Pralangga.org | Our Peacekeeping Journey

 
 
masthead

Our Stories: Experiences & Exposures

 

Articles

Mantan peacekeepers Nigeria dijatuhi hukuman seumur hidup

29 April 2009, 11:21 , by Luigi Pralangga

 

Pengadilan militer di Nigeria telah menghukum sebanyak 27 personil militernya yang notabene adalah mantan peacekeepers PBB. Mereka dijatuhi hukuman penjara untuk seumur hidup setelah divonis dari gerakan pemberontakan/insubordinasi yang berawal dari pengalihan pembayaran atas gaji dan tunjangan pokok mereka selama periode berada dalam penugasan misi PBB, kata pengacara mereka pada Selasa, 28 April 2009.

Sesuai berita yang dilansir oleh Washington Post hari ini, Para prajurit, melakukan protes telah memblokir jalan raya dengan api unggun sembari meneriakkan yel-yel lagu peperangan dan mengutuk/menyumpah serapah atasan mereka.

Mereka adalah personil militer diantara lebih dari 800 anggota yang dalam 1 tahun terakhir tidak menerima gaji pokok dan tunjangan selama periode keikutsertaan pada misi perdamaian PBB di Liberia.

Pengacara mereka, Femi Falana, telah berjanji akan mengajukan naik-banding kepada pihak pengadilan militer untuk menantang putusan pengadilan militer negara di daerah di Akure, Ondo.

Para prajurit memiliki hak hukum untuk memprotes pengalihan ilegal atas tunjangan yang telah diperuntukkan kepada mereka,” ujar Falana.

Ini adalah uang yang dibayarkan kepada mereka oleh PBB dan dicuri oleh beberapa pejabat militer”, katanya. “Para pejabat militer yang melakukan hal tersebut bahkan tidak ditahan selama satu haripun!.”

Setelah pernyataan tersebut, tidak lama kemudian para pejabat militer yang melakukan pemotongan/pengalihan tunjangan tersebut diseret ke pengadilan militer dan dijatuhi pengurangan/penurunan pangkat kepada masing-masing pelaku. 27 personil prajurit yang telah divonis itu adalah bagian dari Batalyon ke-14 Nigerian Army yang telah purna-tugas dalam mendukung kekuatan misi pemulihan perdamaian PBB di Liberia pada periode September 2007 sampai April 2008.

Berikut beberapa jepretan foto dari menggambarkan anggota kontingen peacekeepers Nigeria di UNMIL.

Miris memang mendengar khabar seperti itu, saya memahami benar rasa kekecewaan dan keputusan protes mereka, meski memang tindakan anarkis yang dilakukannya dalam melampiaskan ketidakpuasan ini adalah melanggar peraturan dan ketertiban umum.

Secara pribadi, si kampret ini telah menyaksikan banyak sekali sumbangsih mereka terhadap UNMIL dan Liberia. Tidak jarang dari mereka yang bertugas di lini paling depan saat terjadi huru-hara dengan massa mengamuk di Monrovia pada periode medio 2006, serta kekuatan pemukul reaksi cepat yang ditempatkan di jantung kota Monrovia dan berbagai tugas operasi peacekeeping lain-nya.

Dan, beberapa dari mereka adalah merupakan kawan baik saya.

Kontingen Peacekeepers Nigeria pada UNMIL telah memerankan peranan penting dan selama ini menjadi kekuatan strategis dalam menciptakan stabilitas dan perdamaian di Liberia. Secara historis mereka adalah kontingen pendahulu sebelum mandat UNMIL disahkan oleh Dewan Keamanan – PBB, mereka masuk ke Liberia dibawah bendera ECOMOG , memberi jalan pembuka bagi digelarnya misi pemulihan perdamaian di Liberia pada awal Oktober 2003 lalu.

Dari banyak kisah yang diceritakan oleh rekan-rekan peacekeepers dari negara lain semisal mereka dari eropa dan AS, gaji pokok dan tunjangan reguler mereka di tanah airnya adalah tetap menjadi hak dan diterima reguler setiap bulan-nya terlepas dari tunjangan yang diberikan atas partisipasinya dalam misi PBB.

Mudah-mudahan hal seperti ini tidaklah akan terjadi di tanah air. Bagaimana tanggapanmu atas situasi seperti ini?. Bagaimana dengan aturan main alokasi gaji pokok dan tunjangan dasar para peacekeepers kita (Indonesia) apakah tetap menjadi hak sang prajurit/officer tersebut atau tidak dibayarkan karena sudah mendapat tunjangan dari PBB?. Ada yang bisa dan berkenan memberikan pencerahan?.

Dody Muhtar Taufik Dody Muhtar Taufik, currently holding a rank in Major Cavalry. Graduated in 1995 from Indonesia’s military academy, Possesses various military course to include Basic Armor, Staff Officer’s Course, Para Trooper and several other to include the latest in Civil Military...

Detail Profile »

26  Comments

by kus at 30 April 2009, 06:18

kejadiannya hampir mirip dengan di tanah air. ramai beritanya akhir – akhir ini.

prajurit dari battalion TNI AD di Sentani mengamuk , protes atas kebijakan dari komandannya…

Kebijakan pemotongan gaji .

by hume at 30 April 2009, 09:46

Waduh… di penjara seumur hidup apa tidak berlebihan ya? :D

by yunita Dwiana at 30 April 2009, 10:29

Alangkah menyedihkannya negara kita ini, karena hal semacam inipun pernah terjadi disini. Padahal mereka ini bekerja untuk bangsa , negara , dan juga keluarganya masing2. Seharusnya mereka memiliki hak yang sama sebagai warga negara. Memiliki hak untuk mendapatkan penghasilan seperti atasan mereka juga. Sebagai atasan seharusnya dapat mengayomi anak buahnya dan bukan malah membuat mereka menjadi bertambah susah…..

by Wisata Jambi at 30 April 2009, 22:04

Alangkah sedihnya bila terjadi pada seseorang dari keluarga kita, coba keadaan tersebut dibalikkan kepada para atasan yang telah seenaknya memotong gaji mereka itu

by buJaNG at 1 May 2009, 02:40

Kenapa orang besar selalu menginjak-injak orang kecil…?

by -=GoenRock=- at 1 May 2009, 07:40

Kok berat banget sih hukumannya :| Nggak sebanding deh

by rini sumaryo at 1 May 2009, 09:45

Aneh udah nyumbang tenaga + nyawa masih juga dimintai sumbangan uang ….. ternyata masih banyak orang rakus ga sadar diri

by yudha at 1 May 2009, 10:33

Saya ngga paham bagaimana model rekruitment anggota
peacekeeper, tapi kalau mereka harus berbakti pada
dua pihak sekaligus, pastilah ada benturan
kepentingan (dan komitmen).
Betul, kenapa orang-orang kecil yang selalu menjadi
korbannya….

by Robinson Sianturi at 1 May 2009, 11:32

“Segala sesutu mempunyai resiko…..
itulah kehidupan…….
berjuang lah sahabat ku….”

“Tidak hari ini kau dapatkan kedamaian..tapi nanti ada waktunya kedamaian itu kamu raih…”

Merdeka 3x”

by Eduard Martua Simorangkir at 1 May 2009, 12:12

ya namaynya orng kelaparan , negar susah bukan tuh……….mungkin parahan indo kali … masih tinggi dibandingkan umr kita ,

by Arie Krisdianto at 1 May 2009, 12:14

..and when the peacemaker runs amok…should it very very mad world…be tough, troops.

by Fairuz 'Agam' Abadi at 1 May 2009, 12:20

masalah perut, sensitif sekali, bisa terjadi memang bila keadilan ditendang….pastilah tentaranya meradang…kasihan memang….

by arman pasaribu at 2 May 2009, 09:09

saya kenal watak mereka, mereka adalah orang-orang yang jujur, dan beebrapa perwiranya pernah mengatakan ke saya, bahwa menjadi peacekeepeing adalah salah satu pelarian mereka untuk mendapatkan penghasilan yang lebih dari gaji yang mereka terima untuk pekerjaan normal, dan untuk pengiriman Peacekeeper, mereka perlu “lobby” untuk mendapatkan job tersebut, namun kejam-kejamnnya atasan, janganlah mengambil hak yang telah menjadi milik anak buah…dasar para koruptor..

by Emmy Sumangkut at 2 May 2009, 10:45

Seharusnya mereka tetap mendapatkan gaji mereka sebagai prajurit/warga negara…dan juga mendapatkan gaji dari PBB…karena itu adalah HAK mereka sebagai prajurit dan juga sebagai anggota peacekeepers.. Tidak ada pemotongan APA PUN..ITU adalah HAK mereka…karena mereka telah melakukan KEWAJIBAN mereka sebagai prajurit dan sebagai peacekeeper …

by falva at 2 May 2009, 12:21

assalamualaikum….
miris sekali yahhhh……

saya rasa tidak ada hubungan nya antara, tunjangan yang telah di berikan oleh PBB, DG GAJI para peacekeepers ini.

tOH PARA PEACEKEEPERS JUGA TIDAK SEKONYONG KONYONG DAPAT TUNJANGAN TANPA MELAKUKAN APAPUN…..MEREKA TURUT MEMBANTU MENCIPTAKAN PERDAMAIAN DUNIA….

jadi, mendapat dari PBB, HARUSS DIBERIKAN, BEGITU JUGA DG GAJI…… ITU ADALAH HAK MEREKA.

—memang haruss ada tindakan lebih lanjut jika merujuk kepada , para peacekeepers yang dihukum seumur hidup, apakah dalam hal ini, PBB.. SENDIRI Tidak bisa turut membentu mereka.

paling pasti semoga hal semacam itu, tidak terjadi di indonesia, walaupun , .. terlihat di beberapa tempat, sudah banyak terjadi,

semoga kedepan lebih baik amin.

WASSALAM

ps: tetap semangat..!!!!

by Muh. Anwar Nasir at 2 May 2009, 18:57

Alhamdulillah Mas, untuk FPU Indonesia walaupun sering mengalami keterlambatan Gaji maupun tunjangan dr Pemerintah RI (Mabes Polri), namun Pemerintah RI dlm hal ini Mabes Polri belum pernah memotong sepersen pun. Kebetulan saya sbg Finance Officer Mas di FPU I Indonesia. Terima ksh Mas atas msgs nya.

by Rafirudi at 2 May 2009, 20:00

Kalo pertanyaannya apakah para peacekeeper masih berhak menerima gaji dan tunjangan dasar sementara mereka menerima dari PBB, alangkah naif pertanyaan itu. Semuanya harus dikembalikan pada aturan tunjangan untuk para peacekeeper tsb.
atau seperti kondisi di Indonesia pada umumnya semua tidak ada aturannya ?
Seharusnya di awal sudah ada ketentuan mereka yang dikirim ke luar negaranya, jauh dari keluarga dan menyambung nyawa tentu ada kompensasinya. Lha kalau sudah jauh disana tapi tidak ada imbal balik
nya. waah, bukannya materialistis tp realistis dong. Harusnya kan ada untuk imbalan utk profesionalitas mereka. Gitu loh
Kalau perkara potong memotong semua diserahkan pada yg diatas deh, sifat spt itu spt org minum air laut semakin banyak akan semakin merasa haus en kurang

Thanks ya Om Luigi

by Arie Krisdianto at 3 May 2009, 00:50

believe that a few good men still there…

by agnes at 4 May 2009, 01:03

Ga Jauh beda ama yang terjadi baru2 ini di Sentani – Jayapura Luq. Kirain kau bisa ikutin beritanya, di milis FPK juga dibahas kok.
Aku pribadi ikut prihatin, tapi apa yang bisa UNMIL lakukan buat kejadian2 seperti ini?
mungkin next time dibikin aja perjanjian antara instansi dan personilnya. berapa persen ke instansi dan berapa persen ke personilnya.
kalau semua ke instansi ya bisa ajalah kejadian tersebut terulang lagi terutama di negara2 yang tingkat korup-nya tinggi.
selamat berjuang yah…

by yosef at 4 May 2009, 07:13

ijin bang…
kejadian nya hampir sama dengan tmn2 kita di sentani.
kurang tahu bagaimana cara berpikir para perwira mereka , tidak memikirkan kesejahteraan anak buah mereka.setidaknya berikanlah perhatian bagi para anggota terutama kepada mereka yang bertugas di garis depan.
memang tugas negara adalah nomor satu , tp mereka punya anak istri yg harus dibiayai.
mohon maaf jika tanggapan saya kurang berkenan.
terima kasih .
selamat bertugas.

by Capt. Kruzscnik at 6 May 2009, 09:11

I got this articles translated and my comment is:

Outrageous!

The officers had a right to protest non-payment of their entitlements by the Nigerian military authorities, we are all awrae of the extent of corruption in this country.

The UNSG (United Nations Secretary General) should appeal directly to the Nigerian Government for clemency and pardon for the officers.

This is an abberation of justice, the setence is simply too harsh!

by Teddy Bear at 6 May 2009, 09:34

The United Nations is a noble peacekeeping body; every individual who is part of this body should by all means retain and exhibit all elements relating to peacekeeping.

Be it former or current peacekeeping personnel (civilian and military); remember always you are an icon of peace and not protestors, demonstrators etc.

This story reflects on the UN peacekeeping, as a peacekeeping institution/body that does not perform up to its rules and regulation most especially regarding payment of allowances of its personnel (Civilian and Military).

UN-DPKO should ensure that all former United Nations peacekeeping personnel (civilian and Military) be paid their allowances.

My Regards,
Teddy B. Cardines

by Maj. Karel Kurbatov at 6 May 2009, 10:29

I believe that UN should establish a database of all its staff wherein personal information which including monthly salary, pension benefit, retiring benefit, etc to be received by either the retiree instead of depositing individual account through national governments.

The database will contain the already established ID Number, Index Number, Payslip or roster number all are prevalent to guarrantee any retiree to receive his/her benefit without the direct involvement of the contributing troop.

Though, troops are contributed from country(ies)to mission, it is indeed the subject of individual benefit that require.

This incident may create negativsm when it comes to supporting missions in time of crisis. The major or utmost achievement of the personnel is to developing sustainable empowerment of resources acquired.

The case of this contingent suggest a big setback for others who may have the ambition of partaking in vounteerism.

by Olebanjo Kenneh at 6 May 2009, 11:33

What a bad example also to UNMIL’s name.

Give a man the amount he work for cause a man have spent six month away from home… and now he has been sentenced 27. That is not how a good leader act.

by Kwame Adebanjor at 6 May 2009, 11:41

In my opinion, the UN could create a forum for aggrieved military peacekeepers to err their grievances regarding payments of their allowances. The UN will then deal directly with the Permanent Missions(NY) of those countries involved to ensure that the country honours her financial obligations to its military peacekeepers. Some TCC’s are taking undue advantage of the poor soldiers who put their lives at risk in the field and then use the military code of conduct to punish them when they complain. I am sure there are many aggrieved military personnel out there except that they have no forum to lodge their complaints.

by Robert Tweh at 6 May 2009, 13:04

This should not be news to DPKO when troop sacrifice their lifes in the fields and the senior officers and the home Gov’t sit in the luxury and enjoy their toil.

Why can’t troops allowances be paid directly to them as the staff officers and the MILOBS? The UN should intervene to protect the poor soldiers from injustice.

 

Add Your Comment

Use the form below to comment on this article. Show who you are with a Gravatar. Your email will not displayed or passed on to any third party. Comments may be edited prior to publication and inappropriate comments may be deleted

Your Name


E-mail


URL


Message


Textile Help




Subscribe to RSS

pralangga.org subscribe to feedburner

628 people subscribing to this blog

Enter your email address:

   

About

Welcome to Our Peacekeeping Journey, a website dedicated to the peacekeepers, the ones whose currently serving at United Nations Peacekeeping Missions, those who concluded the mission assignments, and those others whose line of work are in support of establishing peace wherever they are. This is our stories about our life. Read more ... »

Correspondent

Octave Ferdinal Octave FERDINAL Having previously assigned to UNAMSIL – United Nations Mission in Sierra Leone, Ocktave Ferdinal is nothing new to peacekeeping and DDRR process. Presently serving at UNMIN, the United Nations Mission in Nepal as Arms Monitor/Military Observer under Kontingen Garuda XXIV-1/UMN...

Detail Profile »

View All ...»

 

Recent Stories

Welfare Cruise Monusco Staff
Recreation is part of our duty as an implementation of implementation of stress management. It aims at performing better at work “Pablo, Bavon..yaka….viens, arrange this tables & chairs on the barge,... »
Lusyanto Januar , 8 hours ago

Kontingen Garuda XX-G Bagikan Bingkisan Kepada Masyarakat Pedalaman Kongo
Tepatnya di desa Cimquante-Cinq arah antara Dungu Faradje dimana lokasi Kontingen Garuda XX-G bekerja dalam membangun jalan Dungu Faradje, Komandan Kontingen Letkol Czi Arnold A.P Ritiauw dan personel Zeni TNI pada hari Kamis (19/8) membagikan baju baru kepada masyarakat Kongo yang berada dipedalaman, khususnya kepada anak-anak yang jumlahnya lebih dari 100 orang. Sumbangan berupa baju ini diberikan dalam rangka memperingati HUT Republik Indonesia ke-65, juga sebagai bagian dari Sargal (Sarana Penggalangan) terhadap masyarakat Kongo.
Agus Hermansyah , 7 days ago

Sertijab Bintara Tertinggi UNIFIL Lebanon
Pada beberapa waktu lalu, bertempat di Markas Besar UNIFIL (United Nations Interim Force in Lebanon) di Naqoura, Lebanon Selatan telah dilaksanakan acara serah terima jabatan FSM (Force Sergeant Major) atau Bintara tertinggi UNIFIL dari pejabat lama Master Warrant Officer Fremphah Mosses kepada Senior Warrant Officer Adong Yure Williams, keduanya berkewarganegaraan Ghana.
Muhammad Dahlan , 7 days ago

Pesiar Eksklusif di Sungai Congo
Sabtu sore dilanjutkan dengan mengunjungi teman – teman TNI yang baru pindah rumah, sampe berpesiar ke Sungai Congo di Minggu pagi. Nah, yang terakhir ini yang paling seru. Akhirnya, setelah Sari mengerahkan segala daya upaya untuk membujuk dua marinir Indonesia, Pak Amrin dan Bang Lusy (maaf ada tambahan: yang selalu ngaku – ngaku ganteng) dua marinir ini pun setuju untuk membawa kami berpesiar.
Nurul Fitri Lubis , 10 days ago

Upacara HUT RI ke-65 ditengah padatnya tugas FPU Indonesia di Darfur
Upacara internal yang kami gelar di lapangan Kamp Garuda ini sangatlah berkesan dihati sanubari kami insan Polri yang sedang menjalankan tugas misi Negara dan jauh dari kampung halaman sendiri. Dengan dikibarkannya bendera merah putih diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya kemudian pembacaan teks Proklamasi dan teks Pembukaan UUD 1945 semakin menguatkan mental dan kebanggaan kami yang tengah mengemban tugas Negara ini.
Robertho Pardede , 12 days ago

 

Recent Comments

Dewi Yulia commented on Kontingen Garuda XX-G Bagikan Bingkisan Kepada Masyarakat Pedalaman Kongo
a few seconds ago


Tante YY commented on Warna warni rambut Liberia dan (Jangan) panggil aku: "CANI"
a few seconds ago


ghozy commented on Trekking ke negeri atap dunia
a few seconds ago


Mariani commented on Warna warni rambut Liberia dan (Jangan) panggil aku: "CANI"
a few seconds ago


khaidar commented on Madagascar bercerita: [Dilarang] Bercinta dibawah pohon kelapa
a few seconds ago