sudah mencapai 45 persen.
Untuk kendaraan dump truck juga relatif masih bagus. Satgas baru saja mendapat 7 dump truck yang baru. Sehingga sangat membantu operasional tugas pekerjaan di Dungu. Satu dump truck rusak berat sejak tahun lalu. Anggota peleton ini sudah mengecat ulang kendaraannya masing-masing agar terlihat lebih bersih dan terawat. Kondisi kendaraan rata-rata memang dalam keadaan rusak ringan. Namun dengan pemeliharaan yang baik semua kendaraan masih dapat beroperasional dengan baik.
Tiap-tiap pengemudi dan operator alat berat sudah berusaha semaksimal mungkin dalam mempersiapkan inspeksi tim COE. Meski dengan keterbatasan suku cadang tidak mengendurkan semangat anggota Satgas untuk tetap memelihara peralatan Satgas. Setelah satu minggu yang melelahkan ini semoga berbuah manis terhadap hasil pemeriksaan COE nantinya.
Berikut adalah beberapa jepretan saat inspeksi COE yang dilakukan inspektur dari MONUC, Diharapkan semua peralatan dapat lulus.









Mas tolong email bila ada kejadian yang menonjol.
TQ, Theo Bais – Xbata