Pralangga.org | Our Peacekeeping Journey

 
 
masthead

Our Stories: Experiences & Exposures

 

Articles

MONUC periksa peralatan (COE) Kontingen Garuda XX-F

7 June 2009, 16:39 , by Dede Rusdiana

 

Rapat, kumpul dan koordinasi setiap malam untuk mempersiapkan kedatangan tim COE (Contingent Owned Equipment). Semua ini sangat menguras tenaga dan pikiran saya. Sebagai MTO (Military Transport Officer) semua kendaraan harus dalam keadaan baik dan siap operasional. Sementara dukungan spare-parts belum sampai ke tangan kontingen. Namun demikian semua bagian bahu-membahu memastikan agar semua peralatan dapat lulus inspeksi.

Satu minggu sebelumnya kendaraan sudah mulai dipersiapkan. Bagian-bagian kendaraan yang sudah rusak diperbaiki. Namun apabila tersedia suku-cadang di gudang maka akan diganti. Lampu Sein, Kaca Spion, Spatboard ataupun bagian-bagian mesin yang rusak diperbaiki. Khusus untuk bagian mesin tidak boleh ada kebocoran oli maupun air. Mesin harus dalam keadaan bersih dan kering. Sementara untuk kelistrikan baik lampu-lampu dan elektronik harus berfungsi dengan baik. Selanjutnya untuk body kendaraan juga harus bersih.

Untuk kendaraan Utility Cargo Truck 2,5 Ton (Reo) banyak terdapat kekurangan. Di sektor Dungu ini ada lima buah Truck Reo. Truck UN-14009 mengalami kebocoran cylinder head. Tim mekanik bekerja seharian penuh untuk memperbaikinya. Mereka membuat packing set modifikasi. Memang suku cadang truck ini sangat langka. Sedemikian langkanya sehingga harus diimpor dari Korea. Sementara suku cadang itu sampai detik ini belum sampai ke Satgas. Beberapa Satgas sebelumnya juga mengalami kesulitan dalam urusan pemeliharaan kendaraan ini. Akhirnya giliran Satgas ke-enam ini semua kendaraan relatif dalam keadaan rusak sedang.

Sedangkan kendaraan Mitshubishi L-200 Strada di sektor Dungu ini ada 4 buah. Kendaraan ini berfungsi sebagai kendaraan angkut personil. Khusus untuk kendaraan UN-14002 dan UN-14000 digunakan untuk kendaraan Komando. Sementara ini hanya kerusakan pada kaca depan yang sangat memberatkan untuk bias lulus inspeksi. Ditambah lagi suku cadangnya masih ada di Aru, satu jam perjalanan dari Dungu dengan pesawat. Kemudian untuk kendaraan UN-14001 mengalami kebocoran power steering. Namun dengan daya kresi dan pengalaman yang tinggi dari para mekanik, semua itu dapat diatasi.

Di bagian lain yaitu peleton Alat Berat dan Peleton Dump Truck hampir semuanya dalam keadaan bagus. Kendaraan alat berat seperti Exscavator, Dozer, Roller, Loader, Forklift dan Wales dalam keadaan relatif baik. Hanya Greader saja yang mengalami kebocoran Hydraulic. Saat ini masih ditangani oleh para mekanik. Semua alat sudah di cat kembali agar penampilannya juga lebih bersih dan terawat. Memang alat berat ini selalu berhubungan dengan tanah, lumpur dan Limonyte (sejenis tanah yang terdiri dari campuran kerikil dan tanah yang berwarna merah), sehingga alat-alat ini sangat kotor. Saat ini peleton Alat Berat sedang mengerjakan tugas pemeliharaan bandara. Sebelumnya mereka telah menyelesaikan tugas pembuatan kamp Maroko dan UN Agencies. Ditambah lagi dengan tugas pembuatan jalan sepanjang 80 km dari Dungu ke Duru yang sudah mencapai 45 persen.

Untuk kendaraan dump truck juga relatif masih bagus. Satgas baru saja mendapat 7 dump truck yang baru. Sehingga sangat membantu operasional tugas pekerjaan di Dungu. Satu dump truck rusak berat sejak tahun lalu. Anggota peleton ini sudah mengecat ulang kendaraannya masing-masing agar terlihat lebih bersih dan terawat. Kondisi kendaraan rata-rata memang dalam keadaan rusak ringan. Namun dengan pemeliharaan yang baik semua kendaraan masih dapat beroperasional dengan baik.

Tiap-tiap pengemudi dan operator alat berat sudah berusaha semaksimal mungkin dalam mempersiapkan inspeksi tim COE. Meski dengan keterbatasan suku cadang tidak mengendurkan semangat anggota Satgas untuk tetap memelihara peralatan Satgas. Setelah satu minggu yang melelahkan ini semoga berbuah manis terhadap hasil pemeriksaan COE nantinya.

Berikut adalah beberapa jepretan saat inspeksi COE yang dilakukan inspektur dari MONUC, Diharapkan semua peralatan dapat lulus.

Dede RUSDIANA First Lieutenant Dede Rusdiana was born in Kuningan, November 6, 1983. Graduated from Taruna Nusantara Senior High School in 2001 and then joined to Indonesian Military Academy in Magelang. After graduation in 2004, he continued with Basic Ordnance Officer Course...

Detail Profile »

1  Comment

by theo at 11 June 2009, 03:38

Mas tolong email bila ada kejadian yang menonjol.

TQ, Theo Bais – Xbata

 

Add Your Comment

Use the form below to comment on this article. Show who you are with a Gravatar. Your email will not displayed or passed on to any third party. Comments may be edited prior to publication and inappropriate comments may be deleted

Your Name


E-mail


URL


Message


Textile Help



Join Us

join our group in Facebook

Subscribe to RSS

pralangga.org subscribe to feedburner

549 people subscribing to this blog

Enter your email address:

   

About

Welcome to Our Peacekeeping Journey, a website dedicated to the peacekeepers, the ones whose currently serving at United Nations Peacekeeping Missions, those who concluded the mission assignments, and those others whose line of work are in support of establishing peace wherever they are. This is our stories about our life. Read more ... »

Correspondent

Rully Ramadhiansyah Rully Ramadhiansyah, 1st Lieutenant Special Corps, was born in July 1980 in Bekasi, West Java. After conclusion of formal education, his secondary school education in the year 1998 to continue studying at the Institute of Social Science and Politics of Jakarta...

Detail Profile »

View All ...»

 

Recent Stories

Indobatt gelar Training of Trainer
Komitmen Satgas Batalyon Mekanis Konga XXIII-D/UNIFIL (Indobatt) untuk mencapai suatu keunggulan positif dibandingkan dengan satuan tugas dari kontingen lain, memerlukan inovasi yang kreatif dan berhasil guna bagi lingkungan dimana... »
Yogi Nugroho , 15 hours ago

Pertemuan Satuan Polisi Militer di Lebanon
(Blate Marjayoun UN Posn 7-3, Lebanon). UN Military Police Meeting adalah acara pertemuan seluruh Satuan Polisi Militer Internasional yang tergabung dalam operasi pemeliharaan perdamaian PBB, khususnya UNIFIL... »
Muhammad Dahlan , 2 days ago

Budaya orang Congo berfotoria
Orang-orang Congo sangat hobi untuk berfoto ria, jadi jangan heran jika tukang foto keliling bisa ditemukan hampir di setiap sudut kota. Kebiasaan berfoto-ria ini memang sudah membudaya di masyarakat Congo,... »
Arny Wahyuni , 2 days ago

Senjata ampuh bikin bujur melepuh
Ayah nanti mau dibekelein apa balik ke Liberia ini?. Pertanyaan itu selalu muncul dari si Idung Pesek-ku saat ia menyadari bahwa masa cuti mudik si kampret ini hanya tinggal 1... »
Luigi PRALANGGA , 4 days ago

Indobatt Smart Car: Children's favourite way to learn and have fun
It has been ultimate commitment for Indobatt to always assisting the community to benefit the most from the existence of UNIFIL in the Area Of Responsibility (AOR). One of the... »
Ro'is Nahrudin , 4 days ago

 

Recent Comments

Arny commented on Budaya orang Congo berfotoria
a few seconds ago


agus mewal commented on Budaya orang Congo berfotoria
a few seconds ago


Ehabel commented on Budaya orang Congo berfotoria
a few seconds ago


Victor George commented on Kinshasa, Aku Datang!
a few seconds ago


Dobuol Sudan Nyuon commented on Malakal family
a few seconds ago

Partner

pralangga.blogspot.com