Pralangga.org | Our Peacekeeping Journey

 
 
masthead

Our Stories: Experiences & Exposures

 

Articles

upm_image: supplied image id is invalid, it must be a single numeric value.

Melepas Lelah di Pulau Rubiah

17 May 2009, 21:44 , by Dody Wibowo

 

Hanya berselang seminggu usai pulang dari Takengon, Aceh Tengah, saya dan teman satu tim bekerjasama dengan salah satu organisasi lokal dan sebuah komite yang terdiri dari siswa-siswi SMA di Banda Aceh mengadakan Kemah Damai Remaja Kedua di Pulau Rubiah.

Kemah Damai Remaja Kedua ini diikuti oleh siswa-siswi SMA dan sekolah sederajat dari Banda Aceh dan Kota Sabang. Tujuan dari kegiatan yang diadakan di masa liburan ini adalah untuk meningkatkan kesadaran remaja mengenai arti penting perdamaian dan membekali mereka dengan pengetahuan dasar yang berkaitan dengan perdamaian.

Kemah ini diadakan di sebuah pulau kecil bernama Rubiah yang letaknya cukup jauh dari Banda Aceh. Untuk mencapai pulau ini, kita perlu menyeberang terlebih dahulu dari Pelabuhan Ulee Lheue di Banda Aceh menuju Pelabuhan Balohan di Pulau Weh. Perjalanan ke Pulau Weh bisa ditempuh menggunakan dua jenis kapal. Kapal lambat yang membutuhkan waktu kurang lebih dua jam perjalanan, atau kapal cepat yang membutuhkan waktu perjalanan sekitar satu jam.

Dari Pelabuhan Balohan, kita masih harus naik kendaraan umum menuju Desa Iboih yang berbatasan langsung dengan Pulau Rubiah. Dibutuhkan waktu sekitar satu jam dari Pelabuhan Balohan menuju Desa Iboih.

Pemandangan di Desa Iboih cukup indah. Di pinggir pantai, saya sempat melihat beberapa orang sedang membersihkan ikan yang akan dimasak dan dijual di warung-warung yang banyak terdapat di pinggir pantai. Kalau kita ingin menginap di Desa Iboih, disini banyak terdapat bungalow yang bisa disewa.

Perjalanan dari Desa Iboih menuju Pulau Rubiah yang letaknya tepat di depan pantai Desa Iboih hanya memakan waktu lima belas menit dengan menggunakan kapal boat kecil. Pulau Rubiah hanya dihuni oleh sebuah keluarga yang mengelola beberapa bungalow yang terdapat di pulau tersebut.

Areal masuk ke Pulau Rubiah tidak berhadapan langsung dengan Desa Iboih, sehingga memberi suasana yang lebih tenang. Keluarga Pak Yahya yang mengelola bungalow-bungalow di Pulau Rubiah tinggal di rumah utama yang juga menyediakan makanan yang bisa kita pesan. Di samping rumah Pak Yahya terdapat lapangan bola voli yang cukup luas dengan pohon-pohon kelapa di sekelilingnya. Sedangkan di depan rumah Pak Yahya yang berhadapan langsung dengan laut, terdapat amben dan juga tempat tidur gantung yang bisa kita pakai untuk bermalas-malasan. Tapi ada hal yang perlu diingat, listrik di Pulau Rubiah hanya mengandalkan dari genset yang dimiliki Pak Yahya, dan dinyalakan dari jam 7 malam sampai jam 1 dinihari.

Di pantai di depan Pulau Rubiah, kita bisa melakukan snorkeling. Tapi tanpa melakukan snorkeling-pun, kita sudah bisa melihat keindahan bawah laut Pulau Rubiah secara langsung. Diantara karang-karang yang ada di Pulau Rubiah, kia bisa melihat ikan-ikan berbagai warna sedang berenang.

Pulau Rubiah ternyata juga menyimpan cerita sejarah. Pulau Rubiah dulu pernah dipakai sebagai benteng pertahanan oleh pasukan Belanda dan Jepang pada Perang Dunia Kedua. Kalau kita berjalan memasuki hutan yang ada di belakang rumah Pak Yahya, kita masih bisa melihat reruntuhan bangunan-bangunan benteng tersebut.

Dan dari benteng ini, di kejauhan kita bisa melihat Pulau Seulako yang juga dikenal sebagai tempat menyelam. Sekitaran Pulau Rubiah dan Pulau Seulako memang sudah ditetapkan sebagai Taman Laut oleh Pemerintah Indonesia.

Tiada lagi lelah ketika sampai di Pulau Rubiah…

(.dodie.)

Dody WIBOWO After graduating from the University for Peace (UPEACE), a UN-mandated graduate school of peace and conflict studies in Costa Rica, Dody returned to his previous job as academic assistant at Master Program in Peace and Conflict Resolution, Gadjah Mada University...

Detail Profile »

4  Comments

by Luigi Pralangga at 18 May 2009, 08:25

Memang, Dod.. alam itu memebrikan penyegaran tersendiri pada jiwa… pasti dengan jalan2 ke Pulau Rubiah ini bener2 bikin seger yah..

by kus at 20 May 2009, 06:57

bagus banget, sampeyan cocok jadi pemandu berbincang jalan :)

yang lain juga dong , ceritakan keadan alam dan culture wilayah setempat :) , bisa jadi rujukan tempat liburan yang menarik.

by .dodie. at 8 June 2009, 01:52

@ mas igi: suegeeeerrrr :D

@ mas kus: tunggu berita selanjutnya ya :D

by Londoner at 10 June 2009, 17:28

Bagi sebagian turis asing mereka mengatakan ini surga…

 

Add Your Comment

Use the form below to comment on this article. Show who you are with a Gravatar. Your email will not displayed or passed on to any third party. Comments may be edited prior to publication and inappropriate comments may be deleted

Your Name


E-mail


URL


Message


Textile Help



Join Us

join our group in Facebook

Subscribe to RSS

pralangga.org subscribe to feedburner

547 people subscribing to this blog

Enter your email address:

   

About

Welcome to Our Peacekeeping Journey, a website dedicated to the peacekeepers, the ones whose currently serving at United Nations Peacekeeping Missions, those who concluded the mission assignments, and those others whose line of work are in support of establishing peace wherever they are. This is our stories about our life. Read more ... »

Correspondent

Toni Nav95 Major Toni is a Hercules Navigator. Having been landed in almost all Indonesia’s airfields with his C-130 Hercules as well as in some of ASEAN countries, he is a flight safety advocator. Graduated from Air force Academy in 1995. His...

Detail Profile »

View All ...»

 

Recent Stories

Kursus MS Office Basic untuk Ibu-Ibu Rumah Tangga: The Power of Motherhood
Awalnya saya sedikit pesimis dengan kemungkinan berhasilnya program kursus MS Office Basic yang kami siapkan khusus untuk ibu-ibu rumah tangga. Bayangkan “ Ibu-ibu rumah tangga gitu looh ” seloroh istri... »
Ro'is Nahrudin , 1 day ago

Indobatt gelar Training of Trainer
Komitmen Satgas Batalyon Mekanis Konga XXIII-D/UNIFIL (Indobatt) untuk mencapai suatu keunggulan positif dibandingkan dengan satuan tugas dari kontingen lain, memerlukan inovasi yang kreatif dan berhasil guna bagi lingkungan dimana... »
Yogi Nugroho , 1 day ago

Pertemuan Satuan Polisi Militer di Lebanon
(Blate Marjayoun UN Posn 7-3, Lebanon). UN Military Police Meeting adalah acara pertemuan seluruh Satuan Polisi Militer Internasional yang tergabung dalam operasi pemeliharaan perdamaian PBB, khususnya UNIFIL... »
Muhammad Dahlan , 2 days ago

Budaya orang Congo berfotoria
Orang-orang Congo sangat hobi untuk berfoto ria, jadi jangan heran jika tukang foto keliling bisa ditemukan hampir di setiap sudut kota. Kebiasaan berfoto-ria ini memang sudah membudaya di masyarakat Congo,... »
Arny Wahyuni , 2 days ago

Senjata ampuh bikin bujur melepuh
Ayah nanti mau dibekelein apa balik ke Liberia ini?. Pertanyaan itu selalu muncul dari si Idung Pesek-ku saat ia menyadari bahwa masa cuti mudik si kampret ini hanya tinggal 1... »
Luigi PRALANGGA , 4 days ago

 

Recent Comments

Didut commented on Impresi gado-gado di Myanmar
a few seconds ago


Didut commented on Menu makanan [pengungsi] hari ini
a few seconds ago


Didut commented on Kinshasa, Aku Datang!
a few seconds ago


Didut commented on Senjata ampuh bikin bujur melepuh
a few seconds ago


Arny commented on Budaya orang Congo berfotoria
a few seconds ago

Partner

pralangga.blogspot.com